YHWH Mencurahkan Roh, dan Petrus Mendudukkan Yesus di Posisi Itu pada Kisah 2:17-21 Penyebab Skisma Filioque
YHWH Mencurahkan Roh, dan Petrus Mendudukkan Yesus di Posisi Itu pada Kisah 2:17-21
Sebuah Studi Apologetika tentang Filioque, Ketuhanan Yesus, dan Akar Perpecahan Gereja Katolik Roma dengan Gereja Ortodoks
---
Pendahuluan: Sebuah Ayat yang Mengguncang Dua Dunia
Pada hari Pentakosta, Petrus berdiri di hadapan ribuan orang Yahudi yang berkumpul di Yerusalem. Ia mengutip nubuat Yoel—sebuah nubuat tentang YHWH yang mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia. Tetapi ketika Petrus mengutip nubuat itu, ia melakukannya dengan cara yang mengejutkan: ia mendudukkan Yesus di posisi YHWH yang mencurahkan Roh itu.
Kisah 2:17-21 adalah salah satu ayat yang paling padat secara teologis dalam seluruh Perjanjian Baru. Di dalamnya, kita melihat:
1. Petrus mengutip Yoel 2:28-32 — nubuat tentang YHWH yang mencurahkan Roh-Nya.
2. Petrus menerapkan nubuat itu kepada Yesus — yang telah bangkit dan ditinggikan.
3. Petrus menyatakan bahwa Yesus adalah sumber pencurahan Roh — posisi yang dalam Perjanjian Lama hanya milik YHWH.
Ayat ini bukan hanya menegaskan ketuhanan Yesus. Ia juga menjadi akar dari salah satu perpecahan terbesar dalam sejarah Kekristenan: perpecahan antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur, yang dipicu oleh perdebatan tentang Filioque—apakah Roh Kudus berasal dari Bapa dan Anak, atau hanya dari Bapa melalui Anak.
Artikel ini akan menunjukkan bahwa:
1. Yoel 2:28-32 adalah nubuat tentang YHWH yang mencurahkan Roh.
2. Petrus dalam Kisah 2:17-21 menerapkan nubuat itu kepada Yesus—menempatkan Yesus di posisi YHWH.
3. Ayat ini menegaskan ketuhanan Yesus secara tidak terbantahkan.
4. Ayat ini juga menjadi akar perdebatan Filioque—yang memisahkan Katolik Roma dan Ortodoks Timur.
5. Tetapi terlepas dari perdebatan itu, ayat ini menegaskan bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri.
---
Bagian 1: Yoel 2:28-32 — Nubuat tentang YHWH yang Mencurahkan Roh
1.1. Teks Yoel 2:28-32 (Ibrani)
"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan."
1.2. Siapa yang Berbicara dalam Yoel 2:28-32?
Perhatikan kata ganti orang pertama: "Aku akan mencurahkan Roh-Ku." Siapa "Aku" di sini?
Dalam konteks Yoel 2, "Aku" adalah YHWH—TUHAN sendiri. Ia adalah yang berbicara melalui nabi Yoel. Ia berjanji:
1. Mencurahkan Roh-Nya — "Aku akan mencurahkan Roh-Ku."
2. Mengadakan mujizat — "Aku akan mengadakan mujizat-mujizat."
3. Menyelamatkan — "Barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN (YHWH) akan diselamatkan."
Jadi, dalam Yoel 2:28-32, YHWH adalah:
· Pencurah Roh — Ia yang mencurahkan Roh-Nya.
· Pembuat mujizat — Ia yang mengadakan tanda-tanda.
· Penyelamat — Ia yang menyelamatkan mereka yang berseru kepada-Nya.
1.3. "Nama TUHAN" (Shem YHWH)
Frasa "barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan" (Yoel 2:32) menggunakan frasa Ibrani בְּשֵׁם יְהוָה (beshem YHWH)—"dalam nama YHWH."
Dalam tradisi Yahudi, "nama YHWH" bukan sekadar label. Nama itu adalah kehadiran, kuasa, dan otoritas YHWH sendiri. Berseru kepada nama YHWH berarti memanggil YHWH sendiri—bukan sekadar menyebut nama-Nya.
Jadi, Yoel 2:32 berkata: Barangsiapa yang memanggil YHWH sendiri akan diselamatkan.
---
Bagian 2: Kisah 2:17-21 — Petrus Mengutip Yoel dan Mendudukkan Yesus di Posisi YHWH
2.1. Teks Kisah 2:17-21
"Akan terjadi pada hari-hari terakhir—demikianlah firman Allah—bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit, dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan."
2.2. Perhatikan Perubahan yang Dilakukan Petrus
Petrus mengutip Yoel 2:28-32 dengan hampir identik—tetapi ada beberapa perbedaan penting:
Yoel 2:32 (Ibrani) Kisah 2:21 (Yunani)
"Barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN (YHWH)" "Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (kyrios)"
יְהוָה (YHWH) κύριος (kyrios)
Dalam Septuaginta, YHWH diterjemahkan sebagai kyrios. Jadi, ketika Petrus berkata "barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (kyrios)," ia sedang mengutip Yoel 2:32 yang dalam bahasa Ibrani berkata "barangsiapa yang berseru kepada nama YHWH."
2.3. Siapa "Tuhan" (Kyrios) dalam Kisah 2:21?
Pertanyaan kritis: Siapa "Tuhan" (kyrios) yang dimaksud Petrus dalam Kisah 2:21?
Dalam konteks langsung Kisah 2, Petrus sedang berkhotbah tentang Yesus:
· Kisah 2:22 — "Yesus dari Nazaret... yang telah ditentukan Allah."
· Kisah 2:23 — "Dia yang diserahkan... kamu telah menyalibkan."
· Kisah 2:24 — "Allah telah membangkitkan Dia."
· Kisah 2:32 — "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah."
· Kisah 2:33 — "Ia telah ditinggikan... dan telah menerima dari Bapa janji Roh Kudus, yang telah dicurahkan-Nya."
· Kisah 2:36 — "Allah telah membuat Yesus... menjadi Tuhan dan Kristus."
Perhatikan Kisah 2:33: "Ia (Yesus) telah menerima dari Bapa janji Roh Kudus, yang telah dicurahkan-Nya."
Siapa yang mencurahkan Roh Kudus? Yesus. Yesus adalah yang mencurahkan Roh Kudus pada hari Pentakosta.
2.4. Implikasi: Yesus adalah YHWH yang Mencurahkan Roh
Mari kita susun logika Petrus:
1. Yoel 2:28-32 — YHWH berkata: "Aku akan mencurahkan Roh-Ku."
2. Kisah 2:17-21 — Petrus mengutip nubuat ini dan menerapkannya pada hari Pentakosta.
3. Kisah 2:33 — Petrus berkata bahwa Yesus yang mencurahkan Roh Kudus.
4. Kisah 2:21 — Petrus berkata "barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (kyrios) akan diselamatkan."
5. Kisah 2:36 — Petrus berkata "Allah telah membuat Yesus... menjadi Tuhan (kyrios) dan Kristus."
Kesimpulan: Yesus adalah "Tuhan" (kyrios) yang dimaksud dalam Yoel 2:32—yaitu YHWH sendiri. Yesus adalah YHWH yang mencurahkan Roh-Nya pada hari Pentakosta.
2.5. Bukti Tambahan: Kisah 2:33
"Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima dari Bapa janji Roh Kudus, Ia telah mencurahkan apa yang kamu lihat dan dengar sekarang ini."
Kata "Ia telah mencurahkan" (ἐξέχεεν / execheen) dalam bahasa Yunani adalah bentuk aktif—yang berarti Yesus sendiri yang mencurahkan Roh Kudus. Ini bukan sekadar "melalui Yesus" atau "demi nama Yesus"—ini adalah Yesus yang secara aktif mencurahkan Roh Kudus.
Dalam Perjanjian Lama, hanya YHWH yang mencurahkan Roh-Nya (Yoel 2:28-29; Yehezkiel 36:27; Yesaya 44:3). Jadi, ketika Petrus berkata bahwa Yesus mencurahkan Roh Kudus, ia sedang mengatakan bahwa Yesus adalah YHWH.
---
Bagian 3: Filioque — Akar Perpecahan Katolik Roma dan Ortodoks
3.1. Apa Itu Filioque?
Filioque adalah kata Latin yang berarti "dan dari Anak." Ini adalah tambahan yang dimasukkan ke dalam Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel (381 M) oleh Gereja Barat (Katolik Roma) pada abad ke-6 hingga ke-11.
Teks asli (Yunani) Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel:
"Καὶ εἰς τὸ Πνεῦμα τὸ Ἅγιον, τὸ κύριον, τὸ ζωοποιόν, τὸ ἐκ τοῦ Πατρὸς ἐκπορευόμενον..."
"Dan kepada Roh Kudus, Tuhan, yang menghidupkan, yang keluar dari Bapa..."
Teks Barat (Latin) setelah penambahan Filioque:
"Et in Spiritum Sanctum, Dominum, et vivificantem: qui ex Patre Filioque procedit..."
"Dan kepada Roh Kudus, Tuhan, yang menghidupkan, yang keluar dari Bapa dan Anak..."
3.2. Perdebatan: Dari Bapa Saja, atau Dari Bapa dan Anak?
Perdebatan Filioque berkisar pada pertanyaan: Dari siapa Roh Kudus keluar (ἐκπορεύεται / ekporeuetai)?
1. Gereja Ortodoks Timur berkata: Roh Kudus keluar hanya dari Bapa (ek monou tou Patros). Ini adalah teks asli Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel.
2. Gereja Katolik Roma berkata: Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak (ex Patre Filioque procedit). Ini adalah tambahan yang dilakukan Gereja Barat.
Perdebatan ini—yang tampak teknis dan filosofis—menjadi akar perpecahan besar antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur pada tahun 1054 M (Skisma Besar).
3.3. Hubungan dengan Kisah 2:17-21
Sekarang, bagaimana Kisah 2:17-21 berhubungan dengan perdebatan Filioque?
Perhatikan:
1. Yoel 2:28-32 — YHWH berkata: "Aku akan mencurahkan Roh-Ku."
2. Kisah 2:17-21 — Petrus menerapkan nubuat ini kepada Yesus.
3. Kisah 2:33 — Petrus berkata bahwa Yesus mencurahkan Roh Kudus.
Jika Yesus adalah YHWH yang mencurahkan Roh Kudus, maka:
· Roh Kudus keluar dari Bapa — karena Bapa adalah sumber keallahan.
· Roh Kudus juga keluar dari Yesus — karena Yesus adalah YHWH yang mencurahkan Roh.
Ini mendukung posisi Filioque—bahwa Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak.
3.4. Alternatif: "Melalui Anak"
Tetapi ada tafsiran lain yang lebih diterima oleh banyak teolog—termasuk beberapa teolog Ortodoks:
· Roh Kudus keluar dari Bapa — sebagai sumber tunggal keallahan.
· Roh Kudus keluar melalui Anak — sebagai perantara.
Tafsiran ini didukung oleh ayat-ayat seperti:
· Yohanes 15:26 — "Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa."
· Yohanes 16:7 — "Jika Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu; tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."
· Kisah 2:33 — "Ia (Yesus) telah menerima dari Bapa janji Roh Kudus, yang telah dicurahkan-Nya."
Dalam tafsiran ini:
· Bapa adalah sumber (fons) keallahan.
· Anak adalah perantara (mediator) pencurahan Roh.
· Roh Kudus keluar dari Bapa melalui Anak.
3.5. Mengapa Perdebatan Ini Terjadi?
Perdebatan Filioque terjadi karena ketegangan antara dua kebenaran Alkitabiah:
1. Bapa adalah sumber keallahan — "Roh yang keluar dari Bapa" (Yohanes 15:26).
2. Yesus juga mencurahkan Roh — "Ia telah mencurahkan apa yang kamu lihat dan dengar" (Kisah 2:33).
Jika kita menekankan poin 1 secara berlebihan, kita cenderung menolak Filioque—dan berkata Roh hanya keluar dari Bapa.
Jika kita menekankan poin 2 secara berlebihan, kita cenderung menerima Filioque—dan berkata Roh keluar dari Bapa dan Anak.
Tetapi jika kita membaca seluruh Injil—sebagaimana yang akan kita lihat—kita akan menemukan bahwa keduanya benar: Roh keluar dari Bapa melalui Anak.
---
Bagian 4: Membaca Seluruh Injil — Roh Keluar dari Bapa melalui Yesus
4.1. Yohanes 15:26 — "Roh yang Keluar dari Bapa"
"Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku."
Perhatikan:
1. "Yang akan Kuutus dari Bapa" — Yesus yang mengutus Roh.
2. "Yang keluar dari Bapa" — Roh keluar dari Bapa.
Jadi, Roh keluar dari Bapa dan diutus oleh Yesus.
4.2. Yohanes 16:7 — "Aku Akan Mengutus Dia"
"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."
Yesus berkata: "Aku akan mengutus Dia." Ini menunjukkan bahwa Yesus berperan aktif dalam pengutusan Roh.
4.3. Yohanes 20:22 — "Terimalah Roh Kudus"
"Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: 'Terimalah Roh Kudus.'"
Yesus memberikan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya. Ini adalah tindakan yang dalam Perjanjian Lama hanya dilakukan oleh YHWH (Yehezkiel 37:9, 14).
4.4. Kisah 2:33 — "Ia telah Mencurahkan"
"Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima dari Bapa janji Roh Kudus, Ia telah mencurahkan apa yang kamu lihat dan dengar sekarang ini."
Yesus mencurahkan Roh Kudus pada hari Pentakosta.
4.5. Sintesis: Roh Keluar dari Bapa melalui Yesus
Dari ayat-ayat di atas, kita dapat menyusun sintesis:
1. Roh keluar dari Bapa — sebagai sumber tunggal keallahan (Yohanes 15:26).
2. Roh diutus oleh Yesus — sebagai perantara (Yohanes 15:26; 16:7).
3. Roh diberikan oleh Yesus — sebagai pemberi (Yohanes 20:22).
4. Roh dicurahkan oleh Yesus — sebagai pencurah (Kisah 2:33).
Jadi, Roh Kudus keluar dari Bapa melalui Yesus. Ini adalah posisi yang menjembatani perdebatan Filioque:
· Bapa adalah sumber (fons) keallahan.
· Yesus adalah perantara (mediator) pencurahan Roh.
· Roh Kudus keluar dari Bapa melalui Yesus.
4.6. Mengapa Ini Penting?
Posisi ini penting karena:
1. Menghormati teks asli Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel — "Roh yang keluar dari Bapa."
2. Menghormati kesaksian seluruh Injil — Yesus mengutus, memberikan, dan mencurahkan Roh.
3. Menjembatani perpecahan Katolik-Ortodoks — dengan menunjukkan bahwa kedua posisi memiliki dasar Alkitabiah, tetapi keduanya perlu dipahami dalam terang satu sama lain.
---
Bagian 5: Yang Pasti — Ayat Ini Menegaskan Yesus adalah Allah
5.1. Terlepas dari Perdebatan Filioque
Terlepas dari perdebatan tentang Filioque—apakah Roh keluar dari Bapa saja, atau dari Bapa dan Anak, atau dari Bapa melalui Anak—satu hal yang pasti: Kisah 2:17-21 menegaskan bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri.
Mengapa? Karena:
1. Yoel 2:28-32 — YHWH berkata: "Aku akan mencurahkan Roh-Ku."
2. Kisah 2:17-21 — Petrus menerapkan nubuat ini kepada Yesus.
3. Kisah 2:33 — Petrus berkata bahwa Yesus mencurahkan Roh Kudus.
4. Kisah 2:21 — Petrus berkata "barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (kyrios) akan diselamatkan."
5. Kisah 2:36 — Petrus berkata "Allah telah membuat Yesus... menjadi Tuhan (kyrios) dan Kristus."
Kesimpulan: Yesus adalah YHWH yang mencurahkan Roh-Nya pada hari Pentakosta. Jika Yesus hanya "Tuan" manusia, maka Petrus sedang melakukan penyembahan berhala—karena ia menempatkan Yesus di posisi YHWH. Tetapi Petrus adalah seorang Yahudi yang taat. Ia tahu apa yang ia lakukan. Dan ia melakukannya dengan sadar.
5.2. Bukti dari Kisah 2:21
Perhatikan Kisah 2:21: "Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan."
Dalam Yoel 2:32, ayat ini berkata: "Barangsiapa yang berseru kepada nama YHWH akan diselamatkan."
Petrus mengutip ayat ini dan menerapkannya kepada Yesus. Ini berarti: Berseru kepada nama Yesus = berseru kepada nama YHWH. Dan berseru kepada nama YHWH = diselamatkan.
Ini adalah klaim yang luar biasa. Petrus sedang mengatakan bahwa Yesus adalah YHWH—dan bahwa keselamatan datang melalui memanggil nama Yesus.
5.3. Bukti dari Kisah 2:36
"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
Kata "Tuhan" (kyrios) di sini adalah kyrios yang sama dengan kyrios dalam Kisah 2:21—yaitu YHWH. Jadi, Petrus berkata: Allah telah menyatakan Yesus sebagai YHWH dan Kristus.
Kata "membuat" (epoiēsen) di sini berarti "menetapkan" atau "menyatakan"—bukan "menciptakan" atau "mengubah." Kebangkitan adalah pengumuman resmi tentang siapa Yesus sebenarnya. Ia sudah adalah YHWH sejak kekekalan—tetapi kebangkitan-Nya menyatakan hal itu secara publik.
5.4. Bukti dari Kisah 2:38
"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."
Petrus berkata: "Dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu."
Dalam Perjanjian Lama, hanya YHWH yang dapat mengampuni dosa (Yesaya 43:25; Mikha 7:18). Jadi, ketika Petrus berkata bahwa pengampunan dosa datang melalui nama Yesus, ia sedang mengatakan bahwa Yesus adalah YHWH.
5.5. Bukti dari Kisah 2:39
"Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan kita."
Frasa "dipanggil oleh Tuhan kita" (κλητοὺς ὁ κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν / klētous ho kyrios ho theos hēmōn) mengacu kepada YHWH yang memanggil umat-Nya. Tetapi dalam konteks Kisah 2, "Tuhan kita" adalah Yesus—sebagaimana dinyatakan dalam Kisah 2:36.
---
Bagian 6: Menjawab Keberatan
6.1. Keberatan: "Kisah 2:36 Berkata Allah Membuat Yesus Menjadi Tuhan"
Jawaban: Sebagaimana telah diuraikan, kata "membuat" (epoiēsen) berarti "menetapkan" atau "menyatakan"—bukan "menciptakan" atau "mengubah." Kebangkitan adalah pengumuman resmi tentang siapa Yesus sebenarnya. Ia sudah adalah Tuhan sejak kekekalan—tetapi kebangkitan-Nya menyatakan hal itu secara publik.
6.2. Keberatan: "Roh Kudus Keluar Hanya dari Bapa, Bukan dari Yesus"
Jawaban: Benar bahwa Yohanes 15:26 berkata "Roh yang keluar dari Bapa." Tetapi ayat yang sama juga berkata "yang akan Kuutus dari Bapa"—menunjukkan bahwa Yesus berperan aktif dalam pengutusan Roh. Dan Kisah 2:33 berkata bahwa Yesus mencurahkan Roh Kudus. Jadi, Roh keluar dari Bapa melalui Yesus.
6.3. Keberatan: "Ini Hanya Tafsiran Gereja Barat"
Jawaban: Ini bukan tafsiran Gereja Barat atau Timur—ini adalah pembacaan langsung dari teks Alkitab. Yoel 2:28-32 berkata YHWH mencurahkan Roh. Kisah 2:17-21 menerapkan nubuat itu kepada Yesus. Kisah 2:33 berkata Yesus mencurahkan Roh. Ini adalah fakta tekstual, bukan tafsiran denominasional.
6.4. Keberatan: "Yesus Berkata 'Bapa Lebih Besar dari pada-Ku' (Yohanes 14:28)"
Jawaban: Ayat ini berbicara tentang hubungan fungsional dalam ekonomi keselamatan—bukan tentang hakikat Yesus. Dalam inkarnasi, Yesus mengosongkan diri-Nya (Filipi 2:7) dan taat kepada Bapa. Tetapi ini tidak berarti Ia bukan Allah. Ia tetap adalah Allah yang menjadi manusia—dan sebagai manusia, Ia taat kepada Bapa.
6.5. Keberatan: "Kisah 2:33 Berkata Yesus Menerima Roh dari Bapa"
Jawaban: Benar—Yesus menerima Roh dari Bapa. Tetapi ayat yang sama juga berkata bahwa Yesus mencurahkan Roh itu. Jadi, Yesus adalah perantara—Ia menerima dari Bapa dan mencurahkan kepada umat-Nya. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah setara dengan Bapa—karena hanya YHWH yang dapat menjadi perantara pencurahan Roh.
---
Bagian 7: Kesimpulan — Yesus adalah YHWH yang Mencurahkan Roh
7.1. Ringkasan Argumen
1. Yoel 2:28-32 — YHWH berkata: "Aku akan mencurahkan Roh-Ku."
2. Kisah 2:17-21 — Petrus mengutip nubuat ini dan menerapkannya pada hari Pentakosta.
3. Kisah 2:33 — Petrus berkata bahwa Yesus mencurahkan Roh Kudus.
4. Kisah 2:21 — Petrus berkata "barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (kyrios) akan diselamatkan."
5. Kisah 2:36 — Petrus berkata "Allah telah membuat Yesus... menjadi Tuhan (kyrios) dan Kristus."
6. Kisah 2:38 — Petrus berkata "dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu."
7. Kisah 2:39 — Petrus berkata "dipanggil oleh Tuhan kita"—yaitu Yesus.
Kesimpulan: Yesus adalah YHWH yang mencurahkan Roh-Nya pada hari Pentakosta. Ia adalah YHWH yang menyelamatkan mereka yang berseru kepada-Nya. Ia adalah YHWH yang mengampuni dosa. Ia adalah YHWH yang memanggil umat-Nya.
7.2. Filioque — Perdebatan yang Menegaskan Ketuhanan Yesus
Perdebatan Filioque—apakah Roh keluar dari Bapa saja, atau dari Bapa dan Anak, atau dari Bapa melalui Anak—adalah perdebatan yang mengandaikan ketuhanan Yesus. Jika Yesus bukan Allah, maka tidak ada perdebatan—karena Roh tidak mungkin keluar dari makhluk ciptaan.
Fakta bahwa perdebatan ini terjadi—dan bahwa perdebatan ini memisahkan Katolik Roma dan Ortodoks Timur selama hampir seribu tahun—adalah bukti bahwa Yesus adalah Allah. Karena hanya jika Yesus adalah Allah, pertanyaan tentang peran-Nya dalam pencurahan Roh menjadi relevan.
7.3. Panggilan untuk Percaya
Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta:
"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Kisah 2:36)
Dan ia berkata:
"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." (Kisah 2:38)
Panggilan Petrus masih berlaku hari ini: Bertobatlah, dan percayalah kepada Yesus—yang adalah YHWH, yang mencurahkan Roh, yang mengampuni dosa, yang menyelamatkan.
7.4. Penutup: YHWH yang Mencurahkan Roh
Yesus adalah YHWH yang dijanjikan dalam Yoel 2:28-32. Ia adalah YHWH yang mencurahkan Roh-Nya pada hari Pentakosta. Ia adalah YHWH yang menyelamatkan mereka yang berseru kepada nama-Nya. Ia adalah YHWH yang mengampuni dosa. Ia adalah YHWH yang memanggil umat-Nya.
Jika Yesus hanya "Tuan" manusia, maka Petrus adalah penyembah berhala—karena ia menempatkan Yesus di posisi YHWH. Tetapi Petrus bukan penyembah berhala. Ia adalah rasul yang dipenuhi Roh Kudus. Dan ia berkata: Yesus adalah Tuhan (kyrios)—yaitu YHWH itu sendiri.
---
"Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." (Kisah 2:21)
"Allah telah membuat Yesus... menjadi Tuhan dan Kristus." (Kisah 2:36)
"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu." (Kisah 2:38)
"Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Filipi 2:11)
---
Mar'ot Echad — Satu Allah, satu kasih, satu keselamatan di dalam Kristus.
Amin.
Komentar
Posting Komentar