IMAN dan Matematika "Dalam analogi matematika, Allah dapat dipahami sebagai Sumber Kebenaran mutlak yang melampaui segala rumusan, sekaligus sebagai Prinsip dan Tujuan akhir segala ciptaan. Dia bukan sekadar 'model' atau 'petunjuk' dalam pengertian manusiawi, melainkan Ipsum Esse Subsistens (Ada itu Sendiri yang Berdiri Sendiri) yang menjadi dasar segala bentuk dan hukum matematika." Peringatan Teologis : 1. Penghindaran reduksionisme ilahi: - Teologi Katolik menegaskan Allah melampaui segala kategori manusia (via negativa) - Allah adalah "Sumber Kebenaran mutlak" untuk menghindari penyamaan Allah dengan konsep matematis 2. Penegasan sifat transenden Allah: - Frasa "melampaui segala rumusan" untuk menegaskan bahwa Allah tidak terbatas pada sistem formal manusia - Penyertaan istilah "Ipsum Esse Subsistens" (dari St. Thomas Aquinas) menekankan hakikat Allah sebagai Ada itu sendiri 3. Keseimbangan analogi ...
Kenapa Yesus di Baptis Menurut catatan Alkitab, Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:29-34; Matius 3:13-17; Markus 1:9-11; Lukas 3:21-22). Pada saat itu, Yesus adalah seorang Yahudi yang taat, karena Dia lahir dan dibesarkan dalam tradisi Yahudi. Beberapa poin penting: 1. Yesus adalah orang Yahudi – Dia lahir dari keluarga Yahudi (Lukas 2:21-24), disunat menurut hukum Taurat, dan beribadah di Bait Allah. 2. Pembaptisan Yesus bukan pertobatan dari dosa – Yohanes Pembaptis membaptis orang untuk pertobatan, tetapi Yesus tidak berdosa (Matius 3:14-15). Baptisan-Nya lebih tentang penggenapan rencana Allah dan pengesahan pelayanan-Nya. 3. Kekristenan belum ada saat itu – Agama Kristen muncul setelah kebangkitan Yesus dan pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2). Jadi, pada saat dibaptis, Yesus beragama Yahudi, dan baptisan itu terjadi dalam konteks tradisi Yahudi sebagai tanda perm...
Shalom dan Beshalom Kata "shalom" pertama kali muncul dalam Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama) pada Kejadian 15:15. Ayat tersebut (Kejadian 15:15, TB) berbunyi: > "Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera (בְּשָׁלוֹם, beshalom); engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu." Penjelasan: 1. Konteks: Allah berjanji kepada Abraham (saat itu masih bernama Abram) bahwa keturunannya akan mengalami perbudakan di Mesir, tetapi Abraham sendiri akan meninggal dalam keadaan "shalom" (damai sejahtera, utuh, tanpa gangguan). 2. Kata "Shalom": Kata Ibrani שָׁלוֹם (shalom) memiliki makna luas, mencakup damai, kesejahteraan, keselamatan, dan kepenuhan hidup. Catatan Tambahan: - Kata "shalom" muncul berkali-kali dalam Alkitab, tetapi Kejadian 15:15 adalah yang pertama. - Dalam Perjanjian Baru, konsep "damai sejahtera" (Yunani: eirēnē) sering dikaitkan...
Komentar
Posting Komentar