YHWH: Allah yang Bersedia Menanggung Masalah tetapi Tidak Dikuasai oleh Masalah, Ketika Kehendak Bebas Allah Menjawab Pertanyaan yang Tidak Terjawab

YHWH: Allah yang Bersedia Menanggung Masalah tetapi Tidak Dikuasai oleh Masalah

Ketika Kehendak Bebas Allah Menjawab Pertanyaan yang Tidak Terjawab

---

Pendahuluan: Pertanyaan yang Mengguncang Segalanya

Dalam artikel sebelumnya, kita sampai pada sebuah kesimpulan yang mengguncang: bahwa kekekalan melampaui kategori perubahan dan ketidakberubahan. Tetapi kesimpulan ini menimbulkan pertanyaan baru yang lebih sulit:

Jika Allah melampaui kategori baik dan jahat — apakah Allah bisa menjadi jahat?

Pertanyaan ini sangat sulit diterima. Karena jika Allah bisa menjadi jahat, maka tidak ada jaminan apa pun dalam alam semesta ini. Jika Allah bisa menjadi jahat, maka kasih bukanlah identitas-Nya** — hanya salah satu kemungkinan. Jika Allah bisa menjadi jahat, maka kita tidak bisa mempercayai-Nya.

Tetapi — dan inilah kunci-nya** — dalam pemikiran ini, kita lupa sesuatu yang sangat penting:

Ia yang menganugerahkan kehendak bebas, tentunya memiliki pula kehendak bebas.

Jika Allah menganugerahkan kehendak bebas kepada manusia, maka Allah sendiri harus memiliki kehendak bebas. Karena jika tidak, maka Allah terbatas — terbatas pada yang baik saja — dan karena itu tidak transenden.

Artikel ini akan menunjukkan bahwa YHWH — nama Allah Alkitab — adalah jawaban atas pertanyaan ini. YHWH adalah Allah yang bersedia menanggung masalah — tetapi tidak dikuasai oleh masalah. YHWH adalah Allah yang memiliki kehendak bebas — dan karena itu transenden.

---

Bagian 1: Masalah dengan Konsep Allah yang Terbatas pada yang Baik

A. Jika Allah Terbatas pada yang Baik, Ia Tidak Transenden

Banyak orang berpikir bahwa Allah terbatas pada yang baik — bahwa Allah tidak bisa menjadi jahat.
Tetapi — apakah ini benar?

Jika Allah terbatas pada yang baik, maka:

· Allah tidak bisa memilih yang jahat — karena Ia terbatas pada yang baik.
· Allah tidak memiliki kehendak bebas — karena kehendak-Nya** terbatas pada yang baik.
· Allah terikat pada kategori baik — dan karena itu tidak transenden.
· Allah bukan Allah yang mahakuasa — karena ada sesuatu yang tidak bisa Ia lakukan — yaitu menjadi jahat.

Maka: Jika Allah terbatas pada yang baik, maka Allah tidak transenden.
Dan jika Allah tidak transenden, maka Allah bukan Allah.

B. Kehendak Bebas Allah

Kunci untuk memahami ini adalah kehendak bebas.
Allah menganugerahkan kehendak bebas kepada manusia.
Jika Allah menganugerahkan kehendak bebas, maka Allah sendiri harus memiliki kehendak bebas.
Karena tidak mungkin memberi apa yang tidak dimiliki.

Apa artinya?

· Allah memiliki kehendak bebas — Ia bisa memilih.
· Allah bisa memilih yang baik — dan Ia memang memilih yang baik.
· Allah bisa memilih yang jahat — tetapi Ia tidak memilih yang jahat.
· Allah tidak terbatas pada yang baik — tetapi Ia memilih yang baik.
· Allah tidak terikat pada kategori baik — dan karena itu transenden.

Maka: Allah adalah transenden — karena Ia memiliki kehendak bebas — dan karena itu tidak terbatas pada kategori apa pun.

C. Allah yang Memilih

Allah dalam Alkitab berulang kali menyatakan apa pilihannya.
Allah memilih untuk mengasihi — bukan karena Ia terbatas pada kasih — tetapi karena Ia memilih kasih.
Allah memilih untuk adil — bukan karena Ia terbatas pada keadilan — tetapi karena Ia memilih keadilan.
Allah memilih untuk kudus — bukan karena Ia terbatas pada kekudusan — tetapi karena Ia memilih kekudusan.

Alkitab mengatakan:

· Ulangan 7:7-8 — "Bukan karena kamu lebih banyak dari pada bangsa-bangsa lain, maka TUHAN mengasihi kamu dan memilih kamu — sebab kamu memang yang paling sedikit di antara semua bangsa. Tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan karena Ia memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu."
  · Allah memilih untuk mengasihi — bukan karena terbatas pada kasih.
· Yeremia 18:7-10 — "Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya. Tetapi apabila bangsa yang terhadapnya Aku telah berfirman untuk membinasakannya itu bertobat dari kejahatannya, maka Aku menyesal karena malapetaka yang telah Kurencanakan terhadapnya, dan Aku tidak melakukannya. Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanamnya. Tetapi apabila bangsa itu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka Aku menyesal karena kebaikan yang telah Kukatakan akan Kulakukan kepadanya."
  · Allah memilih untuk menyesal — menunjukkan bahwa Ia memiliki kehendak bebas.

Maka: Allah memilih — dan karena itu Ia transenden.
Allah tidak terbatas pada yang baik — tetapi Ia memilih yang baik.
Allah tidak terikat pada kategori apa pun — dan karena itu Ia adalah Allah yang sejati.

---

Bagian 2: Allah yang Bersedia Menanggung Masalah

A. Allah yang Bersedih

Jika Allah memiliki kehendak bebas, maka Allah bisa bersedih.
Alkitab mengatakan:

· Kejadian 6:6 — "Maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya."
  · Allah bersedih — karena Ia memilih untuk bersedih.
· Efesus 4:30 — "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan."
  · Roh Kudus bisa didukakan — karena Ia memilih untuk terlibat dalam relasi.
· Yesaya 63:9 — "Dalam segala kesesakan mereka, Dia juga turut merasakan kesesakan itu."
  · Allah turut merasakan kesesakan — karena Ia memilih untuk terlibat.

Maka: Allah bersedia menanggung masalah — karena Ia memilih untuk terlibat.
Allah bersedia bersedih — karena Ia memilih untuk mengasihi.
Allah bersedia menderita — karena Ia memilih untuk menyelamatkan.

B. Allah yang Mati

Jika Allah memiliki kehendak bebas, maka Allah bisa mati.
Alkitab mengatakan:

· Yohanes 19:30 — "Sudah selesai; lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."
  · Yesus mati — karena Ia memilih untuk mati.
· Yohanes 10:18 — "Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali."
  · Yesus memilih untuk mati — dan karena itu Ia berkuasa atas kematian.
· Filipi 2:8 — "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
  · Yesus taat sampai mati — karena Ia memilih untuk taat.

Maka: Allah bersedia mati — karena Ia memilih untuk mati.
Allah bersedia menanggung kematian — karena Ia memilih untuk menanggung dosa dunia.
Allah bersedia menderita — karena Ia memilih untuk menyelamatkan.

C. Allah yang Tidak Dikuasai oleh Masalah

Tetapi — dan inilah kunci-nya** — Allah tidak dikuasai oleh masalah.
Allah bersedih — tetapi tidak dikuasai oleh kesedihan.
Allah mati — tetapi tidak dikuasai oleh kematian.
Allah menderita — tetapi tidak dikuasai oleh penderitaan.

Alkitab mengatakan:

· Yohanes 11:25 — "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati."
  · Yesus adalah kebangkitan — karena Ia tidak dikuasai oleh kematian.
· Kisah Para Rasul 2:24 — "Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu."
  · Yesus tidak mungkin tetap dalam kuasa maut — karena maut tidak berkuasa atas-Nya.
· 1 Korintus 15:55-57 — "Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? ... Syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."
  · Maut tidak berkuasa — karena Allah telah memberi kemenangan.

Maka: Allah menanggung masalah — tetapi tidak dikuasai oleh masalah.
Allah bersedih — tetapi tidak dikuasai oleh kesedihan.
Allah mati — tetapi tidak dikuasai oleh kematian.
Allah adalah Allah yang sejati — karena Ia memiliki semua solusi yang dibutuhkan.

---

Bagian 3: YHWH — Nama yang Menjawab Semua Pertanyaan

A. YHWH — Nama yang Menunjukkan Kehendak Bebas

YHWH (יְהוָה) berasal dari akar היה (hayah) — "menjadi."
YHWH adalah Allah yang menjadi — yang beraktivitas.
YHWH adalah nama yang menunjukkan kehendak bebas — karena Ia adalah Allah yang memilih untuk menjadi apa yang Ia kehendaki.
YHWH adalah nama yang menunjukkan kebebasan — karena Ia tidak terikat pada kategori apa pun.

Keluaran 3:14-15:

"Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKU TELAH MENGUTUS AKU kepadamu.' Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN (YHWH), Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.'"

Analisis:

· Ehyeh (אֶהְיֶה) — "Aku adalah" atau "Aku akan menjadi" — dari akar היה (hayah) — "menjadi."
· Asher (אֲשֶׁר) — "yang."
· Ehyeh (אֶהְיֶה) — "Aku adalah" atau "Aku akan menjadi."
· "Aku adalah Aku" — tetapi juga "Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi."
· Ini adalah nama yang menunjukkan kehendak bebas — Allah memilih untuk menjadi apa yang Ia kehendaki.
· Allah adalah Allah yang bebas — yang tidak terbatas pada kategori apa pun.

B. YHWH — Nama yang Menjawab Semua Pertanyaan

YHWH adalah nama yang menjawab semua pertanyaan:

· Apakah Allah bisa berubah? YHWH adalah Allah yang menjadi — ya, Ia bisa berubah — tetapi Ia memilih untuk tetap dalam identitas-Nya**.
· Apakah Allah bisa tidak berubah? YHWH adalah Allah yang tetap — ya, Ia bisa tidak berubah — tetapi Ia memilih untuk beraktivitas.
· Apakah Allah bisa bersedih? YHWH adalah Allah yang bersedia menanggung masalah — ya, Ia bisa bersedih — tetapi Ia tidak dikuasai oleh kesedihan.
· Apakah Allah bisa mati? YHWH adalah Allah yang bersedia mati — ya, Ia bisa mati — tetapi Ia tidak dikuasai oleh kematian.
· Apakah Allah bisa jahat? YHWH adalah Allah yang memiliki kehendak bebas — ya, Ia bisa jahat — tetapi Ia memilih untuk baik.

Maka: YHWH adalah nama yang menjawab semua pertanyaan — karena Ia adalah Allah yang bebas — yang tidak terbatas pada kategori apa pun.

C. YHWH — Nama yang Menjelaskan Allah yang Sejati

Allah yang sejati bukanlah Allah yang terbatas pada yang baik.
Allah yang sejati adalah Allah yang memiliki kehendak bebas — dan memilih yang baik.
Allah yang sejati bukanlah Allah yang tidak bisa bersedih.
Allah yang sejati adalah Allah yang bersedia bersedih — tetapi tidak dikuasai oleh kesedihan.
Allah yang sejati bukanlah Allah yang tidak bisa mati.
Allah yang sejati adalah Allah yang bersedia mati — tetapi tidak dikuasai oleh kematian.

Maka: YHWH adalah nama yang menjelaskan Allah yang sejati — karena Ia adalah Allah yang bebas — yang bersedia menanggung masalah — tetapi tidak dikuasai oleh masalah.

---

Bagian 4: Mengapa Ini Penting?

A. Allah yang Bisa Dihubungi

Jika Allah tidak bisa bersedih, maka Allah tidak bisa memahami kesedihan kita.
Jika Allah tidak bisa menderita, maka Allah tidak bisa memahami penderitaan kita.
Jika Allah tidak bisa mati, maka Allah tidak bisa memahami kematian kita.

Tetapi — YHWH adalah Allah yang bersedia bersedih — dan karena itu Ia bisa memahami kesedihan kita.
YHWH adalah Allah yang bersedia menderita — dan karena itu Ia bisa memahami penderitaan kita.
YHWH adalah Allah yang bersedia mati — dan karena itu Ia bisa memahami kematian kita.

Maka: YHWH adalah Allah yang bisa dihubungi — karena Ia bersedia menanggung masalah kita.

B. Allah yang Bisa Dipercaya

Jika Allah terbatas pada yang baik, maka Allah tidak bisa memilih yang jahat — dan karena itu tidak bisa dipercaya untuk memilih yang baik.
Jika Allah memiliki kehendak bebas, maka Allah bisa memilih yang jahat — tetapi Ia memilih yang baik — dan karena itu bisa dipercaya.

Maka: YHWH adalah Allah yang bisa dipercaya — karena Ia memiliki kehendak bebas — dan Ia memilih yang baik.

C. Allah yang Memberi Solusi

Jika Allah tidak bisa bersedih, maka Allah tidak bisa memberi solusi untuk kesedihan.
Jika Allah tidak bisa menderita, maka Allah tidak bisa memberi solusi untuk penderitaan.
Jika Allah tidak bisa mati, maka Allah tidak bisa memberi solusi untuk kematian.

Tetapi — YHWH adalah Allah yang bersedia bersedih — dan karena itu Ia bisa memberi solusi untuk kesedihan.
YHWH adalah Allah yang bersedia menderita — dan karena itu Ia bisa memberi solusi untuk penderitaan.
YHWH adalah Allah yang bersedia mati — dan karena itu Ia bisa memberi solusi untuk kematian.

Maka: YHWH adalah Allah yang memberi solusi — karena Ia bersedia menanggung masalah — tetapi tidak dikuasai oleh masalah.

---

Bagian 5: Kesimpulan

A. Ringkasan

1. Jika Allah terbatas pada yang baik, maka Allah tidak transenden — karena Ia terikat pada kategori baik.
2. Allah memiliki kehendak bebas — karena Ia menganugerahkan kehendak bebas.
3. Allah bisa memilih yang jahat — tetapi Ia memilih yang baik — dan karena itu Ia transenden.
4. Allah bersedia menanggung masalah — bersedih, menderita, mati — karena Ia memilih untuk terlibat.
5. Allah tidak dikuasai oleh masalah — karena Ia memiliki semua solusi yang dibutuhkan.
6. YHWH adalah nama yang menjawab semua pertanyaan — karena Ia adalah Allah yang bebas — yang tidak terbatas pada kategori apa pun.

B. Ayat-Ayat Kunci

Ayat Teks Makna
Keluaran 3:14-15 "AKU ADALAH AKU... TUHAN (YHWH)... itulah nama-Ku untuk selama-lamanya" Allah memperkenalkan diri sebagai Allah yang bebas
Kejadian 6:6 "Maka menyesallah TUHAN... dan hal itu memilukan hati-Nya" Allah bersedia bersedih
Yohanes 10:18 "Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri" Allah memilih untuk mati
Yohanes 11:25 "Akulah kebangkitan dan hidup" Allah tidak dikuasai oleh kematian
Kisah Para Rasul 2:24 "Tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu" Maut tidak berkuasa atas Allah
1 Korintus 15:55-57 "Hai maut, di manakah kemenanganmu?" Allah memberi kemenangan atas maut
Ulangan 7:7-8 "Bukan karena kamu lebih banyak... tetapi karena TUHAN mengasihi kamu" Allah memilih untuk mengasihi
Yeremia 18:7-10 "Aku menyesal karena malapetaka... dan Aku tidak melakukannya" Allah memilih untuk menyesal

C. Penutup

YHWH — Allah yang bersedia menanggung masalah — tetapi tidak dikuasai oleh masalah.
YHWH — Allah yang bersedia bersedih — tetapi tidak dikuasai oleh kesedihan.
YHWH — Allah yang bersedia mati — tetapi tidak dikuasai oleh kematian.
YHWH — Allah yang memiliki kehendak bebas — dan karena itu transenden.

Inilah Allah yang sejati — Allah Alkitab — yang memperkenalkan diri-Nya sebagai YHWH.
Inilah Allah yang kita sembah — yang kekal, yang hidup, yang mengasihi — yang bersedia menanggung masalah kita — tetapi tidak dikuasai oleh masalah itu.

Karena Ia adalah YHWH — Allah yang menjadi — Allah yang bebas — Allah yang memiliki semua solusi yang dibutuhkan.

---

Mar'ot Echad — Satu Allah, satu kasih, satu keselamatan di dalam Kristus.

Amin.

---

Referensi Alkitab

Perjanjian Lama:

· Kejadian 6:6
· Keluaran 3:13-15, 3:14-15
· Ulangan 7:7-8
· 1 Samuel 15:29
· Mazmur 90:2, 102:27
· Yesaya 40:8, 46:10, 63:9
· Yeremia 10:10, 18:7-10
· Maleakhi 3:6

Perjanjian Baru:

· Yohanes 1:1, 1:14, 1:18, 5:17, 10:18, 11:25, 19:30
· Kisah Para Rasul 2:24
· 1 Korintus 15:55-57
· Filipi 2:8
· Kolose 1:17
· 1 Timotius 6:16
· Ibrani 13:8
· Yakobus 1:17
· 1 Yohanes 4:8
· Efesus 4:30
· Wahyu 1:8

Komentar

Postingan Populer

Daftar Blog Terkait - Utama

Please Share The Link

Kenapa Yesus Di Baptis ?