Siapa yang Pantas Menyembah Allah; Membedah Yohanes 17, Predestinasi, dan Referensi PL tentang Umat Milik Allah yang Dikuduskan untuk Menyembah
Siapa yang Pantas Menyembah Allah
Membedah Yohanes 17, Predestinasi, dan Referensi PL tentang Umat Milik Allah yang Dikuduskan untuk Menyembah
---
Pendahuluan: Pertanyaan yang Menentukan Segalanya
Di antara semua pertanyaan teologis, mungkin tidak ada yang lebih mendasar daripada ini: siapa yang pantas menyembah Allah?
Jawaban populer sering kali: "Semua orang yang tulus", "siapa saja yang mau", atau "semua manusia sebagai ciptaan". Namun Alkitab memberikan jawaban yang jauh lebih ketat dan serius. Penyembahan bukanlah hak semua orang secara otomatis — penyembahan adalah hak istimewa umat milik Allah yang telah dikuduskan. Mereka yang bukan milik Allah tidak berhak menyembah-Nya — dan penyembahan mereka ditolak.
Artikel ini akan mencermati Yohanes 17 (Doa Imam Besar) sebagai pusat pembahasan, menghubungkannya dengan pemahaman predestinasi dan konsep "milik Allah", lalu menelusuri referensi PL tentang umat milik Allah yang dikuduskan untuk menyembah. Tujuannya adalah menjawab pertanyaan: siapa yang pantas menyembah Allah — dan mengapa hanya mereka yang menjadi milik Allah yang berhak menyembah-Nya?
---
Bagian I: Yohanes 17 — Doa Imam Besar dan Identitas Umat Milik Allah
1. Struktur Yohanes 17
Yohanes 17 adalah doa Yesus kepada Bapa — sering disebut "Doa Imam Besar" — karena di dalamnya Yesus berfungsi sebagai Imam Besar yang mewakili umat-Nya di hadapan Bapa. Doa ini memiliki tiga bagian utama:
1. Yesus berdoa untuk diri-Nya sendiri (ay. 1-5) — memohon pemuliaan agar Bapa dimuliakan.
2. Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya (ay. 6-19) — mereka yang telah diberikan Bapa kepada-Nya.
3. Yesus berdoa untuk semua orang percaya di masa depan (ay. 20-26) — mereka yang akan percaya melalui pemberitaan murid-murid.
2. "Milik Allah" — Kunci Yohanes 17
Salah satu tema paling menonjol dalam Yohanes 17 adalah kepemilikan: orang-orang percaya adalah milik Allah dan diberikan kepada Yesus oleh Bapa.
"Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku..." (Yohanes 17:6)
"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu." (Yohanes 17:9)
"Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." (Yohanes 17:11)
Perhatikan frasa-frasa kunci:
· "Yang Engkau berikan kepada-Ku" (ho dedลkas moi) — muncul berulang kali (ay. 2, 6, 9, 11, 12, 24). Ini menunjuk pada pemilihan ilahi — Bapa memberikan orang-orang tertentu kepada Yesus.
· "Mereka itu milik-Mu" (soi ฤsan) — mereka adalah milik Allah sebelum diberikan kepada Yesus.
· "Mereka adalah milik-Mu" (ay. 9) — kepemilikan ilahi adalah dasar doa Yesus.
3. Predestinasi dalam Yohanes 17
Yohanes 17 mengandung elemen predestinasi yang jelas:
· Pemilihan sebelum dunia dijadikan — "sebelum dunia ada" (ay. 5, 24) menunjukkan bahwa relasi Bapa-Anak dan pemilihan umat adalah kekal, bukan temporal.
· Pemberian Bapa kepada Anak — Bapa memberikan orang-orang tertentu kepada Yesus (ay. 2, 6, 9, 11, 12, 24). Ini bukan berdasarkan kebaikan manusia, tetapi berdasarkan inisiatif ilahi.
· Pemeliharaan ilahi — Yesus memelihara mereka yang diberikan Bapa, dan tidak ada yang binasa kecuali anak kebinasaan (ay. 12).
Namun, predestinasi dalam Yohanes 17 bukan predestinasi yang dingin dan mekanis. Ia adalah predestinasi dalam kasih — Bapa memberikan umat kepada Anak karena kasih, dan Anak memelihara mereka karena kasih.
4. Pengudusan — Tujuan Pemilihan
Mengapa Allah memilih dan memberikan umat kepada Yesus? Yohanes 17 memberikan jawabannya:
"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran." (Yohanes 17:17)
"Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran." (Yohanes 17:19)
Pengudusan adalah tujuan pemilihan. Allah memilih umat-Nya agar mereka dikuduskan — dan hanya yang dikuduskan yang pantas menyembah Allah. Dengan kata lain:
Pemilihan → Pemberian kepada Anak → Pengudusan → Penyembahan yang Diterima.
Mereka yang menjadi milik Allah dikuduskan oleh firman dan oleh karya Kristus — dan hanya mereka yang dikuduskan yang berhak menyembah Allah.
5. Penyembahan dalam Yohanes 17
Menarik: Yohanes 17 tidak menggunakan kata proskyneล ("menyembah"). Namun seluruh doa ini adalah tindakan penyembahan — Yesus memuliakan Bapa (ay. 1, 4), menyerahkan diri kepada Bapa (ay. 1-5), dan memohon agar Bapa dimuliakan. Ini adalah penyembahan yang sempurna — dan hanya mungkin dilakukan oleh Penyembah yang sempurna, yaitu Kristus sendiri.
Dan mereka yang menjadi milik Allah — yang diberikan Bapa kepada Yesus — berpartisipasi dalam penyembahan Kristus. Mereka dikuduskan untuk tujuan itu: agar mereka dapat menyembah Allah dengan layak.
---
Bagian II: Referensi PL — Umat Milik Allah yang Dikuduskan untuk Menyembah
1. Keluaran 19:4-6 — Imamat Rajani
"Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus."
Ini adalah fondasi PL untuk konsep umat milik Allah:
· "Harta kesayangan" (segullah) — umat Israel adalah milik istimewa Allah, dipilih dari antara segala bangsa.
· "Kerajaan imam" (mamleket kohanim) — umat dipanggil untuk melayani sebagai imam — yaitu, mempersembahkan penyembahan kepada Allah dan mewakili Allah di hadapan bangsa-bangsa.
· "Bangsa yang kudus" (goy qadosh) — umat dikuduskan untuk tujuan penyembahan.
Perhatikan urutannya: Allah memilih → Allah membawa kepada diri-Nya → Allah menguduskan → umat menyembah. Pemilihan mendahului penyembahan; pengudusan memungkinkan penyembahan.
2. Ulangan 7:6-8 — Dipilih karena Kasih
"Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; TUHAN, Allahmu, telah memilih engkau untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi. Bukan karena jumlahmu yang lebih besar dari pada segala bangsa lain maka TUHAN telah mengasihi kamu dan memilih kamu — sebab jumlahmu memang yang paling kecil di antara segala bangsa — tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan karena Ia memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu..."
Israel tidak dipilih karena layak — mereka adalah "yang paling kecil di antara segala bangsa". Mereka dipilih karena kasih Allah dan karena perjanjian. Ini adalah predestinasi dalam kasih — sama seperti dalam Yohanes 17.
3. Imamat 20:26 — Dipisahkan untuk Menyembah
"Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku, TUHAN, ini kudus, dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku."
Allah memisahkan umat-Nya dari bangsa-bangsa lain supaya mereka menjadi milik-Nya. Pemisahan ini bertujuan penyembahan — agar umat dapat menyembah Allah tanpa tercemar oleh penyembahan berhala.
4. Mazmur 24:3-4 — Siapa yang Layak Menyembah?
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu."
Mazmur ini memberikan kriteria penyembahan yang layak:
· Bersih tangan — perbuatan yang kudus.
· Murni hati — motivasi yang kudus.
· Tidak menyerahkan diri kepada penipuan — kesetiaan kepada kebenaran.
· Tidak bersumpah palsu — integritas.
Siapa yang memenuhi kriteria ini? Tidak ada manusia berdosa — kecuali mereka yang dikuduskan oleh Allah. Mazmur ini, dibaca dalam terang PB, menunjuk pada Kristus — satu-satunya yang bersih tangan dan murni hati — dan pada mereka yang dikuduskan di dalam Dia.
5. Yesaya 6:1-8 — Dikuduskan untuk Menyembah
"Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang... Dan aku berkata: 'Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.' Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara api... ia menyentuh mulutku dan berkata: 'Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.'"
Yesaya tidak layak menyembah — ia "najis bibir". Namun bara api dari mezbah menyucikan bibirnya — dan setelah disucikan, ia dapat mendengar suara Allah dan menjawab: "Ini aku, utuslah aku." Pengudusan mendahului penyembahan dan pelayanan.
6. Maleakhi 3:3-4 — Dimurnikan untuk Mempersembahkan
"Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah."
Allah memurnikan orang Lewi — para imam — supaya mereka dapat mempersembahkan korban yang benar. Tanpa pemurnian, persembahan mereka tidak menyenangkan hati TUHAN. Pengudusan adalah syarat bagi penyembahan yang diterima.
7. Kesimpulan Referensi PL
Dari referensi-referensi PL di atas, kita melihat pola yang konsisten:
1. Allah memilih umat-Nya — bukan karena kelayakan mereka, tetapi karena kasih dan perjanjian (Ul. 7:6-8).
2. Allah menguduskan umat-Nya — memisahkan mereka dari bangsa-bangsa lain (Im. 20:26).
3. Allah memurnikan umat-Nya — agar persembahan mereka diterima (Mal. 3:3-4).
4. Hanya yang dikuduskan yang dapat menyembah dengan layak (Mzm. 24:3-4; Yes. 6:1-8).
Pola ini digenapi dalam Kristus — dan diterapkan dalam Yohanes 17.
---
Bagian III: Menghubungkan PL dengan Yohanes 17
1. Pemilihan yang Sama
PL: Allah memilih Israel karena kasih, bukan karena kelayakan (Ul. 7:6-8).
Yohanes 17: Bapa memberikan umat kepada Yesus karena kasih — mereka adalah "milik-Mu" (ay. 6, 9).
Kesinambungan: Pemilihan dalam PL dan pemilihan dalam Yohanes 17 adalah pemilihan yang sama — pemilihan dalam kasih, bukan dalam jasa.
2. Pengudusan yang Sama
PL: Allah menguduskan Israel untuk menjadi milik-Nya (Im. 20:26).
Yohanes 17: Yesus menguduskan diri-Nya bagi mereka, supaya mereka dikuduskan dalam kebenaran (ay. 19).
Kesinambungan: Pengudusan dalam PL adalah tujuan pemilihan — dan pengudusan dalam Yohanes 17 adalah penggenapan pengudusan itu dalam Kristus.
3. Penyembahan yang Sama
PL: Umat yang dikuduskan mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN (Mal. 3:3-4).
Yohanes 17: Umat yang dikuduskan berpartisipasi dalam penyembahan Kristus — yang memuliakan Bapa (ay. 1, 4) dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (ay. 4).
Kesinambungan: Penyembahan dalam PL adalah bayangan — penyembahan dalam Yohanes 17 adalah realitas dalam Kristus.
4. "Milik Allah" — Dari Israel kepada Umat Perjanjian Baru
PL: Israel adalah "harta kesayangan" Allah (Kel. 19:5; Ul. 7:6).
Yohanes 17: Umat percaya adalah "milik Allah" — diberikan Bapa kepada Yesus (ay. 6, 9).
Kesinambungan: Umat perjanjian baru adalah Israel sejati — mereka yang menjadi milik Allah melalui Kristus. Dan hanya mereka yang menjadi milik Allah yang berhak menyembah-Nya.
---
Bagian IV: Predestinasi — Siapa yang Pantas Menyembah?
1. Predestinasi dalam Yohanes 17
Yohanes 17 mengajarkan predestinasi dalam kasih:
· Bapa memberikan orang-orang tertentu kepada Yesus (ay. 2, 6, 9, 11, 12, 24).
· Pemberian ini terjadi "sebelum dunia ada" (ay. 5, 24) — bersifat kekal.
· Tujuan pemberian adalah pengudusan (ay. 17, 19) dan penyembahan (ay. 1, 4).
Namun predestinasi ini bukan nasib buta. Ia adalah kasih yang memilih — Bapa memilih umat-Nya karena kasih, dan Yesus memelihara mereka karena kasih.
2. Siapa yang Pantas Menyembah?
Dari Yohanes 17 dan referensi PL, kita dapat menyimpulkan:
Yang pantas menyembah Allah adalah mereka yang menjadi milik Allah — yaitu mereka yang dipilih Bapa, diberikan kepada Anak, dan dikuduskan oleh firman dan karya Kristus.
Mereka yang bukan milik Allah — yaitu mereka yang tidak dipilih, tidak diberikan kepada Anak, dan tidak dikuduskan — tidak berhak menyembah Allah. Penyembahan mereka ditolak — seperti korban Kain, api asing Nadab dan Abihu, dan doa orang Farisi.
3. Apakah Ini Tidak Adil?
Pertanyaan yang wajar: "Apakah Allah tidak adil jika hanya menerima penyembahan sebagian orang?" Jawabannya:
· Allah tidak berutang penyembahan kepada siapa pun. Manusia berdosa tidak layak menyembah Allah — bahkan tidak mampu menyembah dengan layak. Jika Allah tidak memilih siapa pun, itu adalah keadilan — karena semua telah berdosa (Rom. 3:23).
· Bahwa Allah memilih sebagian adalah kasih karunia — bukan kewajiban. Tidak ada yang layak; yang dipilih dipilih karena kasih.
· Pemilihan bukan penghalang bagi siapa pun — Injil dipanggil untuk diberitakan kepada segala bangsa, dan siapa yang percaya akan diselamatkan (Rom. 10:13; Yoh. 3:16). Predestinasi tidak membatalkan panggilan untuk percaya; ia menegaskan bahwa keselamatan adalah karya Allah dari awal sampai akhir.
4. Predestinasi dan Penyembahan yang Diterima
Predestinasi bukanlah doktrin abstrak — ia memiliki implikasi praktis bagi penyembahan:
· Kita menyembah karena kita telah dipilih — bukan karena kita memilih Allah lebih dahulu. "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yoh. 4:19).
· Kita menyembah karena kita telah dikuduskan — bukan karena kita menguduskan diri sendiri. Pengudusan adalah karya Allah (Yoh. 17:17; 1 Tes. 5:23).
· Kita menyembah karena kita menjadi milik Allah — bukan karena kita memiliki hak atas Allah. Penyembahan adalah hak istimewa, bukan hak asasi.
---
Bagian V: Implikasi bagi Kehidupan Penyembahan
1. Penyembahan adalah Hak Istimewa, Bukan Hak
Jika hanya mereka yang menjadi milik Allah yang berhak menyembah, maka penyembahan adalah hak istimewa — bukan hak yang dimiliki semua orang secara otomatis. Ini seharusnya membuat kita rendah hati dalam menyembah — menyadari bahwa kita menyembah bukan karena kita layak, tetapi karena kita telah dipantaskan oleh Kasih.
2. Penyembahan Memerlukan Pengudusan
Karena hanya yang dikuduskan yang dapat menyembah dengan layak, maka penyembahan kita harus disertai hidup yang dikuduskan:
"Sebab itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)
Penyembahan yang diterima adalah penyembahan yang dipersembahkan oleh hidup yang kudus — bukan hanya ritual, tetapi seluruh hidup.
3. Penyembahan Berpusat pada Kristus
Karena hanya Kristus yang sempurna dalam menyembah, dan karena kita dikuduskan di dalam Dia, maka penyembahan kita harus berpusat pada Kristus:
· Kita menyembah melalui Kristus — satu-satunya jalan kepada Bapa (Yoh. 14:6).
· Kita menyembah dalam Kristus — karena kita adalah tubuh-Nya (1 Kor. 12:27).
· Kita menyembah bersama Kristus — karena Ia adalah Imam Besar yang mewakili kita (Ibr. 4:14-16).
4. Penyembahan dalam Pengharapan akan Kemuliaan
Yohanes 17:24 mengatakan:
"Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku..."
Penyembahan kita saat ini adalah antisipasi dari penyembahan yang kekal — di mana kita akan memandang kemuliaan Kristus dan menyembah-Nya selama-lamanya. Dan mereka yang menjadi milik Allah — yang dikuduskan — adalah mereka yang akan menyembah dalam kekekalan.
---
Kesimpulan: Siapa yang Pantas Menyembah Allah?
Mari kita rangkum:
1. Penyembahan bukanlah hak semua orang — manusia berdosa tidak layak menyembah Allah (Yes. 64:6; Rom. 3:23).
2. Hanya mereka yang menjadi milik Allah yang berhak menyembah-Nya — yaitu mereka yang dipilih Bapa, diberikan kepada Anak, dan dikuduskan oleh firman dan karya Kristus (Yoh. 17:6, 9, 17, 19).
3. Predestinasi dalam Yohanes 17 mengajarkan bahwa pemilihan adalah karya kasih Allah — bukan berdasarkan jasa manusia, tetapi berdasarkan kasih dan perjanjian (Ul. 7:6-8).
4. Pengudusan adalah tujuan pemilihan — Allah memilih umat-Nya agar mereka dikuduskan, dan hanya yang dikuduskan yang pantas menyembah (Im. 20:26; Mal. 3:3-4; Yoh. 17:17-19).
5. Kristus adalah Penyembah yang sempurna — dan melalui Dia, kita dipantaskan untuk menyembah Bapa (Ibr. 9:14; 1 Kor. 1:30).
6. Penyembahan kita adalah hak istimewa — bukan karena kita layak, tetapi karena kita telah dipantaskan oleh Kasih.
Siapa yang pantas menyembah Allah? Mereka yang menjadi milik Allah — yang dipilih dalam kasih, diberikan kepada Anak, dan dikuduskan oleh Roh dan firman. Mereka tidak menyembah karena mereka layak; mereka menyembah karena mereka telah dipantaskan oleh Kasih. Dan penyembahan mereka diterima — bukan karena kualitas mereka, tetapi karena kualitas Kristus, Penyembah yang sempurna, yang telah menjadikan mereka umat milik Allah.
Hanya yang menjadi milik Allah yang berhak menyembah Allah.
Dan mereka yang menjadi milik-Nya adalah mereka yang telah dikuduskan oleh Kasih — untuk menyembah Sang Kasih selama-lamanya.
---
Soli Deo Gloria.
- - -
Baca artikel terkait lainnya :
- - -
Baca artikel lainnya :
Komentar
Posting Komentar