Garis Apostolik Paulus — Pemahaman Umum, dan Kemungkinan Garis Apostolik yang Sebenarnya Bisa Diklaim

Garis Apostolik Paulus — Diterima tapi Tak Diklaim

Menelusuri Fenomena Pengajaran Paulus, Pesan Langsung dari Yesus, Pemahaman Umum, dan Kemungkinan Garis Apostolik yang Sebenarnya Bisa Diklaim

---

Pendahuluan

Di antara semua tokoh dalam Perjanjian Baru, Paulus dari Tarsus adalah figur yang paling unik sekaligus paling kontroversial. Ia bukan salah satu dari Dua Belas Rasul. Ia tidak menyertai Yesus selama pelayanan-Nya di bumi. Ia bahkan awalnya adalah penganiaya gereja. Namun, ia menjadi penulis 13 surat dalam Perjanjian Baru (atau 14 jika Ibrani dimasukkan), pendiri puluhan gereja di Asia Kecil dan Yunani, dan teolog yang membentuk wajah Kekristenan hingga hari ini.

Yang menarik: meskipun Paulus adalah rasul yang paling produktif dalam Perjanjian Baru, tidak ada satu pun gereja besar yang mengklaim garis apostolik langsung dari dia. Roma mengklaim Petrus. Konstantinopel mengklaim Andreas. Aleksandria mengklaim Markus. Armenia mengklaim Bartolomeus. India mengklaim Tomas. Tetapi siapa yang mengklaim Paulus?

Artikel ini akan menelusuri:

1. Siapa Paulus dan bagaimana ia menerima kerasulannya
2. Pesan langsung yang ia terima dari Yesus
3. Mengapa garis apostoliknya "diterima tapi tak diklaim"
4. Keunikan pengajaran Paulus tentang kerasulan itu sendiri
5. Kemungkinan garis apostolik Paulus yang sebenarnya bisa diklaim
6. Mengapa fenomena ini penting bagi Kekristenan hari ini

---

Bagian I: Siapa Paulus dan Bagaimana Ia Menerima Kerasulannya

1.1 Latar Belakang Paulus

Aspek Keterangan
Nama asli Saulus dari Tarsus
Suku Benyamin (Filipi 3:5)
Kewarganegaraan Romawi (Kisah 22:25-28)
Pendidikan Farisi, murid Gamaliel (Kisah 22:3)
Pekerjaan Pembuat tenda (Kisah 18:3)
Awal Penganiaya gereja (Kisah 8:1-3; 9:1-2)
Pertobatan Di jalan ke Damsyik (~34-36 M)

1.2 Cara Paulus Menerima Kerasulan

Berbeda dengan Dua Belas Rasul yang dipanggil Yesus secara langsung selama pelayanan-Nya di bumi, Paulus menerima kerasulannya melalui penglihatan langsung Yesus yang bangkit:

Tiga Peristiwa Kunci:

1. Di Jalan ke Damsyik (Kisah 9:1-19; 22:6-16; 26:12-18)
   · Yesus menampakkan diri dalam cahaya
   · Suara: "Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?"
   · Paulus buta selama tiga hari
   · Ananias membaptisnya
2. Di Arab (Galatia 1:17)
   · Paulus pergi ke Arab selama tiga tahun
   · Di sana ia menerima wahyu langsung dari Yesus
   · "Aku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi melalui wahyu Yesus Kristus" (Galatia 1:12)
3. Di Yerusalem (Galatia 1:18-19)
   · Bertemu Petrus dan Yakobus
   · Tidak ada indikasi ia "ditahbiskan" oleh mereka
   · Kerasulannya tidak bergantung pada pengakuan manusia

1.3 Klaim Paulus tentang Kerasulannya

Paulus berkali-kali menegaskan bahwa kerasulannya setara dengan Dua Belas Rasul:

Ayat Klaim
Galatia 1:1 "Paulus, rasul bukan dari manusia, juga bukan oleh manusia, tetapi oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa"
Galatia 1:11-12 "Injil yang kuberitakan bukan berasal dari manusia... aku menerimanya melalui wahyu Yesus Kristus"
1 Korintus 9:1 "Bukankah aku rasul? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita?"
1 Korintus 15:8-9 "Dan yang paling akhir dari semuanya, Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya"
2 Korintus 12:11-12 "Tanda-tanda kerasulanku telah kubuktikan... dengan segala ketekunan, dengan tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa"
Roma 1:1 "Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah"

1.4 Pengakuan dari Rasul Lain

Meskipun Paulus mengklaim kerasulan langsung dari Yesus, ia juga diakui oleh para rasul lain:

Peristiwa Ayat Keterangan
Pengakuan Petrus 2 Petrus 3:15-16 Petrus menyebut surat Paulus sebagai "Kitab Suci"
Tangan kanan persekutuan Galatia 2:9 Yakobus, Petrus, dan Yohanes mengakui kasih karunia Paulus
Konsili Yerusalem Kisah 15 Paulus diterima sebagai rasul bagi bangsa-bangsa
Pengakuan Yakobus Kisah 15:13-21 Yakobus mendukung posisi Paulus

Kesimpulan: Kerasulan Paulus diterima oleh gereja mula-mula, tetapi tidak ada gereja yang mengklaim garis apostolik langsung darinya.

---

Bagian II: Pesan Langsung yang Diterima Paulus dari Yesus

2.1 Wahyu Khusus kepada Paulus

Paulus menerima wahyu langsung dari Yesus yang tidak diberikan kepada Dua Belas Rasul:

Wahyu Ayat Isi
Injil Kasih Karunia Galatia 1:11-12 Keselamatan oleh iman, bukan perbuatan hukum Taurat
Rahasia Kristus Efesus 3:1-6 Bangsa-bangsa non-Yahudi menjadi ahli waris bersama
Perjamuan Kudus 1 Korintus 11:23-26 "Aku menerima dari Tuhan apa yang juga kuberitakan kepadamu"
Kebangkitan 1 Korintus 15:3-8 Daftar saksi kebangkitan, termasuk dirinya
Pengangkatan 1 Tesalonika 4:15-17 "Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan"
Misteri Israel Roma 11:25-27 "Saudara-saudara, aku tidak mau kamu tidak tahu rahasia ini"

2.2 Pengalaman Mistik Paulus

Paulus mengklaim pengalaman mistik yang tidak dimiliki rasul lain:

2 Korintus 12:1-4:

"Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen yang empat belas tahun yang lampau—entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku juga tidak tahu, Allah yang mengetahuinya—orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu tentang orang itu—entah di dalam tubuh atau di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya—ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia."

Implikasi: Paulus mengklaim otoritas kerasulan yang setara atau bahkan melampaui Dua Belas Rasul karena ia menerima wahyu langsung dari Yesus yang bangkit.

2.3 Yesus Sendiri Mengenai Paulus

Yesus secara langsung memilih Paulus sebagai rasul:

Kisah 9:15-16:

"Tetapi firman Tuhan kepadanya: 'Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta kepada raja-raja dan kepada orang-orang Israel. Sebab Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.'"

Kisah 22:14-15:

"Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar."

Kisah 26:16-18:

"Tetapi bangunlah dan berdiri, karena Aku telah menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengutus engkau kepada bangsa-bangsa lain..."

Kesimpulan: Yesus sendiri memilih, mengutus, dan memberi otoritas kepada Paulus sebagai rasul.

---

Bagian III: Mengapa Garis Apostolik Paulus "Diterima tapi Tak Diklaim"?

3.1 Fenomena yang Aneh

Inilah paradoksnya:

Fakta Realitas
Paulus adalah rasul paling produktif Tidak ada gereja yang mengklaim garis darinya
Paulus mendirikan puluhan gereja Gereja-gereja itu tidak mengklaim suksesi Paulus
Paulus menulis 13 surat Surat-suratnya diakui kanonik
Paulus diakui Petrus Roma tidak mengklaim Paulus sebagai pendiri utama
Paulus mati syahid di Roma Roma mengklaim Petrus, bukan Paulus

3.2 Alasan Historis

1. Paulus Tidak Menetapkan Uskup Penerus yang Jelas

Berbeda dengan Petrus yang dikatakan menahbiskan Linus sebagai penerus di Roma, atau Markus yang menahbiskan Anianus di Aleksandria, Paulus tidak memiliki penerus tunggal yang terdokumentasi.

Paulus menahbiskan banyak penatua di setiap gereja (Kisah 14:23; Titus 1:5), tetapi tidak ada satu uskup penerus yang menjadi pusat klaim apostolik.

2. Gereja-Gereja Paulus Terpecah atau Hilang

Gereja Lokasi Status
Efesus Turki Hilang (invasi)
Korintus Yunani Hilang (invasi)
Filipi Yunani Hilang (invasi)
Tesalonika Yunani Hilang (invasi)
Galatia Turki Hilang (invasi)
Roma Italia Ada, tapi klaim Petrus
Kolose Turki Hilang (gempa + invasi)
Kreta Yunani Ada, tapi klaim Titus

3. Paulus Tidak Mendirikan "Tahta Apostolik"

Petrus dikaitkan dengan Roma (tahta). Andreas dengan Konstantinopel. Markus dengan Aleksandria. Tomas dengan India. Paulus tidak dikaitkan dengan satu kota sebagai pusat otoritas.

4. Paulus Adalah "Rasul bagi Bangsa-Bangsa", Bukan "Uskup"

Paulus adalah misionaris penginjil, bukan uskup yang menetap. Ia tidak tinggal di satu tempat untuk membangun institusi. Ia mendirikan gereja, menahbiskan penatua, lalu pergi.

5. Konflik dengan Tradisi Petrus

Meskipun Paulus dan Petrus berdamai (Galatia 2:9), ada ketegangan teologis:

· Petrus: Injil bagi orang Yahudi, tetap menghormati Taurat
· Paulus: Injil bagi bangsa-bangsa, bebas dari Taurat

Gereja-gereja yang berbasis Petrus (Roma, Antiokhia) tidak mengklaim Paulus sebagai pendiri utama.

3.3 Alasan Teologis

1. Kerasulan Paulus Bersifat "Fungsional", Bukan "Institusional"

Paulus adalah rasul karena fungsi (memberitakan Injil), bukan karena jabatan (uskup). Gereja-gereja kemudian lebih menekankan suksesi uskup daripada suksesi rasul.

2. Paulus Menekankan Karisma, Bukan Institusi

Paulus mengajarkan bahwa setiap orang percaya memiliki karunia Roh (1 Korintus 12). Ia tidak menekankan suksesi jabatan seperti yang kemudian dikembangkan gereja.

3. Paulus Menolak "Kerasulan yang Dipertanyakan"

Paulus berkali-kali membela kerasulannya (1 Korintus 9; 2 Korintus 10-12). Ini menunjukkan bahwa kerasulannya dipertanyakan oleh sebagian orang. Gereja kemudian mungkin enggan mengklaim garis darinya karena kontroversi ini.

4. Paulus Tidak "Menahbiskan" Penerus Tunggal

Paulus menahbiskan banyak penatua (Kisah 14:23), tetapi tidak ada satu uskup yang menjadi penerus tunggal. Ini berbeda dengan model Petrus di Roma.

3.4 Alasan Politis

1. Roma Ingin Klaim Petrus, Bukan Paulus

Roma mengklaim Petrus sebagai uskup pertama karena:

· Petrus adalah kepala Dua Belas
· Petrus menerima kunci Kerajaan Sorga (Matius 16:19)
· Petrus mati syahid di Roma

Meskipun Paulus juga mati syahid di Roma, Petrus lebih bergengsi untuk klaim supremasi.

2. Gereja-Gereja Timur Ingin Klaim Rasul Masing-Masing

· Konstantinopel: Andreas
· Aleksandria: Markus
· Antiokhia: Petrus
· Yerusalem: Yakobus
· Armenia: Bartolomeus
· India: Tomas
· Asiria: Tomas

Paulus tidak "tersedia" untuk diklaim karena ia adalah rasul bagi semua, bukan rasul untuk satu kota.

3. Paulus Terlalu "Universal" untuk Diklaim Satu Gereja

Paulus menulis kepada banyak gereja. Surat-suratnya dibaca di mana-mana. Jika satu gereja mengklaim Paulus, gereja lain akan keberatan.

---

Bagian IV: Keunikan Pengajaran Paulus tentang Garis Apostolik

4.1 Paulus Tidak Mengajarkan "Suksesi Apostolik" Seperti yang Kemudian Dikembangkan

Paulus tidak pernah mengajarkan bahwa otoritas gereja diturunkan melalui penumpangan tangan uskup secara berantai. Yang ia ajarkan adalah:

Konsep Paulus Ayat Penjelasan
Karunia Roh 1 Korintus 12 Setiap orang percaya memiliki karunia
Tubuh Kristus 1 Korintus 12:12-27 Semua anggota saling bergantung
Kepemimpinan Fungsional Efesus 4:11-13 Rasul, nabi, penginjil, gembala, pengajar
Penatua Lokal Titus 1:5; Kisah 14:23 Setiap gereja memiliki penatua
Otoritas Injil Galatia 1:8-9 Injil sendiri adalah otoritas tertinggi

4.2 Paulus Menekankan "Kerasulan Fungsional"

Bagi Paulus, rasul adalah fungsi, bukan jabatan:

Efesus 4:11-13:

"Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus..."

Implikasi: Kerasulan adalah karunia yang diberikan Kristus kepada gereja, bukan jabatan yang diwariskan.

4.3 Paulus Menekankan "Suksesi Ajaran", Bukan "Suksesi Jabatan"

2 Timotius 2:2:

"Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain."

Implikasi: Yang diteruskan adalah ajaran, bukan jabatan. Timotius meneruskan Injil, bukan tahta uskup.

4.4 Paulus Menekankan "Otoritas Injil", Bukan "Otoritas Pribadi"

Galatia 1:8-9:

"Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia."

Implikasi: Otoritas tertinggi adalah Injil, bukan rasul. Bahkan Paulus sendiri tunduk pada Injil.

4.5 Paulus Mengajarkan "Kesetaraan Rasul"

Galatia 2:6-9:

"Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu—bagaimana pun juga mereka dahulu, tidak ada bedanya bagiku; Allah tidak memandang muka—mereka yang terpandang itu tidak menambahkan sesuatu apa pun kepadaku. Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa aku telah dipercayakan untuk memberitakan Injil kepada orang-orang tak bersunat, sama seperti Petrus untuk orang-orang bersunat—karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang tak bersunat—dan setelah Yakobus dan Kefas dan Yohanes, yang dianggap tiang-tiang penopang jemaat, melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka mereka memberikan tangan kanan mereka sebagai tanda persekutuan kepada aku dan Barnabas, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat."

Implikasi: Paulus setara dengan Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Tidak ada hierarki.

---

Bagian V: Kemungkinan Garis Apostolik Paulus yang Sebenarnya Bisa Diklaim

5.1 Siapa yang Bisa Mengklaim Paulus?

Jika kita menelusuri penerus langsung Paulus, kita menemukan beberapa kandidat:

Penerus Hubungan dengan Paulus Gereja Status
Timotius Murid, anak rohani Efesus ⚠️ Samar
Titus Murid, anak rohani Kreta ✅ Ada
Lukas Teman, penulis Injil Yunani ⚠️ Samar
Silas Teman Yerusalem? ❌ Hilang
Barnabas Teman Siprus ✅ Ada
Markus Teman, penulis Injil Aleksandria ✅ Ada
Epafras Pendiri Kolose Kolose ❌ Hilang
Onesimus Hamba, uskup Efesus Efesus ⚠️ Samar
Klemens Rekan sekerja Filipi ⚠️ Samar
Linus ? Roma ✅ Ada (Katolik)

5.2 Garis Paulus yang Paling Mungkin Diklaim

1. Garis Efesus (Timotius → Onesimus)

· Paulus menahbiskan Timotius sebagai uskup Efesus
· Timotius digantikan oleh Onesimus (menurut tradisi)
· Efesus kemudian menjadi pusat Yohanes
· Garis bercampur dengan Yohanes
· Lokasi kini: Turki (hilang)

2. Garis Kreta (Titus)

· Paulus menahbiskan Titus sebagai uskup Kreta
· Titus digantikan oleh uskup-uskup Kreta
· Gereja Ortodoks Kreta masih ada
· Lokasi kini: Kreta, Yunani

3. Garis Siprus (Barnabas)

· Paulus dan Barnabas bersama-sama mendirikan gereja Siprus
· Barnabas menjadi uskup Siprus
· Gereja Ortodoks Siprus masih ada
· Lokasi kini: Nikosia, Siprus

4. Garis Aleksandria (Markus)

· Markus adalah teman Paulus (Kisah 13:13; Kolose 4:10)
· Markus kemudian mendirikan gereja Aleksandria
· Gereja Koptik Ortodoks masih ada
· Lokasi kini: Kairo, Mesir

5. Garis Roma (Linus)

· Paulus mati syahid di Roma
· Linus disebut sebagai uskup Roma kedua (setelah Petrus)
· Gereja Katolik Roma masih ada
· Lokasi kini: Vatikan

5.3 Mengapa Garis Paulus Tidak Diklaim?

Alasan Penjelasan
Paulus tidak menetapkan satu penerus Berbeda dengan Petrus
Gereja-gereja Paulus hilang Invasi, gempa, perang
Paulus adalah "rasul bagi semua" Tidak bisa diklaim satu gereja
Klaim Petrus lebih bergengsi Roma memilih Petrus
Kerasulan Paulus dipertanyakan Sebagian gereja ragu
Paulus menekankan karisma, bukan institusi Tidak cocok dengan model suksesi

---

Bagian VI: Apakah Garis Apostolik Paulus Masih Bisa Dipulihkan?

6.1 Kemungkinan Historis

Metode Kemungkinan Keterangan
Arkeologi Rendah Tidak ada makam Paulus yang jelas (kecuali Roma)
Manuskrip Sedang Mungkin ada dokumen yang belum ditemukan
Tradisi lisan Rendah Gereja-gereja Paulus sudah hilang
Dialog ekumenis Tinggi Gereja bisa saling mengakui

6.2 Kemungkinan Teologis

1. Garis Paulus Ada di Semua Gereja

Karena Paulus adalah rasul bagi semua bangsa, garisnya tidak terbatas pada satu gereja. Setiap gereja yang menerima surat-surat Paulus sebagai kanonik mengklaim warisan Paulus secara rohani.

2. Garis Paulus adalah "Garis Injil"

Paulus sendiri mendefinisikan kerasulannya bukan berdasarkan suksesi jabatan, tetapi berdasarkan Injil yang ia beritakan. Maka, siapa pun yang memberitakan Injil yang sama adalah penerus Paulus.

3. Garis Paulus adalah "Garis Karunia"

Paulus mengajarkan bahwa setiap orang percaya memiliki karunia Roh. Maka, setiap orang percaya adalah penerus Paulus dalam arti tertentu.

6.3 Klaim yang Mungkin

Gereja Klaim Paulus Dasar
Katolik Roma Paulus sebagai rasul pendiri Roma Kemartiran di Roma
Ortodoks Yunani Paulus sebagai rasul Surat-suratnya
Protestan Paulus sebagai teolog utama Sola Scriptura
Koptik Paulus sebagai rasul Markus teman Paulus
Armenia Paulus sebagai rasul Tradisi
India Paulus sebagai rasul Tradisi

Kesimpulan: Semua gereja mengklaim Paulus secara rohani, tetapi tidak ada yang mengklaimnya secara institusional.

---

Bagian VII: Mengapa Fenomena Ini Penting?

7.1 Pelajaran tentang Otoritas

Fenomena Paulus mengajarkan bahwa otoritas sejati bukan berasal dari jabatan atau suksesi, tetapi dari panggilan Tuhan dan kesetiaan pada Injil.

7.2 Pelajaran tentang Kesatuan

Paulus adalah milik semua gereja. Tidak ada gereja yang bisa memonopoli Paulus. Ini adalah model kesatuan di tengah perpecahan.

7.3 Pelajaran tentang Kerendahan Hati

Gereja-gereja yang tidak mengklaim Paulus mengakui bahwa otoritas tidak selalu harus diklaim. Terkadang, menerima tanpa mengklaim adalah bentuk kerendahan hati yang lebih besar.

7.4 Pelajaran tentang Fokus

Paulus sendiri berkata:

1 Korintus 1:12-13:

"Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau: Aku dari golongan Apolos. Atau: Aku dari golongan Kefas. Atau: Aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?"

Implikasi: Yang penting bukan siapa penerus Paulus, tetapi apakah kita setia pada Kristus.

---

Bagian VIII: Refleksi Teologis

8.1 Apakah Paulus Memiliki Garis Apostolik?

Jawaban: Ya, tetapi berbeda dengan rasul lain.

Aspek Rasul Lain Paulus
Panggilan Selama pelayanan Yesus Setelah kebangkitan
Penerus Satu uskup Banyak penatua
Tahta Satu kota Banyak kota
Klaim Institusional Fungsional
Garis Terdokumentasi Tersebar

8.2 Apakah Garis Paulus "Terputus"?

Jawaban: Tidak, tetapi tersebar.

Garis Paulus tidak terputus—ia ada di mana-mana. Setiap gereja yang menerima Injil Paulus adalah penerus Paulus.

8.3 Apakah Garis Paulus Perlu Diklaim?

Jawaban: Tidak.

Paulus sendiri tidak ingin diklaim. Ia ingin Kristus yang diklaim. Ia berkata:

Galatia 2:20:

"Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."

Filipi 1:21:

"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."

---

Kesimpulan

Paulus dari Tarsus adalah rasul yang diterima tetapi tidak diklaim. Ia menerima pesan langsung dari Yesus, diakui oleh rasul-rasul lain, dan menulis 13 surat yang membentuk Kekristenan. Namun, tidak ada gereja yang mengklaim garis apostolik institusional darinya.

Mengapa? Karena Paulus sendiri tidak mengajarkan suksesi institusional. Ia mengajarkan suksesi ajaran, suksesi Injil, suksesi karunia. Baginya, yang penting bukan siapa penerusnya, tetapi apakah Injil diberitakan.

Garis apostolik Paulus ada, tetapi tersebar di semua gereja yang menerima Injilnya. Ia tidak perlu diklaim karena ia sudah menjadi milik semua.

Pada akhirnya, pertanyaan bukan "siapa penerus Paulus?" tetapi "apakah kita setia pada Injil yang Paulus beritakan?" Sebab Paulus sendiri berkata:

1 Korintus 11:1:

"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus."

---

Artikel ini disusun berdasarkan Alkitab, tradisi gereja, dan sejarah. Pembaca diundang untuk mempelajari lebih lanjut dengan hati terbuka dan kritis.

Komentar

Postingan Populer

Daftar Blog Terkait - Utama

Please Share The Link

Kenapa Yesus Di Baptis ?