KRISTEN BUKAN PEMILIK TANAKH, BENARKAH? Membongkar Misinformasi tentang Hak Kristen atas Perjanjian Lama
KRISTEN BUKAN PEMILIK TANAKH, BENARKAH?
Membongkar Misinformasi tentang Hak Kristen atas Perjanjian Lama
---
PENDAHULUAN: SEBUAH KLAIM YANG HARUS DISANGGAH
Di era media sosial, sering muncul klaim seperti ini:
"Kristen itu bukan pemilik Tanakh. Tanakh itu milik Yahudi. Kristen tidak berhak menafsirkan Perjanjian Lama. Kristen hanya mencuri kitab suci orang lain."
Klaim ini terdengar meyakinkan. Ia sering diucapkan dengan nada percaya diri, seolah-olah merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Tetapi klaim ini adalah misinformasi yang berbahaya.
Mengapa berbahaya? Karena jika klaim ini diterima, maka:
1. Kristen kehilangan hak untuk mengklaim Yesus sebagai Mesias.
2. Kristen kehilangan dasar untuk memahami seluruh Perjanjian Baru.
3. Kristen kehilangan akar iman yang sesungguhnya.
4. Anak-anak kita akan tumbuh dengan pemahaman yang salah tentang iman mereka sendiri.
Artikel ini akan membongkar klaim tersebut satu per satu, dengan dasar Alkitab, sejarah, dan teologi yang kokoh.
---
BAGIAN I: MEMBEDAKAN "PEMILIKAN" DAN "PEMAHAMAN"
A. Kesalahan Kategori yang Fundamental
Klaim "Kristen bukan pemilik Tanakh" mengandung kesalahan kategori (category error). Ia mencampuradukkan dua hal yang berbeda:
Pemahaman Pemilikan
Cara menafsirkan Hak atas teks
Sudut pandang Status legal
Implementasi Identitas
Analogi sederhana:
Seorang ahli hukum bisa memahami undang-undang dengan sangat baik. Tetapi memahami undang-undang tidak sama dengan memiliki undang-undang. Undang-undang adalah milik seluruh warga negara — termasuk mereka yang tidak menjadi ahli hukum.
Demikian pula:
· Yahudi → memahami Tanakh dengan sudut pandang rabinik.
· Kristen → memahami Tanakh dengan sudut pandang Kristus.
· Keduanya → memiliki hak atas Tanakh yang sama.
Perbedaan pemahaman bukan berarti perbedaan pemilikan.
B. Tanakh adalah Milik Allah, Bukan Milik Satu Kelompok
Klaim bahwa "Tanakh milik Yahudi" mengabaikan fakta paling mendasar:
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Tim. 3:16)
Tanakh adalah:
· Firman Allah → bukan firman manusia.
· Diilhamkan Allah → bukan diilhamkan rabi.
· Milik Allah → bukan milik satu etnis.
Jika Tanakh milik Allah, maka:
· Siapa pun yang percaya kepada Allah berhak atasnya.
· Siapa pun yang mengikuti Allah berhak membacanya.
· Siapa pun yang mengasihi Allah berhak memahaminya.
Yesus sendiri berkata:
"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku." (Yoh. 5:39)
Kata "kamu" di sini ditujukan kepada:
· Orang-orang Yahudi yang menolak Yesus.
· Mereka menyelidiki Tanakh, tetapi tidak mengenal Mesiasnya.
Implikasi:
· Menyelidiki Tanakh tidak menjamin pemahaman yang benar.
· Pemahaman yang benar datang dari mengenal Kristus.
· Kristen → mengenal Kristus → memahami Tanakh dengan benar.
---
BAGIAN II: YESUS ADALAH PEMILIK TANAKH
A. Yesus Mengklaim Otoritas atas Tanakh
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya." (Mat. 5:17)
Perhatikan:
· Yesus tidak berkata: "Aku datang untuk menafsirkan ulang."
· Yesus berkata: "Aku datang untuk menggenapi."
· Menggenapi berarti memiliki otoritas atas apa yang digenapi.
Yesus juga berkata:
"Kamu telah mendengar firman: 'Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.' Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu..." (Mat. 5:43-44)
Perhatikan:
· Yesus mengutip Tanakh.
· Yesus menafsirkan Tanakh.
· Yesus mengoreksi tafsiran yang salah.
· Yesus mengklaim otoritas untuk menafsirkan.
Siapa yang berani menafsirkan Tanakh dengan otoritas seperti ini?
· Hanya pemiliknya.
· Hanya penulisnya.
· Hanya Allah sendiri.
B. Yesus adalah "Firman yang Menjadi Manusia"
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita." (Yoh. 1:1, 14)
Jika Yesus adalah "Firman" (λόγος / Logos):
· Maka Yesus adalah sumber dari seluruh Firman.
· Maka Yesus adalah pemilik dari seluruh Firman.
· Maka Yesus adalah penulis dari seluruh Firman.
Tanakh adalah Firman Allah.
Yesus adalah Firman Allah.
Maka Yesus adalah pemilik Tanakh.
C. Yesus Membaca Tanakh sebagai "Tentang Dirinya"
"Lalu Ia mulai dari Musa dan dari semua kitab para nabi, dan menerangkan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci." (Luk. 24:27)
"Ia berkata kepada mereka: 'Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu, ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni: segala sesuatu yang ditulis dalam kitab Taurat Musa dan kitab para nabi dan kitab Mazmur harus digenapi.'" (Luk. 24:44)
Perhatikan:
· Yesus membaca seluruh Tanakh.
· Yesus menafsirkan seluruh Tanakh.
· Yesus mengklaim seluruh Tanakh berbicara tentang Dia.
Jika Tanakh berbicara tentang Yesus:
· Maka Yesus adalah pusat Tanakh.
· Maka Yesus adalah kunci Tanakh.
· Maka Yesus adalah pemilik Tanakh.
---
BAGIAN III: KRISTEN ADALAH PENGIKUT PEMILIK TANAKH
A. Identitas Kristen: Murid Kristus
"Murid-murid itu mula-mula disebut orang Kristen di Antiokhia." (Kis. 11:26)
Kata "Kristen" (Χριστιανός / Christianos):
· Berasal dari Χριστός (Christos) = Kristus.
· Berarti "pengikut Kristus".
· Berarti "milik Kristus".
Jika Kristen adalah "milik Kristus":
· Dan Kristus adalah pemilik Tanakh.
· Maka Kristen adalah milik pemilik Tanakh.
· Maka Kristen berhak atas Tanakh.
B. Baptisan: Masuk ke dalam Kelompok Murid
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Mat. 28:19-20)
Baptisan adalah:
1. Masuk ke dalam persekutuan Trinitas → Bapa, Anak, Roh Kudus.
2. Masuk ke dalam kelompok murid → mengikuti pengajaran Yesus.
3. Masuk ke dalam sekolah Tanakh → diajar tentang Tanakh.
Yesus berkata:
"Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu."
Apa yang Yesus perintahkan?
· Mengasihi Allah (Ul. 6:5; Mat. 22:37).
· Mengasihi sesama (Im. 19:18; Mat. 22:39).
· Menggenapi hukum (Mat. 5:17).
· Membaca Tanakh (Luk. 24:27, 44).
Jadi baptisan adalah:
· Masuk ke dalam sekolah Tanakh.
· Belajar dari Guru Agung.
· Melaksanakan pengajaran-Nya.
C. Kristen sebagai "Pelajar Tanakh"
"Tetapi kamu, saudara-saudara yang kekasih, ingatlah akan perkataan-perkataan yang telah lebih dahulu dikatakan oleh rasul-rasul Tuhan kita Yesus Kristus." (Yud. 1:17)
"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci." (Rm. 15:4)
Perhatikan:
· "Ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita" → Tanakh adalah buku pelajaran Kristen.
· "Supaya kita teguh berpegang" → Tanakh adalah dasar iman Kristen.
· "Penghiburan dari Kitab Suci" → Tanakh adalah sumber penghiburan Kristen.
Kristen adalah:
· Pelajar Tanakh.
· Pelaku Tanakh.
· Pewaris Tanakh.
---
BAGIAN IV: PERBEDAAN IMPLEMENTASI BUKAN PERBEDAAN PEMILIKAN
A. Mengapa Ada Perbedaan Implementasi?
Perbedaan antara Yudaisme dan Kekristenan dalam implementasi Tanakh bukan karena:
· Kristen tidak memiliki Tanakh.
· Kristen menolak Tanakh.
· Kristen mengubah Tanakh.
Tetapi karena:
· Perbedaan sudut pandang guru.
· Perbedaan pemahaman tentang Mesias.
· Perbedaan konteks perjanjian.
Analogi:
Dua hakim membaca undang-undang yang sama. Tetapi mereka bisa memutuskan perkara dengan cara berbeda karena:
· Perbedaan penafsiran.
· Perbedaan preseden.
· Perbedaan konteks.
Apakah karena berbeda penafsiran, salah satu hakim tidak "memiliki" undang-undang?
· Tidak.
· Keduanya memiliki undang-undang yang sama.
· Keduanya berhak menafsirkannya.
Demikian pula:
· Yahudi → menafsirkan Tanakh dengan sudut pandang rabinik.
· Kristen → menafsirkan Tanakh dengan sudut pandang Kristus.
· Keduanya → memiliki Tanakh yang sama.
B. Sudut Pandang Kristus vs. Sudut Pandang Rabi
Yesus berkata:
"Kamu telah mendengar firman: 'Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.' Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu..." (Mat. 5:38-39)
Perhatikan:
· Yesus mengutip Tanakh (Kel. 21:24).
· Yesus menafsirkan Tanakh.
· Yesus mengoreksi tafsiran rabi.
· Yesus mengklaim otoritas.
Yesus juga berkata:
"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk." (Mat. 23:13)
Perhatikan:
· Yesus mengkritik para rabi.
· Yesus mengoreksi tafsiran mereka.
· Yesus mengklaim otoritas atas Tanakh.
Jika Yesus mengoreksi rabi:
· Maka sudut pandang Yesus lebih tinggi.
· Maka tafsiran Yesus lebih benar.
· Maka Kristen → mengikuti Yesus, bukan rabi.
C. Kristen Melaksanakan Sudut Pandang Kristus
"Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya." (Luk. 6:40)
Kristen adalah murid Kristus.
Kristus adalah Guru Agung.
Maka Kristen:
· Belajar dari Kristus.
· Mengikuti Kristus.
· Melaksanakan pengajaran Kristus.
Soal perbedaan implementasi:
· Yahudi → melaksanakan tafsiran rabi.
· Kristen → melaksanakan tafsiran Kristus.
· Keduanya → membaca Tanakh yang sama.
Perbedaan implementasi bukan berarti:
· Kristen tidak memiliki Tanakh.
· Kristen menolak Tanakh.
· Kristen mencuri Tanakh.
Perbedaan implementasi berarti:
· Kristen mengikuti Guru yang berbeda.
· Kristen mengikuti Guru yang lebih tinggi.
· Kristen mengikuti Guru yang adalah Pemilik Tanakh.
---
BAGIAN V: GENTILE DAN HUKUM MUSA
A. Kristen Gentile Tidak Melaksanakan Hukum Musa — Apakah Berarti Tidak Berhak?
Klaim:
"Kristen gentile tidak melaksanakan hukum Musa. Jadi mereka tidak berhak atas Tanakh."
Jawaban:
1. Hukum Musa adalah bagian dari Tanakh — tetapi bukan seluruhnya.
Tanakh terdiri dari:
· Taurat (Torah) → Hukum Musa.
· Nabi-nabi (Nevi'im) → Kitab para nabi.
· Tulisan-tulisan (Ketuvim) → Mazmur, Amsal, dll.
Jika Kristen tidak melaksanakan Hukum Musa:
· Kristen tetap berhak atas Nabi-nabi.
· Kristen tetap berhak atas Tulisan-tulisan.
· Kristen tetap berhak atas Taurat sebagai Firman Allah.
2. Hukum Musa memiliki tiga aspek:
Aspek Contoh Berlaku bagi Kristen?
Moral 10 Perintah Allah ✅ Ya
Sipil Hukum tanah Israel ❌ Tidak (tidak ada tanah Israel)
Ritual Korban, makanan ❌ Tidak (diggenapi Kristus)
Kristen:
· Melaksanakan hukum moral.
· Tidak melaksanakan hukum sipil (tidak ada negara Israel).
· Tidak melaksanakan hukum ritual (diggenapi Kristus).
Apakah karena tidak melaksanakan hukum sipil dan ritual, Kristen tidak "memiliki" Tanakh?
· Tidak.
· Kristen memiliki Tanakh.
· Kristen melaksanakan apa yang relevan.
· Kristen menghormati apa yang tidak relevan.
3. Konsili Yerusalem (Kis. 15) menetapkan:
"Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan." (Kis. 15:28-29)
Perhatikan:
· Roh Kudus → memutuskan.
· Para rasul → memutuskan.
· Gentile → tidak dibebani hukum Musa.
· Tetapi → tetap terikat hukum moral.
Jadi:
· Gentile → tidak melaksanakan hukum Musa secara penuh.
· Gentile → tetap berhak atas Tanakh.
· Gentile → tetap terikat pada hukum moral.
B. Jika Kristen Tidak Berhak atas Tanakh, Maka Kehilangan Kristus
Ini adalah poin yang paling krusial:
"Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia." (Kol. 1:19)
"Sebab di dalam Dia berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan." (Kol. 2:9)
Jika Kristen tidak berhak atas Tanakh:
· Maka Kristen tidak berhak atas nubuat Mesias.
· Maka Kristen tidak berhak mengklaim Yesus sebagai Mesias.
· Maka Kristen kehilangan inti imannya.
Tetapi:
· Yesus → adalah inti seluruh PL.
· Yesus → adalah penggenapan seluruh PL.
· Yesus → adalah pemilik seluruh PL.
Maka:
· Kristen → berhak atas PL.
· Kristen → berhak atas Mesias.
· Kristen → berhak atas keselamatan.
---
BAGIAN VI: TANAKH ADALAH MILIK KRISTEN
A. Dasar Alkitabiah
1. Tanakh ditulis untuk Kristen
"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita." (Rm. 15:4)
2. Tanakh adalah "Kitab Suci" Kristen
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar..." (2 Tim. 3:16)
3. Kristen adalah "Israel Allah"
"Damai sejahtera bagi mereka yang mengikuti patokan ini, dan bagi Israel Allah." (Gal. 6:16)
4. Kristen adalah "bangsa yang terpilih"
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri." (1 Pet. 2:9)
5. Kristen adalah "keturunan Abraham"
"Jadi kamu adalah keturunan Abraham, dan berhak menerima janji Allah." (Gal. 3:29)
Jika Kristen adalah:
· Israel Allah → maka Tanakh adalah warisan.
· Bangsa terpilih → maka Tanakh adalah identitas.
· Keturunan Abraham → maka Tanakh adalah janji.
B. Dasar Sejarah
1. Gereja mula-mula menggunakan Tanakh
"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa." (Kis. 2:42)
Apa "pengajaran rasul-rasul"?
· Tanakh → dibaca dan ditafsirkan.
· Kristus → sebagai kunci.
· Gereja → bertumbuh dalam Tanakh.
2. Bapa Gereja menggunakan Tanakh
· Irenaeus → Against Heresies → penuh kutipan Tanakh.
· Yustinus Martir → Dialogue with Trypho → debat tentang Tanakh.
· Augustinus → City of God → Tanakh sebagai dasar.
3. Konsili-konsili gereja menetapkan kanon
· Konsili Laodikia (363 M) → daftar kitab PL.
· Konsili Hippo (393 M) → kanon PL.
· Konsili Kartago (397 M) → kanon PL.
Gereja:
· Membaca Tanakh.
· Menafsirkan Tanakh.
· Mewariskan Tanakh.
C. Dasar Teologis
1. Allah adalah Allah yang sama
"Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir." (Why. 22:13)
Allah PL = Allah PB.
Maka Tanakh PL = Firman Allah yang sama.
2. Perjanjian adalah satu kesatuan
· Perjanjian Lama → janji.
· Perjanjian Baru → penggenapan.
· Keduanya → satu cerita.
3. Kristus adalah pusat Tanakh
"Dan mulai dari Musa dan dari semua kitab para nabi, Ia menerangkan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci." (Luk. 24:27)
Jika Kristus adalah pusat Tanakh:
· Maka Tanakh menunjuk kepada Kristus.
· Maka Kristen mengikuti Kristus.
· Maka Kristen berhak atas Tanakh.
---
BAGIAN VII: MENJAWAB KEBERATAN
Keberatan 1: "Tanakh ditulis oleh orang Yahudi, untuk orang Yahudi!"
Jawaban:
· Tanakh ditulis oleh Allah (2 Tim. 3:16).
· Tanakh ditulis untuk semua bangsa (Kej. 12:3; Yes. 49:6).
· Tanakh ditulis untuk Kristen (Rm. 15:4).
Keberatan 2: "Kristen mengubah Tanakh!"
Jawaban:
· Kristen tidak mengubah teks Tanakh.
· Kristen menafsirkan Tanakh dengan sudut pandang Kristus.
· Yesus sendiri menafsirkan Tanakh (Luk. 24:27, 44).
Keberatan 3: "Kristen tidak melaksanakan hukum Musa!"
Jawaban:
· Kristen melaksanakan hukum moral.
· Kristen tidak melaksanakan hukum sipil dan ritual.
· Kristen menghormati seluruh Tanakh.
Keberatan 4: "Kristen mencuri Tanakh!"
Jawaban:
· Tanakh milik Allah.
· Kristen mengikuti Allah.
· Kristen mewarisi Tanakh.
Keberatan 5: "Yesus tidak mengklaim diri sebagai Mesias!"
Jawaban:
· Yesus mengklaim diri sebagai Mesias (Yoh. 4:25-26).
· Yesus menggenapi nubuat Mesias (Luk. 24:44).
· Yesus dikenal sebagai Mesias (Mat. 16:16).
---
BAGIAN VIII: IMPLIKASI BAGI ANAK-ANAK KITA
A. Bahaya Misinformasi
Jika anak-anak kita dibiarkan tenggelam dalam misinformasi:
· Mereka akan kehilangan akar iman.
· Mereka akan meragukan hak mereka atas PL.
· Mereka akan kehilangan Kristus.
B. Tanggung Jawab Kita
Sebagai orang tua dan guru:
· Kita harus mengajar mereka tentang hak mereka atas Tanakh.
· Kita harus mengajar mereka tentang Kristus sebagai pusat Tanakh.
· Kita harus mengajar mereka tentang Yesus sebagai Pemilik Tanakh.
C. Ajaran yang Benar
Ajarkan kepada anak-anak kita:
1. Tanakh adalah Firman Allah → milik semua orang percaya.
2. Yesus adalah Pemilik Tanakh → Pusat dan Penggenapannya.
3. Kristen adalah pengikut Pemilik Tanakh → berhak atas Tanakh.
4. Baptisan adalah masuk ke sekolah Tanakh → belajar dari Yesus.
5. Perbedaan implementasi bukan perbedaan pemilikan → kita mengikuti Yesus.
---
KESIMPULAN: KRISTEN ADALAH PEMILIK TANAKH
Klaim "Kristen bukan pemilik Tanakh" adalah misinformasi.
Faktanya:
1. Tanakh adalah milik Allah → bukan milik satu etnis.
2. Yesus adalah Pemilik Tanakh → Firman yang menjadi manusia.
3. Kristen adalah pengikut Pemilik Tanakh → berhak atas Tanakh.
4. Baptisan adalah masuk ke sekolah Tanakh → belajar dari Yesus.
5. Perbedaan implementasi bukan perbedaan pemilikan → kita mengikuti Yesus.
Kristen adalah:
· Pelajar Tanakh.
· Pelaku Tanakh.
· Pewaris Tanakh.
· Pemilik Tanakh — bersama dengan Kristus.
Dan yang paling penting:
· Kristus adalah inti seluruh PL.
· Jika Kristen tidak berhak atas PL, maka Kristen kehilangan Kristus.
· Tetapi Kristen BERHAK atas PL.
· Maka Kristen BERHAK atas Kristus.
---
PENUTUP: JANGAN BIARKAN ANAK-ANAK KITA TENGGELAM
"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Ams. 22:6)
Kita memiliki tanggung jawab:
· Mengajar anak-anak kita tentang hak mereka.
· Membimbing mereka kepada Kristus.
· Memperlengkapi mereka dengan kebenaran.
Jangan biarkan mereka:
· Tenggelam dalam misinformasi.
· Kehilangan akar iman.
· Meragukan hak mereka atas Tanakh.
Karena:
· Tanakh adalah milik mereka.
· Kristus adalah milik mereka.
· Keselamatan adalah milik mereka.
Dan kita:
· Adalah Kristen → pengikut Kristus.
· Adalah pemilik Tanakh → bersama Kristus.
· Adalah Israel Allah → pewaris janji.
Amin.
---
DAFTAR PUSTAKA
Alkitab
· Alkitab TB (Lembaga Alkitab Indonesia)
· Biblia Hebraica Stuttgartensia
· Septuaginta (LXX)
· Novum Testamentum Graece
Teolog
· Irenaeus, Against Heresies.
· Yustinus Martir, Dialogue with Trypho.
· Augustinus, City of God.
· John Calvin, Institutes of the Christian Religion.
· Geerhardus Vos, Biblical Theology.
· Walter C. Kaiser Jr., The Messiah in the Old Testament.
· Scott Hahn, Kinship by Covenant.
· Michael J. Kruger, The Canon of Scripture.
· Bruce Waltke, An Old Testament Theology.
· Craig A. Evans, Jesus and His Contemporaries.
Sejarawan
· John Bright, A History of Israel.
· Shaye J.D. Cohen, The Beginnings of Jewishness.
· E.P. Sanders, Judaism: Practice and Belief.
· Geza Vermes, Jesus the Jew.
· Jacob Neusner, Messiah in Context.
· William Horbury, Jewish Messianism and the Cult of Christ.
Sumber Rabinik
· Talmud Babilonia, Sukkah 52a-b.
· Pesikta Rabbati, Piska 36-37.
· Midrash Tehillim, Mazmur 2.
· Yalkut Shimoni, Yesaya 60.
---
"Kristen bukan pemilik Tanakh? Benarkah? Tidak. Kristen adalah pemilik Tanakh — bersama dengan Kristus, Pemilik sejati Tanakh. Dan jika Kristen tidak berhak atas Tanakh, maka Kristen kehilangan Kristus. Tetapi Kristen BERHAK. Maka Kristen BERHAK atas Kristus. Jangan biarkan anak-anak kita tenggelam dalam misinformasi."
---
Komentar
Posting Komentar