SIAPKAH ANDA MENJADI KRISTEN? Pentingnya Pengenalan Lebih Lanjut tentang Yesus Kristus Setelah Keselamatan Terjadi
SIAPKAH ANDA MENJADI KRISTEN?
Pentingnya Pengenalan Lebih Lanjut tentang Yesus Kristus Setelah Keselamatan Terjadi
Artikel Pengajaran — Serial Universalisme dan Keselamatan
---
Pendahuluan: Pertanyaan yang Menuntut Kejujuran
Ada pertanyaan yang jarang diajukan di gereja—karena terlalu berani, terlalu mengganggu, atau terlalu menyakitkan:
"Siapkah Anda menjadi Kristen?"
Bukan:
· "Apakah Anda sudah dibaptis?"
· "Apakah Anda sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?"
· "Apakah Anda sudah menjadi anggota gereja?"
Tetapi pertanyaan yang lebih dalam:
"Setelah menerima anugerah—apakah Anda bersedia bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus?"
Artikel sebelumnya telah menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan—bukan sebagai undangan institusional, tetapi sebagai pernyataan tentang kedaulatan, keadilan, dan kasih Allah. Kita telah melihat bahwa menjadi Kristen secara institusi tanpa makna adalah kesia-siaan, dan bahwa Kornelius diselamatkan karena hatinya—bukan karena institusinya.
Tetapi sekarang kita sampai pada pertanyaan yang lebih dalam:
Apa yang terjadi setelah keselamatan?
Apakah cukup menjadi Kristen secara makna—tanpa pernah bertumbuh?
Apakah cukup menerima anugerah—tanpa pernah mengenal Pemberi anugerah?
Artikel ini akan menunjukkan bahwa:
1. Keselamatan adalah awal—bukan akhir.
2. Setelah menerima anugerah, kita dipanggil untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.
3. Percakapan Yesus dengan Nikodemus, anak muda yang kaya, dan perempuan Samaria adalah pola pertumbuhan ini.
4. Yesus berkata, "Aku tidak mengenal kamu"—sebagai peringatan bagi mereka yang berhenti di tahap awal.
5. Pengajaran yang membimbing kita ke arah ini secara detail dan lengkap hanya ada dalam Alkitab.
---
Bagian 1: Keselamatan adalah Awal—Bukan Akhir
A. Anugerah adalah Pintu Masuk
Keselamatan adalah anugerah.
Keselamatan adalah pintu masuk.
Keselamatan adalah awal—bukan akhir.
Efesus 2:8-9:
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
Analisis:
· "Karena kasih karunia" — anugerah.
· "Kamu diselamatkan" — keselamatan.
· "Bukan hasil usahamu" — bukan usaha manusia.
· "Pemberian Allah" — anugerah Allah.
Keselamatan adalah anugerah—bukan usaha.
Keselamatan adalah pemberian—bukan pencapaian.
Keselamatan adalah awal—bukan akhir.
Tetapi:
· Setelah pintu masuk — ada rumah yang harus dijelajahi.
· Setelah anugerah diterima — ada Pemberi anugerah yang harus dikenal.
· Setelah keselamatan terjadi — ada pertumbuhan yang harus dialami.
B. Setelah Keselamatan—Pertumbuhan
Keselamatan bukanlah akhir dari perjalanan.
Keselamatan adalah awal dari perjalanan.
Efesus 2:10:
"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."
Analisis:
· "Kita ini buatan Allah" — kita adalah ciptaan baru.
· "Diciptakan dalam Kristus Yesus" — dalam Kristus.
· "Untuk melakukan pekerjaan baik" — tujuan: perbuatan baik.
· "Yang dipersiapkan Allah sebelumnya" — Allah telah mempersiapkan.
· "Supaya kita hidup di dalamnya" — hidup dalam perbuatan baik.
Setelah keselamatan:
· Kita diciptakan baru — bukan lagi manusia lama.
· Kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik — bukan hidup dalam dosa.
· Kita dipanggil untuk hidup dalam perbuatan baik — bukan hanya percaya.
Filipi 2:12-13:
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."
Analisis:
· "Tetaplah kerjakan keselamatanmu" — kerjakan keselamatan.
· "Dengan takut dan gentar" — dengan hormat.
· "Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu" — Allah bekerja di dalam kita.
· "Baik kemauan maupun pekerjaan" — kehendak dan tindakan.
Keselamatan bukanlah akhir—tetapi awal dari kerja sama dengan Allah.
Keselamatan bukanlah tujuan—tetapi jalan menuju tujuan.
Keselamatan bukanlah garis akhir—tetapi garis start.
C. Bahaya Berhenti di Tahap Awal
Jika keselamatan adalah awal—maka berhenti di tahap awal adalah bahaya.
Ibrani 5:12-14:
"Sebab sekalipun kamu, menurut waktu, telah lama menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat."
Analisis:
· "Menurut waktu, telah lama menjadi pengajar" — sudah lama menjadi Kristen.
· "Masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok" — masih perlu dasar.
· "Masih memerlukan susu, bukan makanan keras" — masih bayi rohani.
· "Barangsiapa masih memerlukan susu" — belum dewasa.
· "Makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa" — kedewasaan rohani.
Bahaya berhenti di tahap awal:
· Tetap bayi rohani — tidak bertumbuh.
· Tetap memerlukan susu — tidak dapat makanan keras.
· Tetap tidak dewasa — tidak dapat membedakan baik dan jahat.
1 Korintus 3:1-3:
"Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susu telah kuberikan kepadamu dan bukan makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang ini kamu masih belum dapat menerimanya, karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?"
Analisis:
· "Belum dewasa dalam Kristus" — belum dewasa.
· "Susu telah kuberikan kepadamu" — hanya susu.
· "Bukan makanan keras" — bukan makanan keras.
· "Kamu masih manusia duniawi" — masih duniawi.
· "Iri hati dan perselisihan" — tanda keduniawian.
Kesimpulan:
Keselamatan adalah awal—bukan akhir.
Setelah keselamatan—ada pertumbuhan.
Bahaya berhenti di tahap awal—tetap bayi rohani.
---
Bagian 2: Percakapan Yesus dengan Nikodemus—Pola Pertumbuhan
A. Nikodemus: Seorang Farisi yang Datang pada Malam Hari
Yohanes 3:1-2:
"Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: 'Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertai-Nya.'"
Analisis:
· "Seorang Farisi" — pemimpin agama.
· "Bernama Nikodemus" — seorang yang terpelajar.
· "Datang pada waktu malam" — takut diketahui.
· "Rabi, kami tahu" — pengenalan awal.
· "Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah" — pengakuan awal.
Nikodemus adalah:
· Orang yang mengenal Allah — sebagai Farisi.
· Orang yang mencari Allah — datang kepada Yesus.
· Orang yang memiliki pengenalan awal — tahu Yesus adalah guru dari Allah.
Tetapi Nikodemus belum:
· Mengenal Yesus sebagai Mesias — hanya sebagai guru.
· Mengenal Yesus sebagai Jalan — hanya sebagai guru.
· Mengenal Yesus sebagai Sahabat — hanya sebagai guru.
B. Yesus Menjawab: "Kamu Harus Dilahirkan Kembali"
Yohanes 3:3:
"Yesus menjawab, kata-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.'"
Analisis:
· "Dilahirkan kembali" — kelahiran baru.
· "Tidak dapat melihat Kerajaan Allah" — tidak dapat masuk.
Yesus tidak menjawab pertanyaan Nikodemus.
Yesus menjawab kebutuhan Nikodemus.
Nikodemus bertanya tentang tanda-tanda.
Yesus menjawab tentang kelahiran baru.
Nikodemus bertanya tentang guru.
Yesus menjawab tentang Juruselamat.
Nikodemus bertanya tentang pengetahuan.
Yesus menjawab tentang transformasi.
C. Nikodemus Bertanya: "Bagaimana Mungkin?"
Yohanes 3:4:
"Kata Nikodemus kepada-Nya: 'Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?'"
Analisis:
· "Bagaimanakah mungkin" — kebingungan.
· "Kalau ia sudah tua" — tidak mungkin.
· "Masuk kembali ke dalam rahim" — salah paham.
Nikodemus memahami kelahiran baru secara harfiah.
Nikodemus belum memahami kelahiran baru secara rohani.
Nikodemus masih di tahap awal—pengenalan inderawi.
D. Yesus Menjelaskan: "Dilahirkan dari Air dan Roh"
Yohanes 3:5-8:
"Yesus menjawab: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.'"
Analisis:
· "Dilahirkan dari air dan Roh" — kelahiran dari air dan Roh.
· "Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging" — kelahiran daging.
· "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh" — kelahiran Roh.
· "Angin bertiup ke mana ia mau" — Roh seperti angin.
· "Engkau mendengar bunyinya" — engkau merasakan.
· "Tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang" — tidak tahu asal.
· "Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh" — demikian dengan orang yang lahir dari Roh.
Kelahiran baru adalah:
· Bukan kelahiran fisik — tetapi kelahiran rohani.
· Bukan usaha manusia — tetapi karya Roh.
· Bukan pengetahuan — tetapi transformasi.
E. Nikodemus: Dari Kebingungan ke Pertumbuhan
Yohanes 3:9-10:
"Nikodemus menjawab, katanya: 'Bagaimanakah mungkin hal itu?' Yesus menjawab, kata-Nya: 'Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?'"
Analisis:
· "Bagaimanakah mungkin hal itu?" — masih bingung.
· "Engkau adalah pengajar Israel" — pemimpin agama.
· "Engkau tidak mengerti hal-hal itu?" — teguran.
Nikodemus adalah pengajar—tetapi tidak mengerti.
Nikodemus adalah pemimpin—tetapi tidak mengenal.
Nikodemus adalah Farisi—tetapi belum dilahirkan kembali.
Tetapi Nikodemus bertumbuh:
· Yohanes 7:50-51 — Nikodemus membela Yesus di hadapan Sanhedrin.
· Yohanes 19:39 — Nikodemus membawa mur dan gaharu untuk menguburkan Yesus.
Nikodemus bertumbuh dari:
· Pengenalan awal — sebagai guru.
· Menjadi pembela — di hadapan Sanhedrin.
· Menjadi murid — yang menguburkan Yesus.
Kesimpulan:
Percakapan Yesus dengan Nikodemus adalah pola pertumbuhan:
Dari pengenalan awal—menuju kelahiran baru—menuju kedewasaan.
Dari guru—menuju Juruselamat—menuju Sahabat.
Dari pengetahuan—menuju transformasi—menuju relasi.
---
Bagian 3: Percakapan Yesus dengan Anak Muda yang Kaya—Pola Pertumbuhan
A. Anak Muda yang Kaya: Seorang yang Mencari
Markus 10:17:
"Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: 'Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?'"
Analisis:
· "Berlari-lari mendapatkan Dia" — antusias.
· "Bertelut di hadapan-Nya" — hormat.
· "Guru yang baik" — pengenalan awal.
· "Apa yang harus kuperbuat" — bertanya tentang perbuatan.
· "Untuk memperoleh hidup yang kekal" — mencari hidup kekal.
Anak muda ini adalah:
· Orang yang mencari — datang kepada Yesus.
· Orang yang hormat — bertelut.
· Orang yang memiliki pengenalan awal — tahu Yesus adalah guru yang baik.
Tetapi anak muda ini belum:
· Mengenal Yesus sebagai Tuhan — hanya sebagai guru.
· Mengenal Yesus sebagai Jalan — hanya sebagai guru.
· Mengenal Yesus sebagai Sahabat — hanya sebagai guru.
B. Yesus Menjawab: "Hanya Satu yang Baik"
Markus 10:18:
"Jawab Yesus: 'Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.'"
Analisis:
· "Mengapa kaukatakan Aku baik?" — pertanyaan.
· "Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah" — hanya Allah yang baik.
Yesus tidak menolak pujian.
Yesus mengarahkan anak muda itu kepada Allah.
Yesus ingin anak muda itu mengenal-Nya—bukan hanya sebagai guru yang baik.
C. Yesus Menyebut Hukum—Anak Muda Menjawab dengan Percaya Diri
Markus 10:19-20:
"Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!' Lalu kata orang itu kepada-Nya: 'Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.'"
Analisis:
· "Segala perintah Allah" — hukum Taurat.
· "Semuanya itu telah kuturuti" — merasa sudah menaati.
· "Sejak masa mudaku" — sejak muda.
Anak muda ini merasa:
· Sudah menaati hukum — merasa benar.
· Sudah melakukan yang baik — merasa cukup.
· Sudah memiliki hidup yang kekal — merasa aman.
Tetapi anak muda ini belum:
· Mengenal Yesus sebagai Tuhan — hanya sebagai guru.
· Mengenal Yesus sebagai Jalan — hanya sebagai guru.
· Mengenal Yesus sebagai Sahabat — hanya sebagai guru.
D. Yesus Menantang: "Jualah Segala Milikmu"
Markus 10:21-22:
"Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata: 'Hanya satu lagi yang kurang padamu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.' Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya."
Analisis:
· "Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya" — Yesus mengasihi dia.
· "Hanya satu lagi yang kurang padamu" — ada yang kurang.
· "Juallah apa yang kaumiliki" — jual harta.
· "Berikanlah itu kepada orang-orang miskin" — berikan kepada orang miskin.
· "Engkau akan beroleh harta di sorga" — harta di sorga.
· "Datanglah ke mari dan ikutlah Aku" — ikut Yesus.
· "Ia menjadi kecewa" — kecewa.
· "Pergi dengan sedih" — pergi dengan sedih.
· "Sebab banyak hartanya" — banyak harta.
Anak muda ini:
· Mencari hidup kekal — tetapi tidak mau melepaskan harta.
· Mengenal Yesus sebagai guru — tetapi tidak mau mengikut Yesus.
· Memiliki pengenalan awal — tetapi tidak mau bertumbuh.
Yesus menantang anak muda ini untuk:
· Melepaskan harta — bukan karena harta itu jahat.
· Mengikut Yesus — bukan hanya mengenal Yesus.
· Bertumbuh — bukan hanya memiliki pengenalan awal.
E. Anak Muda yang Kaya: Berhenti di Tahap Awal
Anak muda ini berhenti di tahap awal:
· Mengenal Yesus sebagai guru — tetapi tidak sebagai Tuhan.
· Mencari hidup kekal — tetapi tidak mau melepaskan harta.
· Memiliki pengenalan awal — tetapi tidak mau bertumbuh.
Markus 10:23-27:
"Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: 'Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.' Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: 'Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.' Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: 'Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?' Yesus memandang mereka dan berkata: 'Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.'"
Analisis:
· "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk" — sulit bagi orang kaya.
· "Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum" — mustahil.
· "Siapakah yang dapat diselamatkan?" — pertanyaan murid.
· "Bagi manusia hal itu tidak mungkin" — tidak mungkin bagi manusia.
· "Tetapi bukan demikian bagi Allah" — mungkin bagi Allah.
· "Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah" — semua mungkin bagi Allah.
Kesimpulan:
Percakapan Yesus dengan anak muda yang kaya adalah pola pertumbuhan:
Dari pengenalan awal—menuju tantangan—menuju keputusan.
Dari guru—menuju Tuhan—menuju Sahabat.
Dari pengetahuan—menuju pelepasan—menuju pengikutan.
Anak muda ini berhenti di tahap awal—dan pergi dengan sedih.
---
Bagian 4: Percakapan Yesus dengan Perempuan Samaria—Pola Pertumbuhan
A. Perempuan Samaria: Seorang yang Dicari
Yohanes 4:4-9:
"Ia harus melintasi daerah Samaria. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira jam dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: 'Berilah Aku minum.' Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: 'Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?' (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)"
Analisis:
· "Ia harus melintasi daerah Samaria" — Yesus harus melintasi.
· "Datanglah seorang perempuan Samaria" — perempuan Samaria.
· "Berilah Aku minum" — Yesus meminta minum.
· "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku" — keterkejutan.
· "Orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria" — permusuhan.
Perempuan Samaria adalah:
· Orang yang dicari — Yesus harus melintasi Samaria.
· Orang yang terkejut — Yesus meminta minum.
· Orang yang memiliki pengenalan awal — tahu Yesus adalah Yahudi.
Tetapi perempuan Samaria belum:
· Mengenal Yesus sebagai Mesias — hanya sebagai Yahudi.
· Mengenal Yesus sebagai Jalan — hanya sebagai Yahudi.
· Mengenal Yesus sebagai Sahabat — hanya sebagai Yahudi.
B. Yesus Menawarkan: "Air Hidup"
Yohanes 4:10-14:
"Jawab Yesus kepadanya: 'Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.' Kata perempuan itu kepada-Nya: 'Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Apakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?' Jawab Yesus kepadanya: 'Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.'"
Analisis:
· "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah" — karunia Allah.
· "Siapakah Dia yang berkata kepadamu" — siapakah Yesus.
· "Niscaya engkau telah meminta kepada-Nya" — engkau akan meminta.
· "Ia telah memberikan kepadamu air hidup" — air hidup.
· "Tuhan, Engkau tidak punya timba" — salah paham.
· "Apakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub?" — pertanyaan.
· "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi" — air biasa.
· "Air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus" — air hidup.
· "Akan menjadi mata air di dalam dirinya" — mata air.
· "Yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal" — hidup kekal.
Yesus menawarkan:
· Air hidup — bukan air biasa.
· Kepuasan sejati — bukan kepuasan sementara.
· Hidup kekal — bukan hidup sementara.
Perempuan Samaria belum memahami:
· Air hidup secara rohani — masih berpikir air fisik.
· Kepuasan sejati — masih berpikir sumur Yakub.
· Hidup kekal — masih berpikir hidup sekarang.
C. Yesus Menyingkapkan: "Pergilah, Panggil Suamimu"
Yohanes 4:15-18:
"Kata perempuan itu kepada-Nya: 'Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.' Kata Yesus kepadanya: 'Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.' Kata perempuan itu: 'Aku tidak mempunyai suami.' Kata Yesus kepadanya: 'Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada padamu sekarang bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.'"
Analisis:
· "Berikanlah aku air itu" — perempuan itu ingin air.
· "Supaya aku tidak haus" — tidak haus.
· "Tidak usah datang lagi ke sini" — tidak usah menimba.
· "Pergilah, panggillah suamimu" — Yesus menyingkapkan.
· "Aku tidak mempunyai suami" — perempuan itu menjawab.
· "Tepat katamu" — Yesus mengkonfirmasi.
· "Engkau sudah mempunyai lima suami" — lima suami.
· "Yang ada padamu sekarang bukanlah suamimu" — bukan suami.
· "Dalam hal ini engkau berkata benar" — engkau berkata benar.
Yesus menyingkapkan:
· Dosa perempuan itu — lima suami.
· Kehausan sejati — bukan air, tetapi kasih.
· Kebutuhan sejati — bukan air, tetapi Mesias.
Perempuan Samaria mulai mengenal:
· Yesus sebagai nabi — ayat 19.
· Yesus sebagai Mesias — ayat 25-26.
· Yesus sebagai Juruselamat — ayat 42.
D. Perempuan Samaria: Bertumbuh dari Pengenalan Awal
Yohanes 4:19-26:
"Kata perempuan itu kepada-Nya: 'Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.' Kata Yesus kepadanya: 'Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.' Kata perempuan itu kepada-Nya: 'Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.' Kata Yesus kepadanya: 'Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.'"
Analisis:
· "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi" — Yesus adalah nabi.
· "Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini" — tradisi.
· "Kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah" — tradisi.
· "Percayalah kepada-Ku" — Yesus meminta percaya.
· "Saatnya akan tiba" — saatnya akan tiba.
· "Menyembah Bapa bukan di gunung ini" — bukan tempat.
· "Menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran" — dalam roh dan kebenaran.
· "Allah itu Roh" — Allah adalah Roh.
· "Barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" — menyembah dalam roh dan kebenaran.
· "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang" — Mesias akan datang.
· "Akulah Dia" — Yesus adalah Mesias.
Perempuan Samaria bertumbuh:
· Dari Yahudi — menjadi nabi.
· Dari nabi — menjadi Mesias.
· Dari Mesias — menjadi Juruselamat.
E. Perempuan Samaria: Menjadi Saksi
Yohanes 4:28-30, 39-42:
"Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 'Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?' Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. ... Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: 'Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.' Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: 'Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.'"
Analisis:
· "Meninggalkan tempayannya" — meninggalkan air.
· "Pergi ke kota" — pergi ke kota.
· "Mari, lihat!" — mengundang.
· "Mungkinkah Dia Kristus itu?" — bertanya.
· "Banyak orang Samaria menjadi percaya" — banyak yang percaya.
· "Karena perkataan perempuan itu" — karena kesaksian.
· "Kami sendiri telah mendengar Dia" — mereka mendengar sendiri.
· "Dialah benar-benar Juruselamat dunia" — Juruselamat dunia.
Perempuan Samaria:
· Meninggalkan tempayannya — melepaskan yang lama.
· Pergi ke kota — menjadi saksi.
· Mengundang orang — membawa orang kepada Yesus.
· Bertumbuh — dari penerima menjadi pemberi.
Kesimpulan:
Percakapan Yesus dengan perempuan Samaria adalah pola pertumbuhan:
Dari pengenalan awal—menuju penyingkapan dosa—menuju pengenalan Mesias—menuju kesaksian.
Dari Yahudi—menuju nabi—menuju Mesias—menuju Juruselamat.
Dari penerima—menuju saksi.
---
Bagian 5: "Aku Tidak Mengenal Kamu"—Peringatan bagi yang Berhenti di Tahap Awal
A. Perkataan Yesus yang Mengguncang
Matius 7:21-23:
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Analisis:
· "Bukan setiap orang yang berseru: Tuhan, Tuhan" — tidak semua yang mengaku.
· "Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga" — masuk surga.
· "Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa" — yang melakukan kehendak Bapa.
· "Bukankah kami bernubuat demi nama-Mu" — mereka bernubuat.
· "Mengusir setan demi nama-Mu" — mereka mengusir setan.
· "Mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu" — mereka melakukan mujizat.
· "Aku tidak pernah mengenal kamu" — Yesus tidak mengenal mereka.
· "Enyahlah dari pada-Ku" — pergi dari Yesus.
· "Kamu sekalian pembuat kejahatan" — pembuat kejahatan.
Mengapa Yesus berkata "Aku tidak pernah mengenal kamu"?
Bukan karena mereka tidak melakukan apa-apa.
Bukan karena mereka tidak menggunakan nama Yesus.
Bukan karena mereka tidak melakukan mujizat.
Tetapi karena:
· Mereka tidak melakukan kehendak Bapa — mereka melakukan kehendak sendiri.
· Mereka tidak mengenal Yesus — mereka hanya menggunakan nama-Nya.
· Mereka tidak bertumbuh — mereka berhenti di tahap awal.
B. "Aku Tidak Mengenal Kamu"—Peringatan untuk Bertumbuh
Kata "mengenal" dalam bahasa Yunani adalah ginosko—pengetahuan intim, seperti pengetahuan suami-istri.
Yesus tidak berkata:
· ❌ "Aku tidak pernah mendengar namamu" — mereka menggunakan nama-Nya.
· ❌ "Aku tidak pernah melihat perbuatanmu" — mereka melakukan mujizat.
· ❌ "Aku tidak pernah tahu tentangmu" — mereka dikenal.
Yesus berkata:
· ✅ "Aku tidak pernah mengenal kamu" — tidak ada relasi intim.
· ✅ "Aku tidak pernah memiliki hubungan denganmu" — tidak ada persekutuan.
· ✅ "Aku tidak pernah menjadi Sahabatmu" — tidak ada kedekatan.
Inilah peringatan bagi mereka yang berhenti di tahap awal:
· Mengenal Yesus sebagai guru — tetapi tidak sebagai Tuhan.
· Menggunakan nama Yesus — tetapi tidak mengenal Yesus.
· Melakukan mujizat — tetapi tidak melakukan kehendak Bapa.
C. Nikodemus, Anak Muda yang Kaya, dan Perempuan Samaria—Pelajaran
Nikodemus:
· Datang kepada Yesus — pengenalan awal.
· Bertumbuh — dari guru menjadi murid.
· Membela Yesus — di hadapan Sanhedrin.
· Menguburkan Yesus — menjadi murid sejati.
Anak muda yang kaya:
· Datang kepada Yesus — pengenalan awal.
· Tidak bertumbuh — tidak mau melepaskan harta.
· Pergi dengan sedih — berhenti di tahap awal.
· Tidak mengikut Yesus — tidak menjadi murid.
Perempuan Samaria:
· Bertemu Yesus — pengenalan awal.
· Bertumbuh — dari Yahudi menjadi nabi, Mesias, Juruselamat.
· Menjadi saksi — membawa orang kepada Yesus.
· Bertumbuh — dari penerima menjadi pemberi.
Pelajaran:
· Nikodemus dan perempuan Samaria — bertumbuh.
· Anak muda yang kaya — berhenti.
· Yesus berkata, "Aku tidak mengenal kamu" — kepada mereka yang berhenti.
Kesimpulan:
"Aku tidak mengenal kamu" adalah peringatan bagi mereka yang berhenti di tahap awal.
Keselamatan adalah awal—bukan akhir.
Setelah keselamatan—ada pertumbuhan.
Tanpa pertumbuhan—ada peringatan.
---
Bagian 6: Pengajaran yang Membimbing ke Arah Ini Hanya Ada dalam Alkitab
A. Alkitab adalah Buku Pertumbuhan
Alkitab bukanlah buku statis.
Alkitab adalah buku pertumbuhan.
2 Timotius 3:16-17:
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."
Analisis:
· "Segala tulisan yang diilhamkan Allah" — Alkitab.
· "Bermanfaat untuk mengajar" — mengajar.
· "Untuk menyatakan kesalahan" — menegur.
· "Untuk memperbaiki kelakuan" — memperbaiki.
· "Untuk mendidik orang dalam kebenaran" — mendidik.
· "Tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi" — diperlengkapi.
· "Untuk setiap perbuatan baik" — untuk perbuatan baik.
Alkitab adalah:
· Buku pengajaran — mengajar kita.
· Buku koreksi — menegur kita.
· Buku perbaikan — memperbaiki kita.
· Buku pendidikan — mendidik kita.
B. Alkitab Membimbing dari Pengenalan Awal Menuju Kedewasaan
Ibrani 6:1-3:
"Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya."
Analisis:
· "Marilah kita tinggalkan asas-asas pertama" — tinggalkan dasar.
· "Beralih kepada perkembangannya yang penuh" — menuju kedewasaan.
· "Janganlah kita meletakkan lagi dasar" — jangan ulangi dasar.
· "Dasar pertobatan" — pertobatan.
· "Dasar kepercayaan" — iman.
· "Ajaran tentang pembaptisan" — baptisan.
· "Penumpangan tangan" — penumpangan tangan.
· "Kebangkitan orang mati" — kebangkitan.
· "Hukuman kekal" — hukuman.
· "Itulah yang akan kita perbuat" — kita akan bertumbuh.
Alkitab membimbing kita:
· Dari dasar — menuju kedewasaan.
· Dari susu — menuju makanan keras.
· Dari pengenalan awal — menuju pengenalan yang dalam.
C. Alkitab adalah Firman yang Hidup
Ibrani 4:12:
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."
Analisis:
· "Firman Allah hidup" — firman yang hidup.
· "Kuat" — kuat.
· "Lebih tajam dari pada pedang bermata dua" — tajam.
· "Menusuk amat dalam" — menusuk.
· "Memisahkan jiwa dan roh" — memisahkan.
· "Sendi-sendi dan sumsum" — sampai ke tulang.
· "Sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati" — membedakan.
Alkitab adalah:
· Firman yang hidup — bukan mati.
· Firman yang kuat — bukan lemah.
· Firman yang tajam — bukan tumpul.
· Firman yang menusuk — bukan dangkal.
D. Alkitab Membimbing Kita kepada Kristus
Yohanes 5:39:
"Kamu menyelidiki Kitab-Kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-Kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu."
Analisis:
· "Kamu menyelidiki Kitab-Kitab Suci" — menyelidiki Alkitab.
· "Kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal" — mengira memiliki hidup kekal.
· "Kitab-Kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku" — Alkitab bersaksi tentang Yesus.
· "Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku" — tidak mau datang.
· "Untuk memperoleh hidup itu" — hidup yang kekal.
Alkitab bukanlah tujuan—Alkitab adalah sarana.
Alkitab bersaksi tentang Kristus—bukan menggantikan Kristus.
Alkitab membimbing kita kepada Kristus—bukan menjauhkan kita dari Kristus.
Kesimpulan:
Pengajaran yang membimbing kita ke arah pertumbuhan secara detail dan lengkap hanya ada dalam Alkitab.
Karena Alkitab adalah firman yang hidup—yang mengajar, menegur, memperbaiki, dan mendidik.
Karena Alkitab membimbing kita dari pengenalan awal—menuju kedewasaan.
Karena Alkitab bersaksi tentang Kristus—yang adalah tujuan akhir pertumbuhan kita.
---
Bagian 7: Siapkah Anda Menjadi Kristen?
A. Pertanyaan yang Menuntut Kejujuran
Siapkah Anda menjadi Kristen?
Bukan:
· ❌ "Apakah Anda sudah dibaptis?"
· ❌ "Apakah Anda sudah menerima Yesus?"
· ❌ "Apakah Anda sudah menjadi anggota gereja?"
Tetapi:
· ✅ "Apakah Anda bersedia bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus?"
· ✅ "Apakah Anda bersedia meninggalkan tahap awal menuju kedewasaan?"
· ✅ "Apakah Anda bersedia menjadi Kristen secara makna—bukan hanya institusi?"
Siapkah Anda:
· Meninggalkan susu — untuk makanan keras?
· Meninggalkan dasar — untuk kedewasaan?
· Meninggalkan pengenalan awal — untuk pengenalan yang dalam?
B. Tiga Pola Pertumbuhan
Nikodemus:
· Datang kepada Yesus — pengenalan awal.
· Bertumbuh — dari guru menjadi murid.
· Membela Yesus — di hadapan Sanhedrin.
· Menguburkan Yesus — menjadi murid sejati.
Anak muda yang kaya:
· Datang kepada Yesus — pengenalan awal.
· Tidak bertumbuh — tidak mau melepaskan harta.
· Pergi dengan sedih — berhenti di tahap awal.
· Tidak mengikut Yesus — tidak menjadi murid.
Perempuan Samaria:
· Bertemu Yesus — pengenalan awal.
· Bertumbuh — dari Yahudi menjadi nabi, Mesias, Juruselamat.
· Menjadi saksi — membawa orang kepada Yesus.
· Bertumbuh — dari penerima menjadi pemberi.
Di manakah Anda?
Apakah Anda seperti Nikodemus—yang bertumbuh?
Apakah Anda seperti anak muda yang kaya—yang berhenti?
Apakah Anda seperti perempuan Samaria—yang menjadi saksi?
C. Peringatan: "Aku Tidak Mengenal Kamu"
Matius 7:21-23:
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Peringatan ini bukan untuk:
· ❌ Orang yang belum percaya.
· ❌ Orang yang belum dibaptis.
· ❌ Orang yang belum menjadi anggota gereja.
Peringatan ini untuk:
· ✅ Orang yang menggunakan nama Yesus.
· ✅ Orang yang bernubuat demi nama Yesus.
· ✅ Orang yang mengusir setan demi nama Yesus.
· ✅ Orang yang melakukan mujizat demi nama Yesus.
Peringatan ini untuk:
· ✅ Mereka yang mengaku Kristen—tetapi tidak bertumbuh.
· ✅ Mereka yang menggunakan nama Yesus—tetapi tidak mengenal Yesus.
· ✅ Mereka yang melakukan mujizat—tetapi tidak melakukan kehendak Bapa.
Kesimpulan:
Siapkah Anda menjadi Kristen?
Bukan hanya Kristen secara institusi—tetapi Kristen secara makna.
Bukan hanya menerima anugerah—tetapi bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.
Bukan hanya berhenti di tahap awal—tetapi menuju kedewasaan penuh.
---
Bagian 8: Sintesis Akhir—Menjadi Kristen Secara Makna
A. Ringkasan
Aspek Berhenti di Tahap Awal Bertumbuh Menuju Kedewasaan
Pengenalan Yesus sebagai guru Yesus sebagai Tuhan, Sahabat, Kekasih
Hubungan Pengenalan awal Relasi yang intim
Ketaatan Selektif Total
Pertumbuhan Susu Makanan keras
Buah Sedikit Banyak
Akhir "Aku tidak mengenal kamu" "Baik sekali perbuatanmu itu"
B. Tiga Pola Pertumbuhan—Pelajaran
Nikodemus:
· Bertumbuh — dari guru menjadi murid.
· Membela Yesus — di hadapan Sanhedrin.
· Menguburkan Yesus — menjadi murid sejati.
Anak muda yang kaya:
· Berhenti — tidak mau melepaskan harta.
· Pergi dengan sedih — berhenti di tahap awal.
· Tidak mengikut Yesus — tidak menjadi murid.
Perempuan Samaria:
· Bertumbuh — dari Yahudi menjadi Juruselamat.
· Menjadi saksi — membawa orang kepada Yesus.
· Bertumbuh — dari penerima menjadi pemberi.
C. Diagram Sintesis
```
SIAPKAH ANDA MENJADI KRISTEN?
│
├── KESELAMATAN ADALAH AWAL—BUKAN AKHIR
│ ├── Anugerah adalah pintu masuk
│ ├── Setelah keselamatan—pertumbuhan
│ └── Bahaya berhenti di tahap awal
│
├── POLA PERTUMBUHAN
│ ├── Nikodemus: dari guru menjadi murid
│ ├── Anak muda yang kaya: berhenti di tahap awal
│ └── Perempuan Samaria: dari penerima menjadi saksi
│
├── PERINGATAN: "AKU TIDAK MENGENAL KAMU"
│ ├── Bukan karena tidak menggunakan nama Yesus
│ ├── Bukan karena tidak melakukan mujizat
│ └── Tetapi karena tidak bertumbuh—tidak mengenal Yesus
│
├── PENGajaran YANG MEMBIMBING
│ ├── Hanya ada dalam Alkitab
│ ├── Alkitab adalah buku pertumbuhan
│ └── Alkitab membimbing dari pengenalan awal menuju kedewasaan
│
└── SIAPKAH ANDA?
├── Meninggalkan susu—untuk makanan keras?
├── Meninggalkan dasar—untuk kedewasaan?
└── Meninggalkan pengenalan awal—untuk pengenalan yang dalam?
```
D. Dampak Praktis
Dengan memahami pentingnya pertumbuhan setelah keselamatan:
1. Kita tidak berhenti di tahap awal — tetapi terus bertumbuh.
2. Kita tidak puas dengan susu — tetapi mencari makanan keras.
3. Kita tidak hanya mengenal Yesus sebagai guru — tetapi sebagai Tuhan, Sahabat, dan Kekasih.
4. Kita tidak hanya menggunakan nama Yesus — tetapi mengenal Yesus.
5. Kita tidak hanya melakukan mujizat — tetapi melakukan kehendak Bapa.
6. Kita tidak hanya menjadi Kristen secara institusi — tetapi Kristen secara makna.
7. Kita tidak hanya menerima anugerah — tetapi bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.
---
Kesimpulan: Siapkah Anda Menjadi Kristen?
Siapkah Anda menjadi Kristen?
Bukan hanya Kristen secara institusi—tetapi Kristen secara makna.
Bukan hanya menerima anugerah—tetapi bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.
Bukan hanya berhenti di tahap awal—tetapi menuju kedewasaan penuh.
Karena keselamatan adalah awal—bukan akhir.
Karena setelah keselamatan—ada pertumbuhan.
Karena tanpa pertumbuhan—ada peringatan: "Aku tidak mengenal kamu."
Nikodemus bertumbuh—dari guru menjadi murid.
Anak muda yang kaya berhenti—dan pergi dengan sedih.
Perempuan Samaria bertumbuh—dari penerima menjadi saksi.
Di manakah Anda?
Pengajaran yang membimbing kita ke arah pertumbuhan secara detail dan lengkap hanya ada dalam Alkitab.
Karena Alkitab adalah firman yang hidup—yang mengajar, menegur, memperbaiki, dan mendidik.
Karena Alkitab membimbing kita dari pengenalan awal—menuju kedewasaan.
Karena Alkitab bersaksi tentang Kristus—yang adalah tujuan akhir pertumbuhan kita.
Maka, marilah kita:
· Tidak berhenti di tahap awal — tetapi terus bertumbuh.
· Tidak puas dengan susu — tetapi mencari makanan keras.
· Tidak hanya mengenal Yesus sebagai guru — tetapi sebagai Tuhan, Sahabat, dan Kekasih.
· Tidak hanya menggunakan nama Yesus — tetapi mengenal Yesus.
· Tidak hanya menjadi Kristen secara institusi — tetapi Kristen secara makna.
Karena Yesus berkata:
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 7:21)
Dan kepada mereka yang berhenti di tahap awal:
"Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:23)
Siapkah Anda menjadi Kristen?
Siapkah Anda bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus?
Siapkah Anda menjadi Kristen secara makna—bukan hanya institusi?
---
Seruan Ibadah
Tuhan Yesus—yang adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup,
Kami menyembah Engkau—
bukan sebagai guru yang jauh,
tetapi sebagai Tuhan yang dekat.
Engkau adalah Guru—
yang mengajar kami.
Engkau adalah Sahabat—
yang menemani kami.
Engkau adalah Kekasih—
yang mempersatukan kami dengan Bapa.
Ajarlah kami untuk tidak berhenti di tahap awal—
tetapi terus bertumbuh dalam pengenalan akan Engkau.
Ajarlah kami untuk tidak puas dengan susu—
tetapi mencari makanan keras.
Ajarlah kami untuk tidak hanya menggunakan nama-Mu—
tetapi mengenal Engkau.
Jangan biarkan kami mendengar Engkau berkata:
"Aku tidak pernah mengenal kamu."
Tetapi biarkan kami mendengar Engkau berkata:
"Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik dan setia."
Karena Engkaulah Jalan—
dan tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Engkau.
Mar'ot Echad—Satu Allah, satu kasih, satu keselamatan di dalam Kristus.
Amin.
---
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."
— Matius 7:21
"Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
— Matius 7:23
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
— 2 Timotius 3:16
Siapkah Anda menjadi Kristen? Bukan hanya Kristen secara institusi—tetapi Kristen secara makna. Bukan hanya menerima anugerah—tetapi bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Bukan hanya berhenti di tahap awal—tetapi menuju kedewasaan penuh. Pengajaran yang membimbing kita ke arah ini secara detail dan lengkap hanya ada dalam Alkitab.
Soli Deo Gloria.
Komentar
Posting Komentar