Makna "Utusan" dalam Islam dan Kristen: Mal'akh YHWH sebagai Titik Temu dan Titik Pisah - Memahami Islam
Makna "Utusan" dalam Islam dan Kristen: Mal'akh YHWH sebagai Titik Temu dan Titik Pisah
Sebuah Artikel Apologetika, Pengajaran, dan Penjelasan
---
Pendahuluan: Mengapa "Utusan" Menjadi Perdebatan?
Dalam dialog antara Islam dan Kristen, kata "utusan" (rasūl, mursal, malak) sering muncul—tetapi dengan makna yang sangat berbeda. Bagi Kristen, "Utusan" dalam Perjanjian Lama (מַלְאָךְ / mal'akh) dapat merujuk pada makhluk surgawi atau pada YHWH sendiri yang menyatakan diri. Bagi Islam, "utusan" (rasūl) adalah manusia pilihan yang menerima wahyu—dan tidak pernah Allah sendiri, karena Allah dalam Islam bersifat absolut transenden dan tidak menjelma (QS Al-Ikhlas 112:1-4; QS Asy-Syuura 42:11).
Artikel ini bertujuan:
1. Menjelaskan makna "utusan" dalam kedua tradisi secara adil dan akurat.
2. Mengajarkan bagaimana umat Kristen memahami Mal'akh YHWH sebagai fondasi Kristologi.
3. Berapologetika secara jujur: menunjukkan titik temu (konvergensi) dan titik pisah (divergensi) tanpa merendahkan iman pihak lain.
---
Bagian 1: Makna "Utusan" dalam Islam
1.1. Terminologi Dasar
Istilah Arab Makna Contoh
Malak (مَلَك) Malaikat—makhluk cahaya, tidak makan, tidak berjenis kelamin Jibril, Mikail
Rasūl (رَسُول) Utusan—manusia pilihan yang membawa syariat Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad
Nabī (نَبِي) Nabi—penerima wahyu, kadang tanpa syariat baru Adam, Yusuf, Yunus
Mursal (مُرْسَل) Yang diutus Para rasul secara umum
1.2. Prinsip Utama: Allah Tidak Menjelma
Dalam Islam, Allah tidak pernah hadir dalam wujud makhluk. QS Asy-Syuura 42:11 menegaskan:
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia."
Konsekuensinya:
· Malaikat adalah ciptaan—mereka tidak menyandang nama Allah secara esensial.
· Rasul adalah manusia—mereka menyampaikan pesan Allah, tetapi bukan kehadiran Allah sendiri.
· Isa (Yesus) dalam Islam adalah rasul mulia (QS An-Nisa 4:171), tetapi bukan Allah dan bukan anak Allah.
1.3. Konsep Wahyu: Pesan, Bukan Pribadi
Dalam Islam, wahyu (waḥy) adalah pesan verbal yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada rasul manusia. Allah berbicara di balik tabir (QS Asy-Syuura 42:51):
"Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (rasūl) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki."
Perhatikan: "utusan" di sini adalah perantara pesan, bukan kehadiran ilahi.
---
Bagian 2: Makna "Utusan" dalam Kristen
2.1. Terminologi Dasar
Istilah Ibrani/Yunani Makna Contoh
Mal'akh (מַלְאָךְ) Utusan—dapat berarti malaikat atau manusia atau YHWH sendiri Kejadian 16:7; Keluaran 23:20
Mal'akh YHWH (מַלְאָךְ יְהוָה) Malaikat TUHAN—sering kali berbicara sebagai YHWH sendiri Keluaran 3:2-6; Hakim-hakim 13
Apostolos (ἀπόστολος) Yang diutus—dalam PB sering merujuk pada Kristus Ibrani 3:1
Shaliach (שָׁלִיחַ) Agen hukum Yahudi—"utusan seseorang dianggap seperti orang itu sendiri" Prinsip rabbinik
2.2. Prinsip Utama: Allah Bebas Menyatakan Diri
Dalam Kristen, Allah adalah Ehyeh (Keluaran 3:14)—"Aku adalah Aku"—yang bebas menyatakan diri dalam berbagai kehadiran tanpa berubah menjadi ciptaan. Ia dapat hadir sebagai:
· Pengirim (Bapa) di surga
· Utusan (Anak) di bumi
· Kehadiran yang Mendiami (Roh) di dalam umat-Nya
2.3. Mal'akh YHWH: Utusan yang adalah YHWH
Inilah titik yang paling sering disalahpahami. Dalam Perjanjian Lama, Mal'akh YHWH bukan sekadar malaikat biasa. Perhatikan pola:
Peristiwa Ayat Fakta
Hagar Kejadian 16:7-13 Mal'akh YHWH berbicara sebagai Allah; Hagar menyebutnya "El-Roi" (Allah yang melihat)
Abraham dan Ishak Kejadian 22:11-12 Mal'akh YHWH berkata: "Sekarang Aku tahu, bahwa engkau takut akan Allah"
Yakub bergulat Kejadian 32:24-30 "Orang" (אִישׁ) yang bergulat disebut "Allah"
Semak terbakar Keluaran 3:2-6 Mal'akh YHWH dan Allah bergantian disebut sebagai yang berbicara
Manoah Hakim-hakim 13:17-22 Mal'akh YHWH disebut "Allah" oleh Manoah
Zakharia Zakharia 3:1-2 Mal'akh YHWH bertindak sebagai TUHAN
Kesimpulan: Dalam teks-teks ini, Mal'akh YHWH bukan makhluk yang mewakili Allah—ia adalah YHWH sendiri dalam bentuk yang dapat dilihat. Ini adalah teofani—penampakan Allah.
2.4. Keluaran 23:20-22: Puncak Pola
"Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat di hadapanmu... sebab nama-Ku ada di dalam dia." (Keluaran 23:20-21)
Tiga detail ilahi:
1. "Nama-Ku ada di dalam dia" (שְׁמִי בְּקִרְבּוֹ) — Nama = esensi, otoritas, kehadiran penuh.
2. "Ia tidak akan mengampuni pelanggaranmu" — Hanya YHWH yang berwenang mengampuni (Mazmur 32:5; Yesaya 43:25; Mikha 7:18).
3. Pergeseran subjek — Ayat 21: Utusan berbicara; Ayat 22: YHWH berbicara. Keduanya satu Echad.
2.5. Yesus: Mal'akh YHWH yang Menjadi Manusia
Keluaran 23:20-22 Yesus dalam PB
"Aku mengirim seorang utusan" Yohanes 5:36-37 — "Bapa yang mengutus Aku"
"Nama-Ku ada di dalam dia" Yohanes 5:43 — "Aku datang dalam nama Bapa-Ku"
"Ia tidak akan mengampuni" Markus 2:5-12 — Yesus mengampuni dosa
"Dengarkanlah suaranya" Matius 17:5 — "Dengarkanlah Dia"
"Jangan memberontak" Ibrani 3:7-8 — "Jangan keraskan hatimu"
---
Bagian 3: Titik Temu (Konvergensi)
Meskipun berbeda, ada beberapa titik temu yang jujur harus diakui:
3.1. Keduanya Percaya pada Utusan Ilahi
· Islam: Allah mengutus rasul dan malaikat (QS Al-Baqarah 2:98; QS Fatir 35:1).
· Kristen: Allah mengutus Mal'akh YHWH, para nabi, dan akhirnya Anak-Nya (Ibrani 1:1-2).
3.2. Keduanya Menghormati Yesus/Isa sebagai Utusan
· Islam: Isa adalah rasul mulia (QS Al-Baqarah 2:253; QS An-Nisa 4:171).
· Kristen: Yesus adalah Utusan (Apostolos) yang setia (Ibrani 3:1).
3.3. Keduanya Menolak Politeisme
· Islam: Tawhid—Allah satu, tidak ada sekutu (QS Al-Ikhlas 112:1-4).
· Kristen: Echad—Allah satu, tidak ada allah lain (Ulangan 6:4; 1 Korintus 8:6).
3.4. Keduanya Percaya Allah Berbicara kepada Manusia
· Islam: Melalui wahyu, malaikat, dan rasul.
· Kristen: Melalui nabi, teofani, dan akhirnya dalam Anak (Ibrani 1:1-2).
---
Bagian 4: Titik Pisah (Divergensi)
Perbedaan yang tidak dapat dikompromikan tanpa kehilangan identitas masing-masing:
4.1. Natur Utusan: Pesan vs. Pribadi
Aspek Islam Kristen
Utusan Manusia yang membawa pesan verbal Dapat berupa YHWH sendiri yang hadir
Wahyu Pesan (kalām) yang disampaikan Pribadi (Logos) yang menjadi daging
Fokus Kitab (Al-Qur'an) sebagai wahyu Kristus sebagai Wahyu
Allah Transenden, tidak menjelma Bebas menyatakan diri dalam teofani dan inkarnasi
4.2. Status Yesus/Isa
Aspek Islam Kristen
Identitas Rasul, nabi, manusia mulia Allah yang menjadi manusia (Yohanes 1:1,14)
Kelahiran Tanpa ayah, mukjizat Tanpa ayah, inkarnasi
Kematian Tidak disalib (QS An-Nisa 4:157) Disalib dan mati (1 Korintus 15:3-4)
Kebangkitan Diangkat Allah Bangkit secara jasmani (Lukas 24:39)
Status akhir Nabi yang dihormati Tuhan dan Juruselamat (Yohanes 20:28)
4.3. Konsep "Nama Allah" dalam Utusan
Aspek Islam Kristen
Nama Allah Tidak menyatu dengan makhluk Dapat menyatu dengan Utusan (Keluaran 23:21)
Makna Nama = identitas ilahi yang tidak terbagi Nama = esensi yang dapat hadir dalam Utusan
Implikasi Tidak ada manusia yang menyandang nama Allah secara esensial Yesus menyandang nama Bapa (Yohanes 17:11-12)
4.4. Konsep Kehadiran Ilahi
Aspek Islam Kristen
Kehadiran Allah tidak hadir secara fisik di mana pun (QS Asy-Syuura 42:11) Allah hadir dalam teofani dan inkarnasi
Shekhinah Tidak ada konsep paralel YHWH hadir di tengah umat-Nya
Inkarnasi Mustahil—Allah tidak dapat menjadi manusia Pusat iman Kristen (Yohanes 1:14; Filipi 2:6-7)
---
Bagian 5: Mengapa Mal'akh YHWH Menjadi Titik Krusial?
5.1. Bagi Kristen: Fondasi Kristologi
Mal'akh YHWH adalah fondasi Perjanjian Lama untuk memahami siapa Yesus:
1. Yesus bukan "Allah baru" — Ia adalah Ehyeh yang sama yang berbicara kepada Musa.
2. Yesus bukan "ciptaan" — Ia adalah YHWH yang hadir sebagai Utusan.
3. Inkarnasi bukan ide baru — Pola Mal'akh YHWH sudah ada sejak Kejadian.
5.2. Bagi Islam: Titik yang Ditolak
Islam menolak pola ini karena:
1. Allah tidak menjelma — QS Asy-Syuura 42:11 menjadi prinsip absolut.
2. Utusan tidak menyandang nama Allah — Nama Allah tidak dapat "masuk" ke dalam makhluk.
3. Isa bukan Allah — QS Al-Ma'idah 5:72-75 menegaskan Isa bukan Allah.
5.3. Dialog yang Jujur
Apologetika Kristen yang jujur harus mengakui:
· Kita tidak akan meyakinkan Muslim dengan argumen Mal'akh YHWH jika ia sudah berkomitmen pada prinsip QS Asy-Syuura 42:11.
· Titik pisah sejati adalah: Apakah Allah bebas menyatakan diri dalam wujud manusia?
Islam: Tidak—Allah tidak dapat menjelma.
Kristen: Ya—Allah bebas menyatakan diri dalam teofani dan inkarnasi.
Inilah titik pisah yang tidak dapat dikompromikan—dan justru di sinilah dialog harus jujur dimulai.
---
Bagian 6: Apologetika Kristen yang Bertanggung Jawab
6.1. Yang Harus Dihindari
Kesalahan Mengapa Salah
Menyamakan Allah Islam dan Kristen Allah Islam tidak memiliki konsep inkarnasi; Allah Kristen adalah Allah yang menjadi manusia
Mengklaim Muslim "tidak mengenal Allah" Muslim menyembah Allah yang satu; perbedaannya adalah pada natur dan cara penyataan diri
Memaksa Mal'akh YHWH pada Muslim Tanpa penerimaan prinsip Ehyeh, argumen ini tidak akan diterima
Menyederhanakan perbedaan Perbedaan inkarnasi adalah perbedaan fundamental, bukan detail
6.2. Yang Harus Dilakukan
Pendekatan Penjelasan
Memahami kerangka Muslim Tawhid, transendensi, wahyu verbal—dari dalam, bukan dari luar
Menjelaskan Ehyeh Allah Kristen bukan Allah yang jauh, tetapi Allah yang bebas menyatakan diri
Menunjukkan pola PL Mal'akh YHWH bukan ide Kristen—ia ada dalam teks Ibrani yang sama
Jujur tentang perbedaan Inkarnasi adalah skandal—dan memang demikian (1 Korintus 1:23)
Mengandalkan Roh Hanya Roh yang dapat membuka mata (1 Korintus 2:14)
6.3. Pertanyaan untuk Refleksi Muslim
Jika seorang Muslim bertanya: "Mengapa Kristen percaya Allah menjadi manusia?"
Jawaban Kristen yang jujur:
1. Karena Allah adalah Ehyeh — Ia bebas menyatakan diri (Keluaran 3:14).
2. Karena pola Mal'akh YHWH — Allah sudah menyatakan diri sebagai Utusan sejak PL (Keluaran 23:20-22).
3. Karena kasih Allah — Ia tidak tinggal jauh, tetapi masuk ke dalam ciptaan-Nya (Filipi 2:6-7).
4. Karena kebangkitan — Bukti bahwa Yesus adalah Allah yang tidak dapat ditahan oleh maut (Roma 1:4).
Dan pertanyaan balik yang jujur:
"Jika Allah berkehendak menyatakan diri-Nya dalam wujud manusia, apakah itu mustahil bagi-Nya?"
---
Bagian 7: Pengajaran untuk Umat Kristen
7.1. Apa yang Harus Dipahami
1. Mal'akh YHWH bukan malaikat biasa — Ia adalah YHWH sendiri yang hadir.
2. Nama YHWH dalam Utusan — Berarti esensi, otoritas, dan kehadiran penuh.
3. Pola ini mencapai puncaknya dalam Yesus — Ia adalah Mal'akh YHWH yang menjadi manusia.
4. Inkarnasi adalah puncak penyataan — Allah tidak lagi berbicara melalui bayangan, tetapi melalui Anak (Ibrani 1:1-2).
7.2. Apa yang Harus Dilakukan
1. Baca PL dengan mata Kristus — Jangan lewatkan teofani dan Mal'akh YHWH.
2. Hormati Muslim sebagai pencari Allah — Mereka menyembah Allah yang satu, meskipun pemahamannya berbeda.
3. Siap memberi pertanggungjawaban — Dengan lemah lembut dan hormat (1 Petrus 3:15).
4. Berdoa untuk dialog yang jujur — Bukan untuk "menang," tetapi untuk kebenaran.
7.3. Ayat Hafalan
"Sebab nama-Ku ada di dalam dia."
— Keluaran 23:21b
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya."
— Yohanes 1:14
---
Bagian 8: Kesimpulan
8.1. Ringkasan Perbandingan
Aspek Islam Kristen
Utusan Manusia pembawa pesan Dapat berupa YHWH sendiri
Wahyu Verbal (kitab) Pribadi (Kristus)
Allah Transenden, tidak menjelma Bebas menyatakan diri
Yesus Rasul mulia Allah yang menjadi manusia
Nama Allah Tidak menyatu dengan makhluk Dapat hadir dalam Utusan
Inkarnasi Mustahil Pusat iman
8.2. Titik Temu dan Titik Pisah
Titik temu:
· Percaya pada Allah yang satu
· Menghormati utusan-utusan Allah
· Percaya Allah berbicara kepada manusia
· Menolak politeisme
Titik pisah:
· Natur utusan: pesan vs. pribadi
· Status Yesus: rasul vs. Allah-manusia
· Kemungkinan inkarnasi: mustahil vs. pusat iman
· Makna nama Allah dalam utusan
8.3. Panggilan untuk Dialog yang Jujur
Apologetika yang bertanggung jawab bukanlah tentang "memenangkan" perdebatan, tetapi tentang:
1. Menjelaskan iman kita dengan jelas dan jujur.
2. Memahami iman pihak lain dengan adil.
3. Mengakui perbedaan yang tidak dapat dikompromikan.
4. Mengandalkan Roh Kudus untuk membuka hati.
5. Mengasihi sesama manusia—termasuk yang berbeda iman.
---
Penutup: Dari Mal'akh ke Kristus
Mal'akh YHWH dalam Keluaran 23:20-22 adalah jendela ke dalam misteri Allah yang satu namun majemuk. Bagi Kristen, ia adalah bayangan dari Yesus Kristus—Allah yang menjadi manusia, menyandang nama Bapa, dan memimpin umat-Nya ke tempat perhentian kekal.
Bagi Muslim, konsep ini ditolak karena Allah tidak menjelma. Dan di sinilah letak perbedaan fundamental yang harus dihadapi dengan jujur—bukan dengan permusuhan, tetapi dengan kasih dan kebenaran.
"Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat."
— 1 Petrus 3:15
Soli Deo Gloria.
---
Daftar Referensi
Sumber Islam
· Al-Qur'an Al-Karim (terjemahan Kemenag RI)
· QS Al-Ikhlas 112:1-4; QS Asy-Syuura 42:11, 51; QS An-Nisa 4:157, 171; QS Al-Ma'idah 5:72-75; QS Al-Baqarah 2:98, 253; QS Fatir 35:1
· Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim
· Al-Ghazali, Ihya' Ulumuddin (bagian tauhid)
Sumber Kristen
· Kitab Suci TB/LAI: Kejadian 16; 22; 32; Keluaran 3; 23; Hakim-hakim 13; Zakharia 3; Yohanes 1; 5; 8; 14; Filipi 2; Kolose 2; Ibrani 1; 3
· Athanasius, On the Incarnation
· Calvin, John. Institutes of the Christian Religion
· Torrance, Thomas F. The Trinitarian Faith
· Wright, N.T. The Resurrection of the Son of God
Dialog Islam-Kristen
· Chapman, Colin. Cross and Crescent: Responding to the Challenge of Islam
· Qureshi, Nabeel. No God but One: Allah or Jesus?
· Accad, Fouad Elias. Building Bridges: Christianity and Islam
· Zebiri, Kate. Muslims and Christians Face to Face
Baca artikel terkait lainnya :
1. https://tanya-jawab--kristen.blogspot.com/2026/10/yesus-sebagai-allah-dalam-seluruh-al.html
2. https://tanya-jawab--kristen.blogspot.com/2026/10/aku-percaya-yesus-definisi-menurut.html
3. https://tanya-jawab--kristen.blogspot.com/2026/10/aku-percaya-yesus-definisi-menurut.html
4. https://tanya-jawab--kristen.blogspot.com/2026/10/profetik-beda-makna-ketika-beda-agama.html
5. https://tanya-jawab--kristen.blogspot.com/2026/10/makna-utusan-dalam-islam-dan-kristen.html
6. https://tanya-jawab--kristen.blogspot.com/2026/10/makna-utusan-dalam-islam-dan-kristen.html
7. https://tanya-jawab--kristen.blogspot.com/2026/10/menyikapi-kecenderungan-menghakimi.html
Komentar
Posting Komentar