Kasih yang Salah Paham
Kasih yang Salah Paham: Mengapa Kita Tidak Bisa (dan Tidak Perlu) Mengasihi Allah Oleh: Refleksi dari Diskusi Selama berabad-abad, spiritualitas Kristen telah diwarnai oleh satu kesalahpahaman besar: bahwa kita harus "mengasihi Allah" dengan usaha aktif kita. Kita diajarkan untuk berusaha mencintai, berjuang mengasihi, dan bahkan merasa bersalah ketika cinta kita terasa dangkal. Namun, jika kita menelusuri Alkitab dengan jernih, kita akan menemukan sebuah kebenaran yang membebaskan: kita tidak pernah dipanggil untuk menjadi subjek yang mengasihi Allah; kita dipanggil untuk menjadi wadah yang menerima dan merespons kasih-Nya. 1. Kesalahpahaman tentang "Mengasihi Allah" Kata "mengasihi" dalam bahasa Indonesia sering dipahami sebagai aksi aktif, inisiatif dari pihak pelaku. Dalam relasi manusia, itu wajar. Tetapi dalam relasi vertikal dengan Sang Pencipta, kata ini menjadi jebakan semantik. · Fakta Teologis: Allah adalah kasih (agape). Ia tidak "memiliki...