Satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus : Jika Yesus Hanya "Tuan" secara Manusia, Bagaimana Ia Disamakan dengan Allah? Markus 12:29-30, 1 Korintus 8:6, dan Kisah 2:36

Jika Yesus Hanya "Tuan" secara Manusia, Bagaimana Ia Disamakan dengan Allah?

Sebuah Studi Apologetika tentang Markus 12:29-30, 1 Korintus 8:6, dan Kisah 2:36 dalam Terang Septuaginta

---

Pendahuluan: Sebuah Pertanyaan yang Menuntut Kejelasan

Dalam dialog apologetika antara Kekristenan dan Islam—juga dengan berbagai bentuk Unitarianisme dan Saksi-Saksi Yehuwa—salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: "Jika Yesus hanya 'Tuan' (κύριος / kyrios) dalam pengertian manusia biasa, bagaimana mungkin Ia disamakan dengan Allah?"

Pertanyaan ini lahir dari sebuah asumsi yang tampak masuk akal: bahwa kata "Tuan" (kyrios) dalam Perjanjian Baru hanyalah gelar kehormatan yang bisa diberikan kepada siapa saja—kepada tuan tanah, kepada raja, kepada nabi, bahkan kepada Allah. Jika demikian, ketika Yesus disebut "Tuhan" (kyrios), itu tidak otomatis berarti Ia adalah YHWH. Ia hanya "tuan" dalam pengertian yang lebih rendah.

Asumsi ini, betapapun tampak masuk akal, runtuh ketika kita membaca Perjanjian Baru dalam konteks aslinya: Septuaginta (LXX), terjemahan Yunani dari Perjanjian Lama yang digunakan oleh komunitas Yahudi diaspora—termasuk orang Yahudi Yunani yang menjadi pembaca pertama Injil dan surat-surat Paulus.

Artikel ini akan menunjukkan bahwa:

1. Dalam Septuaginta, kata κύριος (kyrios) adalah terjemahan standar untuk YHWH—nama ilahi Allah Israel.
2. Ketika Yesus mengutip Ulangan 6:4-5 dalam Markus 12:29-30, Ia menggunakan kata kyrios yang merujuk kepada YHWH.
3. Ketika Paulus menulis 1 Korintus 8:6, ia menerapkan formula Shema Israel—"TUHAN itu satu"—secara langsung kepada Yesus sebagai kyrios.
4. Ayat yang sering dipertentangkan—Kisah 2:36—justru meneguhkan ketuhanan Yesus, bukan meniadakannya.
5. Dengan demikian, jika Yesus hanya "Tuan" secara manusia, maka Paulus—seorang Yahudi Farisi yang taat—tidak akan pernah menerapkan Shema kepadan-Nya. Tetapi ia melakukannya. Dan itu berarti: bagi Paulus, Yesus adalah YHWH itu sendiri.

---

Bagian 1: Septuaginta dan Terjemahan YHWH sebagai Kyrios

1.1. Apa Itu Septuaginta?

Septuaginta (LXX) adalah terjemahan Yunani dari Perjanjian Lama yang dimulai sekitar abad ke-3 SM di Aleksandria, Mesir. Terjemahan ini dibuat untuk komunitas Yahudi diaspora yang tidak lagi fasih berbahasa Ibrani. Septuaginta menjadi Alkitab bagi orang Yahudi Helenistik—termasuk orang Yahudi Yunani yang disebut dalam Kisah Para Rasul 6:1.

Yang paling penting untuk diskusi kita: Septuaginta menerjemahkan nama ilahi YHWH (יְהוָה) dengan kata κύριος (kyrios)—"Tuan" atau "Tuhan."

1.2. Mengapa YHWH Diterjemahkan Kyrios?

Orang Yahudi memiliki tradisi yang sangat kuat untuk tidak menyebutkan nama YHWH secara lisan. Sejak pembuangan Babel, nama itu dianggap terlalu kudus untuk diucapkan. Ketika membaca Alkitab, mereka menggantinya dengan Adonai (אֲדֹנָי)—"Tuhanku." Ketika Septuaginta dibuat, para penerjemah mengikuti tradisi ini: mereka menerjemahkan YHWH dengan kyrios—kata Yunani yang setara dengan Adonai.

Jadi, dalam Septuaginta:

· YHWH → κύριος (kyrios)

Ini berarti: setiap kali orang Yahudi Yunani membaca kyrios dalam Alkitab Yunani mereka, mereka tahu bahwa itu merujuk kepada YHWH—Allah Israel.

1.3. Contoh-Contoh dalam Septuaginta

Mari kita lihat beberapa contoh bagaimana Septuaginta menerjemahkan YHWH:

Ayat Ibrani Teks Ibrani Septuaginta (LXX)
Kejadian 2:4 יְהוָה אֱלֹהִים κύριος ὁ θεός
Keluaran 3:14 אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה ἐγώ εἰμι ὁ ὤν
Keluaran 20:2 אָנֹכִי יְהוָה אֱלֹהֶיךָ ἐγώ εἰμι κύριος ὁ θεός σου
Ulangan 6:4 יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה אֶחָד κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν
Mazmur 110:1 נְאֻם יְהוָה לַאדֹנִי εἶπεν ὁ κύριος τῷ κυρίῳ μου

Perhatikan khususnya Ulangan 6:4—Shema Israel:

Ibrani: שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה אֶחָד
Transliterasi: Shema Yisrael, YHWH Eloheinu, YHWH echad
Septuaginta: Ἄκουε, Ἰσραήλ· κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν
Terjemahan: "Dengarlah, Israel: Tuhan (kyrios) adalah Allah kita, Tuhan (kyrios) itu satu."

Inilah ayat yang akan dikutip Yesus dalam Markus 12:29-30. Dan dalam Septuaginta, kyrios di ayat itu adalah YHWH sendiri.

---

Bagian 2: Markus 12:29-30 — Yesus Mengutip Shema dengan Kyrios

2.1. Teks Markus 12:29-30

Ketika Yesus ditanya tentang hukum yang paling utama, Ia menjawab:

"Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu." (Markus 12:29-30)

2.2. Bandingkan dengan Ulangan 6:4-5 (LXX)

Ulangan 6:4-5 (LXX):

Ἄκουε, Ἰσραήλ· κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν. καὶ ἀγαπήσεις κύριον τὸν θεόν σου ἐξ ὅλης τῆς καρδίας σου καὶ ἐξ ὅλης τῆς ψυχῆς σου καὶ ἐξ ὅλης τῆς δυνάμεώς σου.

Markus 12:29-30:

Ἄκουε, Ἰσραήλ· κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν. καὶ ἀγαπήσεις κύριον τὸν θεόν σου ἐξ ὅλης τῆς καρδίας σου καὶ ἐξ ὅλης τῆς ψυχῆς σου καὶ ἐξ ὅλης τῆς διανοίας σου καὶ ἐξ ὅλης τῆς ἰσχύος σου.

Keduanya identik—kecuali Yesus menambahkan "ἐξ ὅλης τῆς διανοίας σου" (dengan segenap akal budimu), yang merupakan variasi dari tradisi sinoptik.

2.3. Apa Artinya Ini?

Yesus, seorang Yahudi yang berbicara kepada orang Yahudi, mengutip Shema—pengakuan iman paling dasar dari orang Yahudi. Dan Ia mengutipnya dalam bentuk yang persis sama dengan Septuaginta, di mana kyrios adalah terjemahan dari YHWH.

Ini berarti: ketika Yesus berkata "kyrios Allah kita, kyrios itu esa," Ia sedang berbicara tentang YHWH. Tidak ada orang Yahudi yang mendengar-Nya akan berpikir bahwa Ia sedang berbicara tentang "tuan" dalam pengertian manusia biasa. Mereka tahu bahwa kyrios dalam konteks ini adalah YHWH.

2.4. Implikasi untuk Diskusi Kita

Jika Yesus hanya "Tuan" secara manusia, maka:

1. Ia tidak akan pernah mengutip Shema dengan cara yang mengidentifikasi diri-Nya dengan YHWH.
2. Ia tidak akan menerima penyembahan yang hanya layak bagi YHWH.
3. Ia tidak akan mengklaim otoritas yang hanya dimiliki YHWH.

Tetapi Ia melakukan semua itu. Dan lebih dari itu—Paulus, seorang Yahudi Farisi yang taat, akan menerapkan Shema ini secara langsung kepada Yesus.

---

Bagian 3: 1 Korintus 8:6 — Paulus Menerapkan Shema kepada Yesus

3.1. Teks 1 Korintus 8:6

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya segala sesuatu telah dijadikan, dan yang membawa kita kepada-Nya; dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan, dan yang membawa kita kepada-Nya."

3.2. Bandingkan dengan Shema (Ulangan 6:4 LXX)

Ulangan 6:4 (LXX):

κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν
"Tuhan (kyrios) adalah Allah kita, Tuhan (kyrios) itu satu."

1 Korintus 8:6:

εἷς θεὸς ὁ πατήρ... καὶ εἷς κύριος Ἰησοῦς Χριστός
"Satu Allah, yaitu Bapa... dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus."

3.3. Analisis: Apakah Paulus Mengubah Shema?

Perhatikan struktur Shema:

Shema (Ulangan 6:4) 1 Korintus 8:6
κύριος (YHWH) εἷς κύριος Ἰησοῦς Χριστός (satu Tuhan, Yesus Kristus)
ὁ θεὸς ἡμῶν (Allah kita) εἷς θεὸς ὁ πατήρ (satu Allah, Bapa)
κύριος εἷς ἐστιν (Tuhan itu satu) εἷς κύριος (satu Tuhan)

Paulus memecah Shema menjadi dua bagian:

1. εἷς θεός (satu Allah) → Bapa
2. εἷς κύριος (satu Tuhan) → Yesus Kristus

Dan ia menambahkan frasa "yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan"—sebuah frasa yang dalam Perjanjian Lama hanya dikenakan kepada YHWH (Yesaya 44:24; Mazmur 33:6).

3.4. Mengapa Ini Penting?

Bagi seorang Yahudi Farisi seperti Paulus, Shema adalah pengakuan monoteisme yang paling sakral. Mengubahnya—bahkan menambahkan nama lain ke dalamnya—adalah kemurtadan yang paling serius.

Tetapi Paulus tidak hanya menambahkan Yesus ke dalam Shema—ia menempatkan Yesus di dalam Shema itu sendiri. Ia berkata: "Satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus."

Ini berarti: bagi Paulus, Yesus adalah kyrios dari Shema—yaitu YHWH itu sendiri.

3.5. Konteks 1 Korintus 8

Konteks 1 Korintus 8 adalah tentang makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Orang Korintus bertanya: "Bolehkah kami makan makanan itu?" Paulus menjawab dengan mengutip Shema:

"Memang ada banyak allah dan banyak tuan di sorga dan di bumi... namun bagi kita hanya ada satu Allah... dan satu Tuhan..."

Paulus mengontraskan "banyak allah dan banyak tuan" (yang disembah orang kafir) dengan "satu Allah dan satu Tuhan" (yang disembah orang Kristen). Dan "satu Tuhan" itu adalah Yesus Kristus.

Jika Yesus hanya "Tuan" secara manusia, maka Paulus sedang berkata: "Bagi kita hanya ada satu Allah, yaitu Bapa, dan satu Tuan manusia, yaitu Yesus." Tetapi itu tidak masuk akal—karena orang kafir juga punya banyak "tuan manusia." Yang membedakan orang Kristen adalah bahwa mereka menyembah satu Allah dan satu Tuhan—dan Tuhan itu adalah Yesus Kristus.

---

Bagian 4: Kisah 2:36 — "Allah Telah Membuat Yesus Menjadi Tuhan dan Kristus"

4.1. Teks Kisah 2:36

"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

4.2. Bagaimana Ayat Ini Sering Disalahpahami

Ayat ini sering digunakan untuk berkata: "Lihat! Allah membuat Yesus menjadi Tuhan. Berarti Yesus bukan Tuhan dari dirinya sendiri—ia dijadikan Tuhan oleh Allah. Jadi Yesus bukan Allah."

4.3. Analisis Konteks

Mari kita lihat konteksnya:

1. Kisah 2:22-24 — Petrus berkata bahwa Yesus "diserahkan... menurut rencana dan pengetahuan Allah" dan bahwa "Allah telah membangkitkan Dia."
2. Kisah 2:25-31 — Petrus mengutip Mazmur 16:8-11, yang berbicara tentang "Orang Kudus-Mu" yang tidak akan "melihat kebinasaan."
3. Kisah 2:32-35 — Petrus mengutip Mazmur 110:1: "Tuhan (kyrios) berkata kepada Tuanku (kyrios): Duduklah di sebelah kanan-Ku..."
4. Kisah 2:36 — Petrus menyimpulkan: "Allah telah membuat Yesus... menjadi Tuhan dan Kristus."

4.4. Apa Arti "Membuat" (ἐποίησεν / epoiēsen) di Sini?

Kata Yunani yang diterjemahkan "membuat" adalah ἐποίησεν (epoiēsen)—bentuk aorist dari ποιέω (poieō). Kata ini bisa berarti:

1. Menciptakan — membuat dari ketiadaan.
2. Menetapkan — mengangkat ke suatu jabatan.
3. Menyatakan — memperlihatkan sebagai.
4. Menyebabkan menjadi — mengubah status.

Dalam konteks Kisah 2:36, kata ini tidak berarti "menciptakan Yesus dari ketiadaan"—karena Yesus sudah ada sebelum inkarnasi (Yohanes 1:1). Kata ini juga tidak berarti "mengubah Yesus dari manusia menjadi Allah"—karena Yesus sudah adalah Allah sebelum inkarnasi.

Yang dimaksud Petrus adalah: Allah telah menetapkan / menyatakan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus melalui kebangkitan-Nya.

4.5. Bandingkan dengan Roma 1:4

"Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus, Tuhan kita."

Kata "dinyatakan" (ὁρισθέντος / horisthentos) berarti "ditetapkan" atau "dinyatakan." Jadi, kebangkitan menyatakan apa yang sudah menjadi kenyataan—bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus.

4.6. Mengapa Ini Tidak Bertentangan dengan Ketuhanan Yesus?

Jika Kisah 2:36 berkata "Allah membuat Yesus menjadi Tuhan," itu tidak berarti Yesus sebelumnya bukan Tuhan. Itu berarti: melalui kebangkitan, Allah menyatakan secara publik bahwa Yesus adalah Tuhan.

Analogi: Seorang presiden terpilih sudah menjadi presiden sejak pemilihan, tetapi ia dinyatakan sebagai presiden pada saat pelantikan. Demikian pula, Yesus sudah adalah Tuhan sejak kekekalan, tetapi Ia dinyatakan sebagai Tuhan melalui kebangkitan-Nya.

4.7. Konteks Yahudi: "Membuat" sebagai "Menyatakan"

Dalam tradisi Yahudi, seorang raja Israel diadopsi oleh Allah pada saat penobatannya. Mazmur 2:7 berkata:

"Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN: Ia berkata kepadaku: 'Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.'"

Ini bukan berarti raja itu menjadi anak Allah pada saat penobatan—ia sudah menjadi anak Allah sejak lahir. Tetapi pada saat penobatan, ia dinyatakan sebagai anak Allah secara publik.

Demikian pula, Yesus dinyatakan sebagai Tuhan dan Kristus melalui kebangkitan-Nya. Ia sudah adalah Tuhan sejak kekekalan—tetapi kebangkitan-Nya adalah pengumuman resmi tentang siapa Dia sebenarnya.

---

Bagian 5: Sintesis — Jika Yesus Hanya "Tuan" Manusia, Semua Ini Runtuh

5.1. Argumen dari Septuaginta

1. Dalam Septuaginta, kyrios adalah terjemahan dari YHWH.
2. Orang Yahudi Yunani yang membaca Septuaginta tahu bahwa kyrios = YHWH.
3. Ketika Yesus mengutip Shema dalam Markus 12:29-30, Ia menggunakan kyrios yang merujuk kepada YHWH.
4. Ketika Paulus menulis 1 Korintus 8:6, ia menerapkan kyrios dari Shema kepada Yesus Kristus.
5. Maka: bagi Paulus, Yesus adalah YHWH itu sendiri.

5.2. Argumen dari Kisah 2:36

1. Kisah 2:36 berkata "Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus."
2. Kata "membuat" (epoiēsen) tidak berarti "menciptakan" atau "mengubah" Yesus menjadi Allah.
3. Kata itu berarti "menetapkan" atau "menyatakan" Yesus sebagai Tuhan dan Kristus.
4. Kebangkitan adalah pengumuman resmi tentang siapa Yesus sebenarnya.
5. Maka: Kisah 2:36 meneguhkan ketuhanan Yesus, bukan meniadakannya.

5.3. Jika Yesus Hanya "Tuan" Manusia...

Jika Yesus hanya "Tuan" dalam pengertian manusia biasa, maka:

1. Markus 12:29-30 — Yesus tidak akan mengutip Shema dengan kyrios yang merujuk kepada YHWH.
2. 1 Korintus 8:6 — Paulus tidak akan menerapkan Shema kepada Yesus. Ia akan berkata "satu Allah, yaitu Bapa, dan satu tuan manusia, yaitu Yesus"—tetapi itu tidak masuk akal, karena orang kafir juga punya banyak tuan manusia.
3. Kisah 2:36 — Petrus tidak akan berkata "Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan"—karena jika Yesus hanya tuan manusia, ia sudah menjadi tuan sejak lahir.
4. Yohanes 8:24 — Yesus tidak akan berkata "jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia (ego eimi), kamu akan mati dalam dosamu"—karena ego eimi adalah klaim atas nama ilahi YHWH.
5. Yohanes 20:28 — Tomas tidak akan berkata "Ya Tuhanku dan Allahku!"—dan Yesus tidak akan menerimanya.
6. Filipi 2:10-11 — Paulus tidak akan berkata "setiap lutut harus bertelut... dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan"—karena ini adalah kutipan dari Yesaya 45:23, yang dalam konteks aslinya merujuk kepada YHWH.

5.4. Yesaya 45:23 — Bukti yang Tidak Terbantahkan

Yesaya 45:23 (Ibrani):

"Aku telah bersumpah demi diri-Ku sendiri... bahwa setiap lutut akan bertelut di hadapan-Ku, dan setiap lidah akan bersumpah."

Dalam konteks Yesaya 45, YHWH sedang berbicara tentang diri-Nya sendiri. Ia berkata: "Akulah TUHAN, dan tidak ada yang lain" (Yesaya 45:5). Dan Ia berkata: "Setiap lutut akan bertelut di hadapan-Ku."

Filipi 2:10-11:

"Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan,' bagi kemuliaan Allah, Bapa!"

Paulus mengutip Yesaya 45:23 dan menerapkannya kepada Yesus. Ini berarti: bagi Paulus, Yesus adalah YHWH yang setiap lutut akan bertelut di hadapan-Nya.

Jika Yesus hanya "Tuan" manusia, maka Paulus sedang melakukan penyembahan berhala—karena ia menerapkan penyembahan yang hanya layak bagi YHWH kepada seorang manusia. Tetapi Paulus adalah seorang Yahudi Farisi yang taat. Ia tahu apa yang ia lakukan. Dan ia melakukannya dengan sadar.

---

Bagian 6: Menjawab Keberatan

6.1. Keberatan: "Kyrios Bisa Berarti 'Tuan' Manusia"

Jawaban: Benar. Kata kyrios bisa berarti "tuan" dalam pengertian manusia—seperti "tuan tanah" atau "tuan hamba." Tetapi dalam konteks kutipan Perjanjian Lama, kyrios selalu merujuk kepada YHWH. Ketika Yesus mengutip Shema (Markus 12:29-30), Ia tidak sedang berbicara tentang "tuan manusia." Ia sedang berbicara tentang YHWH. Dan ketika Paulus menerapkan Shema kepada Yesus (1 Korintus 8:6), ia sedang mengatakan bahwa Yesus adalah YHWH.

6.2. Keberatan: "Kisah 2:36 Berkata Allah Membuat Yesus Menjadi Tuhan"

Jawaban: Sebagaimana telah diuraikan, kata "membuat" (epoiēsen) di sini berarti "menetapkan" atau "menyatakan"—bukan "menciptakan" atau "mengubah." Kebangkitan adalah pengumuman resmi tentang siapa Yesus sebenarnya. Ia sudah adalah Tuhan sejak kekekalan—tetapi kebangkitan-Nya menyatakan hal itu secara publik.

6.3. Keberatan: "Yesus Berkata 'Bapa Lebih Besar dari pada-Ku' (Yohanes 14:28)"

Jawaban: Ayat ini berbicara tentang hubungan fungsional dalam ekonomi keselamatan—bukan tentang hakikat Yesus. Dalam inkarnasi, Yesus mengosongkan diri-Nya (Filipi 2:7) dan taat kepada Bapa. Tetapi ini tidak berarti Ia bukan Allah. Ia tetap adalah Allah yang menjadi manusia—dan sebagai manusia, Ia taat kepada Bapa.

6.4. Keberatan: "Yesus Berkata 'Aku Tidak Tahu Harinya' (Markus 13:32)"

Jawaban: Ayat ini juga berbicara tentang keterbatasan dalam inkarnasi. Yesus, sebagai manusia, memiliki keterbatasan—termasuk keterbatasan pengetahuan tentang hari kiamat. Tetapi ini tidak berarti Ia bukan Allah. Ia adalah Allah yang menjadi manusia—dan sebagai manusia, Ia mengalami keterbatasan manusia.

6.5. Keberatan: "Paulus Berkata 'Bagi Kita Hanya Ada Satu Allah, Bapa' (1 Korintus 8:6)"

Jawaban: Benar—tetapi Paulus juga berkata "dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus." Jika Yesus hanya "tuan manusia," maka Paulus sedang berkata bahwa orang Kristen memiliki "satu Allah dan satu tuan manusia"—yang tidak masuk akal, karena orang kafir juga punya banyak tuan manusia. Yang membedakan orang Kristen adalah bahwa mereka menyembah satu Allah dan satu Tuhan—dan Tuhan itu adalah Yesus Kristus.

---

Bagian 7: Kesimpulan — Yesus adalah YHWH

7.1. Ringkasan Argumen

1. Septuaginta menerjemahkan YHWH dengan kyrios.
2. Markus 12:29-30 — Yesus mengutip Shema dengan kyrios yang merujuk kepada YHWH.
3. 1 Korintus 8:6 — Paulus menerapkan Shema kepada Yesus Kristus.
4. Kisah 2:36 — "Allah membuat Yesus menjadi Tuhan" berarti "Allah menyatakan Yesus sebagai Tuhan"—bukan "Allah menciptakan Yesus sebagai Tuhan."
5. Filipi 2:10-11 — Paulus mengutip Yesaya 45:23 (yang merujuk kepada YHWH) dan menerapkannya kepada Yesus.

7.2. Jika Yesus Hanya "Tuan" Manusia...

Jika Yesus hanya "Tuan" dalam pengertian manusia biasa, maka:

· Paulus adalah penyembah berhala—karena ia menerapkan Shema kepada Yesus.
· Tomas adalah penyembah berhala—karena ia berkata "Ya Tuhanku dan Allahku!" kepada Yesus.
· Yesus adalah penipu—karena Ia menerima penyembahan yang hanya layak bagi Allah.
· Seluruh Perjanjian Baru adalah kitab sesat—karena ia terus-menerus menyamakan Yesus dengan YHWH.

Tetapi Paulus bukan penyembah berhala. Tomas bukan penyembah berhala. Yesus bukan penipu. Dan Perjanjian Baru bukan kitab sesat.

Maka: Yesus adalah YHWH itu sendiri.

7.3. Panggilan untuk Percaya

Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya:

"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Matius 16:15)

Petrus menjawab:

"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:16)

Dan Yesus berkata:

"Berbahagialah engkau, Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 16:17)

Pertanyaan itu masih berlaku hari ini. Dan jawabannya—satu-satunya jawaban yang benar—adalah: Yesus adalah Tuhan, YHWH, Allah yang menjadi manusia.

Jika Yesus hanya "Tuan" manusia, maka tidak ada keselamatan dalam nama-Nya. Tetapi karena Yesus adalah YHWH, maka:

"Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah 4:12)

---

Penutup: Definisi yang Tidak Bisa Diubah

Yesus tidak pernah menerima penghormatan sebagai "tuan manusia" saja. Ia menerima penyembahan (Matius 14:33; Yohanes 9:38). Ia mengampuni dosa (Markus 2:5-7). Ia mengklaim otoritas atas hari Sabat (Markus 2:28). Ia berkata "Akulah Dia" (Yohanes 8:24). Ia berkata "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30). Ia menerima pengakuan Tomas: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28).

Dan Paulus—seorang Yahudi Farisi yang taat—menerapkan Shema Israel kepadan-Nya:

"Bagi kita hanya ada satu Allah, yaitu Bapa... dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus." (1 Korintus 8:6)

Jika Yesus hanya "Tuan" manusia, maka semua ini adalah penyembahan berhala. Tetapi Yesus bukan "Tuan" manusia. Yesus adalah YHWH—Allah yang menjadi manusia, yang mati, dan yang bangkit.

Dan itulah definisi yang tidak bisa diubah—baik oleh tradisi, maupun oleh kitab lain.

---

"Sebab jika kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." (Yohanes 8:24)

"Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28)

"Bagi kita hanya ada satu Allah, yaitu Bapa... dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus." (1 Korintus 8:6)

"Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Filipi 2:11)

---

Mar'ot Echad — Satu Allah, satu kasih, satu keselamatan di dalam Kristus.

Amin.
---

Untuk  artikel lainnya silahkan klik/tap, atau copy-paste ke browser link berikut ini :

Komentar

Postingan Populer

Daftar Blog Terkait - Utama

Please Share The Link

Kenapa Yesus Di Baptis ?