Terjemahan - Sebuah Refleksi
Allah tidak dimuliakan oleh karena kebebasan (kemudahan) yang kita inginkan, tapi oleh kebebasan (kemudahan) Nya (anugerah). Ketika sebuah terjemahan yang sangat bebas (mendekati parafrase) dibaca oleh seseorang yang bukan penutur asli bahasa target, masalah serius dapat muncul, antara lain: 1. Ambiguitas dan Kehilangan Nuansa Teologis Terjemahan bebas sering mengganti istilah teknis atau kiasan budaya dengan frasa modern yang "kurang tepat". Misalnya, "domba" (yang penuh makna dalam budaya pastoral Timur Dekat) mungkin diterjemahkan menjadi "pengikut" atau "orang yang lemah". Seorang pembaca non-ibu yang hanya mengandalkan terjemahan ini tidak akan memahami kedalaman simbolisme penggembalaan dalam Mazmur 23 atau Yohanes 10. 2. Tidak Mampu Membedakan Antara "Tafsir" dan "Teks Asli" Parafrase secara inheren mencampurkan interpretasi penerjemah ke dalam teks. Pembaca non-ibu mungkin menganggap semua kata sebagai firman Tuhan ya...