Apakah YHWH Mengenal Dirinya sebagai Allah dan Memiliki Identitas sebagai Allah Bahkan Sebelum Penciptaan?; Menjawab Pertanyaan tentang Identitas Ilahi Sebelum Ada Ciptaan — Berdasarkan Logika dan Referensi Alkitab
Apakah YHWH Mengenal Dirinya sebagai Allah dan Memiliki Identitas sebagai Allah Bahkan Sebelum Penciptaan?
Menjawab Pertanyaan tentang Identitas Ilahi Sebelum Ada Ciptaan — Berdasarkan Logika dan Referensi Alkitab
---
Pendahuluan: Pertanyaan yang Menggoda dan Tidak Boleh Dihindari
Ada pertanyaan yang sering dihindari dalam teologi Kristen — pertanyaan yang menggoda karena menyentuh akar dari seluruh doktrin tentang Allah:
"Jika Allah tidak membutuhkan ciptaan untuk menjadi Allah, maka siapakah yang menyembah-Nya sebelum penciptaan? Siapa yang mengenal Dia sebagai Allah? Karena hanya dengan adanya pengakuan dari yang lain seseorang memiliki status dan identitasnya."
Pertanyaan ini tidak dapat dihindari dengan jawaban "itu misteri" — karena jawaban itu bukan jawaban, melainkan pelarian. Alkitab memberikan jawaban yang jelas — dan jawaban itu adalah Trinitas.
Artikel ini berargumen bahwa:
1. YHWH mengenal diri-Nya sebagai Allah bahkan sebelum penciptaan — karena Ia adalah Trinitas: Bapa, Anak, dan Roh Kudus saling mengenal dan saling memuliakan dalam relasi kekal.
2. Identitas Allah sebagai Allah tidak bergantung pada pengakuan ciptaan — melainkan pada relasi kekal di dalam Trinitas.
3. Yohanes 17 adalah bukti bahwa Yesus sudah ada dan dimuliakan Bapa sebelum dunia dijadikan — dan bahwa relasi ini adalah relasi kekal.
4. Jawaban "itu misteri" adalah pelarian — dan Alkitab tidak mengizinkan kita berlindung di baliknya ketika jawaban sudah dinyatakan.
---
Bagian I: Logika Pertanyaan — Mengapa Identitas Memerlukan "Yang Lain"?
1. Identitas dan Pengakuan
Pertanyaan ini berangkat dari logika sosial: seseorang memiliki identitas hanya jika ada "yang lain" yang mengakui-nya. Seorang raja adalah raja hanya jika ada rakyat yang mengakui-nya. Seorang ayah adalah ayah hanya jika ada anak yang memanggilnya ayah.
Jika logika ini diterapkan pada Allah, maka muncul pertanyaan: Jika Allah adalah Allah bahkan sebelum penciptaan, siapakah yang mengakui-Nya sebagai Allah? Siapa yang menyembah-Nya? Siapa yang mengenal-Nya?
2. Masalah bagi Monoteisme yang Statis
Monoteisme yang statis — yang membayangkan Allah sebagai satu Pribadi yang soliter sebelum penciptaan — menghadapi masalah ini:
· Sebelum penciptaan, tidak ada "yang lain" — tidak ada ciptaan, tidak ada malaikat, tidak ada manusia.
· Jika Allah adalah satu Pribadi yang soliter, maka sebelum penciptaan tidak ada siapa pun yang mengakui-Nya sebagai Allah.
· Maka, apakah Allah baru menjadi Allah setelah penciptaan? Apakah identitas-Nya sebagai Allah bergantung pada ciptaan?
Jawaban "itu misteri" adalah pelarian — karena pertanyaan ini memiliki jawaban yang jelas dalam Alkitab.
---
Bagian II: Jawaban Alkitab — Trinitas sebagai Relasi Kekal
1. Yohanes 17:5 — Kemuliaan Sebelum Dunia
"Dan sekarang, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada." (Yohanes 17:5)
Ayat ini adalah kunci dari seluruh jawaban. Yesus berbicara tentang kemuliaan yang Ia miliki "sebelum dunia ada" — bersama Bapa. Ini berarti:
· Yesus sudah ada sebelum penciptaan — dan Ia memiliki kemuliaan bersama Bapa.
· Relasi antara Bapa dan Anak sudah ada sebelum penciptaan — bukan dimulai pada penciptaan.
· Kemuliaan Anak di hadapan Bapa adalah kemuliaan kekal — bukan kemuliaan yang diberikan setelah inkarnasi.
Dengan demikian, identitas Anak sebagai Anak tidak bergantung pada ciptaan — melainkan pada relasi kekal dengan Bapa.
2. Yohanes 17:24 — Kasih Sebelum Dunia
"Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan." (Yohanes 17:24)
Ayat ini menyatakan bahwa Bapa telah mengasihi Anak "sebelum dunia dijadikan". Ini berarti:
· Kasih antara Bapa dan Anak adalah kasih kekal — bukan kasih yang dimulai pada penciptaan.
· Relasi kasih ini adalah relasi yang sudah ada sebelum ada "yang lain" di luar Allah.
· Identitas Bapa sebagai Bapa dan Anak sebagai Anak tidak bergantung pada ciptaan — melainkan pada relasi kekal di dalam Trinitas.
3. Yohanes 1:1-2 — Firman Bersama Allah pada Mulanya
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah." (Yohanes 1:1-2)
Yohanes menyatakan bahwa Firman (Anak) sudah ada "pada mulanya" — bersama-sama dengan Allah — dan Firman itu adalah Allah. Ini berarti:
· Firman sudah ada sebelum penciptaan — dan Ia adalah Allah.
· Relasi antara Firman dan Allah (Bapa) sudah ada "pada mulanya" — sebelum segala sesuatu diciptakan.
· Identitas Firman sebagai Allah tidak bergantung pada ciptaan — melainkan pada relasi kekal dengan Bapa.
4. Amsal 8:22-31 — Hikmat Sebelum Penciptaan
"TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama... Sebelum gunung-gunung tertanam dan sebelum bukit-bukit lahir, aku sudah ada... ketika Ia menetapkan langit, aku sudah ada di sana... aku adalah anak manis-Nya senantiasa, aku bermain-main di hadapan-Nya senantiasa." (Amsal 8:22-30, ringkas)
Dalam Amsal 8, Hikmat digambarkan sudah ada sebelum penciptaan — bermain-main di hadapan Allah — dan menjadi "anak manis-Nya". Banyak penafsir Kristen melihat ini sebagai petunjuk tentang pra-eksistensi Kristus — yang sudah ada sebelum penciptaan dan berelasi dengan Bapa.
5. Mikha 5:2 — Keluar dari Kekekalan
"Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." (Mikha 5:2)
Ayat ini menyatakan bahwa Mesias memiliki "permulaan sejak purbakala" — sejak dahulu kala — sebelum penciptaan. Ini menunjukkan bahwa Mesias sudah ada sebelum penciptaan — dan memiliki identitas kekal.
---
Bagian III: Trinitas — Identitas Allah Sebelum Penciptaan
1. Allah adalah Kasih Sebelum Penciptaan
"Allah adalah kasih." (1 Yohanes 4:8)
Jika Allah adalah kasih bahkan sebelum penciptaan, maka harus ada objek kasih sebelum penciptaan. Kasih memerlukan "yang lain" — pihak yang mengasihi dan pihak yang dikasihi. Jika Allah adalah satu Pribadi yang soliter sebelum penciptaan, maka Ia tidak dapat disebut "kasih" sebelum penciptaan — karena tidak ada objek kasih.
Trinitas menjawab masalah ini: Bapa mengasihi Anak, Anak mengasihi Bapa, dan kasih di antara Mereka adalah Roh Kudus. Allah adalah kasih sebelum penciptaan — karena Ia adalah Trinitas.
2. Allah adalah Kudus Sebelum Penciptaan
"Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" (Yesaya 6:3)
Kekudusan Allah adalah kekudusan yang kekal — bukan kekudusan yang diberikan oleh ciptaan. Allah adalah kudus sebelum penciptaan — karena kekudusan-Nya adalah hakikat-Nya, bukan gelar yang diberikan ciptaan.
Trinitas menjawab: Bapa, Anak, dan Roh Kudus saling menguduskan satu sama lain dalam relasi kekal. Kekudusan Allah adalah kekudusan relasional — bukan kekudusan yang bergantung pada pengakuan ciptaan.
3. Allah adalah Allah Sebelum Penciptaan
"Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah." (Mazmur 90:2)
Allah adalah Allah "dari selama-lamanya sampai selama-lamanya" — sebelum penciptaan, sebelum gunung-gunung, sebelum bumi. Identitas-Nya sebagai Allah tidak bergantung pada ciptaan — melainkan pada hakikat-Nya yang kekal.
Trinitas menjawab: Bapa, Anak, dan Roh Kudus saling mengenal sebagai Allah dalam relasi kekal. Bapa mengenal Anak sebagai Allah, Anak mengenal Bapa sebagai Allah, dan Roh Kudus mengenal keduanya sebagai Allah. Identitas Allah sebagai Allah tidak bergantung pada ciptaan — melainkan pada relasi kekal di dalam Trinitas.
---
Bagian IV: Mengapa "Misteri" adalah Pelarian yang Tidak Sah?
1. Alkitab Tidak Mengizinkan Kita Berlindung di Balik "Misteri"
Alkitab memang mengakui bahwa ada hal-hal yang tersembunyi bagi kita (Ulangan 29:29). Namun Alkitab juga menyatakan bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya secara cukup bagi kita untuk mengenal-Nya:
"Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya..." (Ulangan 29:29)
Ketika Alkitab sudah menyatakan jawaban — yaitu Trinitas — maka jawaban "itu misteri" adalah pelarian yang tidak sah.
2. Yesus Menyatakan Bapa
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya." (Yohanes 1:18)
Yesus telah menyatakan Bapa — dan dalam Yohanes 17, Ia menyatakan relasi kekal antara Bapa dan Anak sebelum penciptaan. Jika Yesus telah menyatakan-nya, maka kita tidak dapat berlindung di balik "misteri".
3. Paulus Menyatakan Rahasia yang Telah Dibukakan
"Sebab aku telah menerima dari Tuhan apa yang juga kusampaikan kepadamu..." (1 Korintus 11:23)
"Ya, kasih karunia-Nya telah dilimpahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian, sebab Ia telah memberitahukan kepada kita rahasia kehendak-Nya..." (Efesus 1:8-9)
Paulus menyatakan bahwa rahasia Allah telah dibukakan — bukan disembunyikan. Jawaban "itu misteri" adalah pelarian dari tanggung jawab untuk memahami apa yang telah dinyatakan.
---
Bagian V: Logika Trinitas — Identitas dalam Relasi Kekal
1. Identitas Allah adalah Identitas Relasional
Identitas Allah sebagai Allah bukanlah identitas yang soliter — melainkan identitas relasional:
· Bapa adalah Bapa karena Ia memiliki Anak — bukan karena ada ciptaan.
· Anak adalah Anak karena Ia memiliki Bapa — bukan karena ada ciptaan.
· Roh Kudus adalah Roh Kudus karena Ia keluar dari Bapa melalui Anak — bukan karena ada ciptaan.
Identitas ini sudah ada sebelum penciptaan — karena relasi Trinitas adalah relasi kekal.
2. Pengakuan dalam Trinitas
Sebelum penciptaan, Bapa mengakui Anak sebagai Anak, Anak mengakui Bapa sebagai Bapa, dan Roh Kudus mengakui keduanya. Inilah pengakuan yang memberikan identitas — bukan pengakuan ciptaan, melainkan pengakuan di dalam Trinitas.
Yesus mengatakan:
"Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30)
"Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada." (Yohanes 17:5)
Ini adalah pengakuan di dalam Trinitas — yang sudah ada sebelum penciptaan.
3. Allah Tidak Membutuhkan Ciptaan untuk Menjadi Allah
Allah tidak membutuhkan ciptaan untuk menjadi Allah — karena Ia sudah menjadi Allah dalam relasi Trinitas sebelum penciptaan. Ciptaan tidak memberikan identitas kepada Allah — ciptaan hanya mengakui identitas yang sudah ada.
Seperti seorang raja yang sudah menjadi raja bahkan sebelum rakyatnya mengakui-nya — demikian pula Allah sudah menjadi Allah sebelum ciptaan mengakui-Nya. Pengakuan ciptaan tidak menciptakan identitas Allah — pengakuan ciptaan hanya merespons identitas yang sudah ada.
---
Bagian VI: Jawaban atas Pertanyaan — Siapa yang Menyembah Sebelum Penciptaan?
1. Penyembahan dalam Trinitas
Sebelum penciptaan, ada penyembahan di dalam Trinitas:
· Bapa memuliakan Anak — "Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan" (Yohanes 17:24).
· Anak memuliakan Bapa — "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi" (Yohanes 17:4).
· Roh Kudus memuliakan Anak — "Ia akan memuliakan Aku" (Yohanes 16:14).
Penyembahan sebelum penciptaan adalah penyembahan di dalam Trinitas — bukan penyembahan yang dilakukan oleh ciptaan.
2. Siapa yang Mengenal Allah Sebelum Penciptaan?
Yang mengenal Allah sebelum penciptaan adalah Allah sendiri — dalam relasi Trinitas:
· Bapa mengenal Anak — "Tidak seorang pun yang mengenal Anak selain Bapa" (Matius 11:27).
· Anak mengenal Bapa — "Tidak seorang pun yang mengenal Bapa selain Anak" (Matius 11:27).
· Roh Kudus mengenal Allah — "Roh Allah menyelidiki segala sesuatu, juga hal-hal yang terdalam dari Allah" (1 Korintus 2:10).
Pengenalan akan Allah sebelum penciptaan adalah pengenalan di dalam Trinitas — bukan pengenalan yang dilakukan oleh ciptaan.
3. Jawaban Akhir
Pertanyaan: "Jika Allah tidak membutuhkan ciptaan untuk menjadi Allah, maka siapakah yang menyembah-Nya sebelum penciptaan? Siapa yang mengenal Dia sebagai Allah?"
Jawaban: Yang menyembah Allah sebelum penciptaan adalah Allah sendiri — di dalam relasi Trinitas. Bapa memuliakan Anak, Anak memuliakan Bapa, dan Roh Kudus memuliakan keduanya. Yang mengenal Allah sebelum penciptaan adalah Allah sendiri — Bapa mengenal Anak, Anak mengenal Bapa, dan Roh Kudus mengenal keduanya. Identitas Allah sebagai Allah tidak bergantung pada ciptaan — melainkan pada relasi kekal di dalam Trinitas.
Inilah jawaban yang Alkitab berikan — dan ini bukan misteri — ini adalah pernyataan yang jelas.
---
Kesimpulan: YHWH Mengenal Dirinya sebagai Allah Sebelum Penciptaan
Mari kita rangkum:
1. Pertanyaan tentang identitas Allah sebelum penciptaan adalah pertanyaan yang sah — dan Alkitab memberikan jawaban yang jelas.
2. Yohanes 17:5 dan 17:24 menyatakan bahwa Yesus memiliki kemuliaan dan kasih bersama Bapa sebelum dunia dijadikan — dan ini menunjukkan relasi kekal di dalam Trinitas.
3. Allah adalah kasih sebelum penciptaan (1 Yohanes 4:8) — dan kasih memerlukan objek kasih — yang dipenuhi dalam relasi Trinitas.
4. Identitas Allah sebagai Allah adalah identitas relasional — Bapa mengenal Anak, Anak mengenal Bapa, Roh Kudus mengenal keduanya — sebelum penciptaan.
5. Yang menyembah Allah sebelum penciptaan adalah Allah sendiri — di dalam relasi Trinitas.
6. Jawaban "itu misteri" adalah pelarian yang tidak sah — karena Alkitab telah menyatakan jawaban-nya.
7. Allah tidak membutuhkan ciptaan untuk menjadi Allah — karena Ia sudah menjadi Allah dalam relasi Trinitas sebelum penciptaan.
YHWH mengenal diri-Nya sebagai Allah bahkan sebelum penciptaan — karena Ia adalah Trinitas: Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang saling mengenal, saling mengasihi, dan saling memuliakan dalam relasi kekal. Identitas Allah sebagai Allah tidak bergantung pada pengakuan ciptaan — melainkan pada relasi kekal di dalam Trinitas. Yang menyembah Allah sebelum penciptaan adalah Allah sendiri — di dalam relasi Trinitas. Yang mengenal Allah sebelum penciptaan adalah Allah sendiri — Bapa mengenal Anak, Anak mengenal Bapa, dan Roh Kudus mengenal keduanya. Dan jawaban "itu misteri" adalah pelarian yang tidak sah — karena Alkitab telah menyatakan jawaban-Nya: Trinitas. Inilah jawaban yang Alkitab berikan — dan ini bukan misteri — ini adalah pernyataan yang jelas.
YHWH mengenal diri-Nya sebagai Allah — dalam relasi Trinitas — sebelum penciptaan.
Identitas-Nya tidak bergantung pada ciptaan — melainkan pada relasi kekal.
Dan penyembahan sejati adalah penyembahan yang berakar pada relasi Trinitas — kepada Bapa, melalui Anak, dalam Roh Kudus.
---
Soli Deo Gloria.
Komentar
Posting Komentar