Nubuat untuk Muhammad? (3) Kesalahpahaman Islam terhadap Kisah Para Rasul 7:35-37

Kesalahpahaman Islam terhadap Kisah Para Rasul 7:35-37: Nubuat untuk Muhammad?

Pendahuluan

Setelah membahas Matius 12:15-21 dan isu "Kedar" dalam Yesaya, kita kini beralih ke teks lain yang sering diklaim sebagai nubuat tentang Muhammad: Kisah Para Rasul 7:35-37. Teks ini merupakan bagian dari khotbah Stefanus, martir pertama Kristen, di hadapan Mahkamah Agama Yahudi. Klaim apologet Muslim—terutama Ahmed Deedat—menyatakan bahwa ayat 37 khususnya merujuk pada Muhammad, bukan Yesus.

Artikel ini akan mengkaji klaim tersebut secara kritis, dengan menghubungkannya pada pembahasan sebelumnya tentang Matius 12:15-21 dan isu Kedar, serta menunjukkan mengapa interpretasi ini mengalami kesalahpahaman mendasar—baik dari segi konteks Alkitabiah, sejarah, hadis, maupun Al-Qur'an.

---

1. Teks Kisah Para Rasul 7:35-37

"Musa ini, yang telah mereka tolak, dengan mengatakan: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim? — Musa ini telah diutus Allah sebagai pemimpin dan penyelamat dengan perantaraan malaikat yang menampakkan diri kepadanya di dalam semak duri. Dialah yang membawa mereka keluar dengan mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di tanah Mesir, di Laut Teberau dan di padang gurun selama empat puluh tahun. Musa ini, yang telah berkata kepada orang-orang Israel: Dari antara saudara-saudaramu, Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi seperti aku. Dialah yang pada zaman jemaat di padang gurun, bersama-sama dengan malaikat yang berbicara kepadanya di gunung Sinai, bersama-sama dengan nenek moyang kita, menerima perkataan-perkataan yang hidup untuk menyampaikannya kepada kita."

Ayat kunci yang diklaim sebagai nubuat untuk Muhammad adalah ayat 37:

"Musa ini, yang telah berkata kepada orang-orang Israel: Dari antara saudara-saudaramu, Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi seperti aku."

Ini adalah kutipan dari Ulangan 18:15:

"Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan."

---

2. Klaim Apologet Muslim

Argumen utama yang diajukan:

1. "Dari antara saudara-saudaramu" — Musa adalah orang Israel, dan "saudara-saudaramu" diklaim merujuk pada bangsa Arab (keturunan Ismael), sehingga nabi yang dijanjikan adalah Muhammad, bukan Yesus.
2. "Seperti aku" — Musa adalah nabi yang membawa hukum dan pemerintahan, bukan yang bangkit dari kematian. Muhammad diklaim lebih mirip Musa daripada Yesus.
3. Kisah 7:37 dikaitkan dengan Kisah 3:22 — yang juga mengutip Ulangan 18:15, dan diklaim merujuk pada nabi yang akan datang setelah Yesus.
4. Konteks Stefanus — diklaim bahwa Stefanus sedang membela diri di hadapan orang Yahudi, dan ia mengutip nubuat Musa untuk menunjukkan bahwa Mesias yang mereka tunggu adalah Muhammad.

---

3. Ketidaksesuaian dengan Konteks Alkitabiah

a. Siapa "saudara-saudaramu" dalam Ulangan 18:15?

Frasa "dari antara saudara-saudaramu" (Ibrani: miqqerev achicha) dalam Ulangan 18:15 harus dibaca dalam konteks Ulangan 17-18. Konteksnya:

· Ulangan 17:15 — tentang raja: "maka engkau harus mengangkat seorang raja atasmu, yang dipilih TUHAN, Allahmu; dari antara saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat raja atasmu; seorang asing, yang bukan saudaramu, tidak boleh engkau angkat."
· Ulangan 18:15 — tentang nabi: "dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku"

Dalam kedua kasus, "saudara-saudaramu" merujuk pada orang Israel sendiri, bukan bangsa asing. Kata "saudara" (אח, ach) dalam konteks ini berarti sesama orang Israel, bukan keturunan Ismael.

Bandingkan dengan Ulangan 18:18:

"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya..."

Jika "saudara" berarti Arab (Ismael), maka raja yang diangkat dalam Ulangan 17:15 juga harus orang Arab—yang jelas tidak masuk akal, karena raja Israel harus orang Israel.

b. Yesus sebagai penggenapan Ulangan 18:15

Perjanjian Baru secara konsisten mengidentifikasi Yesus sebagai penggenapan Ulangan 18:15:

· Kisah 3:22 — Petrus berkata: "Sebab Musa berkata: TUHAN Allahmu akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku; dialah yang harus kamu dengarkan."
· Kisah 7:37 — Stefanus mengutip ayat yang sama, dan langsung mengaitkannya dengan Yesus (lihat ayat 38-43, di mana Stefanus melanjutkan dengan sejarah Israel dan akhirnya menuduh mereka menolak Mesias).
· Yohanes 1:45 — Filipus berkata: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
· Yohanes 5:46 — Yesus berkata: "Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu percaya kepada-Ku, sebab tentang Aku ini ia menulis."
· Yohanes 6:14 — Orang banyak berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia."
· Yohanes 7:40 — "Beberapa orang dari antara orang banyak itu, setelah mendengar perkataan-perkataan itu, berkata: 'Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.'"

c. Konteks langsung Kisah 7

Stefanus sedang membela diri di hadapan Mahkamah Agama. Ia menceritakan sejarah Israel dari Abraham hingga Musa, dan puncaknya adalah Yesus. Perhatikan:

· Kisah 7:51-53 — Stefanus menuduh para pemimpin Yahudi: "Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus... Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, tetapi kamu tidak menurutinya."
· Kisah 7:55-56 — Stefanus melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
· Kisah 7:59-60 — Stefanus mati sebagai martir, menyerahkan nyawanya kepada Yesus.

Jika Kisah 7:37 merujuk pada Muhammad, maka seluruh khotbah Stefanus menjadi tidak koheren. Stefanus tidak mungkin mengutip nubuat Musa untuk memperkenalkan nabi yang baru akan datang 600 tahun kemudian, ketika ia sendiri sedang membela Yesus sebagai Mesias yang sudah datang.

---

4. Ketidaksesuaian dengan Sejarah Muhammad

a. Muhammad bukan "seperti Musa"

Aspek Musa Muhammad
Bangsa Israel Arab (Quraisy)
Keluarga Lahir di Mesir, dibesarkan di istana Firaun Lahir di Mekah, yatim piatu
Mukjizat Tongkat, laut terbelah, manna, dll. Al-Qur'an (satu-satunya mukjizat menurut sebagian besar teolog)
Pembebasan Membebaskan Israel dari Firaun Tidak membebaskan bangsa dari penjajah
Pemberian hukum Taurat di Sinai Al-Qur'an di Gua Hira
Kepemimpinan Nabi, hakim, panglima Nabi, pemimpin politik, panglima

Meskipun ada beberapa paralel, tidak ada indikasi bahwa "seperti aku" dalam Ulangan 18:15 merujuk pada kemiripan etnis atau politik, melainkan pada peran kenabian—yaitu nabi yang menerima firman Tuhan dan menyampaikannya kepada umat.

b. "Dari antara saudara-saudaramu" tidak mungkin berarti Arab

Jika "saudara-saudaramu" berarti Arab (Ismael), maka:

· Musa berkata kepada orang Israel: "Dari antara saudara-saudaramu" — tetapi orang Israel tidak menganggap Arab sebagai "saudara" dalam pengertian perjanjian.
· Dalam Alkitab, Ismael dan keturunannya dipisahkan dari perjanjian Abraham (Kejadian 21:12; Roma 9:7-8).
· Ulangan 23:7 — "Janganlah engkau membenci orang Edom, karena dia adalah saudaramu." Ini menunjukkan bahwa "saudara" dalam Ulangan merujuk pada bangsa-bangsa kerabat Israel, bukan Arab secara umum.

c. Muhammad tidak pernah diklaim sebagai penggenapan Ulangan 18:15 dalam hadis

Tidak ada satu pun hadis sahih—baik Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, maupun lainnya—yang menyebutkan bahwa Muhammad mengutip atau merujuk pada Ulangan 18:15 atau Kisah 7:37 sebagai nubuat tentang dirinya. Klaim ini murni konstruksi apologetik modern.

---

5. Ketidaksesuaian dengan Al-Qur'an

a. Al-Qur'an tidak mengutip Kisah 7:37

Al-Qur'an tidak pernah mengutip atau merujuk pada Kisah Para Rasul 7:35-37. Klaim bahwa ini nubuat untuk Muhammad adalah interpretasi eksternal yang tidak memiliki dasar dalam Al-Qur'an.

b. Al-Qur'an mengakui Yesus sebagai nabi yang diutus kepada Israel

· QS Ali Imran 3:49 — Yesus berkata: "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu..."
· QS Al-Ma'idah 5:110 — Allah berkata kepada Yesus: "Ingatlah ketika Aku mengajar engkau Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil..."
· QS As-Saff 61:6 — Yesus berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang datang sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)."

Ayat 61:6 sering digunakan untuk mengklaim bahwa Yesus menubuatkan Muhammad. Namun:

· Kata "Ahmad" dalam ayat ini tidak merujuk pada Ulangan 18:15 atau Kisah 7:37.
· Kata "Ahmad" adalah nama (arti: "yang lebih terpuji"), bukan kutipan dari Alkitab.
· Dalam Alkitab, Yesus tidak pernah menyebut nama "Ahmad" atau "Muhammad".
· Yesus dalam Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7 menjanjikan Roh Kudus (Parakletos), bukan nabi manusia. Klaim bahwa Parakletos = "Ahmad" adalah distorsi linguistik yang tidak didukung oleh teks Yunani.

c. Al-Qur'an mengakui bahwa Yesus adalah "seperti Musa"?

Tidak ada ayat Al-Qur'an yang menyatakan bahwa Muhammad "seperti Musa" dalam pengertian Ulangan 18:15. Justru, Al-Qur'an menggambarkan Yesus sebagai nabi yang membawa kitab Injil (QS Al-Ma'idah 5:46), yang paralel dengan Musa yang membawa Taurat.

---

6. Pendapat Sarjana dan Teolog Islam

a. Sarjana Muslim klasik

· Ibnu Katsir dalam tafsirnya tidak pernah menyebut Kisah 7:37 sebagai nubuat tentang Muhammad.
· At-Tabari juga tidak merujuk pada teks ini dalam konteks kenabian Muhammad.
· Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghayb tidak membahas Kisah 7:37 sebagai nubuat.

b. Apologet Muslim modern

· Ahmed Deedat dalam Muhammad in the Bible mengklaim Kisah 7:37 sebagai nubuat untuk Muhammad. Namun, metodologinya sering dikritik karena mengabaikan konteks historis dan sastra.
· Zakir Naik juga menggunakan argumen serupa, tetapi tidak memberikan bukti dari sumber-sumber Islam klasik.

c. Sarjana Muslim kritis

· Muhammad Asad dalam The Message of the Qur'an tidak mengklaim Kisah 7:37 sebagai nubuat untuk Muhammad.
· Abdullah Yusuf Ali dalam komentarnya tidak merujuk pada teks ini.
· Fazlur Rahman tidak mendukung klaim ini.

---

7. Pendapat Sarjana dan Teolog di Luar Islam

a. Sarjana Alkitab

· F.F. Bruce dalam The Acts of the Apostles (NICNT) menegaskan bahwa Kisah 7:37 adalah kutipan Ulangan 18:15 yang diterapkan pada Yesus.
· I. Howard Marshall dalam Acts (TNTC) menyatakan bahwa Stefanus menggunakan nubuat Musa untuk menunjukkan Yesus sebagai penggenapan.
· Ben Witherington III dalam The Acts of the Apostles menekankan bahwa konteks khotbah Stefanus adalah Yesus sebagai Mesias.
· Craig Keener dalam Acts: An Exegetical Commentary menunjukkan bahwa tidak ada dasar untuk mengaitkan teks ini dengan Muhammad.

b. Sarjana Perbandingan Agama

· William Montgomery Watt dalam Muslim-Christian Encounters tidak mendukung klaim bahwa Kisah 7:37 merujuk pada Muhammad.
· Kenneth Cragg dalam The Call of the Minaret mengkritik metodologi apologetik yang memaksakan nubuat Alkitabiah kepada Muhammad.
· Gabriel Said Reynolds dalam The Qur'an and the Bible menunjukkan bahwa klaim semacam ini sering mengabaikan konteks sastra dan historis.

---

8. Hubungan dengan Artikel Sebelumnya (Matius 12:15-21 dan Kedar)

a. Pola yang sama: eisegesis vs. exegesis

Baik dalam Matius 12:15-21, Yesaya 42 (Kedar), maupun Kisah 7:35-37, klaim apologet Muslim menggunakan metode yang sama:

· Mengambil teks di luar konteks
· Mengabaikan struktur sastra
· Mengabaikan penggunaan Perjanjian Baru atas Perjanjian Lama
· Memaksakan makna yang tidak didukung teks

b. "Kedar" dan "saudara-saudaramu"

Dalam artikel sebelumnya, kita melihat bahwa "Kedar" dalam Yesaya 42:11 adalah bangsa yang dipanggil untuk memuji Tuhan, bukan nabi yang membawa wahyu baru. Demikian pula, "saudara-saudaramu" dalam Ulangan 18:15 adalah orang Israel, bukan Arab.

Jika "Kedar" = Muhammad, maka Islam terikat pada etnis Arab—bertentangan dengan universalitasnya. Jika "saudara-saudaramu" = Arab, maka raja dalam Ulangan 17:15 juga harus Arab—yang jelas tidak masuk akal.

c. Yesus sebagai penggenapan

Dalam ketiga kasus:

· Matius 12:15-21 — Yesus adalah Hamba Yahweh
· Yesaya 42:11 — Kedar dipanggil untuk memuji Tuhan karena karya Hamba Yahweh
· Kisah 7:37 — Yesus adalah nabi seperti Musa

Konsistensi Alkitabiah menunjukkan bahwa Yesus adalah pusat penggenapan nubuat, bukan Muhammad.

---

9. Analisis Kritis terhadap Klaim

a. Masalah metodologi

· Eisegesis: Membaca makna ke dalam teks
· Proof-texting: Mengambil ayat tanpa konteks
· Argumentum e silentio: Mengklaim bahwa karena Alkitab tidak menyebut Muhammad, maka nubuat itu tentang Muhammad
· Distorsi linguistik: Memaksakan arti kata Ibrani/Yunani yang tidak didukung

b. Masalah historis

· Muhammad tidak "seperti Musa" dalam pengertian Ulangan 18:15
· Muhammad tidak membebaskan bangsa dari penjajah seperti Musa
· Muhammad tidak memberikan hukum dari gunung seperti Musa
· Muhammad tidak melakukan mujizat massal seperti Musa

c. Masalah teologis

· Dalam Islam, Muhammad adalah nabi terakhir, tetapi Ulangan 18:15 berbicara tentang nabi yang sudah dijanjikan dan akan datang
· Konsep "nabi seperti Musa" dalam Ulangan 18:15 memiliki dimensi perjanjian dan pembebasan yang tidak sesuai dengan konsep kenabian Muhammad
· Yesus adalah satu-satunya yang secara sempurna menggenapi Ulangan 18:15: Ia adalah nabi, imam, dan raja—seperti Musa yang memimpin, memberi hukum, dan menjadi perantara

---

10. Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas, klaim bahwa Kisah Para Rasul 7:35-37 adalah nubuat untuk Muhammad tidak memiliki dasar yang kuat, baik dari:

1. Konteks Alkitabiah — teks ini adalah kutipan Ulangan 18:15 yang secara eksplisit diterapkan Stefanus kepada Yesus.
2. Sejarah Muhammad — banyak detail dalam teks tidak cocok dengan kehidupan Muhammad.
3. Hadis — tidak ada hadis sahih yang mendukung klaim ini.
4. Al-Qur'an — tidak ada ayat yang merujuk pada teks ini sebagai nubuat.
5. Sarjana Muslim — baik klasik maupun modern yang kritis tidak mendukung klaim ini.
6. Sarjana non-Muslim — konsensus akademik menolak klaim ini.

Kesalahpahaman utama terletak pada:

· Salah memahami "saudara-saudaramu" sebagai Arab, padahal itu berarti Israel
· Salah memahami "seperti aku" sebagai kemiripan etnis/politik, padahal itu berarti peran kenabian
· Salah memahami konteks Kisah 7, di mana Stefanus sedang membela Yesus sebagai Mesias

Dengan demikian, Kisah 7:35-37 bukan nubuat untuk Muhammad, melainkan penggenapan nubuat Musa tentang Yesus Kristus sebagai nabi, imam, dan raja yang sempurna.

---

Daftar Pustaka

1. Alkitab Terjemahan Baru (LAI)
2. Ulangan 18:15-18; Kisah 3:22; Kisah 7:35-37; Yohanes 1:45; 5:46; 6:14; 7:40
3. Bruce, F.F. The Acts of the Apostles. NICNT.
4. Marshall, I. Howard. Acts. TNTC.
5. Witherington, Ben. The Acts of the Apostles.
6. Keener, Craig. Acts: An Exegetical Commentary.
7. Geisler, Norman & Saleeb, Abdul. Answering Islam.
8. White, James. What Every Christian Needs to Know About the Qur'an.
9. Reynolds, Gabriel Said. The Qur'an and the Bible.
10. Watt, W. Montgomery. Muslim-Christian Encounters.
11. Cragg, Kenneth. The Call of the Minaret.
12. Deedat, Ahmed. Muhammad in the Bible (untuk klaim yang dikritik).
13. Naik, Zakir. Similarities Between Islam and Christianity (untuk klaim yang dikritik).
14. Ibnu Katsir. Tafsir al-Qur'an al-Azim.
15. At-Tabari. Jami' al-Bayan.
16. Ar-Razi. Mafatih al-Ghayb.

---

Artikel ini disusun untuk tujuan akademik dan dialog antaragama yang jujur, dengan menghormati semua pihak yang terlibat. Fokus utamanya adalah kejelasan tekstual, historis, dan teologis.

Komentar

Postingan Populer

Daftar Blog Terkait - Utama

Please Share The Link

Kenapa Yesus Di Baptis ?