El, YHWH, Yesus: Allah yang Menyelamatkan

El, YHWH, Yesus: Allah yang Menyelamatkan

Pengantar

Artikel ini adalah sebuah pengajaran tentang bagaimana Tuhan menyatakan diri-Nya dalam Alkitab—dari sebutan-sebutan umum yang dikenal manusia, menuju Nama yang kudus, dan akhirnya kepada Pribadi yang menjadi kepenuhan seluruh penyataan: Yesus Kristus.

Tema sentralnya adalah: Tuhan menyatakan diri-Nya untuk menyelamatkan. Setiap nama, setiap sebutan, setiap penyataan memiliki satu tujuan—supaya manusia mengenal Dia, berseru kepada-Nya, dan diselamatkan.

---

Bagian I: El — Sebutan Manusia tentang Tuhan

1.1 Apa Itu "El"?

Dalam bahasa Semit kuno, El (אֵל) adalah kata umum untuk "Tuhan," "dewa," "yang kuat," "yang berkuasa." Kata ini bukan nama pribadi, melainkan kategori—seperti "God" dalam bahasa Inggris, "Theos" dalam Yunani, "Deus" dalam Latin, atau "Allah" dalam bahasa Indonesia.

Bentuk-bentuk turunannya:

· Elohim (אֱלֹהִים) = bentuk jamak → "Allah" atau "dewa-dewa."
· Eloah (אֱלוֹהַּ) = bentuk tunggal puitis.
· El (אֵל) = bentuk pendek.

Dalam dunia kuno, El juga merupakan kepala pantheon Kanaan. Bangsa-bangsa lain menyembah:

· Baal = dewa badai, hujan, kesuburan.
· Asherah = dewi laut.
· Mot = dewa kematian.
· Yam = dewa laut.

Jadi El bukan nama eksklusif Israel. Ia adalah kata umum yang digunakan semua bangsa untuk menyebut "Tuhan" atau "dewa."

1.2 El + Atribut: Sebutan Berdasarkan Pengalaman

Ketika manusia mengenal Tuhan melalui kekuatan alam atau pengalaman hidup, mereka menyebut-Nya dengan El + atribut. Ini adalah cara manusia memproyeksikan pengalaman mereka akan kekuatan ilahi ke dalam nama.

Sebutan Arti Konteks
El Shaddai Allah Mahakuasa Kekuasaan, perlindungan
El Elyon Allah Mahatinggi Langit, supremasi
El Olam Allah Kekal Waktu, kekekalan
El Roi Allah yang Melihat Hagar di padang gurun
El Bethel Allah Bethel Tempat penyataan
El Berith Allah Perjanjian Perjanjian
El Gibbor Allah Pahlawan Peperangan
El Chai Allah yang Hidup Kehidupan

Ini persis seperti:

· God of thunder → dewa badai.
· God of the sea → dewa laut.
· God of war → dewa perang.
· God of fertility → dewa kesuburan.

Manusia menyebut Tuhan sesuai dengan cara mereka mengalami-Nya.

1.3 Masalah dengan Pendekatan "El + Atribut"

Pendekatan ini memiliki keterbatasan mendasar:

1. Terbatas — setiap sebutan hanya menangkap satu aspek.
2. Antropomorfis — Tuhan dibentuk menurut pengalaman manusia.
3. Fragmentaris — banyak "El" → seolah-olah banyak Tuhan.
4. Tidak stabil — jika pengalaman berubah, sebutan berubah.
5. Risiko politeisme — El + El + El = banyak dewa.

Inilah yang terjadi di Kanaan: El menjadi banyak dewa karena manusia mengenal-Nya melalui banyak kekuatan alam.

El adalah perspektif manusia. El adalah permukaan. El adalah pecahan.

---

Bagian II: YHWH — Nama yang Menyatakan Diri

2.1 YHWH Bukan "El + Atribut"

Di tengah banyaknya "El," ada satu Nama yang berbeda secara radikal:

YHWH (יהוה).

· Bukan El + atribut.
· Bukan berasal dari kekuatan alam.
· Bukan berasal dari pengalaman manusia.
· Bukan berasal dari proyeksi.

YHWH adalah penyataan diri Tuhan tentang diri-Nya sendiri.

2.2 Ehyeh Asher Ehyeh

Ketika Musa bertanya kepada Tuhan di semak yang menyala:

"Siapakah nama-Mu?"

Jawabnya: "Ehyeh Asher Ehyeh" (אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה)

"Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi." (Keluaran 3:14)

Perhatikan:

· Ini bukan nama statis.
· Ini bukan substansi.
· Ini bukan sumber dalam arti filosofis.
· Ini adalah kata kerja — menjadi.

YHWH berasal dari akar HYH (היה) = "menjadi." YHWH adalah bentuk kausatif atau perfektif dari "menjadi." Artinya: "Dia yang menyebabkan menjadi" atau "Dia yang adalah menjadi itu sendiri."

2.3 YHWH sebagai Core

Sekarang kita sampai pada inti:

YHWH adalah core, tentang mengapa ada begitu banyak El, tapi hanya satu YHWH di tiap sejarah keselamatan manusia.

Artinya:

· Ada banyak cara manusia mengalami Tuhan → banyak El.
· Tapi hanya satu Tuhan yang menjadi → satu YHWH.
· El adalah perspektif manusia.
· YHWH adalah realitas ilahi.

El = bagaimana manusia melihat Tuhan dari sudut pengalaman mereka.
YHWH = siapa Tuhan sebenarnya dalam diri-Nya sendiri.

El = banyak karena pengalaman manusia banyak.
YHWH = satu karena Tuhan itu satu.

2.4 Mengapa YHWH Harus Memperkenalkan Diri?

Mengapa Tuhan harus berkata kepada Musa:

"Akulah YHWH. Aku menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai El Shaddai, tetapi dengan nama-Ku YHWH Aku belum menyatakan diri-Ku kepada mereka." (Keluaran 6:2-3)

Jawabannya: Karena untuk menyelamatkan.

Mari kita lihat strukturnya:

Tahap Nama Tindakan Tujuan
Bapa Leluhur El Shaddai Berjanji Persiapan keselamatan
Musa YHWH Membebaskan Awal keselamatan
Daud YHWH Sabaoth Memerintah Kerajaan keselamatan
Para Nabi YHWH Menghakimi & mengharapkan Janji keselamatan
Yesus Yeshua Menyelamatkan Penggenapan keselamatan

Di setiap tahap, Tuhan memperkenalkan diri untuk menyelamatkan.

Mengapa harus memperkenalkan diri?

1. Keselamatan membutuhkan pengetahuan akan Yang Menyelamatkan.
   · Kita tidak bisa diselamatkan oleh yang tidak kita kenal.
   · Kita tidak bisa percaya kepada yang tidak kita kenal.
   · Jadi Tuhan harus memperkenalkan diri.
2. Keselamatan membutuhkan hubungan.
   · Keselamatan bukan sekadar tindakan, tapi relasi.
   · Relasi membutuhkan nama.
   · Jadi Tuhan memberikan Nama-Nya.
3. Keselamatan membutuhkan kepercayaan.
   · Kita percaya kepada Nama.
   · "Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." (Roma 10:13)
   · Jadi Nama itu harus dikenal.

Memperkenalkan diri adalah tindakan menyelamatkan.
Memberi Nama adalah tindakan menyelamatkan.
Menyatakan "Aku adalah YHWH" adalah tindakan menyelamatkan.

---

Bagian III: Yesus — Kepenuhan Seluruh Nama

3.1 Makna Nama Yesus

· Yesus (Yunani: Ἰησοῦς, Iēsous) berasal dari Yeshua (Ibrani: יֵשׁוּעַ).
· Yeshua = kependekan dari Yehoshua (יְהוֹשֻׁעַ).
· Yehoshua = YHWH + yasha (יָשַׁע) = "menyelamatkan."
· Artinya: "YHWH adalah keselamatan" atau "YHWH menyelamatkan."

Jadi:

· YHWH = Nama ilahi.
· Yasha = menyelamatkan.
· Yeshua/Yesus = YHWH yang menyelamatkan.

3.2 Pernyataan Malaikat

"Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1:21)

Perhatikan:

· Malaikat tidak berkata: "Namanya Yesus karena ia akan menjadi guru."
· Malaikat tidak berkata: "Namanya Yesus karena ia akan menjadi raja."
· Malaikat berkata: "Namanya Yesus karena ia akan menyelamatkan."

Nama itu sendiri adalah misi.
Nama itu sendiri adalah karya.
Nama itu sendiri adalah keselamatan.

3.3 Semua Nama Menunjuk kepada Yesus

Nama Arti Digenapi dalam Yesus
El Shaddai Allah Mahakuasa Yesus memiliki segala kuasa (Mat 28:18)
El Elyon Allah Mahatinggi Yesus ditinggikan di atas segala nama (Fil 2:9)
El Olam Allah Kekal Yesus adalah Alpha dan Omega (Why 1:8)
El Roi Allah yang Melihat Yesus melihat dan mengasihi (Yoh 1:48)
El Gibbor Allah Pahlawan Yesus adalah pahlawan keselamatan (Yes 9:6)
YHWH Yang Menjadi Yesus adalah "Aku adalah" (Yoh 8:58)
YHWH Sabaoth Tuhan semesta alam Yesus adalah Raja segala raja (Why 19:16)
YHWH Jireh Tuhan menyediakan Yesus adalah Anak Domba yang disediakan (Kej 22:8; Yoh 1:29)
YHWH Rapha Tuhan menyembuhkan Yesus menyembuhkan (Mat 8:16-17)
YHWH Shalom Tuhan damai Yesus adalah damai kita (Ef 2:14)
YHWH Tsidkenu Tuhan keadilan kita Yesus adalah keadilan kita (1 Kor 1:30)
YHWH Shammah Tuhan hadir Yesus adalah Imanuel (Mat 1:23)

Semua nama menemukan kepenuhannya dalam Yesus.

3.4 Mengapa Yesus adalah Kepenuhan?

Karena:

1. Yesus adalah YHWH.
   · "Sebelum Abraham ada, Aku sudah ada." (Yoh 8:58)
   · Yesus mengklaim Nama YHWH untuk diri-Nya.
2. Yesus adalah "Yang Menjadi."
   · Ia menjadi daging (Yoh 1:14).
   · Ia menjadi manusia.
   · Ia menjadi hamba.
   · Ia menjadi dosa (2 Kor 5:21).
   · Ia menjadi kutuk (Gal 3:13).
3. Yesus adalah "Yang Menyelamatkan."
   · Nama-Nya adalah keselamatan.
   · Karya-Nya adalah keselamatan.
   · Diri-Nya adalah keselamatan.

Yesus = YHWH + Yeshua = "Yang Menjadi untuk Menyelamatkan."

Itulah sebabnya:

· Tidak ada nama lain di bawah langit yang olehnya kita diselamatkan (Kis 4:12).
· Nama Yesus adalah nama di atas segala nama (Fil 2:9).
· Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada (Fil 2:10).

---

Bagian IV: Satu Gerakan, Dua Perjanjian

4.1 Struktur Penyataan yang Menyelamatkan

Aspek Perjanjian Lama Perjanjian Baru
Nama YHWH Yesus
Mode Memperkenalkan diri Menjadi manusia
Tindakan Berjanji menyelamatkan Menggenapi keselamatan
Tujuan Persiapan Penggenapan
Sasaran Israel Dunia
Hasil Pengharapan Kenyataan

PL: YHWH memperkenalkan diri untuk menyelamatkan.
PB: YHWH menjadi manusia untuk menyelamatkan.
Keduanya: satu gerakan keselamatan.

4.2 Mengapa YHWH Memperkenalkan Diri di PL?

Karena:

· Tanpa perkenalan, tidak ada pengenalan.
· Tanpa pengenalan, tidak ada kepercayaan.
· Tanpa kepercayaan, tidak ada keselamatan.
· Jadi YHWH memperkenalkan diri → supaya bisa diseru → supaya bisa menyelamatkan.

4.3 Mengapa Yesus adalah Kepenuhan?

Karena:

· Yesus adalah YHWH yang menyelamatkan.
· Yesus adalah Nama yang menyelamatkan.
· Yesus adalah "Yang Menjadi" yang menjadi "Yang Menyelamatkan."
· Di dalam Yesus, seluruh sejarah penyataan mencapai puncaknya.

---

Bagian V: Dari Substansi ke Nama

5.1 Kebuntuan Metafisika

Manusia mencoba memahami realitas terdalam dengan kategori substansi:

· Substansi = materi + bentuk.
· Sumber substansi = harus berbentuk → kontradiksi.
· Analogi → menyesatkan.
· Apofatisme → membingungkan.
· "Substansi yang tak bisa disebut substansi" → kesia-siaan.

Semua usaha ini gagal karena mencoba mengurung Yang Tak Terbatas dalam kategori yang terbatas.

5.2 Jawaban yang Telah Diberikan

Di tengah kebuntuan itu, Alkitab memberikan jawaban:

"Ehyeh Asher Ehyeh" — "Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi."

Tuhan bukan substansi.
Tuhan adalah Yang Menjadi.
Tuhan bukan sumber statis.
Tuhan adalah proses menjadi yang tetap.

Dan YHWH adalah Nama yang menyatakan ini.
Dan Yesus adalah kepenuhan dari Nama itu.

5.3 Struktur yang Menyatukan

Diskusi Metafisika Jawaban Alkitab
Substansi = bahan + bentuk YHWH bukan substansi, Ia adalah menjadi
Sumber harus berbentuk YHWH adalah proses, bukan entitas
Analogi menyesatkan YHWH menyatakan diri, bukan dianalogikan
Apofatisme membingungkan YHWH memberi Nama, bukan negasi
"Substansi tak bisa disebut substansi" YHWH tidak disebut substansi—Ia disebut menjadi
Simbol = representasi + partisipasi Nama adalah kehadiran
Tunggal yang jamak YHWH adalah satu Nama untuk banyak manifestasi

---

Bagian VI: Kesimpulan

6.1 Rumusan Akhir

1. El = sebutan manusia tentang Tuhan berdasarkan pengalaman dan kekuatan alam. Banyak, terbatas, fragmentaris.
2. YHWH = Nama yang menyatakan diri Tuhan. Satu, tak terbatas, utuh. Berarti "Yang Menjadi."
3. Yesus = kepenuhan seluruh nama. Berarti "YHWH menyelamatkan." Ia adalah YHWH yang menjadi manusia untuk menyelamatkan.
4. Mengapa YHWH memperkenalkan diri? Karena untuk menyelamatkan.
5. Mengapa Yesus adalah kepenuhan? Karena Ia datang untuk menyelamatkan.
6. Itulah makna nama Yesus.

6.2 Satu Gerakan Keselamatan

· El → perspektif manusia.
· YHWH → penyataan ilahi.
· Yesus → penggenapan penyataan.
· Semua → menuju satu tujuan: keselamatan.

6.3 Akhirnya

YHWH memperkenalkan diri supaya bisa diseru.
YHWH bisa diseru supaya bisa menyelamatkan.
YHWH menyelamatkan dengan menjadi manusia.
YHWH menjadi manusia dalam Yesus.
Yesus adalah YHWH yang menyelamatkan.
Itulah sebabnya nama Yesus adalah nama di atas segala nama.

"Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi."

Dan apa yang Ia akan menjadi?

Juruselamat.

Itulah YHWH.

Itulah Yesus.

Itulah kepenuhan seluruh nama.

---

Ringkasan untuk Pengajaran

Tema: El, YHWH, Yesus — Allah yang Menyelamatkan.

Poin Utama:

1. El adalah sebutan umum manusia tentang Tuhan berdasarkan pengalaman akan kekuatan alam. Ada banyak: El Shaddai, El Elyon, El Olam, dll.
2. YHWH adalah Nama yang menyatakan diri Tuhan. Berarti "Yang Menjadi." Satu, bukan banyak.
3. YHWH memperkenalkan diri di PL karena Ia akan menyelamatkan.
4. Yesus berarti "YHWH menyelamatkan." Ia adalah kepenuhan seluruh nama.
5. Yesus adalah YHWH yang menjadi manusia untuk menyelamatkan.
6. Di dalam Yesus, semua El menemukan kepenuhannya, semua nama menemukan maknanya, semua penyataan menemukan tujuannya.
7. Keselamatan adalah tujuan dari seluruh penyataan ilahi.

Ayat Kunci:

· Keluaran 3:14 — "Ehyeh Asher Ehyeh."
· Keluaran 6:2-3 — "Akulah YHWH."
· Matius 1:21 — "Namanya Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan."
· Filipi 2:9-11 — "Nama di atas segala nama."
· Kisah 4:12 — "Tidak ada nama lain yang olehnya kita diselamatkan."

---

Penutup:

Dari El ke YHWH, dari YHWH ke Yesus—semuanya adalah satu gerakan:

Tuhan menyatakan diri untuk menyelamatkan.
Tuhan memberi Nama supaya bisa diseru.
Tuhan menjadi manusia supaya bisa menyelamatkan.
Dan nama-Nya adalah Yesus.
Itulah kepenuhan seluruh nama.

"Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi."
Dan Ia menjadi Juruselamat.

Komentar

Postingan Populer

Daftar Blog Terkait - Utama

Please Share The Link

Kenapa Yesus Di Baptis ?