ALLAH, GOD, YHWH - Apa Bedanya?

ALLAH, GOD, YHWH

Memahami Nama-Nama Tuhan dalam Terang Keluaran 6:3

---

Pendahuluan

Dalam dialog antaragama—khususnya antara Kristen dan Islam—sering muncul kebingungan tentang nama Tuhan. Orang Kristen Barat menggunakan "God", orang Arab Muslim menggunakan "Allah", dan Alkitab Ibrani menggunakan "YHWH". Apakah ketiganya merujuk pada Tuhan yang sama? Ataukah ada perbedaan mendasar?

Kebingungan ini diperparah oleh kesalahpahaman umum di kalangan Kristen Eropa yang menganggap "Allah" sebagai klaim eksklusif Islam atas nama Tuhan. Sebaliknya, banyak Muslim yang menganggap "God" sebagai nama tuhan yang berbeda dari "Allah".

Artikel ini akan menunjukkan bahwa pemahaman yang benar tentang Keluaran 6:3 menjadi kunci untuk memahami hubungan antara Allah, God, dan YHWH. Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan yang sama menyatakan diri-Nya secara progresif dengan nama-nama yang berbeda sesuai dengan konteks dan kebutuhan umat-Nya.

---

Bagian 1: Keluaran 6:3 – Kunci Pemahaman

1.1 Teks dan Gramatika

Keluaran 6:3 (Teks Masoret):

וָאֵרָא אֶל־אַבְרָהָם אֶל־יִצְחָק וְאֶל־יַעֲקֹב בְּאֵל שַׁדָּי וּשְׁמִי יְהוָה לֹא נוֹדַעְתִּי לָהֶם

Transliterasi:

"Va'era el-Avraham el-Yitzchak ve'el-Ya'akov be'El Shaddai, ush'mi YHWH lo noda'ti lahem."

Terjemahan harfiah:

"Dan Aku menampakkan diri kepada Abraham, kepada Ishak, dan kepada Yakub sebagai El Shaddai, tetapi nama-Ku YHWH, Aku tidak memperkenalkan diri-Ku kepada mereka."

Fokus pada kata kunci: נוֹדַעְתִּי (noda'ti)

Kata ini adalah bentuk Nif'al (pasif-reflektif) dari akar י.ד.ע (know), dengan sufiks subyek orang pertama tunggal. Secara tata bahasa, noda'ti berarti "Aku membuat diri-Ku dikenal" atau "Aku memperkenalkan diri-Ku" —bukan "Aku dikenal" secara pasif.

Menurut Wilhelm Gesenius dalam Gesenius' Hebrew Grammar, bentuk Nif'al dengan subyek orang pertama seperti ini menunjukkan tindakan ilahi yang aktif, bukan keadaan pengetahuan pasif manusia. Dengan demikian, terjemahan paling akurat adalah:

"...tetapi nama-Ku YHWH, Aku belum pernah memperkenalkan diri-Ku kepada mereka dengan nama itu."

Ini adalah pernyataan tentang aksi Allah, bukan tentang pengetahuan Abraham. Abraham bisa saja mendengar nama YHWH, tetapi ia belum pernah mengalami realitas penuh dari nama itu.

1.2 Fakta Tekstual: YHWH Sudah Dikenal Sebelum Musa

Ayat Pemakaian
Kejadian 2:4 "Ketika TUHAN Allah (YHWH Elohim) menjadikan bumi dan langit..."
Kejadian 4:26 "Pada waktu itu mulailah orang memanggil nama TUHAN (YHWH)."
Kejadian 12:8 Abraham "memanggil nama TUHAN (YHWH)."
Kejadian 15:7 "Akulah TUHAN (YHWH) yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim."
Kejadian 22:14 Abraham menamai tempat itu "TUHAN menyediakan" (YHWH Yireh).

Kesimpulan: Nama YHWH sudah digunakan sejak awal, tetapi realitas penuh dari nama itu—sebagai Pembebas bangsa—baru dinyatakan kepada Musa.

1.3 Makna Sesungguhnya: Wahyu Progresif

Lapisan Makna
Gramatika "Aku belum pernah memperkenalkan diri-Ku dengan nama YHWH melalui tindakan penyelamatan."
Historis-Budaya "Di Mesir, nama menunjukkan fungsi. Sekarang Aku masuk ke fungsi baru: Pembebas bangsa."
Sastra "YHWH adalah nama yang dikaitkan dengan perjanjian dan sejarah, sedangkan El Shaddai dikaitkan dengan alam dan berkat."
Teologis "Allah yang sama menyatakan diri secara progresif. Pengalaman akan nama-Nya berkembang sesuai dengan kebutuhan umat."

Menurut Nahum Sarna dalam Exploring Exodus:

"Ayat ini bukan pernyataan kronologis, melainkan pernyataan teologis. Yang dimaksud adalah: para leluhur belum pernah mengalami tindakan penyelamatan yang sedemikian rupa sehingga nama YHWH menjadi relevan secara penuh. Musa dan generasinya adalah yang pertama kali mengalami pembebasan nasional."

---

Bagian 2: Allah – Bukan Klaim Eksklusif Islam

2.1 Kesalahpahaman Umum di Kalangan Kristen Barat

Banyak pemeluk agama Kristen—khususnya di Eropa dan Amerika—salah paham dengan mengidentifikasi kata "Allah" sebagai klaim eksklusif Islam atas nama Tuhan mereka. Mereka beranggapan:

· "Allah" adalah nama tuhan yang berbeda dari "God" (Inggris), "Deus" (Latin), atau "Theos" (Yunani).
· "Allah" adalah "tuhan orang Arab" atau "tuhan Islam" yang tidak ada hubungannya dengan Yahweh.
· Karena itu, orang Kristen tidak boleh menggunakan kata "Allah" untuk menyebut Tuhan mereka.

Kesalahpahaman ini tidak berdasar secara historis, linguistik, maupun teologis.

2.2 Fakta Historis dan Linguistik: "Allah" Digunakan oleh Kristen Arab dan Non-Arab

Komunitas Kristen Kata yang Digunakan untuk "Tuhan" Keterangan
Kristen Arab Allah (الله) Digunakan sejak sebelum Islam, dalam liturgi dan Alkitab Arab
Kristen Koptik (Mesir) Allah dalam bahasa Arab, atau "Nouthe" dalam Koptik Kristen Koptik menggunakan "Allah" dalam doa berbahasa Arab
Kristen Asiria/Kaldo Alaha (ܐܠܗܐ) Bahasa Aram/Suryani, akar kata yang sama dengan "Allah"
Kristen Indonesia Allah Alkitab Bahasa Indonesia (TB) menggunakan "Allah" untuk Elohim/YHWH
Kristen Malaysia Allah Alkitab Bahasa Malaysia menggunakan "Allah"
Kristen Timur Tengah Allah Alkitab Arab dan liturgi menggunakan "Allah" sejak abad ke-7 M

Fakta kunci:

· Kata "Allah" (الله) adalah kata Arab untuk "Tuhan" yang sudah digunakan oleh orang Arab Kristen sebelum Islam.
· Kata ini berasal dari akar Semit yang sama dengan "El" (אֵל) dalam Ibrani dan "Alaha" (ܐܠܗܐ) dalam bahasa Aram—yang juga digunakan oleh Yesus sendiri.
· Ketika umat Islam menggunakan kata "Allah", mereka meminjam kata yang sudah ada dalam bahasa Arab, bukan menciptakan kata baru.

2.3 "Allah" dalam Alkitab Bahasa Arab

Alkitab Bahasa Arab (Van Dyck, 1865) menggunakan kata "Allah" untuk menerjemahkan:

· Elohim (אֱלֹהִים) → الله
· YHWH (יְהוָה) → الله / الرب (al-Rabb)
· Theos (θεός) → الله

Contoh:

· Kejadian 1:1 (Arab): فِي الْبَدْءِ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
  ("Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.")
· Yohanes 3:16 (Arab): لِأَنَّهُ هَكَذَا أَحَبَّ اللهُ الْعَالَمَ
  ("Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini...")

Jadi, orang Kristen Arab menggunakan kata  "Allah" yang sama dengan yang digunakan oleh umat Islam (ada tambahan S.W.T. ) —tetapi dengan pemahaman teologis yang berbeda tentang siapa Allah itu.

---

Bagian 3: God – Warisan Etimologi yang Sering Diabaikan

3.1 Asal Usul Kata "God"

Kata "God" dalam bahasa Inggris berasal dari:

· Proto-Germanik *gudan (dewa, yang dipanggil)
· Terkait dengan Thor/Donar (dewa petir Germanik)
· Dalam mitologi Norse, "God" bisa merujuk pada dewa-dewa seperti Odin, Thor, dan Freyr

Ironi: Orang Eropa yang menolak "Allah" karena dianggap "tuhan Islam" justru menggunakan kata "God" yang secara etimologis berasal dari tradisi pagan Germanik—bukan dari tradisi Alkitabiah.

3.2 Bagaimana dengan "Theos" dan "Deus"?

Istilah Bahasa Asal Usul Konotasi
Theos Yunani Akar Indo-Eropa *dheh₁- "Dewa" (dalam Perjanjian Baru digunakan untuk YHWH)
Deus Latin Akar Indo-Eropa *deywós "Dewa" (terkait dengan "Zeus" dan "Jupiter")
God Inggris Proto-Germanik *gudan "Dewa" (terkait dengan dewa petir Germanik)
Allah Arab Akar Semit *ʾilāh "Tuhan" (sama dengan "El" dan "Alaha")

3.3 Mengapa Ini Penting?

Orang Eropa yang menggunakan "God" untuk menyebut Tuhan Alkitab tidak menyembah dewa Germanik—mereka menggunakan kata yang telah "dibaptis" untuk merujuk pada YHWH. Demikian pula, orang Arab Kristen yang menggunakan "Allah" tidak menyembah tuhan Islam—mereka menggunakan kata yang telah "dibaptis" untuk merujuk pada YHWH.

Prinsip: Nama bukanlah esensi. Yang penting adalah kepada siapa nama itu ditujukan dan bagaimana Dia dipahami.

---

Bagian 4: YHWH – Nama Perjanjian yang Terlupakan

4.1 Tetragrammaton: Nama yang Terlalu Kudus untuk Diucapkan

YHWH (יהוה) adalah Tetragrammaton—nama empat huruf yang dalam tradisi Yahudi tidak diucapkan, melainkan diganti dengan "Adonai" (Tuhan) atau "HaShem" (Nama).

4.2 Mengapa YHWH Penting?

· YHWH adalah nama perjanjian yang dinyatakan kepada Musa (Keluaran 3:13-15; 6:2-3).
· YHWH adalah nama pembebasan—Allah yang membawa Israel keluar dari Mesir.
· YHWH adalah nama yang hadir—Allah yang setia pada janji-Nya.

4.3 YHWH dalam Al-Qur'an?

Kitab Suci Nama Allah yang Diungkapkan Frekuensi
Alkitab Perjanjian Lama YHWH (Tetragrammaton) ±6.828 kali
Alkitab Perjanjian Baru Kyrios (Terjemahan Yunani untuk YHWH) ±700 kali
Al-Qur'an Allah ±2.698 kali

Fakta: Nama YHWH tidak muncul satu kali pun dalam Al-Qur'an.

4.4 Mengapa Ini Penting?

Keluaran 6:3 mengajarkan bahwa YHWH adalah nama perjanjian yang secara khusus dinyatakan kepada Israel melalui Musa. Jika Al-Qur'an tidak mengandung nama YHWH sama sekali, maka:

· Al-Qur'an tidak berada dalam garis wahyu Israel yang berpusat pada YHWH.
· Muhammad tidak meneruskan wahyu YHWH yang diberikan kepada para nabi Israel.
· Islam, meskipun mengaku sebagai kelanjutan dari iman Abraham, secara tekstual terputus dari nama perjanjian Allah dalam Alkitab.

---

Bagian 5: Menyatukan Makna

5.1 Prinsip Keluaran 6:3: Wahyu Progresif

Keluaran 6:3 mengajarkan bahwa Tuhan yang sama menyatakan diri-Nya dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda:

Zaman Nama Makna Konteks
Para Leluhur El Shaddai Allah Yang Mahakuasa Perlindungan keluarga, berkat
Musa YHWH Aku adalah Aku Pembebasan nasional, perjanjian
Perjanjian Baru Kyrios, Theos Tuhan, Allah Inkarnasi, keselamatan
Arab Kristen Allah Tuhan Liturgi, Alkitab Arab
Barat God Tuhan Warisan Germanik yang dibaptis

5.2 Apakah "Allah" = "YHWH" = "God"?

Aspek Jawaban
Secara linguistik Tidak selalu—berbeda akar bahasa
Secara teologis Ya—jika merujuk pada Tuhan Abraham, Ishak, dan Yakub
Secara praktis Tergantung konteks dan pemahaman

5.3 Kesalahpahaman yang Perlu Dikoreksi

Kesalahpahaman - Koreksi
"Allah" adalah tuhan Islam "Allah" adalah kata Arab untuk Tuhan, digunakan oleh Kristen Arab sebelum Islam
"God" adalah tuhan orang Barat "God" adalah kata Germanik yang telah dibaptis untuk merujuk pada YHWH
"YHWH" hanya milik Yahudi YHWH adalah nama perjanjian yang digenapi dalam Kristus
Muslim menyembah tuhan yang berbeda Muslim menyembah Tuhan yang sama, tetapi memahami-Nya secara berbeda

---

Bagian 6: Implikasi bagi Dialog dan Apologetika

6.1 Bagi Kristen Barat

· Jangan menolak kata "Allah" hanya karena digunakan oleh Islam.
· Akui bahwa Kristen Arab, Koptik, Asiria, Indonesia, dan Malaysia menggunakan "Allah" dalam liturgi mereka.
· Pahami bahwa "God" juga memiliki warisan etimologi yang tidak sepenuhnya Alkitabiah.

6.2 Bagi Kristen Arab dan Non-Arab

· Gunakan "Allah" dengan percaya diri—itu adalah kata yang sah untuk merujuk pada YHWH.
· Jelaskan kepada saudara-saudara Barat bahwa "Allah" bukanlah klaim eksklusif Islam.

6.3 Bagi Dialog dengan Islam

· Akui bahwa Muslim dan Kristen menggunakan kata yang sama—Allah.
· Tetapi jelaskan perbedaan pemahaman: Trinitas, inkarnasi, keselamatan.
· Gunakan Keluaran 6:3 sebagai dasar untuk menjelaskan wahyu progresif.

6.4 Bagi Apologetika

· Jangan terjebak pada perdebatan nama.
· Fokus pada pemahaman tentang siapa Tuhan itu—apakah Dia Trinitas? Apakah Dia berinkarnasi? Bagaimana Dia menyelamatkan?
· Nama adalah pintu masuk, tetapi esensi adalah hubungan.

---

Kesimpulan

Keluaran 6:3 mengajarkan bahwa Tuhan yang sama menyatakan diri-Nya secara progresif:

· Kepada para leluhur sebagai El Shaddai
· Kepada Musa sebagai YHWH
· Kepada bangsa-bangsa sebagai Theos, Deus, God, Allah

Nama-nama ini bukanlah tuhan-tuhan yang berbeda, melainkan panggilan-panggilan yang sah kepada Tuhan yang sama—Tuhan Abraham, Ishak, dan Yakub.

"Allah" bukanlah klaim eksklusif Islam. Kata itu digunakan oleh Kristen Arab, Koptik, Asiria, Indonesia, Malaysia, dan lainnya—sejak sebelum Islam muncul. "God" bukanlah nama tuhan yang berbeda. Kata itu adalah warisan Germanik yang telah dibaptis untuk merujuk pada YHWH. "YHWH" bukanlah nama yang hanya milik Yahudi. Nama itu adalah nama perjanjian yang digenapi dalam Yesus Kristus.

Maka, baik "Allah", "God", maupun "YHWH" adalah panggilan-panggilan sah kepada Tuhan yang sama—meskipun pemahaman manusia tentang Dia selalu berkembang dan tidak pernah habis.

---

Daftar Referensi

Sumber Alkitab:

· Kejadian 1:1; 2:4; 4:26; 12:8; 15:7; 22:14
· Keluaran 3:13-15; 6:2-3; 20:1-2
· Yehezkiel 10:5
· Yoel 1:15
· Yohanes 3:16

Sumber Tata Bahasa dan Filologi:

· Gesenius, Wilhelm. Gesenius' Hebrew Grammar. Diedit oleh E. Kautzsch, terjemahan A. E. Cowley. Oxford: Clarendon Press, 1910.
· Waltke, Bruce K., dan M. O'Connor. An Introduction to Biblical Hebrew Syntax. Winona Lake: Eisenbrauns, 1990.
· Brown, F., Driver, S.R., & Briggs, C.A. A Hebrew and English Lexicon of the Old Testament. Oxford University Press, 1906.
· Lane, Edward William. An Arabic-English Lexicon. London: Williams and Norgate, 1863.

Sumber Komentari Alkitab:

· Childs, Brevard S. The Book of Exodus: A Critical, Theological Commentary. Philadelphia: Westminster Press, 1974.
· Sarna, Nahum M. Exploring Exodus: The Origins of Biblical Israel. New York: Schocken Books, 1996.
· Propp, William H. C. Exodus 1-18: A New Translation with Introduction and Commentary. Anchor Bible. New York: Doubleday, 1999.
· Cassuto, Umberto. A Commentary on the Book of Exodus. Terjemahan Israel Abrahams. Jerusalem: Magnes Press, 1967.

Sumber Sejarah dan Budaya Timur Dekat Kuno:

· Walton, John H. Ancient Near Eastern Thought and the Old Testament: Introducing the Conceptual World of the Hebrew Bible. Grand Rapids: Baker Academic, 2006.
· Kitchen, Kenneth A. On the Reliability of the Old Testament. Grand Rapids: Eerdmans, 2003.

Sumber tentang "Allah" dalam Kristen Arab:

· Griffith, Sidney H. The Church in the Shadow of the Mosque: Christians and Muslims in the World of Islam. Princeton University Press, 2008.
· Cragg, Kenneth. The Call of the Minaret. Oxford University Press, 1956.
· Haddad, Yvonne Yazbeck. Muslims and Christians in the Middle East. University Press of America, 1985.

Sumber tentang Alkitab Bahasa Arab:

· Van Dyck, Eli Smith. Al-Kitab al-Muqaddas (Alkitab Bahasa Arab). Beirut: American Bible Society, 1865.
· Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: LAI, 1974.

Sumber tentang Studi Nama-Nama Allah:

· Mettinger, Tryggve N. D. In Search of God: The Meaning and Message of the Everlasting Names. Terjemahan Frederick H. Cryer. Philadelphia: Fortress Press, 1988.

Sumber tentang Dialog Kristen-Islam:

· Ramadan, Tariq. Western Muslims and the Future of Islam. Oxford University Press, 2004.
· Chapman, Colin. Cross and Crescent: Responding to the Challenge of Islam. InterVarsity Press, 2007.

---

Artikel ini disusun berdasarkan hasil diskusi mendalam tentang Keluaran 6:3, dengan mempertimbangkan seluruh aspek gramatika, sejarah, sastra, linguistik, dan teologi. Semoga menjadi berkat bagi setiap pembaca yang merindukan pengenalan akan Allah yang benar—yang dikenal dengan banyak nama, tetapi tetap satu Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Yesus Di Baptis ?

Kenapa Kristen Kalau Yesus Yahudi ?