Kenapa Kristen Kalau Yesus Yahudi ?
Pertanyaan yang sangat bagus! Mari kita bahas secara bertahap untuk memahami hubungan antara Yudaisme (agama Yahudi) dan Kristen (termasuk Katolik), serta mengapa Yesus yang adalah seorang Yahudi kemudian menjadi pusat iman Kristen.
1. Yesus adalah Orang Yahudi yang Taat
- Yesus lahir, hidup, dan beribadah sebagai seorang Yahudi (Ibrani: Yehudi).
- Dia mengikuti Hukum Taurat (Taurat Musa), merayakan hari Sabat, dan beribadah di Bait Allah (contoh: Lukas 4:16).
- Ketika dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, baptisan itu terjadi dalam konteks gerakan pertobatan Yahudi, bukan dalam rangka mendirikan agama baru.
2. Mengapa Kekristenan (Katolik & Kristen) Berbeda dari Yudaisme?
Meskipun Yesus adalah seorang Yahudi, ajaran-Nya membawa pembaruan spiritual yang akhirnya memisahkan pengikut-Nya dari Yudaisme Rabinik (agama Yahudi modern). Berikut beberapa alasan perbedaan ini:
a. Klaim Yesus sebagai Mesias & Anak Allah
- Orang Yahudi (khususnya para imam dan Farisi) menolak klaim Yesus sebagai Mesias (Juru Selamat) dan Anak Allah (Matius 26:63-66).
- Bagi mereka, Mesias yang dinantikan adalah pemimpin politik yang akan membebaskan Israel dari penjajahan Romawi, bukan seorang yang mati disalib.
- Namun, para murid Yesus percaya bahwa kematian dan kebangkitan-Nya adalah penggenapan nubuat Perjanjian Lama (Yesaya 53, Mazmur 22).
b. Kekristenan Terbuka untuk Semua Bangsa (Bukan Hanya Yahudi)
- Awalnya, pengikut Yesus (yang disebut "Jalan Tuhan" – Kisah 9:2) adalah sekte Yahudi.
- Namun, setelah Pentakosta (Kisah 2), Injil mulai diberitakan kepada orang non-Yahudi (bangsa lain/Gentiles).
- Rasul Paulus (seorang Farisi yang bertobat) menjadi tokoh utama dalam menyebarkan kekristenan ke dunia non-Yahudi (Roma, Yunani, dll).
- Dewan Yerusalem (Kisah 15) memutuskan bahwa orang non-Yahudi tidak perlu disunat atau mengikuti semua hukum Musa untuk menjadi Kristen.
c. Perpecahan antara Sinagoga & Gereja
- Sekitar tahun 70 M (setelah Bait Allah dihancurkan Romawi), Yudaisme Rabinik (yang dipimpin para rabi) dan Kristen semakin terpisah.
- Orang Kristen diusir dari sinagoga (Yohanes 9:22) karena dianggap sesat.
- Katolik (berarti "universal") berkembang sebagai agama terpisah yang berpusat pada Yesus sebagai Tuhan, bukan sekadar nabi Yahudi.
3. Mengapa Katolik (dan Kristen) Bukan Sekte Yahudi?
- Iman Kristen didasarkan pada Yesus sebagai penggenapan janji Allah dalam Perjanjian Lama (Injil = Kabar Baik bahwa Mesias sudah datang).
- Sakramen (seperti Baptisan & Ekaristi) menggantikan beberapa ritual Yahudi (seperti korban binatang).
- Perjanjian Baru (Injil & surat-surat rasul) menjadi otoritas tertinggi bersama Perjanjian Lama.
Kesimpulan
- Yesus adalah seorang Yahudi, tetapi ajaran-Nya melampaui Yudaisme tradisional dan membentuk iman baru (Kristen).
- Katolik adalah kelanjutan dari iman para rasul yang percaya Yesus adalah Tuhan, bukan sekadar rabi Yahudi.
- Yudaisme modern tetap menolak Yesus sebagai Mesias, sedangkan Kristen/Katolik melihat-Nya sebagai penggenapan nubuat Perjanjian Lama.
Jadi, meskipun Yesus beragama Yahudi, kekristenan (termasuk Katolik) berkembang sebagai agama baru karena pengikut-Nya percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang datang untuk menyelamatkan semua bangsa, bukan hanya Israel.
Tuhan Yesus Memberkati
14 Juli 2025
Mantiri AAM
Komentar
Posting Komentar