Polemik Lukas 9:56 dan Kritikus Alkitab
Polemik Lukas 9:56 dan Kritikus Alkitab
Mari kita bedah polemik utamanya:
1. Polemik Utama: Ayat yang "Hilang" atau "Ditambahkan"?
Inilah inti perdebatan tekstualnya.
· Dalam Alkitab versi lama (KJV/AV), Lukas 9:56 berbunyi: "Lalu Ia pergi ke desa lain." Tetapi di bagian tengah ayat tersebut ada tambahan kalimat: "sebab Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan nyawa manusia, melainkan untuk menyelamatkannya."
· Dalam Alkitab versi modern (seperti TB, ESV, NIV) berdasarkan naskah-naskah tertua (seperti Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus), kalimat tengah itu TIDAK ADA. Jadi ayatnya hanya berbunyi: "Lalu mereka pergi ke desa lain."
Kesimpulan kritikus: Mereka menuduh bahwa bagian "datang bukan untuk membinasakan, melainkan menyelamatkan" adalah tambahan belakangan (interpolasi) oleh para juru tulis abad pertengahan untuk membuat Yesus terlihat lebih "lembut", dan tidak pernah diucapkan oleh Yesus asli.
---
2. Mengapa Para Kritikus Mempermasalahkan Hal Ini?
Bagi kritikus tekstual, ini bukan sekadar soal panjang pendek ayat, tetapi soal kredibilitas Alkitab:
1. Naskah terlambat vs terdahulu: Kalimat panjang itu hanya ditemukan dalam naskah-naskah yang lebih muda (abad ke-5 ke atas) dan banyak terdapat dalam gaya tulisan tangan Barat. Sementara naskah tertua (abad ke-4) tidak memuatnya.
2. Kecurigaan Harmonisasi: Para kritikus menduga bahwa juru tulis menyalin kalimat ini dari Lukas 19:10 ("Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang") dan memasukkannya ke dalam kisah di Lukas 9 untuk "melunakkan" tindakan Yesus yang tampak keras terhadap orang Samaria.
---
3. Bagaimana Apologet (Pembela Iman) Menjawab?
Umat Kristen tidak serta-merta panik dengan perbedaan ini. Berikut bantahan rasionalnya:
1. Ayat itu BUKAN Ajaran Sesat: Baik ada maupun tidak ada kalimat itu dalam naskah, isi teologinya tetap Alkitabiah. Konsep "datang untuk menyelamatkan" jelas diajarkan di tempat lain (Yohanes 3:17, Lukas 19:10). Jadi, tidak ada doktrin yang runtuh jika kalimat itu dihilangkan.
2. Prinsip Kritik Tekstual: Para penerjemah modern justru lebih jujur. Mereka tidak menghilangkan kebenaran, tetapi mereka menampilkan apa yang paling mungkin merupakan tulisan asli Lukas. Mereka menaruh kalimat panjang itu di catatan kaki (misalnya di TB2 atau NIV) sebagai varian textual, bukan menghapus kebenarannya.
3. Konteks Narasi Tetap Jelas: Tanpa kalimat tambahan itu pun, narasi di ayat 51-55 sudah sangat jelas. Yakobus dan Yohanes ingin memanggil api dari langit untuk membinasakan orang Samaria yang menolak Yesus. Yesus menegur mereka. Bahkan tanpa ayat 56b, tindakan Yesus yang meninggalkan desa itu dengan damai (bukan membinasakan) sudah cukup membuktikan bahwa sikap Yesus adalah penyelamatan, bukan penghukuman.
---
4. Polemik Tambahan: "Kekerasan" Yesus?
Kritikus lain (seperti Bart Ehrman) menyoroti ayat ini bukan dari sisi tekstual, tetapi dari sisi karakter Yesus. Mereka bertanya:
"Jika Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih, mengapa murid-murid-Nya yang 'dipimpin Roh' justru berpikir untuk membunuh orang Samaria? Dan mengapa Yesus tidak meminta maaf kepada orang Samaria itu?"
Jawaban Apologet:
Kisah ini justru menunjukkan pertumbuhan rohani para murid. Mereka masih dipengaruhi semangat Perjanjian Lama (seperti Elia di 2 Raja-raja 1). Yesus dengan tegas mengoreksi mentalitas itu. Sikap Yesus yang "pergi ke desa lain" (tanpa membalas dendam) adalah teladan tertinggi tentang bagaimana menghadapi penolakan dengan kerendahan hati, bukan dengan kekerasan.
---
Kesimpulan Akhir
Polemik Lukas 9:56 adalah perdebatan tekstual, bukan kontradiksi teologis.
· Bagi kritikus, ini adalah bukti bahwa Alkitab telah berubah sepanjang sejarah.
· Bagi orang percaya, ini adalah bukti bahwa para penerjemah modern bertindak jujur secara akademis, dan esensi pesan Yesus (kasih dan keselamatan) tetap utuh serta terbukti melalui seluruh narasi Injil.
Jika Anda membaca Alkitab saat ini, kalimat "datang untuk menyelamatkan" mungkin berada dalam tanda kurung siku atau catatan kaki. Itu bukan berarti Firman Tuhan salah, melainkan itu adalah upaya para ahli untuk mengembalikan teks sedekat mungkin dengan tulisan asli Lukas.
---
Komentar
Posting Komentar