Salib dalam Perkataan Yesus Sendiri

Salib dalam Perkataan Yesus Sendiri

Sebuah Eksegesis tentang Penderitaan, Kematian, dan Kebangkitan yang Dinyatakan oleh Kristus

---

Abstrak

Artikel ini menjawab keraguan bahwa Yesus "tidak pernah berbicara tentang salib" dengan menunjukkan bahwa seluruh Injil penuh dengan perkataan Yesus tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Dengan menelusuri synoptic Gospels dan Injil Yohanes, artikel ini membuktikan bahwa Yesus secara eksplisit dan berulang kali memberitakan salib sebagai pusat misi-Nya. Mulai dari pemberitaan pertama tentang penderitaan-Nya, hingga pengajaran tentang "kehilangan nyawa" dan "memikul salib," Yesus dengan jelas menyatakan bahwa salib adalah kehendak Bapa dan jalan menuju kemuliaan. Artikel ini juga menghubungkan perkataan Yesus dengan seluruh diskusi kita sebelumnya tentang inkarnasi, kenosis, kasih yang tidak bisa diwakilkan, dan ketaatan sempurna Yesus sebagai Allah yang menjadi manusia.

---

1. Pendahuluan: Apakah Yesus Pernah Berbicara tentang Salib?

Salah satu keberatan yang sering diajukan terhadap iman Kristen adalah: "Yesus sendiri tidak pernah berbicara tentang salib; itu adalah ciptaan Paulus dan para rasul."

Keberatan ini salah secara faktual dan teologis. Yesus berulang kali berbicara tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Bahkan, salib adalah tema sentral dari pengajaran-Nya, terutama menjelang akhir pelayanan-Nya di dunia.

Dalam seluruh rangkaian diskusi kita, kita telah menetapkan bahwa:

1. Yesus adalah Allah yang berinkarnasi—Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan umat-Nya.
2. Kasih yang kudus tidak bisa diwakilkan—Allah sendiri yang turun untuk mati bagi kita.
3. Ketaatan sempurna Yesus adalah bukti bahwa Ia adalah Allah, karena hanya Allah yang dapat taat kepada Allah.
4. Filipi 2:9-11 menegaskan bahwa Yesus adalah Kyrios—YHWH yang berinkarnasi.

Sekarang, kita akan melihat bahwa Yesus sendiri yang pertama kali memberitakan salib—bukan Paulus, bukan para rasul, tetapi Kristus sendiri.

---

2. Pemberitaan Pertama tentang Penderitaan Yesus

2.1. Markus 8:31—Pengumuman Pertama

"Lalu Yesus mulai mengajar mereka, bahwa Anak Manusia harus menderita banyak hal dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari."

Analisis:

Aspek Penjelasan
"Harus" Yesus menggunakan kata δεῖ (dei)—"harus" menunjukkan keharusan ilahi, bukan kecelakaan sejarah.
"Ditolak" Yesus tahu bahwa Ia akan ditolak oleh pemimpin agama Israel.
"Dibunuh" Yesus secara eksplisit meramalkan kematian-Nya.
"Bangkit sesudah tiga hari" Yesus meramalkan kebangkitan-Nya—salib bukanlah akhir.

Rumusan: Yesus sendiri yang pertama kali memberitakan salib. Ini bukan ciptaan Paulus; ini adalah pengajaran langsung dari Kristus.

2.2. Matius 16:21—Pengumuman yang Diulang

"Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan... dan akan dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

Analisis:

· "Sejak waktu itu" —menunjukkan bahwa ini adalah titik balik dalam pelayanan Yesus. Setelah pengakuan Petrus, Yesus mulai secara terbuka mengajarkan tentang salib.
· "Harus pergi ke Yerusalem" —Yerusalem adalah tempat di mana nabi-nabi dibunuh (Matius 23:37), dan Yesus tahu bahwa Ia akan mati di sana.

---

3. Yesus Mengajarkan tentang "Memikul Salib"

3.1. Matius 16:24—Memikul Salib

"Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.'"

Analisis:

Aspek Penjelasan
"Menyangkal diri" Melepaskan kehendak sendiri untuk mengikuti kehendak Allah.
"Memikul salib" Salib adalah alat kematian—mengikuti Yesus berarti mati bagi diri sendiri.
"Mengikut Aku" Mengikuti Yesus berarti berjalan di jalan salib yang sama.

Rumusan: Yesus mengajarkan bahwa salib bukan hanya milik-Nya, tetapi juga jalan bagi setiap pengikut-Nya. Ini adalah panggilan untuk mati bagi diri sendiri dan hidup bagi Allah.

3.2. Lukas 9:23—Salib Setiap Hari

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."

Analisis:

· "Setiap hari" —salib bukanlah peristiwa sekali, tetapi jalan hidup bagi orang percaya.
· Yesus mengajarkan bahwa salib adalah pola kehidupan Kristen—mati bagi dosa dan hidup bagi kebenaran.

---

4. Yesus dan Salib dalam Perumpamaan

4.1. Yohanes 12:24—Biji Gandum yang Jatuh ke Tanah

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia menghasilkan banyak buah."

Analisis:

Aspek Penjelasan
"Biji gandum" Yesus berbicara tentang diri-Nya sendiri—benih yang harus mati untuk menghasilkan buah.
"Jatuh ke dalam tanah dan mati" Ini adalah gambaran salib—kematian Yesus adalah syarat bagi keselamatan banyak orang.
"Menghasilkan banyak buah" Kematian Yesus akan menghasilkan banyak orang percaya—buah dari pengorbanan-Nya.

Rumusan: Yesus mengajarkan bahwa kematian-Nya adalah keharusan untuk menghasilkan kehidupan bagi banyak orang. Ini adalah teologi salib yang diajarkan oleh Yesus sendiri.

4.2. Yohanes 12:32—Ditinggikan dari Bumi

"Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."

Analisis:

· "Ditinggikan dari bumi" —merujuk pada penyaliban (Yohanes 3:14: "Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan").
· "Menarik semua orang" —salib adalah daya tarik universal yang menarik semua orang kepada Kristus.

---

5. Yesus dan Salib dalam Perjamuan Terakhir

5.1. Matius 26:26-28—Perjamuan Kudus

"Sambil mengambil cawan dan mengucap syukur, Ia memberikannya kepada mereka dan berkata: 'Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.'"

Analisis:

Aspek Penjelasan
"Darah-Ku" Yesus merujuk pada kematian-Nya sebagai korban.
"Darah perjanjian" Yesus mengaitkan kematian-Nya dengan perjanjian baru yang dinubuatkan oleh Yeremia (Yeremia 31:31-34).
"Untuk pengampunan dosa" Salib adalah tujuan kedatangan Yesus—pengampunan dosa melalui kematian-Nya.

Rumusan: Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus secara eksplisit mengajarkan bahwa kematian-Nya adalah korban untuk pengampunan dosa. Ini adalah pengajaran langsung dari Yesus tentang salib.

5.2. Lukas 22:19-20—Perjanjian Baru

"Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu... cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu."

Analisis:

· "Diserahkan bagi kamu" —Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai korban.
· "Perjanjian baru" —kematian Yesus adalah penggenapan dari perjanjian baru yang dijanjikan Allah.
· "Darah-Ku" —salib adalah tanda dari perjanjian baru.

---

6. Yesus dan Salib di Getsemani

6.1. Matius 26:39—Doa di Getsemani

"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Analisis:

Aspek Penjelasan
"Cawan ini" Merujuk pada penderitaan salib yang akan Yesus alami.
"Jika sekiranya mungkin" Yesus dalam kemanusiaan-Nya bergumul dengan penderitaan yang akan datang.
"Janganlah seperti yang Kukehendaki" Yesus tunduk pada kehendak Bapa—ini adalah ketaatan sempurna.

Rumusan: Di Getsemani, Yesus secara langsung berbicara tentang salib sebagai cawan penderitaan yang harus Ia minum. Ia tidak lari dari salib; Ia menerima kehendak Bapa.

6.2. Markus 14:36—Doa yang Sama

"Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, jauhkanlah cawan ini dari pada-Ku, tetapi bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi."

Analisis:

· "Abba" —panggilan yang intim, menunjukkan relasi Yesus dengan Bapa.
· "Tidak ada yang mustahil" —Yesus tahu bahwa Bapa dapat menyelamatkan-Nya dari salib, tetapi Ia memilih untuk taat.
· "Kehendak-Mu" —ketaatan Yesus adalah keselamatan bagi kita.

---

7. Yesus dan Salib dalam Pengajaran tentang "Kehilangan Nyawa"

7.1. Matius 16:25—Kehilangan Nyawa untuk Mendapatkannya

"Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya."

Analisis:

Aspek Penjelasan
"Menyelamatkan nyawa" Berusaha menyelamatkan diri dari salib = kehilangan hidup yang sejati.
"Kehilangan nyawa" Rela mati bagi Kristus = menemukan hidup kekal.
"Karena Aku" Salib adalah bagian dari mengikut Kristus.

Rumusan: Yesus mengajarkan bahwa salib adalah jalan menuju kehidupan. Mereka yang mencoba menghindari salib akan kehilangan hidup; mereka yang memikul salib akan menemukan kehidupan sejati.

7.2. Yohanes 12:25—Membenci Nyawa di Dunia Ini

"Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa membenci nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal."

Analisis:

· "Membenci nyawa" —bukan berarti membenci diri sendiri, tetapi rela kehilangan nyawa demi Kristus.
· "Hidup kekal" —salib adalah jalan menuju kebangkitan dan hidup kekal.

---

8. Yesus dan Salib dalam Nubuat tentang Kebangkitan

8.1. Matius 20:17-19—Nubuat Ketiga tentang Penderitaan

"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati, dan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa lain untuk diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."

Analisis:

Aspek Penjelasan
"Diserahkan" Yesus tahu bahwa Ia akan dikhianati dan diserahkan.
"Diolok-olokkan, disesah dan disalibkan" Yesus merinci penderitaan yang akan Ia alami.
"Dibangkitkan pada hari ketiga" Yesus menjanjikan kebangkitan-Nya—salib bukanlah akhir.

Rumusan: Yesus berulang kali meramalkan salib dan kebangkitan-Nya. Ini bukan ciptaan Paulus; ini adalah pengajaran langsung dari Kristus.

8.2. Lukas 18:31-33—Nubuat yang Lebih Terperinci

"Sesungguhnya kami pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi. Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, dihina dan diludahi, dan mereka akan menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."

Analisis:

· "Segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi" —Yesus mengaitkan salib dengan kitab suci Perjanjian Lama (Yesaya 53, Mazmur 22).
· "Diolok-olokkan, dihina dan diludahi" —Yesus mengetahui segala detail penderitaan-Nya.
· "Bangkit" —kemenangan atas maut adalah puncak dari misi-Nya.

---

9. Yesus dan Salib dalam Injil Yohanes: Pengajaran yang Lebih Dalam

9.1. Yohanes 3:14—Ular Tembaga

"Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan."

Analisis:

· "Ular tembaga" —gambaran salib dalam Perjanjian Lama (Bilangan 21:4-9).
· "Harus ditinggikan" —penyaliban adalah keharusan bagi keselamatan.
· "Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal" —salib adalah sumber keselamatan.

9.2. Yohanes 10:11—Gembala yang Baik Menyerahkan Nyawa

"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."

Analisis:

· "Memberikan nyawanya" —Yesus secara sukarela menyerahkan diri-Nya untuk domba-domba-Nya.
· "Bagi domba-dombanya" —salib adalah tindakan kasih yang tidak bisa diwakilkan.

9.3. Yohanes 10:17-18—Kuasa untuk Menyerahkan dan Mengambil Nyawa

"Bapa mengasihi Aku, karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, tetapi Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali."

Analisis:

Aspek Penjelasan
"Memberikan nyawa-Ku" Kematian Yesus adalah tindakan sukarela—bukan paksaan.
"Tidak seorang pun mengambilnya" Yesus adalah Tuhan atas hidup dan mati-Nya.
"Aku berkuasa mengambilnya kembali" Yesus memiliki kuasa untuk bangkit dari kematian.

Rumusan: Yesus secara eksplisit mengajarkan bahwa salib adalah tindakan sukarela dari Allah yang berinkarnasi. Ia tidak mati karena Ia terpaksa; Ia mati karena Ia memilih untuk mati bagi kita.

---

10. Kesimpulan: Yesus Sendiri yang Pertama Kali Memberitakan Salib

Artikel ini telah membuktikan bahwa:

1. Yesus secara eksplisit memberitakan salib—mulai dari Markus 8:31, Matius 16:21, dan seterusnya.
2. Yesus mengajarkan tentang "memikul salib" sebagai jalan bagi setiap pengikut-Nya (Matius 16:24; Lukas 9:23).
3. Yesus menggunakan perumpamaan untuk mengajarkan tentang kematian-Nya sebagai keharusan (Yohanes 12:24).
4. Yesus mengajarkan tentang salib dalam Perjamuan Terakhir—darah-Nya adalah darah perjanjian untuk pengampunan dosa (Matius 26:26-28).
5. Yesus bergumul dengan salib di Getsemani—dan memilih untuk taat kepada Bapa (Matius 26:39).
6. Yesus mengajarkan bahwa salib adalah jalan menuju kehidupan—kehilangan nyawa untuk mendapatkannya (Matius 16:25).
7. Yesus meramalkan salib dan kebangkitan-Nya berulang kali—Matius 20:17-19; Lukas 18:31-33.
8. Yesus mengajarkan bahwa salib adalah tindakan sukarela—Ia memiliki kuasa untuk menyerahkan dan mengambil nyawa-Nya (Yohanes 10:17-18).

---

Rumusan Final

"Yesus sendiri yang pertama kali memberitakan salib. Ia berkata: 'Anak Manusia harus menderita banyak hal... dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.' Ia berkata: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus memikul salibnya.' Ia berkata: 'Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.' Ia berkata: 'Aku memberikan nyawa-Ku... Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.' Salib bukanlah ciptaan Paulus; salib adalah tema sentral dari pengajaran Yesus sendiri. Ia datang untuk mati; Ia mati untuk menyelamatkan; Ia bangkit untuk memenangkan hidup kekal bagi kita. Inilah kasih yang kudus—kasih yang tidak bisa diwakilkan, kasih yang hadir secara pribadi, kasih yang setia sampai mati, dan kasih yang menang atas maut. Inilah monogami ilahi yang sempurna: satu Allah, satu Mempelai Pria, satu inkarnasi, satu pengorbanan, satu keselamatan, untuk selama-lamanya."

---

Soli Deo Gloria.
Yesus sendiri yang memberitakan salib—dan di salib, kasih Allah dinyatakan secara sempurna. Kepada Dia, satu-satunya Allah yang bijaksana, bagi Dia, melalui Dia, dan di dalam Dia, segala kemuliaan untuk selama-lamanya. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Yesus Di Baptis ?

Shalom dan Beshalom

Parakletos ketika beda teologi