Alkitab Asli (Ibrani) Mendukung Oneness?
Alkitab Ibrani Mendukung Oneness
Karena jawabannya bergantung pada: Apa yang di maksud dengan "terjemahan Ibrani"?
· Bahasa Ibrani yang dipakai dalam terjemahan abad 19 adalah Ibrani Modern (atau Ibrani Abad Pertengahan), yang tata bahasanya berbeda dari Ibrani Perjanjian Lama.
· Memaksa konsep Oneness ke dalam PB dengan cara menerjemahkan balik ke Ibrani adalah rekayasa teologis, bukan penemuan arkeologis.
Ada 3 jenis "PB Ibrani" yang perlu dibedakan. Mari saya urutkan dari yang paling tua hingga yang paling muda:
---
1. TERJEMAHAN PALING TUA (Abad ke-1 s/d ke-4 M): Tidak Ada yang "Oneness"
Ini adalah naskah asli PB dan terjemahan Suryani/Peshitta (bukan Ibrani).
· Fakta: PB ditulis dalam bahasa Yunani Koine. Terjemahan ke bahasa Ibrani secara utuh belum ada pada abad-abad awal. Yang ada hanyalah Targum (parafrase Aram) atau kutipan ayat dalam tulisan rabi.
· Konsep Oneness? Justru naskah paling tua (Yunani) sama sekali tidak mendukung Oneness modern (yang menolak Trinitas). Naskah tertua seperti Papirus P52 (th 125 M) dan Codex Sinaiticus (th 350 M) secara eksplisit memuat formula Trinitas awal, misalnya di Matius 28:19 ("dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus"). Jadi, tidak ada terjemahan Ibrani kuno yang "lebih tua" karena pada masa itu belum ada terjemahan Ibrani utuh.
---
2. TERJEMAHAN IBRANI PERTAMA YANG UTUH (Abad ke-9 s/d ke-14 M): Dagesh/Targum Hashiv'im
Terjemahan PB ke dalam bahasa Ibrani yang utuh pertama kali dibuat oleh para rabi Yahudi Abad Pertengahan, bukan oleh Kristen. Tujuannya adalah untuk berdebat melawan Kristen.
· Naskah: Targum Hashiv'im (Terjemahan Tujuh Puluh versi Ibrani) dan naskah-naskah dalam koleksi Bibliothèque Nationale de Paris.
· Karakter: Terjemahan ini justru sangat anti-Oneness. Para rabi dengan sengaja menerjemahkan kata "Kyrios" (Tuhan) untuk Yesus menjadi istilah yang merendahkan, dan mereka menerjemahkan "Roh Kudus" dengan kata-kata yang menekankan pemisahan, bukan kesatuan.
· Usia: Jauh lebih muda dari naskah Yunani (terlambat sekitar 800 tahun).
---
3. TERJEMAHAN IBRANI "ONENESS" MODERN (Abad ke-20 s/d 21): Terjemahan Salkinson-Ginsburg & Roth
Inilah yang paling sering dipakai oleh kelompok Oneness Pentecostal atau Saksi-Saksi Yehuwa (untuk menolak Trinitas). Terjemahan ini dibuat oleh Franz Delitzsch (1877) dan direvisi oleh Isaac Salkinson serta Ginsburg.
· Usia: Akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.
· Rekayasa Oneness: Terjemahan ini dengan sengaja menerjemahkan Yohanes 1:1 ("kai Theos en ho Logos" = Firman itu adalah Allah) menjadi "vehaElohim hayah haDavar" yang bisa ditafsirkan "Firman itu adalah sama dengan Allah" atau bahkan direvisi oleh kelompok Oneness menjadi "Firman itu adalah seorang ilah" (mengikuti jejak terjemahan NWT).
· Fakta Penting: Terjemahan ini BUKAN naskah kuno. Ini adalah terjemahan balik (retro-translation) dari Yunani ke Ibrani modern, yang dilakukan untuk membuktikan agenda teologis tertentu.
---
KESIMPULAN: Mana yang Lebih Tua?
Jika kita bicara usia fisik naskah:
1. Naskah Yunani asli (abad 1-4 M) = PALING TUA.
2. Terjemahan Ibrani utuh pertama (abad 9-14 M) = TUA.
3. Terjemahan Ibrani yang dipakai untuk mendukung Oneness (abad 19-20 M) = PALING MUDA (baru 100-150 tahun lalu).
---
Peringatan Penting :
Kelompok Oneness sering mengklaim bahwa bahasa Ibrani "lebih purba" dan "lebih murni" daripada Yunani, sehingga terjemahan Ibrani modern lebih otoritatif. Secara ilmiah, ini adalah kekeliruan logis (anakronisme).
Jika Anda ingin bukti konkret: Ambil Yohanes 1:1 dalam Codex Sinaiticus (th 350 M). Di situ tertulis καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος (Allah adalah Firman). Tidak ada terjemahan Ibrani mana pun, setua atau semuda apa pun, yang bisa mengubah fakta bahwa naskah tertua menyatakan Yesus sebagai Theos (Allah) secara kualitatif.
---
Komentar
Posting Komentar