Apakah Taurat PB Sesuai Dengan PL
Apakah Taurat PB Sesuai Dengan PL
Apakah penjelasan "digenapi dan diubah" ini sesuai dengan Perjanjian Lama itu sendiri, ataukah itu hanya pembacaan Kristen yang dipaksakan?
Jawaban singkatnya: Ini sesuai dengan PL, tetapi hanya jika kita membacanya dengan "kacamata" yang Yesus sendiri berikan di Lukas 24. Tanpa kunci itu, PL akan tetap tampak sebagai kumpulan 613 hukum yang kontradiktif.
Mari kita bedah pertanyaan ini secara mendalam:
---
1. Apa Maksud Yesus di Lukas 24:46?
"Dan Ia berkata kepada mereka: 'Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.'"
Namun, mari merujuk pada ayat 44-45 yang merupakan konteksnya:
"Ia berkata kepada mereka: 'Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yaitu bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam hukum Taurat dan kitab para nabi dan kitab Mazmur.' Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci." (Luk. 24:44-45)
Di sini Yesus memberikan 3 kunci kanonik:
Kunci Arti
"Ada tertulis" Ini adalah otoritas Kitab Suci (PL). Yesus tidak menambahkan kitab baru, tetapi menafsirkan ulang kitab yang sudah ada.
"Tentang Aku" Ini adalah prinsip hermeneutik (penafsiran): seluruh PL—bukan hanya nubuat, tetapi juga hukum, cerita, dan mazmur—berbicara tentang pribadi Yesus.
"Digenapi" Bukan "dihapus", tetapi diisi maknanya oleh peristiwa Paskah (kematian dan kebangkitan).
Jadi, ketika Yesus berkata "Ada tertulis", Ia sedang mengatakan: "Cara membaca yang benar atas PL adalah dengan melihat bahwa semua hukum, korban, imamat, dan nubuat itu mengarah kepada-Ku."
---
2. Apakah Pembacaan Ini "Kan onik" (Sesuai dengan Kanon PL)?
Ya, secara kanonik—tetapi bukan secara harfiah/gramatikal. Mari kita bedakan:
A. Secara Kanonik (Keseluruhan Kitab)
Kanon PL (Taurat, Nabi, Kitab-kitab) memiliki alur cerita besar:
· Kejadian → Allah menciptakan, manusia jatuh, Allah berjanji akan menyelamatkan (Kej. 3:15).
· Keluaran → Allah membebaskan Israel dari perbudakan dengan darah domba Paskah.
· Imamat → Allah menyediakan korban untuk dosa, tetapi korban itu harus diulang terus.
· Ulangan → Allah berjanji akan membangkitkan seorang nabi seperti Musa (Ul. 18:15).
Dalam alur ini, hukum bukanlah tujuan akhir, tetapi jalan untuk menunjukkan bahwa manusia tidak mampu dan membutuhkan pengganti. Inilah yang Yesus maksud: seluruh kitab PL adalah satu narasi tentang penebusan melalui-Nya.
B. Secara Harfiah/Gramatikal (Per Kata)
Jika Anda membaca PL secara literal tanpa kunci Kristus, maka:
· Hukum Taurat adalah perintah abadi (Im. 23:31: "Ini adalah ketetapan untuk selama-lamanya").
· Tidak ada indikasi eksplisit bahwa korban akan berhenti—kecuali nubuat seperti Yeremia 31:31-34 yang berbicara tentang Perjanjian Baru di mana hukum ditulis di hati, bukan di batu.
Perjanjian Baru justru menggunakan nubuat-nubuat PL itu sendiri untuk membuktikan bahwa PL sudah mengantisipasi perubahan. Contoh:
Nubuat PL - Penggenapan dalam PB
Yeremia 31:31-34 — "Aku akan mengadakan perjanjian baru... Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka" Ibr. 8:8-13 — Hukum lama menjadi usang
Yehezkiel 36:26-27 — "Aku akan memberi kamu hati yang baru... Roh-Ku akan Kuberikan" Kis. 2 — Pencurahan Roh Kudus
Yesaya 53 — "Ia tertikam oleh karena pemberontakan kita" Mat. 8:17; 1 Ptr. 2:24 — Yesus menanggung dosa
Maleakhi 1:11 — "Nama-Ku akan besar di antara bangsa-bangsa... dan di setiap tempat dibakar korban" Ibr. 13:15 — Korban syukur diganti pujian
Jadi, secara kanonik, PL sendiri mengandung benih-benih yang menunjukkan bahwa hukum seremonial dan sipil bersifat sementara, menunggu kedatangan Sang Penggenap.
---
3. Mengapa Yesus Mengatakan "Ada Tertulis" Bukan "Ada Tertulis Ulang"?
Yesus tidak pernah mengatakan "Ada tertulis ulang" atau "Saya ubah teksnya". Ia berkata "Ada tertulis"—teksnya tetap sama. Yang berubah adalah pembacaan.
Perhatikan perbedaan ini:
Cara Membaca Literal (Farisi) - Cara Membaca Kristologis (Yesus)
"Kurban domba harus dipersembahkan" → kita harus mempersembahkan domba
- "Kurban domba harus dipersembahkan" → itu menunjuk pada Anak Domba Allah yang sejati (Yoh. 1:29)
"Jangan membunuh" → jangan bunuh orang
- "Jangan membunuh" → bahkan marah sudah dosa, karena hati adalah sumbernya
"Sabat jangan bekerja" → jangan melakukan pekerjaan fisik
- "Sabat jangan bekerja" → berhentilah berusaha menyelamatkan diri dan beristirahatlah dalam karya-Ku (Ibr. 4:9-11)
Yesus tidak menambahkan kata-kata baru ke dalam PL; Ia menambahkan makna baru yang sudah tersembunyi di dalam teks itu sendiri. Inilah yang disebut hermeneutik tipologis: membaca PL sebagai bayangan (tipos) dari realita yang lebih besar (Kristus).
---
4. Lalu, Apakah Penjelasan tentang 613 Hukum Taurat "Sesuai PL"?
Ya, jika Anda mengikuti logika Lukas 24:44-46. Penjelasan tentang 613 hukum (moral tetap, seremonial digenapi, sipil tidak mengikat) bukanlah penemuan baru, melainkan pengembangan dari apa yang Yesus dan para rasul ajarkan berdasarkan PL itu sendiri.
Mari saya buktikan dengan 3 argumen dari PL yang menunjukkan bahwa hukum Taurat tidak dimaksudkan sebagai aturan abadi:
Argumen 1: PL Mengatakan Hukum Itu Sementara (Yeremia 31:31-34)
"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda... bukan seperti perjanjian yang Kuadakan dengan nenek moyang mereka... Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka."
Ini adalah nubuat kanonik bahwa akan ada perjanjian baru dengan hukum yang ditulis di hati, bukan di batu. Jadi, PL sendiri mengakui bahwa sistem Taurat akan berakhir dan diganti dengan yang baru.
Argumen 2: PL Mengatakan Korban Tidak Pernah Cukup (Mazmur 40:7; 51:18-19)
"Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian... tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut." (Mzm. 40:7)
"Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya aku mempersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahan yang berkenan kepada Allah ialah roh yang patah." (Mzm. 51:18-19)
Daud, yang hidup di bawah Taurat, sudah menyadari bahwa korban fisik tidak cukup. Ini adalah celah dalam PL sendiri yang menantikan korban rohani—yaitu Kristus.
Argumen 3: PL Mengatakan Ada Nabi Seperti Musa yang Akan Datang (Ul. 18:15-19)
"Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan."
Petrus dan Stefanus dalam PB menggunakan ayat ini untuk membuktikan bahwa Yesus adalah nabi itu (Kis. 3:22-23; 7:37). Jika Yesus adalah "Nabi seperti Musa", maka otoritas-Nya setara dengan Musa—bahkan lebih tinggi, karena Ia berbicara sebagai Anak, bukan hamba (Ibr. 3:1-6). Artinya, penafsiran Yesus atas Taurat memiliki otoritas kanonik karena Ia adalah penggenapan Ulangan 18.
---
5. Jawaban Akhir: "Ada Tertulis" Secara Kanonik
Ketika Yesus berkata "Ada tertulis" di Lukas 24, Ia tidak merujuk pada satu ayat tertentu, tetapi pada keseluruhan kanon PL sebagai satu kesatuan naratif yang:
1. Menubuatkan penderitaan dan kebangkitan-Nya (ayat 46).
2. Mengarahkan kepada pertobatan dan pengampunan dosa dalam nama-Nya (ayat 47).
3. Memberi otoritas kepada para rasul untuk memberitakan Injil ke semua bangsa (ayat 47-48).
Jadi, penjelasan tentang 613 hukum Taurat—bahwa moral tetap, seremonial digenapi, sipil tidak mengikat—adalah pembacaan kanonik yang sesuai dengan PL, karena:
· Kanon PL sendiri berisi nubuat tentang perjanjian baru (Yer. 31).
· Kanon PL sendiri berisi kritik terhadap korban yang tidak cukup (Mzm. 40, 51).
· Kanon PL sendiri berisi janji nabi seperti Musa (Ul. 18) yang akan berbicara dengan otoritas final.
Dengan kata lain: Yesus tidak "mengubah" PL; Ia "membuka" PL (Luk. 24:45) sehingga makna sebenarnya menjadi terlihat.
---
6. Perbandingan Ringkas: Pandangan Yahudi vs. Kristen tentang "Ada Tertulis"
Aspek
- Pandangan Yahudi (Rabbinik)
- Pandangan Kristen (Yesus di Luk. 24)
Status PL
- Taurat tertulis dan lisan tetap berlaku abadi
- PL adalah bayangan yang digenapi dalam Kristus
Cara baca
-:Literal-gramatikal + tradisi lisan
- Kristologis-tipologis—semua mengarah ke Yesus
Hukum Seremonial
- Tetap berlaku (kurban hanya berhenti karena Bait Suci runtuh, tetapi akan dipulihkan)
- Digenapi dan dihentikan karena Kristus adalah korban sempurna
Nabi seperti Musa
- Belum datang atau bukan Yesus
- Yesus adalah nabi itu, dan otoritas-Nya mengubah penafsiran
---
Kesimpulan Final
Ya, penjelasan ini sesuai dengan PL secara kanonik, karena:
1. Yesus sendiri di Luk. 24 menggunakan seluruh kanon PL (Taurat, Nabi, Mazmur) untuk membuktikan penggenapan.
2. PL sendiri mengandung nubuat internal tentang perjanjian baru, penghentian korban, dan kedatangan nabi terakhir.
3. Penafsiran Kristen bukanlah penambahan pada PL, tetapi penyingkapan dari apa yang sudah tersembunyi di dalamnya.
Inilah yang membuat pembacaan Yesus "kanonik"—Ia tidak membuang PL, tetapi menunjukkan tujuan akhir PL, yaitu diri-Nya sendiri. Seperti yang Ia katakan:
"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku." (Yoh. 5:39)
---
Komentar
Posting Komentar