Parakletos ketika beda teologi

 Parakletos ketika beda teologi 


Berikut analisis mendalam tentang klaim bahwa "Ahmad" (أحمد) adalah terjemahan Arab untuk "Parakletos" dalam Yohanes 14:16, ditinjau dari:  

(1) Hermeneutika teks Yunani, (2) Eksegese bahasa Arab, dan (3) Konteks linguistik Semitik.


---


 I. Analisis Teks Yohanes 14:16 dalam Bahasa Asli  

 A. Bahasa Yunani (Original NT)  

- "Parakletos" (παράκλητος):  

  - Arti literal: "Yang dipanggil untuk mendampingi" (dari para = di samping, kalein = memanggil).  

  - Makna teologis:  

    - Dalam Yohanes 14:16: Penghibur/Penolong/Pembela (RSV: "Helper", KJV: "Comforter").  

    - Dalam 1 Yoh 2:1: Yesus sebagai "Parakletos" (Pembela di hadapan Bapa).  


 B. Versi Suryani/Aram (Peshitta)  

- "Parakletos" diterjemahkan sebagai "Menahmana" (ܡܢܚܡܢܐ):  

  - Berarti "Penghibur" (kognat dengan Ibrani "Naḥam" = menghibur).  

  - Tidak ada kaitan linguistik dengan "Ahmad".  


---


 II. Klaim "Ahmad" sebagai Terjemahan Parakletos  

 A. Sumber Klaim  

- Berasal dari QS 61:6:  

  > "Dan ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata: 'Wahai Bani Israil... aku memberi kabar gembira tentang seorang rasul yang akan datang setelahku, namanya Ahmad.'"  

- Isu: Apakah "Ahmad" merujuk pada "Parakletos" dalam Injil Yohanes?  


 B. Problematika Linguistik  

1. Perbedaan Akar Kata:  

   - Yunani "Parakletos" (παράκλητος) vs. Arab "Ahmad" (أحمد).  

   - Tidak ada hubungan etimologis antara kedua kata ini.  


2. Kesalahan Fonetik:  

   - Klaim bahwa "Parakletos" bisa dibaca sebagai "Periklytos" (yang termasyhur) tidak didukung naskah Yunani kuno.  

   - Naskah Yunani tertua (Codex Sinaiticus/Vaticanus) konsisten menulis "Parakletos".  


3. Makna "Ahmad" dalam Arab:  

   - Bentuk superlatif dari "ḥamida" (memuji) = "Yang paling terpuji".  

   - Tidak terkait dengan konsep "penghibur" atau "pembela".  


---


 III. Hermeneutika dan Eksegese  

 A. Konteks Yohanes 14:16  

- Janji Yesus tentang Roh Kebenaran:  

  > "Aku akan meminta Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Parakletos lain... yaitu Roh Kebenaran." (Yoh 14:16-17).  

- Dalam teologi Kristen: Ini merujuk pada Roh Kudus (Yoh 16:7-14), bukan figur manusia.  


 B. Konteks QS 61:6  

- Nubuat tentang Nabi Muhammad:  

  - "Ahmad" di sini adalah nama alternatif Nabi (QS 33:40).  

  - Tidak ada indikasi bahwa ini adalah terjemahan "Parakletos".  


 C. Perspektif Bahasa Semitik  

- Akar "Ḥ-M-D" (Arab) vs "Ḥ-M-D" (Ibrani):  

  - Arab: "Ahmad" = pujian.  

  - Ibrani: "Ḥamad" = keinginan (tidak terkait).  

- Tidak ada tradisi Yahudi/Nasrani yang menghubungkan "Parakletos" dengan akar "Ḥ-M-D".  


---


 IV. Tabel Perbandingan Konsep  

| Aspek         | Parakletos (Yoh 14:16) | Ahmad (QS 61:6) |  

|--------------------|----------------------------|----------------------|  

| Bahasa Asli    | Yunani (παράκλητος)         | Arab (أحمد)          |  

| Makna          | Penghibur/Pembela           | Yang paling terpuji  |  

| Fungsi         | Roh Kudus (Yoh 16:7)        | Nabi manusia         |  

| Akar Kata      | Kalein (memanggil)          | Ḥamida (memuji)      |  


---


 V. Kesimpulan  

1. "Ahmad" bukan terjemahan dari "Parakletos":  

   - Keduanya berasal dari akar bahasa berbeda tanpa kaitan linguistik.  

   - Tidak ada naskah kuno (Yunani/Suryani/Ibrani) yang mendukung klaim ini.  


2. Perbedaan teologis mendasar:  

   - Parakletos: Roh Kudus dalam Kristen.  

   - Ahmad: Nama Nabi Muhammad dalam Islam.  


3. Klaim ini muncul dari:  

   - Upaya apologetis abad pertengahan.  

   - Kesalahan memahami fonetik Yunani-Arab.  


Catatan akhir:  

- Jika "Ahmad" dirujuk dalam Injil, seharusnya ada jejaknya dalam naskah Kristen awal (tidak ada).  

- Qur'an sendiri tidak menyatakan bahwa "Ahmad" adalah terjemahan "Parakletos".  



Berikut rekonstruksi lengkap tentang bentuk dan bunyi "Parakletos" dalam bahasa Arab pada zaman Nabi Muhammad ﷺ serta perkembangannya dalam terjemahan Arab modern, dilengkapi analisis linguistik dan bukti historis:


---


 I. Rekonstruksi "Parakletos" dalam Bahasa Arab Abad ke-6 M  

 A. Latar Belakang  

- Parakletos (παράκλητος) adalah kata Yunani yang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Arab klasik.  

- Komunitas Kristen Arab pra-Islam (seperti di Najran/Hirah) mungkin mengenal kata ini melalui:  

  - Versi Suryani/Aram: "Menahmana" (ܡܢܚܡܢܐ) = "Penghibur".  

  - Bahasa Arab Ghassaniyah: Dialek Kristen Arab yang terpengaruh Yunani/Suryani.  


 B. Bentuk Arab Pra-Islam yang Mungkin  

1. Transliterasi Fonetik:  

   - Parakletos → فَرَقْلِيط (Faraqlīṭ) atau بَرَقْلِيط (Baraqlīṭ).  

   - Contoh:  

     - Dalam naskah Kristen Arab abad ke-8 M, kata ini muncul sebagai "فارقليط" (Faraqlit).  

     - Tanpa vokal: فرقليط (F-R-Q-L-Y-Ṭ).  


2. Terjemahan Makna:  

   - Jika diterjemahkan (bukan ditransliterasi), mungkin:  

     - "Al-Mu’azzi" (المعزي) = "Penghibur" (dari akar ‘-Z-Y).  

     - "An-Nasir" (النصير) = "Penolong" (mirip makna "Parakletos").  


 C. Bukti Historis  

- Naskah Kristen Arab tertua (abad ke-9 M) menunjukkan transliterasi "Faraqlit", bukan terjemahan.  

- Tidak ada bukti komunitas Arab Mekah/Madinah mengenal istilah ini sebelum Islam.  


---


 II. "Parakletos" dalam Terjemahan Arab Modern  

 A. Transliterasi Standar  

- "البارقليط" (Al-Bāraqlīṭ):  

  - Digunakan dalam Al-Kitab Al-Muqaddas (Al-Injil) terbitan Lembaga Alkitab Timur Tengah.  

  - Contoh: Yohanes 14:16:  

    > "وَأَنَا أَطْلُبُ مِنَ الآبِ فَيُعْطِيكُمْ بَارَقْلِيطاً آخَرَ"  


 B. Terjemahan Makna  

1. "المعزي" (Al-Mu’azzī):  

   - Digunakan oleh Gereja Ortodoks Suriah/Koptik.  

   - Berasal dari akar ‘-Z-Y (menghibur).  


2. "المعين" (Al-Mu’īn):  

   - Arti: "Penolong".  

   - Dipakai dalam beberapa terjemahan Protestan.  


3. "المحامي" (Al-Muḥāmī):  

   - Arti: "Pembela" (dalam konteks hukum).  


 C. Perbandingan Versi  

| Versi               | Kata yang Dipakai | Jenis         |  

|--------------------------|-----------------------|-------------------|  

| Terjemahan Katolik   | البارقليط            | Transliterasi     |  

| Terjemahan Ortodoks  | المعزي               | Terjemahan makna  |  

| Terjemahan Protestan | المعين               | Terjemahan makna  |  


---


 III. Analisis Hermeneutika  

 A. Mengapa "Ahmad" Tidak Masuk sebagai Terjemahan?  

1. Perbedaan Konsep:  

   - Parakletos = Fungsi (penghibur/pembela).  

   - Ahmad = Nama diri (bukan fungsi).  


2. Tradisi Terjemahan Kristen:  

   - Selalu mempertahankan transliterasi atau terjemahan makna, tidak mengganti dengan nama.  


 B. Klaim Islam tentang "Ahmad"  

- QS 61:6 merujuk pada nubuat tentang Nabi Muhammad ﷺ, bukan terjemahan "Parakletos".  

- Tidak ada naskah Injil kuno (Yunani/Suryani/Ibrani) yang menggunakan "Ahmad" untuk "Parakletos".  


---


 IV. Contoh Visualisasi Perkembangan Kata  

Yunani Kuno  

Παράκλητος → Transliterasi Arab Kuno: فَرَقْلِيط → Arab Modern: البارقليط  


Proses Terjemahan:  

- Jika mengikuti makna:  

  "Penghibur" → المعزي  

  "Penolong" → النصير  


---


 V. Kesimpulan  

1. Pada Zaman Nabi Muhammad ﷺ:  

   - Kata "Parakletos" tidak dikenal di Mekah/Madinah.  

   - Jika ada, akan ditransliterasi sebagai "Faraqlit" atau diterjemahkan "Al-Mu’azzi".  


2. Dalam Terjemahan Modern:  

   - Transliterasi: البارقليط (Al-Baraqlit).  

   - Terjemahan Makna: المعزي (Penghibur).  


3. "Ahmad" bukan terjemahan "Parakletos":  

   - Klaim ini adalah tafsir Islam atas QS 61:6, bukan fakta linguistik.  


Catatan Penting:  

- Naskah Injil bahasa Arab tertua (abad ke-8/9 M) sudah menggunakan "Faraqlit", membuktikan tidak ada kaitan dengan "Ahmad".  

- Istilah "Al-Mu’azzi" lebih dekat dengan makna asli "Parakletos" dalam Yohanes 14:16.  


Klik atau Tap disini untuk baca Artikel Lainnya


Tuhan Memberkati


8 Juli 2025

Mantiri AAM



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Bagian 1

Daftar Isi Artikel