Bukti Yesus Menanggung Dosa dalam Kemanusiaan-Nya

Bukti Yesus Menanggung Dosa dalam Kemanusiaan-Nya

Sebuah Sintesis Mishkan Basar, Perjamuan, Penyaliban, dan Robeknya Tirai Mahakudus

---

Abstrak

Artikel ini merupakan sintesis final dari seluruh diskusi sebelumnya tentang Mishkan Basar (Kemah Daging) sebagai model teologi inkarnasi yang berbasis bahasa Ibrani. Dengan menelusuri bukti-bukti Alkitabiah—Yohanes 1:14 (Firman menjadi daging dan berkemah di antara kita), peristiwa Perjamuan Terakhir, penyaliban, penyerahan nyawa Yesus, dan robeknya tirai Bait Suci—artikel ini menunjukkan bahwa Yesus menanggung dosa dalam kemanusiaan-Nya (basar/flesh), bukan hanya dalam keilahian-Nya. Robeknya tirai Mahakudus pada saat kematian Yesus adalah bukti bahwa pengurbanan Yesus sebagai Mishkan Basar diterima oleh Bapa, sehingga akses ke hadirat-Nya terbuka bagi semua yang percaya.

Kata kunci: Mishkan Basar, kemanusiaan Yesus, penyaliban, tirai Mahakudus, Perjamuan, akses ke hadirat Allah

---

Daftar Isi

1. Pendahuluan: Mengapa Kemanusiaan Yesus Menjadi Fokus
2. Firman Menjadi Daging dan Berkemah di Antara Kita (Yohanes 1:14)
3. Mishkan Basar: Yesus sebagai Kemah Daging
4. Perjamuan Terakhir: Antisipasi Kurban Kemanusiaan Yesus
5. Penyaliban: Puncak Penanggungan Dosa dalam Basar
6. Penyerahan Nyawa: Tindakan Sukarela Kemanusiaan Yesus
7. Robeknya Tirai Mahakudus: Bukti Penerimaan Bapa
8. Akses ke Hadirat Allah: Konsekuensi bagi Orang Percaya
9. Kesimpulan: Kemanusiaan Yesus sebagai Sarana Keselamatan

---

Bagian 1: Pendahuluan — Mengapa Kemanusiaan Yesus Menjadi Fokus?

1.1 Problem Teologis yang Perlu Dijelaskan

Selama berabad-abad, teologi Kristen (terutama setelah Konsili Kalsedon) cenderung menekankan bahwa Yesus menanggung dosa dalam keilahian-Nya atau setidaknya "dalam kedua natur-Nya." Hal ini memunculkan pertanyaan-pertanyaan sulit:

Pertanyaan 
- Problem

Jika Allah tidak bisa mati, bagaimana Yesus yang adalah Allah bisa mati? 
- Patripasianisme (Bapa ikut menderita) atau Nestorianisme (Yesus terbagi)

Jika Yesus menanggung dosa dalam keilahian-Nya, apakah Allah berubah menjadi gelap? 
- Kontradiksi dengan 1 Yohanes 1:5 (Allah adalah terang)

Mengapa Yesus berseru "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" jika keilahian-Nya tetap utuh? 
- Seolah-olah keilahian Yesus ditinggalkan

1.2 Tesis Artikel

Artikel ini akan menunjukkan bahwa berdasarkan bukti Alkitabiah yang konsisten, Yesus menanggung dosa dalam kemanusiaan-Nya (basar)—bukan hanya dalam keilahian-Nya. Kemanusiaan Yesus adalah "Mishkan Basar" (Kemah Daging) yang ditempati oleh kehadiran Allah (Shekhinah), dan dalam kemah daging inilah dosa dunia ditanggung, dikorbankan, dan dikalahkan.

Bukti-bukti utama yang akan ditelusuri:

1. Yohanes 1:14 — Firman menjadi daging (sarx/basar) dan berkemah (eskēnōsen) di antara kita
2. Perjamuan Terakhir — Roti dipecahkan melambangkan tubuh Yesus yang diserahkan
3. Penyaliban — Yesus mati secara fisik sebagai manusia
4. Penyerahan nyawa — Yesus menyerahkan nyawa-Nya (tindakan sukarela kemanusiaan)
5. Robeknya tirai — Bukti bahwa Bapa menerima kurban kemanusiaan Yesus

---

Bagian 2: Firman Menjadi Daging dan Berkemah di Antara Kita (Yohanes 1:14)

2.1 Teks dan Analisis Leksikal

Ayat Teks Yunani Analisis
Yohanes 1:14 Καὶ ὁ Λόγος σὰρξ ἐγένετο καὶ ἐσκήνωσεν ἐν ἡμῖν "Firman itu menjadi daging dan berkemah di tengah-tengah kita"

Kata Yunani Akar Makna Implikasi
Σὰρξ (sarx) — Daging, manusia dalam kelemahan dan kefanaan Bukan sekadar "tubuh", tetapi seluruh realitas manusia yang fana
Ἐσκήνωσεν (eskēnōsen) σκηνή (skēnē) = kemah Memasang kemah, berdiam Merujuk pada tabernakel (מִשְׁכָּן - mishkan) di padang gurun

2.2 Mengapa "Daging" dan "Berkemah" Begitu Penting?

Aspek 
- Penjelasan 
- Ayat Pendukung

Daging (basar) 
- Yohanes dengan sengaja memilih sarx, bukan sōma (tubuh) atau anthrōpos (manusia). Sarx menekankan kefanaan, kelemahan, dan kerentanan—sifat manusia yang dapat menderita dan mati 
- Yesaya 31:3 — "Mesir adalah basar, bukan Allah"

Berkemah (eskēnōsen) 
- Kata ini secara langsung mengingatkan pada tabernakel di padang gurun, di mana Shekhinah (kemuliaan Allah) hadir di tengah-tengah Israel di dalam kemah.  
- Keluaran 25:8 — "Mereka akan membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam (shakan) di tengah-tengah mereka"

2.3 Kesimpulan dari Yohanes 1:14

Yohanes 1:14 secara eksplisit menyatakan bahwa Firman menjadi daging yang fana dan memasang kemah di antara kita. Ini adalah fondasi alkitabiah untuk Mishkan Basar—Yesus sebagai Kemah Daging tempat Shekhinah berdiam. Bukan Firman yang "berubah menjadi daging" (sehingga keilahian hilang), tetapi Firman yang hadir dalam daging—sama seperti Shekhinah hadir dalam kemah tanpa menjadi kemah itu sendiri.

---

Bagian 3: Mishkan Basar — Yesus sebagai Kemah Daging

3.1 Tiga Ruang Mishkan sebagai Metafora Kemanusiaan Yesus

Ruang dalam Mishkan Karakteristik Lambang dalam Diri Yesus Dasar Alkitab
Tempat Kudus (HaKodesh) Imam biasa bisa masuk. Ada roti sajian, kandil, mezbah dupa Kemanusiaan Yesus yang tak bercacat—hidup dalam basar tanpa dosa Ibrani 4:15 — "sama seperti kita, namun tidak berdosa"
Tirai (Parokhet) Pemisah sekaligus satu-satunya jalan ke Mahakudus Pribadi Yesus sebagai mediator—Ia adalah "jalan" (Yohanes 14:6) dan "tirai yang robek" (Ibrani 10:20) Efesus 2:14 — "Dialah damai sejahtera kita, yang telah merobohkan tembok pemisah"
Tempat Mahakudus (Kodesh HaKodashim) Hanya Imam Besar, setahun sekali. Tabut Perjanjian, kapporet, Shekhinah Ke-Allah-an Yesus—realitas ilahi yang hadir di balik "tirai" daging-Nya Kolose 2:9 — "Dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan"

3.2 Mengapa Kemanusiaan Yesus yang Menanggung Dosa?

Pertanyaan Jawaban dari Mishkan Basar
Siapa yang mati di kayu salib? Basar (daging) Yesus—Kemah Daging yang fana. Sama seperti kemah di padang gurun bisa roboh, tetapi Shekhinah tidak ikut roboh
Apakah keilahian Yesus mati? Tidak. Shekhinah (ke-Allah-an) tetap utuh. Yang mati adalah "kemah" yang ditempati-Nya
Mengapa Yesus bisa mati? Karena Ia sungguh-sungguh manusia dalam basar—daging yang fana dan dapat menderita kematian
Di mana keilahian Yesus saat kematian-Nya? Tetap hadir di "Mahakudus" di balik tirai yang sedang robek—hadir tetapi secara relasional mengalami keterpisahan

3.3 Ibrani 10:20 sebagai Kunci

Ayat Teks Makna
Ibrani 10:20 "Jalan yang baru dan yang hidup yang dibukakan-Nya bagi kita melalui tirai, yaitu daging-Nya" (διὰ τοῦ καταπετάσματος, τοῦτʼ ἔστιν τῆς σαρκὸς αὐτοῦ) Penulis Ibrani secara eksplisit menyamakan daging (sarx/basar) Yesus dengan tirai Mahakudus. Inilah bukti paling kuat bahwa Mishkan Basar adalah model yang alkitabiah!

Kesimpulan: Daging Yesus = Tirai Mahakudus. Ketika daging Yesus "dirobek" (disalibkan/mati), tirai yang memisahkan manusia dari hadirat Allah turut robek. Bukan keilahian Yesus yang robek, tetapi kemanusiaan-Nya yang dikorbankan.

---

Bagian 4: Perjamuan Terakhir — Antisipasi Kurban Kemanusiaan Yesus

4.1 Teks Perjamuan Terakhir

Injil Ayat Kata Yesus
Matius 26:26 "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku" (τοῦτό ἐστιν τὸ σῶμά μου)
Markus 14:22 Sama
Lukas 22:19 "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu"

4.2 Analisis: "Tubuh" vs "Daging"

Kata Yunani Makna Konotasi
Σῶμα (sōma) Tubuh (secara fisik, organisme hidup) Lebih netral, kurang menekankan kefanaan
Σάρξ (sarx) Daging (dengan segala kelemahan dan kefanaan) Menekankan kerentanan, kematian, dan sifat fana

Yesus menggunakan σῶμα (bukan σάρξ) dalam Perjamuan. Mengapa?

Alasan Penjelasan
Mengapa bukan sarx? Karena dalam konteks Perjamuan, Yesus sedang mengantisipasi kematian—tubuh yang akan dipecahkan. Fokusnya adalah pada korban yang nyata, bukan sekadar "daging" secara filosofis
Koneksi dengan Mishkan Basar Meskipun menggunakan sōma, konteks tabernakel tetap kuat karena Yesus mengatakan "diserahkan"—bahasa yang sama dengan kurban persembahan dalam Imamat

4.3 Pemecahan Roti sebagai Lambang Robeknya Tirai

Tindakan Yesus Lambang Makna dalam Mishkan Basar
Mengambil roti Mengambil tubuh-Nya Sama seperti imam mengambil korban untuk dipersembahkan
Mengucap berkat Menguduskan persembahan Mengakui bahwa persembahan ini kudus bagi Allah
Memecah-mecah roti Tubuh-Nya akan dipecahkan/diserahkan Lambang robeknya tirai—daging Yesus yang akan terbelah di kayu salib
Memberikan kepada murid Persembahan untuk umat Tirai yang robek membuka akses bagi semua

4.4 "Lakukanlah Ini Menjadi Peringatan akan Aku" (Anamnese)

Ayat Teks Makna Anamenik
Lukas 22:19 "Lakukanlah ini menjadi peringatan (ἀνάμνησιν) akan Aku" Perintah ini menghubungkan Perjamuan dengan sistem kurban Mishkan, di mana anamnese (זִכָּרוֹן - zikaron) adalah tindakan yang menghadirkan realitas kurban secara efektif

Kesimpulan: Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus mengantisipasi kemanusiaan-Nya yang akan dikorbankan. Roti yang dipecahkan melambangkan tubuh yang akan diserahkan, dan perintah anamnese menghubungkan tindakan ini dengan sistem kurban Mishkan.

---

Bagian 5: Penyaliban — Puncak Penanggungan Dosa dalam Basar

5.1 Yesus Mati secara Fisik sebagai Manusia

Ayat Bukti Kemanusiaan Yesus Makna
Matius 27:50 "Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya" Ia menyerahkan nyawa—tindakan sukarela seorang manusia
Markus 15:37 Sama —
Lukas 23:46 "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku" Yesus berdoa sebagai manusia yang menyerahkan hidupnya
Yohanes 19:30 "Sudah selesai" Penyelesaian misi dalam kemanusiaan

5.2 Tiga Jam Kegelapan sebagai Bukti Penanggungan Dosa

Waktu Peristiwa Makna
Jam 12-3 (Matius 27:45; Markus 15:33; Lukas 23:44) Kegelapan meliputi seluruh daerah Dosa yang ditanggung oleh basar Yesus memanifestasikan dirinya sebagai kegelapan
Bukan karena Allah berubah Allah adalah terang (1 Yohanes 1:5) Kegelapan bukan karena keilahian Yesus berhenti menjadi terang, tetapi karena basar (daging) yang menanggung dosa menutupi terang itu
Mengapa hanya tiga jam? Karena dosa ditanggung dalam kemanusiaan yang terbatas Keilahian tetap utuh, tetapi secara relasional mengalami keterpisahan

5.3 "Allah-Ku, Allah-Ku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?" (Matius 27:46)

Interpretasi yang Salah Interpretasi yang Benar (dalam Mishkan Basar)
Keilahian Yesus ditinggalkan Basar Yesus (kemanusiaan-Nya) yang menanggung dosa mengalami keterpisahan relasional
Allah Bapa berhenti mengasihi Putra Bapa tetap mengasihi, tetapi dalam pengalaman basar Yesus, keterpisahan dirasakan secara nyata
Yesus ragu atau putus asa Yesus tetap memanggil "Allah-Ku"—iman di tengah keterpisahan. Ini bukan keraguan, melainkan puncak penanggungan

5.4 Koneksi dengan Mishkan Basar

Elemen Mishkan Pada Penyaliban Makna
Mezbah kurban Kayu salib Tempat persembahan
Korban (hewan) Yesus dalam kemanusiaan-Nya (basar) Yang dipersembahkan
Imam Besar Yesus sebagai Imam Yang mempersembahkan
Darah kurban Darah Yesus yang ditumpahkan Penebusan dosa
Tirai Daging Yesus yang dirobek Akses ke Mahakudus terbuka

Kesimpulan: Seluruh proses penyaliban terjadi dalam kemanusiaan Yesus (basar). Keilahian Yesus tetap utuh, hadir di "Mahakudus" di balik tirai daging-Nya, tetapi secara relasional mengalami keterpisahan karena dosa yang ditanggung oleh basar.

---

Bagian 6: Penyerahan Nyawa — Tindakan Sukarela Kemanusiaan Yesus

6.1 Yesus Menyerahkan Nyawa-Nya Sendiri

Ayat Teks Makna
Yohanes 10:18 "Tidak seorang pun mengambil nyawa-Ku dari-Ku, tetapi Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri" Yesus memiliki otoritas untuk menyerahkan nyawa—ini adalah tindakan sukarela dari kemanusiaan-Nya yang taat
Matius 26:53 "Kaukira Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat?" Yesus bisa menghindari kematian, tetapi memilih untuk tidak

6.2 Mengapa Penyerahan Nyawa Penting?

Aspek Penjelasan
Bukan kematian pasif Yesus tidak mati karena kelemahan basar semata—Ia mati karena pilihan sukarela
Ketaatan kemanusiaan Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus taat sampai mati (Filipi 2:8)
Persembahan yang sempurna Kurban yang tidak sukarela tidak sempurna (Imamat 1:3 — "dengan kerelaannya")

6.3 Koneksi dengan Sistem Kurban Mishkan

Dalam PL (Imamat 1-7) Dalam Penyaliban Yesus
Korban harus dipersembahkan dengan kerelaan Yesus menyerahkan nyawa-Nya secara sukarela
Korban harus tanpa cacat (tamim) Yesus dalam kemanusiaan-Nya tanpa dosa
Korban dipersembahkan oleh imam Yesus sebagai Imam Besar mempersembahkan diri-Nya sendiri

Kesimpulan: Penyerahan nyawa adalah bukti bahwa kemanusiaan Yesus secara aktif dan sukarela mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban. Bukan keilahian yang "dipaksa" mati, tetapi kemanusiaan yang taat dan rela.

---

Bagian 7: Robeknya Tirai Mahakudus — Bukti Penerimaan Bapa

7.1 Teks Robeknya Tirai

Injil Ayat Teks
Matius 27:51 "Dan lihatlah, tirai Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah"
Markus 15:38 Sama
Lukas 23:45 "Tirai Bait Suci terbelah dua"

7.2 Mengapa Tirai Robek dari Atas ke Bawah?

Arah Robekan Makna
Dari atas ke bawah Tindakan Allah, bukan manusia. Yang merobek tirai adalah Bapa sendiri, sebagai respons terhadap kematian Yesus
Bukan dari bawah ke atas Bukan tindakan imam atau manusia. Ini adalah inisiatif ilahi

7.3 Hubungan dengan Mishkan Basar

Elemen Dalam PL Dalam Kematian Yesus
Tirai Memisahkan manusia dari hadirat Shekhinah Daging Yesus (Ibrani 10:20)
Robeknya tirai Tidak pernah terjadi dalam PL—tirai tetap utuh Terjadi pada saat kematian Yesus
Akses Hanya Imam Besar, setahun sekali, dengan darah kurban Semua orang, setiap waktu, melalui darah Yesus

7.4 Mengapa Robeknya Tirai adalah Bukti bahwa Bapa Menerima Kurban Yesus?

Logika Penjelasan
Tujuan tirai Melindungi manusia dari kemuliaan Allah yang terlalu dahsyat (Keluaran 33:20 — "Tidak ada manusia yang dapat melihat Aku dan hidup")
Tirai robek Bahaya telah berlalu—dosa telah dihapuskan
Akses terbuka Bapa tidak lagi "terpisah" dari umat-Nya. Kurban kemanusiaan Yesus diterima sebagai penebusan yang sempurna

7.5 Hubungan dengan Perjamuan

Dalam Perjamuan Dalam Kematian Yesus
Roti dipecahkan Tirai daging dirobek
"Inilah tubuh-Ku yang diserahkan" Tubuh Yesus diserahkan sampai mati
Perintah anamnese Robeknya tirai sebagai tanda anamenik bahwa kurban diterima

Kesimpulan: Robeknya tirai Mahakudus adalah bukti visual dan historis bahwa Bapa menerima persembahan kemanusiaan Yesus. Tirai yang robek dari atas ke bawah menunjukkan bahwa Allah sendiri yang membuka akses—bukan karena manusia berhasil, tetapi karena kurban Kristus diterima sebagai pengganti yang sempurna.

---

Bagian 8: Akses ke Hadirat Allah — Konsekuensi bagi Orang Percaya

8.1 Dasar Alkitab untuk Akses yang Terbuka

Ayat Teks Makna
Ibrani 4:16 "Mari kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia" Akses terbuka bagi semua orang percaya
Ibrani 10:19-20 "Saudara-saudara, kita mempunyai keberanian untuk masuk ke tempat kudus oleh darah Yesus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tirai, yaitu daging-Nya" Kemanusiaan Yesus (daging/tirai) yang dirobek membuka jalan
Efesus 2:18 "Oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa" Akses melalui Yesus kepada Bapa
Roma 5:2 "Kita beroleh jalan masuk ke dalam kasih karunia ini" Akses adalah anugerah, bukan prestasi

8.2 Apa Arti Akses ke Hadirat Allah?

Aspek Penjelasan
Doa Kita dapat berdoa langsung kepada Bapa dalam nama Yesus—tidak perlu perantara lain
Ibadah Kita dapat menyembah dalam roh dan kebenaran—bukan terikat pada tempat atau ritual tertentu
Kedekatan Allah tidak lagi "jauh" atau "tersembunyi"—Ia hadir sebagai Bapa yang merangkul
Keyakinan Kita tidak perlu takut akan penghakiman karena dosa telah dihapuskan

8.3 Hubungan dengan Perjamuan Kudus

Dalam Perjamuan Makna Akses
Roti dipecahkan → daging Yesus dirobek Akses terbuka melalui kemanusiaan Yesus yang dikorbankan
Anggur dituang → darah perjanjian Akses dimeteraikan dengan darah
Makan bersama Akses dialami secara komunal—kita semua masuk bersama ke hadirat Bapa
Anamnese Setiap Perjamuan adalah pengingat efektif bahwa tirai sudah robek dan akses tetap terbuka

Kesimpulan: Robeknya tirai—yang terjadi melalui kematian kemanusiaan Yesus—memberikan akses langsung setiap orang percaya kepada hadirat Bapa. Tidak ada lagi pemisahan, tidak ada lagi jarak, tidak ada lagi rasa takut. Inilah inti dari Injil.

---

Bagian 9: Kesimpulan — Kemanusiaan Yesus sebagai Sarana Keselamatan

9.1 Ringkasan Bukti

Bukti Ayat Makna
Firman menjadi daging Yohanes 1:14 Inkarnasi terjadi dalam basar—daging yang fana
Mishkan Basar Keluaran 25-40; Ibrani 10:20 Yesus adalah Kemah Daging—tirai yang memisahkan sekaligus menjadi jalan
Perjamuan Matius 26:26 Roti dipecahkan = tubuh Yesus diserahkan (dalam kemanusiaan)
Penyaliban Matius 27:35 Yesus mati secara fisik sebagai manusia
Penyerahan nyawa Yohanes 10:18 Tindakan sukarela kemanusiaan yang taat
Tiga jam kegelapan Matius 27:45 Bukti basar menanggung dosa
Seruan "Allah-Ku" Matius 27:46 Keterpisahan dialami dalam basar, bukan keilahian
Robeknya tirai Matius 27:51 Bukti Bapa menerima kurban kemanusiaan Yesus
Akses terbuka Ibrani 4:16; 10:19-20 Konsekuensi bagi orang percaya

9.2 Mengapa Ini Penting?

Kesalahan Pemahaman Pemahaman yang Benar (Mishkan Basar)
Allah mati di kayu salib Basar Yesus (kemanusiaan-Nya) yang mati. Shekhinah (keilahian) tetap utuh
Allah berhenti menjadi terang Terang Shekhinah tetap bersinar, tetapi tertutup oleh dosa yang ditanggung basar
Bapa menghukum Putra Bapa menerima persembahan sukarela Putra dalam kemanusiaan-Nya
Kematian Yesus adalah kegagalan Kematian Yesus adalah kemenangan—tirai robek, akses terbuka

9.3 Doksologi Penutup

Terpujilah Engkau, YHWH, Allah kami, Raja semesta alam, yang telah mengutus Firman-Mu menjadi daging—basar yang fana, yang lemah, yang dapat menderita dan mati. Dalam kemah daging ini, Engkau menempatkan seluruh kepenuhan ke-Allah-an-Mu, bukan agar keilahian-Mu mati—karena Engkau adalah hidup itu sendiri—tetapi agar daging yang Engkau kenakan dapat menanggung dosa kami, mati karena dosa kami, dan dengan robeknya tirai daging itu, membuka akses bagi kami ke hadirat-Mu yang Mahakudus.

Setiap kali kami memecahkan roti dan minum cawan dalam Perjamuan-Mu, ingatkanlah kami bahwa tirai telah robek, akses telah terbuka, dan Bapa sendiri yang merobeknya dari atas ke bawah—sebagai tanda bahwa kurban kemanusiaan Yesus, Putra-Mu, diterima dengan sempurna.

Karena itu, dengan penuh keberanian, kami masuk ke hadirat-Mu—bukan karena kami layak, tetapi karena Daging yang telah dirobek itu layak bagi kami. Soli Deo Gloria—melalui Mishkan Basar, Yesus Kristus, Tuhan kita. Amin.

---

Daftar Referensi Alkitab

Inkarnasi dan Mishkan Basar

· Yohanes 1:14 — Firman menjadi daging dan berkemah di antara kita
· Keluaran 25:8 — Allah akan diam (shakan) di tengah-tengah Israel
· Ibrani 10:20 — Tirai = daging Yesus
· Kolose 2:9 — Kepenuhan ke-Allahan berdiam secara jasmaniah

Perjamuan Terakhir

· Matius 26:26 — "Inilah tubuh-Ku"
· Markus 14:22 — Sama
· Lukas 22:19 — "Lakukanlah ini menjadi peringatan akan Aku"
· 1 Korintus 11:24-25 — Perjanjian baru dalam darah-Nya

Penyaliban dan Kematian Yesus

· Matius 27:45 — Kegelapan tiga jam
· Matius 27:46 — "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
· Matius 27:50 — Yesus menyerahkan nyawa-Nya
· Markus 15:34, 37 — Sama
· Lukas 23:44-46 — Kegelapan dan penyerahan nyawa
· Yohanes 19:30 — "Sudah selesai"

Penyerahan Nyawa Secara Sukarela

· Yohanes 10:18 — Yesus memberikan nyawa-Nya menurut kehendak-Nya sendiri
· Matius 26:53 — Yesus bisa memanggil pasukan malaikat
· Filipi 2:8 — Yesus taat sampai mati

Robeknya Tirai

· Matius 27:51 — Tirai Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah
· Markus 15:38 — Sama
· Lukas 23:45 — Sama

Akses ke Hadirat Allah

· Ibrani 4:16 — Menghampiri takhta kasih karunia dengan berani
· Ibrani 10:19-22 — Jalan baru melalui tirai, yaitu daging Yesus
· Efesus 2:18 — Jalan masuk kepada Bapa oleh Roh
· Roma 5:2 — Jalan masuk ke dalam kasih karunia
· Yohanes 14:6 — Akulah jalan, kebenaran, hidup

Allah adalah Terang (Konteks Kegelapan)

· 1 Yohanes 1:5 — Allah adalah terang, tidak ada kegelapan di dalam Dia
· Yohanes 8:12 — Yesus adalah terang dunia
· Yohanes 1:5 — Terang bercahaya dalam kegelapan, kegelapan tidak menguasainya

---

Akhir Artikel

"Allah Alkitab bukan Allah filsafat. Ia adalah Allah yang tidak dapat mati—tetapi Ia mengambil daging yang dapat mati, bukan agar keilahian-Nya mati, tetapi agar daging itu menanggung kematian yang seharusnya kita tanggung. Tirai telah robek. Akses telah terbuka. Masuklah dengan penuh keberanian ke dalam hadirat Bapa, melalui Mishkan Basar—Yesus Kristus, Tuhan kita."

---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Artikel

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Shalom dan Beshalom