Ajaran Gnostisisme dan Mistikisme New Age

 Bantahan terhadap Klaim "Divinity Growing Within Every True Believer”


Klaim bahwa orang percaya memiliki "divinity growing within" adalah penyimpangan dari pengajaran Alkitab yang sehat. Orang percaya dipanggil untuk mencerminkan kemuliaan Allah (Matius 5:16), bukan menjadi Allah. Kebenaran kita adalah anugerah melalui iman, bukan transformasi ontologis menjadi makhluk ilahi.  


Doktrin bahwa manusia "menjadi ilahi" adalah ciri khas ajaran gnostisisme dan mistikisme New Age, bukan teologi alkitabiah.  


1. Kristus sebagai Satu-Satunya Yang Ilahi  

   - Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa hanya Allah yang memiliki sifat ilahi secara mutlak (Yesaya 43:10, 44:6). Manusia, bahkan orang percaya, tidak pernah disebut sebagai "ilahi" dalam arti memiliki esensi ketuhanan.  

   - Yohanes 1:12-13 menyatakan bahwa orang percaya menjadi "anak-anak Allah" melalui kelahiran baru, tetapi ini adalah status relasional, bukan perubahan ontologis menjadi ilahi.  


2. Partisipasi dalam Kodrat Ilahi (2 Petrus 1:4) Tidak Menyatakan Kesetaraan dengan Allah  

   - 2 Petrus 1:4 berbicara tentang partisipasi (μετέχω, metechō = mengambil bagian) dalam kodrat ilahi, bukan menjadi ilahi. Ini berarti orang percaya dibentuk oleh Roh Kudus untuk mencerminkan karakter Allah (2 Korintus 3:18), tetapi tidak menjadi Allah.  

   - Ayat ini harus dibaca dalam konteks kekudusan (ayat 5-7), bukan pengubahan esensi manusia menjadi ilahi.  


3. Kebenaran Kita adalah Kebenaran Kristus yang Diimputasikan, Bukan Esensi yang Berubah  

   - Roma 4:5-8 dan Filipi 3:9 menegaskan bahwa kebenaran kita adalah kebenaran Kristus yang diberikan (imputasi), bukan kebenaran intrinsik dari diri kita sendiri.  

   - Jika manusia benar-benar memiliki "kehidupan ilahi" secara esensial, maka dosa dan kelemahan dalam hidup orang percaya (Roma 7:14-25) menjadi kontradiksi yang tidak terjawab.  


4. Kehidupan Ilahi dalam Daging yang Fana (2 Korintus 4:10-11) adalah tentang Kematian bagi Dosa, Bukan Menjadi Ilahi  

   - 2 Korintus 4:10-11 berbicara tentang penderitaan dan kematian bersama Kristus, bukan tentang manusia yang berubah menjadi ilahi.  

   - Paulus menekankan bahwa kemuliaan adalah milik Tuhan (ayat 7), dan kelemahan manusia justru menunjukkan kuasa Allah, bukan sifat ilahi manusia.  


5. Bahaya Teologi yang Mengaburkan Batas antara Pencipta dan Ciptaan  

   - Roma 1:22-23 memperingatkan tentang manusia yang "mengaku dirinya bijak" dan menyamakan ciptaan dengan Pencipta.  



"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai sel

ama-lamanya!" (Roma 11:36).


Baca Artikel terkait :

Kelahiran Baru, Status Anak Allah, Dan Risiko Penyimpangan Teologis


Klik atau Tap disini  untuk baca Artikel Lainnya


Tuhan Memberkati


11 Agustus 2025

Mantiri AAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Bagian 1

Daftar Isi Artikel