Trinitas mengganti gagasan awal ke-Tuhan-an ?
Berikut tanggapan yang berlandaskan Alkitab terhadap klaim bahwa Trinitas menggantikan doktrin "Keluarga Tuhan" yang awal:
Tanggapan Alkitabiah dan Historis:
1. Tidak Terjadi Penggantian
Trinitas tidak menggantikan doktrin sebelumnya—doktrin ini berkembang secara organik dari ajaran para rasul untuk membela kebenaran Alkitab dari ajaran sesat. Perjanjian Baru secara konsisten menyajikan:
- Allah sebagai Bapa (Yohanes 1:18)
- Yesus sebagai Anak yang kekal (Yohanes 1:1-3,14)
- Roh sebagai Pribadi ilahi (Kisah Para Rasul 5:3-4)
2. Sifat Ilahi Yesus Sudah Hadir Sejak Dikandung
Bertentangan dengan klaim tersebut, Kitab Suci menegaskan:
- Yesus adalah “Allah beserta kita” sejak lahir dari seorang perawan (Matius 1:23)
-Firman itu sudah ada sejak kekal sebelum inkarnasi (Yohanes 1:1)
- Ia dinyatakan sebagai Anak pada saat pembaptisan (Markus 1:11), namun tidak diangkat menjadi Anak di sana
3. "Anak Sulung" Mengacu pada Keunggulan
Kolose 1:15-18 menjelaskan bahwa "anak sulung" berarti supremasi atas ciptaan, bukan urutan kelahiran yang sebenarnya. Kristus adalah:
- Pencipta segala sesuatu (ayat 16)
- Kekal (ayat 17)
- Kepala Gereja (ayat 18)
4. "Keluarga Allah" dalam Alkitab
Meskipun orang percaya menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12), hal ini tidak pernah berarti:
- Kesetaraan dengan status anak Kristus yang unik (Yohanes 3:16)
- Menjadi ilahi (Yesaya 43:10)
- Menggantikan penyembahan Trinitas (Matius 28:19)
5. Konteks Sejarah
Bid'ah-bid'ah awal seperti Adopsionisme (Yesus menjadi Anak saat dibaptis) ditolak karena:
- Bertentangan dengan sifat kekal Yesus (Yohanes 8:58)
- Keselamatan yang diremehkan (hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan)
- Tidak hadir dalam pengajaran para rasul
Kesimpulan:
Trinitas mempertahankan ketegangan alkitabiah—mempertahankan keilahian Kristus yang unik sekaligus meneguhkan status orang percaya yang telah diadopsi. Ini bukan pengganti, melainkan perlindungan kebenaran apostolik dari alternatif-alternatif yang reduksionis. Perjanjian Baru menyajikan kedua realitas tersebut secara bersamaan tanpa kontradiksi (Roma 8:14-17; Filipi 2:5-11).
Baca Artikel terkait :
Ajaran Gnostisisme dan Mistikisme New Age
Kelahiran Baru, Status Anak Allah, Dan Risiko Penyimpangan Teologis
Klik atau Tap disini untuk baca Artikel Lainnya
Tuhan Memberkati
11 Agustus 2025
Mantiri AAM
Komentar
Posting Komentar