Antara Hukum dan Iman

 Perbedaan antara "Perbuatan Hukum" dan "Perbuatan Iman"  


 1. Perbuatan Hukum (Works of the Law)  

- Definisi:  

  Perbuatan yang dilakukan untuk memenuhi tuntutan hukum Taurat (misalnya: sunat, hari Sabat, persembahan korban) dengan tujuan mendapatkan pembenaran di hadapan Allah (Roma 3:20; Galatia 2:16).  

- Masalahnya:  

  - Menjadikan keselamatan seolah-olah hasil usaha manusia, bukan anugerah (Efesus 2:8-9).  

  - Tidak mengubah hati, hanya bersifat lahiriah (Matius 23:25-28).  

  - Justru membuktikan bahwa manusia tidak mampu memenuhi standar Allah (Roma 3:23).  


 2. Perbuatan Iman (Works of Faith)  

- Definisi:  

  Tindakan yang lahir dari iman yang hidup kepada Kristus, sebagai respons atas kasih karunia (Yakobus 2:17-18; Galatia 5:6). Contoh:  

  - Kasih kepada sesama (1 Yohanes 3:18).  

  - Ketaatan yang bersukacita (Yohanes 14:15).  

  - Pelayanan yang rendah hati (Matius 25:35-40).  

- Dasar:  

  - Bukan untuk mendapatkan keselamatan, tetapi menyatakan keselamatan yang sudah diterima (Efesus 2:10).  

  - Dikerjakan oleh Roh Kudus (Filipi 2:13).  


---


 Bagaimana Ini Menerangi Injil?  

1. Menghancurkan Kesyirikan Legalisme:  

   Injil membebaskan kita dari ilusi bahwa kita bisa "cukup baik" untuk Allah (Roma 10:3-4).  


2. Menunjukkan Kuasa Transformasi Kasih Karunia:  

   Iman sejati tidak pasif—ia menghasilkan buah pertobatan (Lukas 3:8) tanpa bergantung pada diri sendiri.  


3. Memuliakan Kristus:  

   Keselamatan adalah karya Allah dari awal sampai akhir (Yunus 2:9). Perbuatan iman adalah sujud syukur, bukan "tiket masuk" surga.  


Contoh Praktis:  

- Orang Farisi: Berpuasa agar dipuji (perbuatan hukum).  

- Maria: Meminyaki kaki Yesus karena mengasihi-Nya (perbuatan iman, Yohanes 12:3).  


> "Bukan yang bersusah payah untuk hukum, tetapi yang percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran." (Roma 4:5).  


Injil adalah kabar baik bahwa Allah menyelamatkan kita oleh anugerah melalui iman, lalu mengubah kita menjadi ciptaan baru yang berbuah.


Kesimpulan Akhir:  


Perbedaan antara perbuatan hukum dan perbuatan iman menyentuh inti Injil:  

1. Perbuatan hukum mencerminkan usaha sia-sia manusia untuk meraih kebenaran melalui ritual atau moralitas, yang justru menyingkapkan dosa dan kebutuhan akan kasih karunia (Roma 3:20).  

2. Perbuatan iman adalah buah kehidupan yang diubahkan oleh Roh, membuktikan keselamatan yang telah diterima sebagai anugerah (Efesus 2:8-10).  


Kebenaran ini membebaskan kita dari agama berbasis prestasi dan mengikat pengharapan kita hanya pada Kristus. Injil menyatakan Allah membenarkan orang durhaka (Roma 4:5), lalu menguduskan mereka untuk hidup dari kasih, bukan untuk mendapatkan kasih. Legalisme bertanya, "Apa yang harus kulakukan?" Anugerah berseru, "Sudah selesai!"—dan memanggil kita untuk hidup dalam pekerjaan baik yang telah Allah siapkan sebelumnya (Yohanes 19:30; Efesus 2:10).  


Pemikiran Penutup:  

> "Hukum Taurat berkata, 'Lakukan ini,' tetapi tak pernah terlaksana. Kasih karunia berkata, 'Percayalah pada ini,' dan semuanya sudah selesai."  

> —Martin Luther  


Dengan demikian, Injil bukan program peningkatan moral, tapi proklamasi kebangkitan: Kebenaran Kristus bagi kita menyalakan kehidupan Kristus di dalam kita.  


Poin Kunci:  

- Anugerah vs Usaha: Keselamatan adalah pemberian, bukan upah (Roma 6:23).  

- Iman yang Hidup: Percaya = mempercayai (trust), bukan sekadar mengetahui (know) (Yakobus 2:19).  

- Karya Roh: Perubahan hidup adalah bukti, bukan syarat keselamatan (Filipi 2:13).  


Ini adalah kabar baik yang mengubahkan: Kita diselamatkan oleh apa yang Kristus lakukan, lalu diubahkan oleh siapa Kristus itu.

Klik atau Tap disini  untuk baca Artikel Lainnya


Tuhan Memberkati


9 Agustus 2025

Mantiri AAM


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Bagian 1

Daftar Isi Artikel