Validitas Septuaginta
Keabsahan Septuaginta (LXX): Bukti Historis, Teologis, dan Peranannya dalam Kanon Alkitab
Pendahuluan
Septuaginta (LXX)—terjemahan Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Yunani pada abad ke-3 SM—merupakan salah satu naskah Alkitab tertua yang masih bertahan hingga hari ini. Namun, keabsahannya sering dipertanyakan, terutama oleh kalangan yang menganggap Teks Masoret (naskah Ibrani standar Yahudi) sebagai satu-satunya versi yang otoritatif. Artikel ini akan membuktikan bahwa Septuaginta adalah teks yang sah, memiliki dasar historis kuat, dan bahkan dipakai oleh Yesus serta gereja awal.
---
1. Asal-Usul Septuaginta: Proyek Kerajaan atau Kebutuhan Komunitas?
a. Tradisi Surat Aristeas
Menurut Surat Aristeas (abad ke-2 SM), Septuaginta diterjemahkan oleh 72 cendekiawan Yahudi di Alexandria atas permintaan Raja Ptolemy II Philadelphus (285–246 SM) untuk Perpustakaan Alexandria. Meski mengandung unsur legenda, inti ceritanya didukung oleh:
- Bukti sejarah: Komunitas Yahudi di Mesir (diaspora) sudah menggunakan bahasa Yunani dan membutuhkan Alkitab dalam bahasa mereka.
- Dukungan kerajaan: Raja-raja Ptolemaik memang mendukung proyek intelektual besar, termasuk penerjemahan naskah agama.
b. Proses Bertahap
Septuaginta tidak selesai dalam satu waktu, melainkan berkembang secara bertahap:
- Taurat (Pentateukh) diterjemahkan pertama (sekitar 280–250 SM).
- Kitab Nabi & Tulisan menyusul pada abad ke-2–1 SM.
- Beberapa kitab (seperti Daniel) memiliki edisi panjang yang ditambahkan kemudian.
---
2. Keunggulan Teks Septuaginta Dibanding Teks Masoret
a. Berdasarkan Naskah yang Lebih Tua
Teks Masoret (standar Yahudi saat ini) baru dibakukan sekitar abad ke-6–10 M, sementara LXX berasal dari naskah Ibrani abad ke-4–3 SM yang lebih kuno. Buktinya:
- Gulungan Laut Mati (Dead Sea Scrolls):
- 4QJerᵇ (naskah Yeremia) lebih mirip LXX daripada Masoret.
- 4QSamᵃ (naskah Samuel) mendukung bacaan LXX.
- Teks Samaritan Pentateukh: Juga memiliki kesamaan dengan LXX dalam beberapa varian.
b. Perbedaan Signifikan dengan Teks Masoret
Beberapa kitab dalam LXX memiliki struktur berbeda, seperti:
1. Yeremia:
- LXX lebih pendek 1/6 dan urutannya berbeda.
- 4QJerᵇ membuktikan bahwa versi pendek ini benar-benar ada dalam tradisi Ibrani kuno.
2. Ayub:
- LXX lebih pendek ~1/5, menunjukkan sumber Ibrani alternatif.
3. Daniel:
- LXX memuat tambahan deuterokanonik (Kisah Susana, Doa Azarya) yang tidak ada dalam Masoret.
Ini membuktikan bahwa LXX bukan sekadar terjemahan, tetapi representasi dari varian teks Ibrani yang sah dan lebih tua.
---
3. Penggunaan Septuaginta dalam Perjanjian Baru dan Gereja Awal
a. Yesus dan Para Rasul Mengutik LXX
- Matius 1:23 ("Imanuel") mengutip Yesaya 7:14 dari LXX (menggunakan παρθένος/parthenos = "perawan"), bukan Teks Masoret ("almah" = perempuan muda).
- Kisah Para Rasul 15:16–17 mengutik Amos 9:11–12 sesuai LXX, bukan Masoret.
- Ibrani 10:5–7 mengutik Mazmur 40:6–8 dari LXX.
b. Bapa-Bapa Gereja Mengakui Otoritas LXX
- Filobus (Philo of Alexandria): Menganggap LXX sebagai terjemahan yang diilhami.
- Yustinus Martir: Menyebut LXX lebih akurat daripada teks Yahudi pada zamannya.
- Origenes: Membuat Hexapla (edisi enam kolom Alkitab) dengan LXX sebagai dasar.
c. Kanon Gereja Ortodoks & Katolik
- Gereja-gereja Timur (Ortodoks) dan Katolik menggunakan LXX sebagai dasar Perjanjian Lama, termasuk kitab-kitab deuterokanonik (Tobit, Yudit, Kebijaksanaan, dll.).
---
4. Kritik terhadap Septuaginta dan Tanggapan
a. Tuduhan "Terjemahan yang Tidak Akurat"
- Fakta: Perbedaan LXX dengan Masoret bukan karena kesalahan, tetapi perbedaan Vorlage (sumber teks Ibrani).
- Bukti: Gulungan Laut Mati mengkonfirmasi bahwa varian LXX benar-benar ada dalam tradisi Ibrani kuno.
b. "LXX Hanya untuk Orang Yunani, Bukan Orang Ibrani"
- Tanggapan:
- Yahudi Helenistik (termasuk Filo) menganggap LXX sah.
- Orang Kristen Yahudi awal (seperti jemaat di Antiokhia) juga memakai LXX.
- Baru setelah kehancuran Bait Suci (70 M), Yahudi Rabinik menolak LXX dan memilih Teks Masoret.
---
5. Kesimpulan: Mengapa Septuaginta Sah dan Penting?
1. Didasarkan pada naskah Ibrani yang lebih tua daripada Teks Masoret.
2. Digunakan oleh Yesus, para rasul, dan gereja perdana.
3. Diakui oleh tradisi Kristen Timur dan Barat selama berabad-abad.
4. Dikuatkan oleh temuan arkeologi (Gulungan Laut Mati).
Septuaginta bukan sekadar "terjemahan Yunani", tetapi saksi penting bagi teks Alkitab yang otentik dan berotoritas. Penolakan terhadapnya sering didasarkan pada prasangka teologis belakangan, bukan bukti historis.
Pertanyaan untuk Diskusi Lebih Lanjut
- Apakah LXX lebih unggul daripada Teks Masoret dalam hal keakuratan?
- Mengapa gereja Protestan cenderung menolak kitab-kitab deuterokanonik dalam LXX?
- Bagaimana peran LXX dalam studi kritik teks Alkitab modern?
Artikel ini membuktikan bahwa Septuaginta adalah naskah yang sah, historis, dan teologis penting bagi pemahaman Alkitab yang utuh.
Klik atau Tap disini untuk baca Artikel Lainnya
Tuhan Memberkati
17 Agustus 2025
Mantiri AAM
Komentar
Posting Komentar