Trinitas Penyembahan: Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja; Mengapa Yesus Melaksanakan Seluruh Tradisi Yahudi — dan Mengapa Ketiga Jabatan Mesianis Itu Berpusat pada Penyembahan

Trinitas Penyembahan: Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja

Mengapa Yesus Melaksanakan Seluruh Tradisi Yahudi — dan Mengapa Ketiga Jabatan Mesianis Itu Berpusat pada Penyembahan

---

Pendahuluan: Sebuah Pertanyaan yang Tidak Terjawab Arus Utama

Dalam Trinitas Persona—konsep arus utama—Yesus diakui sebagai Imam Besar, Nabi, dan Raja. Ketiga jabatan ini adalah jabatan Mesianis yang diakui oleh seluruh tradisi Kristen. Tetapi ada sebuah pertanyaan yang tidak pernah terjawab secara memuaskan dalam kerangka Trinitas Persona:

Jika Yesus adalah Imam Besar, mengapa Ia harus menyembah Allah? Bukankah seorang imam adalah perantara yang mempersembahkan penyembahan kepada Allah—bukan penyembah yang menyembah?

Pertanyaan yang sama berlaku untuk Nabi dan Raja:

Jika Yesus adalah Nabi, mengapa Ia harus menyembah Allah? Bukankah seorang nabi adalah penyampai firman Allah—bukan penyembah yang menyembah?

Jika Yesus adalah Raja, mengapa Ia harus menyembah Allah? Bukankah seorang raja adalah penguasa yang memerintah—bukan penyembah yang menyembah?

Arus utama tidak dapat menjawab pertanyaan ini—karena dalam kerangka Trinitas Persona, jabatan Imam, Nabi, dan Raja dipahami sebagai jabatan fungsional yang terpisah dari penyembahan. Yesus adalah Imam—tetapi mengapa Ia harus menyembah? Yesus adalah Nabi—tetapi mengapa Ia harus menyembah? Yesus adalah Raja—tetapi mengapa Ia harus menyembah?

Trinitas Penyembahan menjawab pertanyaan ini—karena dalam kerangka Trinitas Penyembahan, seluruh jabatan Mesianis Yesus—Imam, Nabi, Raja—berpusat pada penyembahan. Yesus melaksanakan seluruh tradisi Yahudi—bukan sekadar formalitas di tengah Yahudi—tetapi karena semuanya terkait penyembahan—dan penyembahan adalah sebab kedatangan-Nya.

Artikel ini akan memeriksa pemahaman ini berdasarkan Trinitas Penyembahan dan referensi Alkitab sendiri.

---

Bagian 1: Mengapa Yesus Melaksanakan Seluruh Tradisi Yahudi?

1.1. Yesus Melaksanakan Seluruh Tradisi Yahudi

Yesus melaksanakan seluruh tradisi Yahudi—bukan sekadar formalitas —tetapi dengan sungguh-sungguh:

Tradisi Yahudi Apa yang Yesus Lakukan Ayat
Sunat Yesus disunat pada hari kedelapan Lukas 2:21
Paskah Yesus merayakan Paskah setiap tahun Lukas 2:41-42; 22:7-15
Hari Raya Roti Tidak Beragi Yesus merayakan Lukas 22:1-7
Hari Raya Pondok Daun Yesus merayakan Yohanes 7:2-10
Hari Raya Hanukkah Yesus hadir di Bait Suci Yohanes 10:22-23
Sabat Yesus beribadah di sinagoge pada hari Sabat Lukas 4:16
Bait Suci Yesus beribadah di Bait Suci Lukas 2:41-49; Yohanes 2:13-17
Doa Yahudi Yesus berdoa sesuai tradisi Yahudi Matius 26:39; Yohanes 17
Puasa Yesus berpuasa Matius 4:1-2
Mazmur Yesus menyanyikan mazmur Matius 26:30
Taurat Yesus membaca dan mengajar Taurat Lukas 4:16-21

Kesimpulan: Yesus melaksanakan seluruh tradisi Yahudi—bukan sekadar formalitas —tetapi dengan sungguh-sungguh.

1.2. Mengapa Yesus Melaksanakan Seluruh Tradisi Yahudi?

Arus utama sering menjawab: "Yesus melaksanakan tradisi Yahudi untuk menggenapi hukum Taurat—karena Ia adalah Mesias yang diutus kepada bangsa Israel."

Jawaban ini benar—tetapi tidak lengkap. Mengapa Yesus harus menggenapi hukum Taurat? Apa tujuan akhir dari penggenapan itu?

Trinitas Penyembahan menjawab: Yesus melaksanakan seluruh tradisi Yahudi—bukan hanya untuk menggenapi hukum Taurat—tetapi karena semuanya terkait penyembahan—dan penyembahan adalah sebab kedatangan-Nya.

1.3. Tradisi Yahudi sebagai Sarana Penyembahan

Seluruh tradisi Yahudi—sunat, Paskah, Sabat, Bait Suci, korban, doa, puasa, mazmur—adalah sarana penyembahan. Tradisi Yahudi bukanlah sekadar formalitas—tetapi cara umat Allah menyembah-Nya.

Tradisi Yahudi Makna Penyembahan Ayat
Sunat Tanda perjanjian—tanda menjadi milik Allah Kejadian 17:11
Paskah Peringatan pembebasan—respons penyembahan Keluaran 12:14
Sabat Hari perhentian—hari penyembahan Keluaran 20:8-11
Bait Suci Tempat kediaman Allah—pusat penyembahan 1 Raja-raja 8:10-11
Korban Persembahan kepada Allah—inti penyembahan Imamat 1-7
Doa Komunikasi dengan Allah—nafas penyembahan Mazmur 141:2
Puasa Merendahkan diri di hadapan Allah—penyembahan Imamat 16:29-31
Mazmur Nyanyian pujian—ekspresi penyembahan Mazmur 150

Kesimpulan: Seluruh tradisi Yahudi adalah sarana penyembahan—dan Yesus melaksanakannya—karena Ia adalah Penyembah yang sempurna—yang datang untuk memulihkan penyembahan yang telah rusak.

---

Bagian 2: Yesus sebagai Imam—Mengapa Ia Menyembah?

2.1. Yesus adalah Imam Besar

"Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang..." (Ibrani 9:11)

Yesus adalah Imam Besar—dan ini diakui oleh seluruh tradisi Kristen—termasuk Trinitas Persona.

2.2. Pertanyaan yang Tidak Terjawab

Jika Yesus adalah Imam Besar—mengapa Ia harus menyembah Allah?

Arus utama menjawab: "Yesus menyembah Allah dalam kemanusiaan-Nya—karena Ia adalah manusia yang taat—dan sebagai manusia—Ia menyembah Allah."

Tetapi jawaban ini tidak menjawab pertanyaan inti: Jika Yesus adalah Imam—mengapa Ia menyembah? Bukankah seorang imam adalah perantara yang mempersembahkan penyembahan kepada Allah—bukan penyembah yang menyembah?

2.3. Jawaban Trinitas Penyembahan

Trinitas Penyembahan menjawab: Yesus adalah Imam—dan justru karena Ia adalah Imam—Ia menyembah Allah.

Mengapa?

Aspek Penjelasan Ayat
Imam adalah penyembah Imam adalah orang yang mempersembahkan penyembahan kepada Allah—dan karena itu—ia harus menyembah Imamat 8-9; Ibrani 5:1-4
Imam adalah perantara Imam adalah perantara antara Allah dan manusia—dan karena itu—ia harus berelasi dengan Allah—dan relasi itu dinyatakan dalam penyembahan Keluaran 28:1; Ibrani 5:1
Imam adalah korban Imam mempersembahkan korban—dan korban itu adalah penyembahan Imamat 1-7; Ibrani 9:11-14
Imam adalah penyembah yang sempurna Yesus adalah Imam yang sempurna—dan karena itu—Ia menyembah dengan sempurna Ibrani 7:26-28; 9:14

Kesimpulan: Yesus menyembah Allah—bukan meskipun Ia adalah Imam—tetapi justru karena Ia adalah Imam. Imam adalah penyembah—dan Imam yang sempurna adalah Penyembah yang sempurna.

2.4. Referensi Alkitab

Ayat Konteks Makna
Imamat 8-9 Pentahbisan Harun dan anak-anaknya sebagai imam Imam dikuduskan untuk menyembah
Ibrani 5:1-4 Imam ditetapkan untuk mempersembahkan korban Imam mempersembahkan korban—dan korban adalah penyembahan
Ibrani 9:11-14 Kristus sebagai Imam Besar Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri—sebagai korban dan penyembahan
Yohanes 17 Doa Imam Besar Yesus Yesus berdoa—dan doa adalah penyembahan
Matius 26:39 Doa di Getsemani Yesus menyerahkan diri kepada Bapa—dan itu adalah penyembahan

---

Bagian 3: Yesus sebagai Nabi—Mengapa Ia Menyembah?

3.1. Yesus adalah Nabi

"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya." (Ulangan 18:18)

Yesus adalah Nabi—dan ini diakui oleh seluruh tradisi Kristen—termasuk Trinitas Persona.

3.2. Pertanyaan yang Tidak Terjawab

Jika Yesus adalah Nabi—mengapa Ia harus menyembah Allah?

Arus utama menjawab: "Yesus menyembah Allah dalam kemanusiaan-Nya—karena Ia adalah manusia yang taat—dan sebagai manusia—Ia menyembah Allah."

Tetapi jawaban ini tidak menjawab pertanyaan inti: Jika Yesus adalah Nabi—mengapa Ia menyembah? Bukankah seorang nabi adalah penyampai firman Allah—bukan penyembah yang menyembah?

3.3. Jawaban Trinitas Penyembahan

Trinitas Penyembahan menjawab: Yesus adalah Nabi—dan justru karena Ia adalah Nabi—Ia menyembah Allah.

Mengapa?

Aspek Penjelasan Ayat
Nabi adalah penyembah Nabi adalah orang yang berdiri di hadapan Allah—dan menerima firman-Nya—dan karena itu—ia harus menyembah Yesaya 6:1-8; Yeremia 1:4-10
Nabi adalah perantara Nabi adalah perantara antara Allah dan manusia—dan karena itu—ia harus berelasi dengan Allah—dan relasi itu dinyatakan dalam penyembahan Ulangan 18:18; Yeremia 1:9
Nabi adalah penyampai firman Nabi menyampaikan firman Allah—dan firman itu adalah bagian dari penyembahan Yesaya 6:8-13; Yeremia 1:9
Nabi adalah penyembah yang sempurna Yesus adalah Nabi yang sempurna—dan karena itu—Ia menyembah dengan sempurna Ulangan 18:15; Kisah 3:22-26

Kesimpulan: Yesus menyembah Allah—bukan meskipun Ia adalah Nabi—tetapi justru karena Ia adalah Nabi. Nabi adalah penyembah—dan Nabi yang sempurna adalah Penyembah yang sempurna.

3.4. Referensi Alkitab

Ayat Konteks Makna
Yesaya 6:1-8 Yesaya melihat Allah di Bait Suci Nabi berdiri di hadapan Allah—dan menyembah
Yeremia 1:4-10 Yeremia dipanggil sebagai nabi Nabi menerima firman Allah—dan menyampaikannya
Ulangan 18:15-19 Janji tentang Nabi yang akan datang Nabi adalah perantara antara Allah dan manusia
Kisah 3:22-26 Petrus mengutip Ulangan 18 Yesus adalah Nabi yang dijanjikan
Yohanes 12:49-50 Yesus berbicara firman Bapa Yesus menyampaikan firman Bapa—dan itu adalah penyembahan

---

Bagian 4: Yesus sebagai Raja—Mengapa Ia Menyembah?

4.1. Yesus adalah Raja

"Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." (Mikha 5:2)

Yesus adalah Raja—dan ini diakui oleh seluruh tradisi Kristen—termasuk Trinitas Persona.

4.2. Pertanyaan yang Tidak Terjawab

Jika Yesus adalah Raja—mengapa Ia harus menyembah Allah?

Arus utama menjawab: "Yesus menyembah Allah dalam kemanusiaan-Nya—karena Ia adalah manusia yang taat—dan sebagai manusia—Ia menyembah Allah."

Tetapi jawaban ini tidak menjawab pertanyaan inti: Jika Yesus adalah Raja—mengapa Ia menyembah? Bukankah seorang raja adalah penguasa yang memerintah—bukan penyembah yang menyembah?

4.3. Jawaban Trinitas Penyembahan

Trinitas Penyembahan menjawab: Yesus adalah Raja—dan justru karena Ia adalah Raja—Ia menyembah Allah.

Mengapa?

Aspek Penjelasan Ayat
Raja adalah penyembah Raja adalah orang yang memerintah atas nama Allah—dan karena itu—ia harus menyembah Allah 2 Samuel 7:8-16; Mazmur 2
Raja adalah wakil Allah Raja adalah wakil Allah di bumi—dan karena itu—ia harus berelasi dengan Allah—dan relasi itu dinyatakan dalam penyembahan 1 Samuel 8:4-7; 2 Samuel 7:14
Raja adalah pemimpin penyembahan Raja memimpin umat dalam penyembahan—dan karena itu—ia harus menyembah terlebih dahulu 1 Tawarikh 29:10-20; 2 Tawarikh 6
Raja adalah penyembah yang sempurna Yesus adalah Raja yang sempurna—dan karena itu—Ia menyembah dengan sempurna Mazmur 2; Wahyu 19:16

Kesimpulan: Yesus menyembah Allah—bukan meskipun Ia adalah Raja—tetapi justru karena Ia adalah Raja. Raja adalah penyembah—dan Raja yang sempurna adalah Penyembah yang sempurna.

4.4. Referensi Alkitab

Ayat Konteks Makna
2 Samuel 7:8-16 Janji Allah kepada Daud Raja adalah wakil Allah—dan harus menyembah
1 Tawarikh 29:10-20 Daud memimpin penyembahan Raja memimpin umat dalam penyembahan
2 Tawarikh 6 Salomo memimpin penyembahan di Bait Suci Raja memimpin penyembahan
Mazmur 2 Raja yang diurapi Raja adalah wakil Allah
Wahyu 19:16 Yesus sebagai Raja segala raja Yesus adalah Raja yang sempurna

---

Bagian 5: Mengapa Arus Utama Tidak Dapat Menjawab?

5.1. Arus Utama Memisahkan Jabatan dari Penyembahan

Trinitas Persona memisahkan jabatan Mesianis dari penyembahan. Yesus adalah Imam—tetapi jabatan Imam dipahami sebagai jabatan fungsional—yang terpisah dari penyembahan. Yesus adalah Nabi—tetapi jabatan Nabi dipahami sebagai jabatan fungsional—yang terpisah dari penyembahan. Yesus adalah Raja—tetapi jabatan Raja dipahami sebagai jabatan fungsional—yang terpisah dari penyembahan.

Akibatnya—arus utama tidak dapat menjawab pertanyaan: "Mengapa Yesus harus menyembah Allah jika Ia adalah Imam/Nabi/Raja?"—karena** dalam kerangka arus utama—jabatan dan penyembahan adalah dua hal yang terpisah.

5.2. Trinitas Penyembahan Menyatukan Jabatan dengan Penyembahan

Trinitas Penyembahan menyatukan jabatan Mesianis dengan penyembahan. Yesus adalah Imam—dan jabatan Imam adalah jabatan penyembahan—karena imam adalah penyembah yang mempersembahkan korban. Yesus adalah Nabi—dan jabatan Nabi adalah jabatan penyembahan—karena nabi adalah penyembah yang berdiri di hadapan Allah. Yesus adalah Raja—dan jabatan Raja adalah jabatan penyembahan—karena raja adalah penyembah yang memimpin umat dalam penyembahan.

Kesimpulan: Trinitas Penyembahan dapat menjawab pertanyaan yang tidak terjawab arus utama—karena Trinitas Penyembahan menyatukan jabatan Mesianis dengan penyembahan.

5.3. Semua Jabatan Mesianis Berpusat pada Penyembahan

Jabatan Inti Penyembahan Ayat
Imam Mempersembahkan korban kepada Allah Korban adalah penyembahan Imamat 1-7; Ibrani 9:11-14
Nabi Menyampaikan firman Allah Firman adalah bagian dari penyembahan Yesaya 6:1-8; Yeremia 1:4-10
Raja Memerintah atas nama Allah Pemerintahan adalah penyembahan 2 Samuel 7:8-16; Mazmur 2

Kesimpulan: Seluruh jabatan Mesianis—Imam, Nabi, Raja—berpusat pada penyembahan. Dan karena itu—Yesus menyembah Allah—bukan meskipun Ia adalah Imam/Nabi/Raja—tetapi justru karena Ia adalah Imam/Nabi/Raja.

---

Bagian 6: Yesus Melaksanakan Seluruh Tradisi Yahudi—Karena Penyembahan

6.1. Seluruh Tradisi Yahudi Berpusat pada Penyembahan

Seluruh tradisi Yahudi—sunat, Paskah, Sabat, Bait Suci, korban, doa, puasa, mazmur—berpusat pada penyembahan. Dan Yesus melaksanakan semuanya—bukan sekadar karet—tetapi dengan sungguh-sungguh—karena Ia adalah Penyembah yang sempurna.

6.2. Yesus adalah Penyembah yang Sempurna

Aspek Penjelasan Ayat
Yesus berdoa Yesus berdoa kepada Bapa—dan doa adalah penyembahan Matius 26:39; Yohanes 17
Yesus berpuasa Yesus berpuasa—dan puasa adalah penyembahan Matius 4:1-2
Yesus merayakan Paskah Yesus merayakan Paskah—dan Paskah adalah penyembahan Lukas 22:7-15
Yesus beribadah di sinagoge Yesus beribadah di sinagoge pada hari Sabat—dan itu adalah penyembahan Lukas 4:16
Yesus menyanyikan mazmur Yesus menyanyikan mazmur—dan mazmur adalah penyembahan Matius 26:30
Yesus mempersembahkan diri-Nya Yesus mempersembahkan diri-Nya sebagai korban—dan itu adalah penyembahan Ibrani 9:14; 10:10-14

Kesimpulan: Yesus adalah Penyembah yang sempurna—dan karena itu—Ia melaksanakan seluruh tradisi Yahudi—bukan sekadar formalitas —tetapi dengan sungguh-sungguh—karena semuanya terkait penyembahan.

6.3. Penyembahan adalah Sebab Kedatangan Yesus

Mengapa Yesus datang? Arus utama menjawab: "Untuk menyelamatkan manusia dari dosa."

Jawaban ini benar—tetapi tidak lengkap. Mengapa manusia harus diselamatkan dari dosa? Apa tujuan akhir dari keselamatan?

Trinitas Penyembahan menjawab: Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa—supaya manusia dapat menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Penyembahan adalah sebab kedatangan Yesus—dan penyembahan adalah tujuan akhir dari keselamatan.

Aspek Penjelasan Ayat
Tujuan pembebasan Israel dibebaskan untuk beribadah Keluaran 7:16; Lukas 1:74-75
Tujuan penebusan Kristus menebus kita supaya kita dapat beribadah Ibrani 9:14
Tujuan akhir zaman Perjamuan Kawin Anak Domba—penyembahan kekal Wahyu 19:9

Kesimpulan: Penyembahan adalah sebab kedatangan Yesus—dan penyembahan adalah tujuan akhir dari keselamatan.

---

Bagian 7: Kesimpulan—Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja

7.1. Ringkasan

Jabatan Mengapa Yesus Menyembah? Ayat
Imam Karena imam adalah penyembah yang mempersembahkan korban Imamat 8-9; Ibrani 5:1-4
Nabi Karena nabi adalah penyembah yang berdiri di hadapan Allah Yesaya 6:1-8; Yeremia 1:4-10
Raja Karena raja adalah penyembah yang memimpin umat dalam penyembahan 2 Samuel 7:8-16; Mazmur 2

7.2. Pernyataan Akhir

Yesus melaksanakan seluruh tradisi Yahudi—bukan sekadar formalitas —tetapi dengan sungguh-sungguh—karena semuanya terkait penyembahan—dan penyembahan adalah sebab kedatangan-Nya.

Yesus adalah Imam—dan karena itu—Ia menyembah Allah—karena imam adalah penyembah yang mempersembahkan korban.

Yesus adalah Nabi—dan karena itu—Ia menyembah Allah—karena nabi adalah penyembah yang berdiri di hadapan Allah.

Yesus adalah Raja—dan karena itu—Ia menyembah Allah—karena raja adalah penyembah yang memimpin umat dalam penyembahan.

Dan pertanyaan yang tidak terjawab arus utama—"Mengapa Yesus harus menyembah Allah jika Ia adalah Imam/Nabi/Raja?"—dijawab** oleh Trinitas Penyembahan: karena seluruh jabatan Mesianis berpusat pada penyembahan—dan karena itu—Yesus menyembah Allah—bukan meskipun Ia adalah Imam/Nabi/Raja—tetapi justru karena Ia adalah Imam/Nabi/Raja.

"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:24)

Soli Deo Gloria.

---

Daftar Referensi Alkitab

Ayat Tema
Kejadian 17:11 Sunat — tanda perjanjian
Keluaran 7:16 "Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah"
Keluaran 12:14 Paskah — peringatan pembebasan
Keluaran 20:8-11 Sabat — hari penyembahan
Keluaran 28:1 Imam ditetapkan untuk menyembah
Imamat 1-7 Korban — inti penyembahan
Imamat 8-9 Pentahbisan imam
Imamat 16:29-31 Puasa — merendahkan diri
Ulangan 18:15-19 Janji tentang Nabi yang akan datang
2 Samuel 7:8-16 Janji Allah kepada Daud
1 Tawarikh 29:10-20 Daud memimpin penyembahan
2 Tawarikh 6 Salomo memimpin penyembahan
Mazmur 2 Raja yang diurapi
Mazmur 141:2 Doa — penyembahan
Mazmur 150 Nyanyian pujian
Yesaya 6:1-8 Yesaya melihat Allah di Bait Suci
Yeremia 1:4-10 Yeremia dipanggil sebagai nabi
Mikha 5:2 Raja yang dijanjikan
Matius 4:1-2 Yesus berpuasa
Matius 26:30 Yesus menyanyikan mazmur
Matius 26:39 Doa di Getsemani
Lukas 2:21 Yesus disunat
Lukas 2:41-49 Yesus di Bait Suci
Lukas 4:16 Yesus beribadah di sinagoge
Lukas 22:7-15 Yesus merayakan Paskah
Yohanes 2:13-17 Yesus membersihkan Bait Suci
Yohanes 7:2-10 Yesus merayakan Hari Raya Pondok Daun
Yohanes 10:22-23 Yesus di Hanukkah
Yohanes 12:49-50 Yesus menyampaikan firman Bapa
Yohanes 17 Doa Imam Besar Yesus
Kisah 3:22-26 Petrus mengutip Ulangan 18
Ibrani 5:1-4 Imam ditetapkan untuk mempersembahkan korban
Ibrani 7:26-28 Imam Besar yang sempurna
Ibrani 9:11-14 Kristus Imam Besar dan Persembahan
Ibrani 10:10-14 Korban Kristus sekali dan sempurna
Wahyu 19:9 Perjamuan Kawin Anak Domba
Wahyu 19:16 Yesus sebagai Raja segala raja

---

Daftar Pustaka

· Alkitab, Terjemahan Baru (LAI, 2000).
· Barth, Karl. Church Dogmatics I/1, III/1, IV/1.
· Calvin, John. Institutes of the Christian Religion.
· Ladd, George Eldon. A Theology of the New Testament. Eerdmans, 1993.
· Moltmann, Jürgen. The Trinity and the Kingdom. Harper & Row, 1981.
· Wright, N.T. Simply Christian: Why Christianity Makes Sense. HarperOne, 2006.

---

Yesus melaksanakan seluruh tradisi Yahudi — bukan sekadar karet — tetapi dengan sungguh-sungguh — karena semuanya terkait penyembahan. Yesus adalah Imam, Nabi, dan Raja — dan justru karena itu — Ia menyembah Allah. Arus utama tidak dapat menjawab pertanyaan ini — karena memisahkan jabatan dari penyembahan. Trinitas Penyembahan menjawabnya — karena seluruh jabatan Mesianis berpusat pada penyembahan — dan penyembahan adalah sebab kedatangan Yesus.

Komentar

Postingan Populer

Daftar Blog Terkait - Utama

Please Share The Link

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan