Apakah Normal bagi Anak Allah Menyembah Allah? Mengapa Menolak Konsep "Allah Menyembah Allah" Secara Tidak Langsung Merendahkan Anugerah sebagai Anak Allah
Apakah Normal bagi Anak Allah Menyembah Allah?
Mengapa Menolak Konsep "Allah Menyembah Allah" Secara Tidak Langsung Merendahkan Anugerah sebagai Anak Allah
---
Pendahuluan: Sebuah Pertanyaan yang Mengguncang Logika Kita
Selama berabad-abad, Trinitas Persona telah menolak konsep "Allah menyembah Allah" dengan alasan bahwa penyembahan berarti pengakuan inferioritas — dan jika Allah menyembah Allah, maka Allah menjadi inferior terhadap diri-Nya sendiri — yang tidak mungkin.
Tetapi — dan inilah pertanyaan yang mengguncang logika kita — jika kita menolak konsep "Allah menyembah Allah" — bukankah kita secara tidak langsung mengatakan bahwa tidak pantas bagi seorang anak Allah untuk menyembah Allah?
Kita — sebagai orang Kristen — adalah tubuh Kristus (1 Korintus 12:27) — dan kita adalah anak-anak Allah (Yohanes 1:12; Roma 8:14-16; Galatia 3:26; 1 Yohanes 3:1-2). Dan ketika kita menyembah Allah — bukankah itu berarti sebagai anak Allah kita menyembah Allah?
Jika kita menganggap bahwa seorang anak Allah menyembah Allah adalah sesuatu yang normal — maka mengapa kita menganggap "Allah menyembah Allah" sebagai sesuatu yang ganjil?
Dan jika kita menganggap seorang anak Allah menyembah Allah sebagai sesuatu yang ganjil — bukankah kita secara tidak langsung merendahkan anugerah sebagai anak Allah?**
Artikel ini akan menunjukkan — dengan referensi Alkitab — dan dengan mengaitkan seluruh konsep yang telah kita buka — bahwa:
1. Kita adalah anak-anak Allah — dan sebagai anak-anak Allah — kita menyembah Allah.
2. Yesus Kristus adalah Anak Allah — dan sebagai Anak Allah — Ia menyembah Bapa.
3. Allah adalah Kasih — dan kasih itu berinteraksi secara internal dalam Trinitas — dan karena itu — Allah dapat menyembah Allah.
4. Menolak konsep "Allah menyembah Allah" secara tidak langsung merendahkan anugerah sebagai anak Allah.
---
Bagian 1: Kita adalah Anak-Anak Allah — dan Sebagai Anak-Anak Allah, Kita Menyembah Allah
1.1. Kita adalah Anak-Anak Allah
Ayat Teks Apa yang Dinyatakan
Yohanes 1:12 "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya" Kita adalah anak-anak Allah
Roma 8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah" Kita adalah anak-anak Allah
Roma 8:15 "Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah" Kita adalah anak-anak Allah
Roma 8:16 "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" Kita adalah anak-anak Allah
Galatia 3:26 "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus" Kita adalah anak-anak Allah
Galatia 4:6 "Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: 'Abba, Bapa!'" Kita adalah anak-anak Allah — dan kita berseru kepada Bapa
Efesus 1:5 "Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya" Kita adalah anak-anak Allah
1 Yohanes 3:1 "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah" Kita adalah anak-anak Allah
1 Yohanes 3:2 "Saudara-saudara yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah" Kita adalah anak-anak Allah
Kesimpulan: Kita adalah anak-anak Allah — bukan karena kita layak — tetapi karena anugerah Allah melalui Yesus Kristus.
1.2. Sebagai Anak-Anak Allah, Kita Menyembah Allah
Jika kita adalah anak-anak Allah — maka sebagai anak-anak Allah — kita menyembah Allah.
Ayat Teks Apa yang Dinyatakan
Yohanes 4:23-24 "Penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab penyembah-penyembah demikianlah yang Bapa kehendaki. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" Kita menyembah Bapa — sebagai anak-anak-Nya
Roma 8:15 "Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: 'ya Abba, ya Bapa!'" Kita berseru kepada Bapa — itulah penyembahan
Galatia 4:6 "Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: 'Abba, Bapa!'" Kita berseru kepada Bapa — itulah penyembahan
Efesus 2:18 "Oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa" Kita beroleh jalan masuk kepada Bapa — itulah penyembahan
Ibrani 4:16 "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia" Kita menghampiri takhta Allah — itulah penyembahan
Ibrani 10:19-22 "Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus... marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas" Kita menghadap Allah — itulah penyembahan
1 Petrus 2:5 "Biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah" Kita mempersembahkan persembahan rohani — itulah penyembahan
1 Petrus 2:9 "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib" Kita memberitakan perbuatan Allah — itulah penyembahan
Kesimpulan: Sebagai anak-anak Allah — kita menyembah Allah — kita berseru kepada Bapa — kita menghampiri takhta-Nya — kita mempersembahkan persembahan rohani — itulah penyembahan kita.
1.3. Apakah Normal bagi Anak Allah Menyembah Allah?
Ya — sangat normal. Kita adalah anak-anak Allah — dan sebagai anak-anak Allah — kita menyembah Allah. Itu adalah hak istimewa kita — dan itu adalah respons kita terhadap kasih Allah.
Aspek Penjelasan Ayat
Kita adalah anak-anak Allah Kita menerima status anak melalui iman kepada Kristus Yohanes 1:12; Roma 8:14-16; Galatia 3:26
Kita menyembah Allah Sebagai anak-anak, kita berseru kepada Bapa, menghampiri takhta-Nya, mempersembahkan persembahan rohani Roma 8:15; Galatia 4:6; Efesus 2:18; Ibrani 4:16; 10:19-22; 1 Petrus 2:5
Itu adalah hak istimewa Kita tidak menyembah karena kita layak, tetapi karena kita telah dipantaskan oleh Kristus Ibrani 9:14; 10:19-22
Kesimpulan: Normal bagi anak Allah menyembah Allah — karena itulah hak istimewa anak-anak Allah — dan itulah respons kasih terhadap kasih Allah.
---
Bagian 2: Yesus Kristus adalah Anak Allah — dan Sebagai Anak Allah, Ia Menyembah Bapa
2.1. Yesus adalah Anak Allah
Ayat Teks Apa yang Dinyatakan
Matius 3:17 "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" Yesus adalah Anak Allah
Matius 17:5 "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" Yesus adalah Anak Allah
Markus 1:11 "Engkau adalah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" Yesus adalah Anak Allah
Lukas 3:22 "Engkau adalah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" Yesus adalah Anak Allah
Yohanes 1:34 "Aku telah melihat dan memberi kesaksian, bahwa Dialah Anak Allah" Yesus adalah Anak Allah
Yohanes 1:49 "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus adalah Anak Allah
Yohanes 3:16 "Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal" Yesus adalah Anak Allah
Yohanes 20:31 "Supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah" Yesus adalah Anak Allah
Roma 1:4 "Ia adalah Anak Allah yang berkuasa" Yesus adalah Anak Allah
Ibrani 1:2 "Pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya" Yesus adalah Anak Allah
1 Yohanes 5:20 "Kita tahu juga, bahwa Anak Allah telah datang" Yesus adalah Anak Allah
Kesimpulan: Yesus Kristus adalah Anak Allah — bukan hanya gelar — tetapi identitas yang kekal.
2.2. Sebagai Anak Allah, Yesus Menyembah Bapa
Jika Yesus adalah Anak Allah — maka sebagai Anak Allah — Ia menyembah Bapa.
Ayat Teks Apa yang Dinyatakan
Yohanes 17:1 "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu" Yesus berdoa kepada Bapa — itulah penyembahan-Nya
Yohanes 17:4 "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi" Yesus memuliakan Bapa — itulah penyembahan-Nya
Yohanes 17:5 "Permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri" Yesus meminta kemuliaan dari Bapa — relasi penyembahan
Yohanes 17:19 "Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka" Yesus menguduskan diri-Nya — itulah penyembahan-Nya
Yohanes 12:28 "Bapa, permuliakanlah nama-Mu!" Yesus berdoa kepada Bapa — itulah penyembahan-Nya
Matius 26:39 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi" Yesus menyerahkan kehendak-Nya kepada Bapa — itulah penyembahan-Nya
Lukas 22:42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi" Yesus menyerahkan kehendak-Nya kepada Bapa — itulah penyembahan-Nya
Lukas 23:46 "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku" Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa — itulah penyembahan-Nya
Ibrani 5:7 "Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia" Yesus mempersembahkan doa dan permohonan — itulah penyembahan-Nya
Ibrani 9:14 "Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah" Yesus mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah — itulah penyembahan-Nya
Efesus 5:2 "Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah" Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai persembahan bagi Allah
Kesimpulan: Sebagai Anak Allah — Yesus menyembah Bapa — melalui doa, ketaatan, penyerahan diri, dan pengorbanan-Nya. Itulah penyembahan-Nya.
2.3. Apakah Normal bagi Yesus — sebagai Anak Allah — Menyembah Bapa?
Ya — sangat normal. Yesus adalah Anak Allah — dan sebagai Anak Allah — Ia menyembah Bapa. Itu bukan karena Ia inferior — tetapi karena Ia adalah Anak — dan sebagai Anak — Ia berelasi dengan Bapa dalam kasih dan penyembahan.
Aspek Penjelasan Ayat
Yesus adalah Anak Allah Ia adalah Anak yang kekal — sehakikat dengan Bapa Yohanes 1:1, 14; Filipi 2:6; Kolose 2:9
Yesus menyembah Bapa Sebagai Anak, Ia berdoa, taat, menyerahkan diri, dan berkorban Yohanes 17; Matius 26:39; Lukas 22:42; 23:46; Ibrani 5:7; 9:14; Efesus 5:2
Itu bukan inferioritas Penyembahan-Nya adalah ekspresi kasih — bukan pengakuan inferioritas Yohanes 14:31; 10:17-18; Filipi 2:6-8
Kesimpulan: Normal bagi Yesus — sebagai Anak Allah — menyembah Bapa — karena itulah relasi kasih antara Anak dan Bapa — bukan pengakuan inferioritas.
---
Bagian 3: Allah adalah Kasih — dan Kasih Itu Berinteraksi Secara Internal dalam Trinitas
3.1. Kasih adalah Hakikat Allah
Ayat Teks Apa yang Dinyatakan
1 Yohanes 4:8 "Allah adalah kasih" Kasih adalah hakikat Allah
1 Yohanes 4:16 "Allah adalah kasih" Kasih adalah hakikat Allah
Yohanes 3:35 "Bapa mengasihi Anak" Kasih Bapa kepada Anak — interaksi internal
Yohanes 14:31 "Aku mengasihi Bapa" Kasih Anak kepada Bapa — interaksi internal
Yohanes 17:24 "Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan" Kasih Bapa kepada Anak — kekal — sebelum penciptaan
Yohanes 17:26 "Kasih yang Engkau berikan kepada-Ku" Kasih Bapa kepada Anak — interaksi internal
Kolose 1:13 "Anak yang dikasihi-Nya" Anak adalah yang dikasihi Bapa — interaksi internal
Efesus 1:6 "Yang dikasihi-Nya" Anak adalah yang dikasihi Bapa — interaksi internal
2 Petrus 1:17 "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi" Bapa menyatakan kasih-Nya kepada Anak — interaksi internal
Kesimpulan: Kasih adalah hakikat Allah — dan kasih itu berinteraksi secara internal dalam Trinitas — antara Bapa dan Anak — sejak kekekalan.
3.2. Karena Kasih adalah Hakikat yang Berinteraksi Internal, Allah Dapat Menyembah Allah
Jika kasih adalah hakikat yang berinteraksi secara internal dalam Allah — maka Allah dapat menyembah Allah — bukan karena Ia inferior — tetapi karena penyembahan adalah ekspresi dari kasih itu sendiri.
Ayat Teks Apa yang Dinyatakan
Filipi 2:6-8 "Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba" Kristus — yang setara dengan Allah — merendahkan diri-Nya sendiri — karena kasih
Yohanes 10:17-18 "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku... Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri" Kristus memberikan nyawa-Nya sendiri — karena kasih kepada Bapa
Yohanes 14:31 "Supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa... Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku" Kristus melakukan perintah Bapa — karena kasih kepada Bapa
Yohanes 17:4 "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi" Kristus memuliakan Bapa — karena kasih kepada Bapa
Kesimpulan: Allah dapat menyembah Allah — bukan karena Ia inferior — tetapi karena kasih adalah hakikat-Nya — dan kasih itu berinteraksi secara internal dalam Trinitas — antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus — sejak kekekalan.
3.3. Penyembahan dan Pengorbanan adalah Wujud dari Kasih Itu Sendiri
Jika Allah adalah Kasih — maka penyembahan dan pengorbanan adalah wujud dari kasih itu sendiri.
Ayat Teks Apa yang Dinyatakan
Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal" Kasih Allah adalah kasih yang berkorban
Roma 5:8 "Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" Kasih Allah dinyatakan dalam pengorbanan Kristus
1 Yohanes 4:9-10 "Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita" Kasih Allah adalah kasih yang berkorban
Efesus 5:2 "Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah" Kasih Kristus adalah kasih yang berkorban
Galatia 2:20 "Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" Kasih Kristus adalah kasih yang berkorban
Kesimpulan: Penyembahan dan pengorbanan adalah wujud dari kasih itu sendiri. Dan karena kasih adalah hakikat yang berinteraksi secara internal dalam Allah — maka Allah menyembah Allah bukanlah sesuatu yang ganjil — karena itu adalah wujud dari kasih itu sendiri.
---
Bagian 4: Menolak Konsep "Allah Menyembah Allah" Secara Tidak Langsung Merendahkan Anugerah sebagai Anak Allah
4.1. Jika Allah Tidak Dapat Menyembah Allah — Maka Anak Allah Tidak Dapat Menyembah Allah?
Jika kita menolak konsep "Allah menyembah Allah" — maka kita secara tidak langsung mengatakan bahwa tidak pantas bagi seorang anak Allah untuk menyembah Allah.
Mengapa?
Aspek Penjelasan
Kita adalah anak-anak Allah Kita menerima status anak melalui iman kepada Kristus (Yohanes 1:12; Roma 8:14-16; Galatia 3:26)
Sebagai anak-anak Allah, kita menyembah Allah Kita berseru kepada Bapa (Roma 8:15; Galatia 4:6), menghampiri takhta-Nya (Ibrani 4:16; 10:19-22), mempersembahkan persembahan rohani (1 Petrus 2:5)
Jika kita menolak "Allah menyembah Allah" Kita secara tidak langsung mengatakan bahwa menyembah adalah sesuatu yang tidak pantas bagi seorang anak Allah
Itu berarti kita merendahkan anugerah Karena anugerah sebagai anak Allah adalah hak istimewa untuk menyembah Allah
Kesimpulan: Menolak konsep "Allah menyembah Allah" secara tidak langsung merendahkan anugerah sebagai anak Allah — karena itu berarti mengatakan bahwa seorang anak Allah tidak pantas menyembah Allah.
4.2. Status Anak Allah Bukanlah Penyetaraan — Tetapi Itu Tidak Berarti Anak Allah Tidak Dapat Menyembah Allah
Kita mengakui bahwa status anak Allah kita bukanlah penyetaraan dengan Allah. Kita adalah anak-anak Allah melalui anugerah — bukan karena hakikat kita setara dengan Allah.
Aspek Penjelasan Ayat
Kita adalah anak-anak Allah Melalui iman kepada Kristus — bukan karena hakikat kita Yohanes 1:12; Roma 8:14-16; Galatia 3:26
Kita bukan setara dengan Allah Allah adalah Pencipta — kita adalah ciptaan Yesaya 55:8-9; Roma 9:20-21
Tetapi kita tetap menyembah Allah Sebagai anak-anak, kita menyembah Bapa — bukan karena kita setara, tetapi karena kita adalah anak-anak-Nya Roma 8:15; Galatia 4:6; Efesus 2:18; Ibrani 4:16
Kesimpulan: Status anak Allah bukanlah penyetaraan — tetapi itu tidak berarti anak Allah tidak dapat menyembah Allah. Justru karena kita adalah anak-anak Allah — kita menyembah Allah.
4.3. Yesus — sebagai Anak Allah — Menyembah Bapa — dan Itu Bukan Penyetaraan
Yesus — sebagai Anak Allah — menyembah Bapa — dan itu bukan subordanisme. Ia adalah Anak yang sehakikat dengan Bapa — tetapi Ia tetap menyembah Bapa — karena penyembahan bukanlah pengakuan inferioritas — tetapi ekspresi kasih.
Aspek Penjelasan Ayat
Yesus adalah Anak Allah Setara dengan Bapa dalam hakikat Yohanes 1:1; Filipi 2:6; Kolose 2:9
Yesus menyembah Bapa Melalui doa, ketaatan, penyerahan diri, pengorbanan Yohanes 17; Matius 26:39; Lukas 22:42; 23:46; Ibrani 5:7; 9:14
Itu bukan subordanisme Penyembahan-Nya adalah ekspresi kasih — bukan pengakuan inferioritas Yohanes 14:31; 10:17-18; Filipi 2:6-8
Kesimpulan: Yesus — sebagai Anak Allah — menyembah Bapa — dan itu bukan subordanisme — tetapi ekspresi kasih. Dan jika demikian, maka tidak ada yang ganjil ketika Allah menyembah Allah.
4.4. Menolak "Allah Menyembah Allah" Berarti Merendahkan Anugerah sebagai Anak Allah
Jika kita menolak konsep "Allah menyembah Allah" — maka kita secara tidak langsung mengatakan bahwa seorang anak Allah tidak pantas menyembah Allah.
Tetapi kita adalah anak-anak Allah — dan kita menyembah Allah. Jika kita mengatakan bahwa seorang anak Allah tidak pantas menyembah Allah —** maka kita merendahkan anugerah sebagai anak Allah — karena anugerah itu adalah hak istimewa untuk menyembah Allah.
Aspek Penjelasan Ayat
Kita adalah anak-anak Allah Melalui anugerah Yohanes 1:12; Roma 8:14-16; Galatia 3:26
Anugerah itu adalah hak istimewa Untuk menyembah Allah Roma 8:15; Galatia 4:6; Efesus 2:18; Ibrani 4:16; 1 Petrus 2:5
Menolak "Allah menyembah Allah" Berarti mengatakan bahwa anak Allah tidak pantas menyembah Allah —
Itu merendahkan anugerah Karena anugerah itu adalah hak istimewa untuk menyembah Allah —
Kesimpulan: Menolak konsep "Allah menyembah Allah" secara tidak langsung merendahkan anugerah sebagai anak Allah — karena itu berarti mengatakan bahwa seorang anak Allah tidak pantas menyembah Allah.
---
Bagian 5: Perumusan yang Mengaitkan Seluruh Konsep
5.1. Alkitab Berbicara tentang Penyembahan pada Allah yang adalah Kasih
Konsep Ayat Makna
Allah adalah Kasih 1 Yohanes 4:8, 16 Kasih adalah hakikat Allah
Kasih Allah adalah kasih yang berkorban Yohanes 3:16; Roma 5:8; 1 Yohanes 4:9-10 Allah memberikan Anak-Nya — karena kasih
Allah tidak menginginkan korban Hosea 6:6; Mazmur 51:18-19; Yesaya 1:11-17; Mikha 6:6-8 Allah menginginkan kasih setia, keadilan, kerendahan hati
Penyembahan sejati adalah pengorbanan kasih Roma 12:1; Ibrani 13:15-16; Filipi 4:18; 1 Petrus 2:5 Persembahan tubuh, syukur, berbuat baik, memberi bantuan
Korban PL adalah bayangan Ibrani 10:1, 4, 9, 11 Korban PL tidak menghapus dosa — hanya bayangan
Pengorbanan Kristus adalah pengorbanan kasih Yohanes 10:18; 15:13; Galatia 2:20; Efesus 5:2; Ibrani 9:14 Kristus menyerahkan diri-Nya sendiri — karena kasih
Yesus mempersembahkan diri-Nya kepada Bapa Ibrani 9:14; Efesus 5:2; Ibrani 10:10, 12; Filipi 2:8; Yohanes 17:4, 19 Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Bapa — itulah penyembahan-Nya
Kasih adalah hakikat yang berinteraksi internal Yohanes 3:35; 14:31; 17:24, 26; Kolose 1:13; Efesus 1:6; 2 Petrus 1:17 Bapa mengasihi Anak — Anak mengasihi Bapa — sejak kekekalan
Allah dapat menyembah Allah Filipi 2:6-8; Yohanes 10:17-18; 14:31; 17:4 Kristus — yang setara dengan Allah — merendahkan diri-Nya sendiri — karena kasih
Kita adalah anak-anak Allah Yohanes 1:12; Roma 8:14-16; Galatia 3:26; 1 Yohanes 3:1-2 Kita menerima status anak melalui iman kepada Kristus
Sebagai anak-anak Allah, kita menyembah Allah Roma 8:15; Galatia 4:6; Efesus 2:18; Ibrani 4:16; 10:19-22; 1 Petrus 2:5 Kita berseru kepada Bapa, menghampiri takhta-Nya, mempersembahkan persembahan rohani
Yesus adalah Anak Allah Matius 3:17; 17:5; Markus 1:11; Lukas 3:22; Yohanes 1:34, 49; 3:16; 20:31; Roma 1:4; Ibrani 1:2; 1 Yohanes 5:20 Yesus adalah Anak Allah — identitas yang kekal
Sebagai Anak Allah, Yesus menyembah Bapa Yohanes 17; Matius 26:39; Lukas 22:42; 23:46; Ibrani 5:7; 9:14; Efesus 5:2 Yesus berdoa, taat, menyerahkan diri, dan berkorban — itulah penyembahan-Nya
Menolak "Allah menyembah Allah" merendahkan anugerah — Karena itu berarti mengatakan bahwa anak Allah tidak pantas menyembah Allah
5.2. Perumusan Akhir
Apakah normal bagi anak Allah menyembah Allah?
Ya — sangat normal.
Kita adalah anak-anak Allah — dan sebagai anak-anak Allah — kita menyembah Allah. Yesus adalah Anak Allah — dan sebagai Anak Allah — Ia menyembah Bapa.
Dan karena Allah adalah Kasih — dan kasih itu berinteraksi secara internal dalam Trinitas —** maka Allah menyembah Allah bukanlah sesuatu yang ganjil — karena itu adalah wujud dari kasih itu sendiri.
Jika kita menolak konsep "Allah menyembah Allah" —** maka kita secara tidak langsung mengatakan bahwa tidak pantas bagi seorang anak Allah untuk menyembah Allah. Dan itu berarti kita merendahkan anugerah sebagai anak Allah — karena anugerah itu adalah hak istimewa untuk menyembah Allah.
Kita — sebagai tubuh Kristus — menyembah Allah. Dan ketika kita menyembah Allah —** kita tidak menganggap diri kita setara dengan Allah — tetapi kita mengakui bahwa sebagai anak-anak Allah —** kita berhak menyembah Bapa kita.
Yesus — sebagai Anak Allah — menyembah Bapa — dan itu bukan subordanisme — tetapi ekspresi kasih. Dan jika Yesus menyembah Bapa sebagai ekspresi hakikat Kasih — maka tidak ada yang ganjil ketika Allah menyembah Allah.
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:24)
Soli Deo Gloria.
---
Daftar Referensi Alkitab
Perjanjian Lama
Ayat Tema
Hosea 6:6 "Aku menyukai kasih setia, bukan korban"
Mazmur 51:18-19 "Korban kepada Allah ialah jiwa yang hancur"
Yesaya 1:11-17 Allah menolak korban tanpa keadilan
Yesaya 55:8-9 "Pikiran-Ku bukan pikiranmu"
Mikha 6:6-8 Allah menginginkan keadilan, kasih setia, kerendahan hati
Amos 5:21-24 Allah menolak perayaan tanpa keadilan
Yeremia 7:21-23 Allah menginginkan ketaatan — bukan korban
Perjanjian Baru
Ayat Tema
Matius 3:17 "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi"
Matius 17:5 "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi"
Matius 26:39 "Bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi"
Markus 1:11 "Engkau adalah Anak-Ku yang Kukasihi"
Lukas 3:22 "Engkau adalah Anak-Ku yang Kukasihi"
Lukas 22:42 "Bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi"
Lukas 23:46 "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku"
Yohanes 1:1 "Firman itu adalah Allah"
Yohanes 1:12 "Diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah"
Yohanes 1:14 "Firman itu telah menjadi manusia"
Yohanes 1:34 "Dialah Anak Allah"
Yohanes 1:49 "Engkau Anak Allah"
Yohanes 3:16 "Begitu besar kasih Allah"
Yohanes 3:35 "Bapa mengasihi Anak"
Yohanes 4:23-24 "Allah itu Roh"
Yohanes 10:17-18 "Aku memberikan nyawa-Ku... menurut kehendak-Ku sendiri"
Yohanes 12:28 "Bapa, permuliakanlah nama-Mu!"
Yohanes 14:31 "Aku mengasihi Bapa"
Yohanes 17:1 "Bapa, permuliakanlah Anak-Mu"
Yohanes 17:4 "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi"
Yohanes 17:5 "Permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri"
Yohanes 17:19 "Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka"
Yohanes 17:24 "Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan"
Yohanes 17:26 "Kasih yang Engkau berikan kepada-Ku"
Yohanes 20:31 "Yesuslah Mesias, Anak Allah"
Roma 1:4 "Ia adalah Anak Allah yang berkuasa"
Roma 5:8 "Allah menunjukkan kasih-Nya... Kristus telah mati untuk kita"
Roma 8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah"
Roma 8:15 "Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah"
Roma 8:16 "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita"
Roma 9:20-21 "Apakah manusia akan berkata kepada Allah"
Roma 12:1 "Ibadahmu yang sejati"
1 Korintus 12:27 "Kamu semua adalah tubuh Kristus"
Galatia 2:20 "Kristus yang hidup di dalam aku"
Galatia 3:26 "Kamu semua adalah anak-anak Allah"
Galatia 4:6 "Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita"
Efesus 1:5 "Ia telah menentukan kita... untuk menjadi anak-anak-Nya"
Efesus 1:6 "Yang dikasihi-Nya"
Efesus 2:4-5 "Allah yang kaya dengan rahmat"
Efesus 2:18 "Oleh Dia kita... beroleh jalan masuk kepada Bapa"
Efesus 5:2 "Kristus... telah menyerahkan diri-Nya untuk kita"
Filipi 2:6-8 "Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri"
Kolose 1:13 "Anak yang dikasihi-Nya"
Kolose 2:9 "Kepenuhan ke-Allahan berdiam dalam Dia"
1 Petrus 2:5 "Mempersembahkan persembahan rohani"
1 Petrus 2:9 "Kamulah bangsa yang terpilih"
2 Petrus 1:17 "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi"
Ibrani 1:2 "Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya"
Ibrani 4:16 "Marilah kita... menghampiri takhta kasih karunia"
Ibrani 5:7 "Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan"
Ibrani 9:14 "Kristus... telah mempersembahkan diri-Nya sendiri"
Ibrani 10:10, 12 "Persembahan tubuh Yesus Kristus"
Ibrani 10:19-22 "Kita... dapat masuk ke dalam tempat kudus"
Ibrani 13:15-16 "Korban syukur... berbuat baik... memberi bantuan"
Filipi 4:18 "Suatu persembahan yang harum"
1 Yohanes 3:1-2 "Kita disebut anak-anak Allah"
1 Yohanes 4:8, 16 "Allah adalah kasih"
1 Yohanes 4:9-10 "Allah telah mengutus Anak-Nya"
1 Yohanes 5:20 "Anak Allah telah datang"
---
Daftar Pustaka
· Alkitab, Terjemahan Baru (LAI, 2000).
· Barth, Karl. Church Dogmatics I/1, II/1, III/1, IV/1.
· Calvin, John. Institutes of the Christian Religion.
· Ladd, George Eldon. A Theology of the New Testament. Eerdmans, 1993.
· Moltmann, JΓΌrgen. The Trinity and the Kingdom. Harper & Row, 1981.
· Wright, N.T. Simply Christian: Why Christianity Makes Sense. HarperOne, 2006.
---
Apakah normal bagi anak Allah menyembah Allah? Ya — sangat normal. Kita adalah anak-anak Allah — dan sebagai anak-anak Allah — kita menyembah Allah. Yesus adalah Anak Allah — dan sebagai Anak Allah — Ia menyembah Bapa. Dan karena Allah adalah Kasih — dan kasih itu berinteraksi secara internal dalam Trinitas — maka Allah menyembah Allah bukanlah sesuatu yang ganjil — karena itu adalah wujud dari kasih itu sendiri. Jika kita menolak konsep "Allah menyembah Allah" — maka kita secara tidak langsung mengatakan bahwa tidak pantas bagi seorang anak Allah untuk menyembah Allah. Dan itu berarti kita merendahkan anugerah sebagai anak Allah — karena anugerah itu adalah hak istimewa untuk menyembah Allah.
Komentar
Posting Komentar