Yesus Tuhan - "ego eimi"

Yesus Tuhan - "ego eimi"


Dalam konteks PB (Perjanjian Baru Yunani), “Ego eimi” (ἐγώ εἰμι) berarti “Akulah Aku” atau “Aku adalah”. Frasa ini memiliki makna teologis yang sangat dalam karena merujuk pada nama diri Allah dalam Perjanjian Lama, yaitu “AKU ADALAH AKU” - Keluaran 3:14 . Itu adalah "deklarasi diri", bandingkan dengan konteks Yesus di PB. Ayat 15 deklarasi itu kemudian menjadi nama - YHWH (TUHAN). 

Berikut beberapa poin pentingnya:

1. Yesus menggunakannya untuk menyatakan keilahian-Nya:
   · Yohanes 8:58: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, AKU ADA (ego eimi).” Lawan bicara-Nya langsung mengambil batu untuk melempar-Nya karena mereka memahami itu sebagai penghujatan (mengklaim sebagai Allah).
   · Yohanes 18:5-6: Ketika Yesus berkata “Akulah Dia” (ego eimi) kepada tentara yang menangkap-Nya, mereka mundur dan jatuh ke tanah.
2. Tujuh pernyataan “Akulah” dalam Yohanes (dengan predikat):
   · Roti Hidup (6:35)
   · Terang Dunia (8:12)
   · Pintu ke Domba (10:7)
   · Gembala Baik (10:11)
   · Kebangkitan dan Hidup (11:25)
   · Jalan, Kebenaran, Hidup (14:6)
   · Pokok Anggur Benar (15:1)
3. Perbedaan dengan manusia biasa:
   · Rasul Paulus berkata “Aku adalah” tanpa klaim keilahian (Kis 21:39, “Aku adalah orang Yahudi”), tapi dalam bentuk biasa.
   · Sedangkan “Ego eimi” tanpa predikat dalam Yohanes 8:58 jelas menunjuk pada nama kudus Allah.

Kesimpulan: “Ego eimi” dalam PB, terutama Injil Yohanes, adalah klaim eksplisit Yesus bahwa Ia adalah Allah yang sama dengan YHWH dalam PL. Ini menjadi dasar iman Kristen akan Tritunggal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Artikel

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Shalom dan Beshalom