Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Yahweh di Luar Israel - Bukti Arkeologi Terbaru

  1. Teori "Yahweh di Luar Israel" (Bukti Arkeologi Terbaru) ada beberapa teori dan temuan terbaru yang mencoba menghubungkan bangsa lain di luar Israel kuno dengan penyembahan Yahweh (atau dewa yang mirip). Namun, kebanyakan masih spekulatif atau kontroversial. Berikut beberapa pendekatan modern:    a. Prasasti Kuntillet Ajrud (Abad ke-8 SM, Sinai)   - Ditemukan tulisan "Yahweh dan Asyeranya" (mungkin merujuk pada pasangan ilahi Yahweh dengan dewi Asherah).   - Menunjukkan bahwa Yahweh disembah di wilayah di luar Israel, mungkin oleh orang-orang Edom atau Midian.    b. Prasasti Khirbet el-Qom (Yudea Kuno)   - Memuat nama "Yahweh" bersama frasa perlindungan, menunjukkan pemujaan Yahweh di kalangan non-Israel (atau setidaknya pengaruhnya).    c. Teori Midian-Kenite (Asal-usul Yahweh Sebelum Israel)   - Beberapa sarjana (seperti Prof. Thomas Rรถmer) berpendapat bahwa Yahweh mungkin berasal dari dewa b...

Validitas Septuaginta

   Keabsahan Septuaginta (LXX): Bukti Historis, Teologis, dan Peranannya dalam Kanon Alkitab  Pendahuluan   Septuaginta (LXX)—terjemahan Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Yunani pada abad ke-3 SM—merupakan salah satu naskah Alkitab tertua yang masih bertahan hingga hari ini. Namun, keabsahannya sering dipertanyakan, terutama oleh kalangan yang menganggap Teks Masoret (naskah Ibrani standar Yahudi) sebagai satu-satunya versi yang otoritatif. Artikel ini akan membuktikan bahwa Septuaginta adalah teks yang sah, memiliki dasar historis kuat, dan bahkan dipakai oleh Yesus serta gereja awal.   ---  1. Asal-Usul Septuaginta: Proyek Kerajaan atau Kebutuhan Komunitas?    a. Tradisi Surat Aristeas   Menurut Surat Aristeas (abad ke-2 SM), Septuaginta diterjemahkan oleh 72 cendekiawan Yahudi di Alexandria atas permintaan Raja Ptolemy II Philadelphus (285–246 SM) untuk Perpustakaan Alexandria. Meski mengandung unsur legenda, inti ceritany...

Islam atau Kristen, Siapa yg lebih mencintai Yesus ?

 Siapa yang Lebih Mencintai Yesus? Ini adalah topik yang menarik dan mendalam yang menyoroti perbedaan cara Muslim dan Kristen memandang Yesus (Isa dalam Islam). Mari saya bagikan beberapa pandangan sambil menghormati kedua perspektif: Kecintaan Muslim terhadap Yesus (Nabi Isa): 1. Muslim sangat memuliakan Yesus sebagai salah satu nabi teragung - dilahirkan dari perawan Maryam, mampu melakukan mukjizat, dan sebagai Al-Masih. 2. Al-Qur'an mengandung banyak ayat yang memuji Yesus dan ibunya Maryam (bahkan ada Surah Maryam yang dinamai menurut namanya). 3. Muslim percaya Yesus akan kembali sebelum Hari Kiamat untuk menegakkan keadilan. 4. Kecintaan mereka diwujudkan melalui penghormatan mendalam dan ketaatan pada pesan kenabiannya dalam teologi Islam. Kecintaan Kristen terhadap Yesus: 1. Bagi Kristen, Yesus bukan sekadar nabi melainkan Anak Allah yang ilahi dan Juruselamat yang wafat untuk menebus dosa umat manusia. 2. Metafora "mempelai pria" dalam Alkitab berasal dari ayat...

Trinitas mengganti gagasan awal ke-Tuhan-an ?

Berikut tanggapan yang berlandaskan Alkitab terhadap klaim bahwa Trinitas menggantikan doktrin "Keluarga Tuhan" yang awal: Tanggapan Alkitabiah dan Historis: 1. Tidak Terjadi Penggantian Trinitas tidak menggantikan doktrin sebelumnya—doktrin ini berkembang secara organik dari ajaran para rasul untuk membela kebenaran Alkitab dari ajaran sesat. Perjanjian Baru secara konsisten menyajikan: - Allah sebagai Bapa (Yohanes 1:18) - Yesus sebagai Anak yang kekal (Yohanes 1:1-3,14) - Roh sebagai Pribadi ilahi (Kisah Para Rasul 5:3-4) 2. Sifat Ilahi Yesus Sudah Hadir Sejak Dikandung Bertentangan dengan klaim tersebut, Kitab Suci menegaskan: - Yesus adalah “Allah beserta kita” sejak lahir dari seorang perawan (Matius 1:23) -Firman itu sudah ada sejak kekal sebelum inkarnasi (Yohanes 1:1) - Ia dinyatakan sebagai Anak pada saat pembaptisan (Markus 1:11), namun tidak diangkat menjadi Anak di sana 3. "Anak Sulung" Mengacu pada Keunggulan Kolose 1:15-18 menjelaskan bahwa "anak...

Ajaran Gnostisisme dan Mistikisme New Age

 Bantahan terhadap Klaim "Divinity Growing Within Every True Believer” Klaim bahwa orang percaya memiliki "divinity growing within" adalah penyimpangan dari pengajaran Alkitab yang sehat. Orang percaya dipanggil untuk mencerminkan kemuliaan Allah (Matius 5:16), bukan menjadi Allah. Kebenaran kita adalah anugerah melalui iman, bukan transformasi ontologis menjadi makhluk ilahi.   Doktrin bahwa manusia "menjadi ilahi" adalah ciri khas ajaran gnostisisme dan mistikisme New Age, bukan teologi alkitabiah.   1. Kristus sebagai Satu-Satunya Yang Ilahi      - Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa hanya Allah yang memiliki sifat ilahi secara mutlak (Yesaya 43:10, 44:6). Manusia, bahkan orang percaya, tidak pernah disebut sebagai "ilahi" dalam arti memiliki esensi ketuhanan.      - Yohanes 1:12-13 menyatakan bahwa orang percaya menjadi "anak-anak Allah" melalui kelahiran baru, tetapi ini adalah status relasional, bukan perubahan ont...

Please Share The Link

JANGAN LUPA SHARE YAH ๐Ÿ™ Jika kamu suka akan artikelnya ..... Bagikanlah kepada kakak, adik, saudara2, keluarga dan komunitasmu . Klik atau Tap disini untuk LIHAT DAFTAR ARTIKEL  ๐Ÿ‘ˆ

Antara Hukum dan Iman

  Perbedaan antara "Perbuatan Hukum" dan "Perbuatan Iman"    1. Perbuatan Hukum (Works of the Law)   - Definisi:     Perbuatan yang dilakukan untuk memenuhi tuntutan hukum Taurat (misalnya: sunat, hari Sabat, persembahan korban) dengan tujuan mendapatkan pembenaran di hadapan Allah (Roma 3:20; Galatia 2:16).   - Masalahnya:     - Menjadikan keselamatan seolah-olah hasil usaha manusia, bukan anugerah (Efesus 2:8-9).     - Tidak mengubah hati, hanya bersifat lahiriah (Matius 23:25-28).     - Justru membuktikan bahwa manusia tidak mampu memenuhi standar Allah (Roma 3:23).    2. Perbuatan Iman (Works of Faith)   - Definisi:     Tindakan yang lahir dari iman yang hidup kepada Kristus, sebagai respons atas kasih karunia (Yakobus 2:17-18; Galatia 5:6). Contoh:     - Kasih kepada sesama (1 Yohanes 3:18). ...