Postingan

Apakah Normal bagi Anak Allah Menyembah Allah? Mengapa Menolak Konsep "Allah Menyembah Allah" Secara Tidak Langsung Merendahkan Anugerah sebagai Anak Allah

Apakah Normal bagi Anak Allah Menyembah Allah? Mengapa Menolak Konsep "Allah Menyembah Allah" Secara Tidak Langsung Merendahkan Anugerah sebagai Anak Allah --- Pendahuluan: Sebuah Pertanyaan yang Mengguncang Logika Kita Selama berabad-abad, Trinitas Persona telah menolak konsep "Allah menyembah Allah" dengan alasan bahwa penyembahan berarti pengakuan inferioritas — dan jika Allah menyembah Allah, maka Allah menjadi inferior terhadap diri-Nya sendiri — yang tidak mungkin. Tetapi — dan inilah pertanyaan yang mengguncang logika kita — jika kita menolak konsep "Allah menyembah Allah" — bukankah kita secara tidak langsung mengatakan bahwa tidak pantas bagi seorang anak Allah untuk menyembah Allah? Kita — sebagai orang Kristen — adalah tubuh Kristus (1 Korintus 12:27) — dan kita adalah anak-anak Allah (Yohanes 1:12; Roma 8:14-16; Galatia 3:26; 1 Yohanes 3:1-2). Dan ketika kita menyembah Allah — bukankah itu berarti sebagai anak Allah kita menyembah Allah? Jika k...

Penyembahan Berhala, Korban Sejati, Allah itu Kasih; Menjelaskan Konsep "Allah Menyembah Allah" melalui Inversi Penyembahan Berhala — Ketika Korban yang Dikonsumsi Berbalik Menjadi Pengorbanan yang Memuliakan

Penyembahan Berhala, Korban Sejati, Allah itu Kasih Menjelaskan Konsep "Allah Menyembah Allah" melalui Inversi Penyembahan Berhala — Ketika Korban yang Dikonsumsi Berbalik Menjadi Pengorbanan yang Memuliakan --- Pendahuluan: Dua Jenis Penyembahan yang Berbeda Secara Radikal Dalam seluruh Alkitab, ada dua jenis penyembahan yang berbeda secara radikal — dan perbedaannya bukanlah pada ritusnya — tetapi pada hakikatnya: 1. Penyembahan berhala — penyembahan yang salah objeknya — dan karena itu — salah hakikatnya. Dalam penyembahan berhala — yang ada adalah "dikorbankan" — bukan "pengorbanan". Korban dimaksudkan sebagai konsumsi allah — dan karena itu — Alkitab menyebutnya bukan korban sejati dan sempurna. 2. Penyembahan sejati — penyembahan kepada Allah yang adalah Kasih — dan karena itu — benar hakikatnya. Dalam penyembahan sejati — yang ada adalah "pengorbanan" — bukan "dikorbankan". Korban sejati dimuliakan Allah — dan bersatu bersama All...

Yesus dan Hukum Taurat; Mengapa Yesus Mengatakan "Menggenapi" tetapi Terlihat "Mengabaikan" — dan Mengapa Itu Adalah Protes Bapa terhadap Penyembahan yang Hanya di Mulut

Yesus dan Hukum Taurat Mengapa Yesus Mengatakan "Menggenapi" tetapi Terlihat "Mengabaikan" — dan Mengapa Itu Adalah Protes Bapa terhadap Penyembahan yang Hanya di Mulut --- Pendahuluan: Sebuah Ketegangan yang Tidak Terjawab Dalam seluruh Perjanjian Baru, ada sebuah ketegangan yang tidak pernah terjawab secara memuaskan dalam kerangka arus utama: Yesus berkata: "Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya" (Matius 5:17). Tetapi dalam praktiknya, Yesus terlihat "mengabaikan" hukum Taurat — menyembuhkan pada hari Sabat, bergaul dengan pemungut cukai dan orang berdosa, tidak mencuci tangan sebelum makan, dan banyak hal lain. Arus utama sering menjawab dengan harmonisasi yang dipaksakan: · "Yesus mengabaikan tradisi manusia, bukan hukum Taurat." · "Yesus menggenapi hukum Taurat dengan cara yang baru." · "Yesus adalah hukum Taurat yang hidup." Jawaban-jawaban ini benar — tetapi tidak lengk...

Trinitas Penyembahan: Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja; Mengapa Yesus Melaksanakan Seluruh Tradisi Yahudi — dan Mengapa Ketiga Jabatan Mesianis Itu Berpusat pada Penyembahan

Trinitas Penyembahan: Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja Mengapa Yesus Melaksanakan Seluruh Tradisi Yahudi — dan Mengapa Ketiga Jabatan Mesianis Itu Berpusat pada Penyembahan --- Pendahuluan: Sebuah Pertanyaan yang Tidak Terjawab Arus Utama Dalam Trinitas Persona—konsep arus utama—Yesus diakui sebagai Imam Besar, Nabi, dan Raja. Ketiga jabatan ini adalah jabatan Mesianis yang diakui oleh seluruh tradisi Kristen. Tetapi ada sebuah pertanyaan yang tidak pernah terjawab secara memuaskan dalam kerangka Trinitas Persona: Jika Yesus adalah Imam Besar, mengapa Ia harus menyembah Allah? Bukankah seorang imam adalah perantara yang mempersembahkan penyembahan kepada Allah—bukan penyembah yang menyembah? Pertanyaan yang sama berlaku untuk Nabi dan Raja: Jika Yesus adalah Nabi, mengapa Ia harus menyembah Allah? Bukankah seorang nabi adalah penyampai firman Allah—bukan penyembah yang menyembah? Jika Yesus adalah Raja, mengapa Ia harus menyembah Allah? Bukankah seorang raja adalah penguasa yang meme...