Perjamuan Kudus - 2 (Ekaristi)

Perjamuan Kudus - 2

Jangan Menjauh karena Masih Berdosa: Kerahiman, Belas Kasih, dan Anugerah Lebih Besar dari Segalanya

Inilah peringatan bagi mereka yang terlalu "saleh" untuk menerima anugerah.  Ada bahaya tersembunyi dalam spiritualitas yang menuntut kesempurnaan sebelum berani mendekat kepada Allah. Kita merasa "tetap berdosa" meskipun sudah mengaku. Kita merasa belum layak. Kita menunggu sampai kita "bersih" baru berani datang. 

Tapi sikap ini—yang tampaknya rendah hati—sebenarnya adalah kesombongan rohani. Kita menuntut kesempurnaan dari diri sendiri, seolah-olah kita bisa mencapai kekudusan tanpa anugerah. 

Inilah dosa yang menjatuhkan malaikat: keinginan untuk menjadi seperti Allah tanpa bergantung pada-Nya. Tidak ada dosa yang lebih besar daripada kerahiman-Nya. Tidak ada tagihan hutang yang lebih besar daripada belas kasih-Nya. Tidak ada apa pun yang lebih besar daripada anugerah-Nya. 

Jika kita menjauh karena merasa masih berdosa, kita sedang menghina Dia dan menolak cinta-Nya. Mari kita buka dengan seluruh Alkitab.

---

1. Kesombongan Rohani: Ketika Kerendahan Hati Palsu Menjadi Penolakan Anugerah

a. Jangan Menuntut Kesempurnaan Sebelum Mendekat

Matius 9:12-13

"Yesus mendengarnya dan berkata: 'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.'"

Yesus tidak berkata: "Sembuhkanlah dirimu dulu, baru datang kepada-Ku." Ia berkata: Orang sakit yang membutuhkan tabib. Jika kita menunggu sampai kita "sembuh" (tidak berdosa), kita tidak akan pernah datang.

b. Kesombongan yang Terselubung: Menuntut Kesempurnaan

Kolose 2:18-19

"Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri... ia berpegang teguh pada penglihatan-penglihatannya dan sombong oleh pikirannya yang duniawi."

Merasa "tidak layak" bisa menjadi kesombongan jika kita menganggap bahwa anugerah tidak cukup untuk menutupi dosa kita. Kita berkata dalam hati: "Dosaku terlalu besar, Tuhan tidak bisa mengampuni." Ini adalah penghinaan terhadap kerahiman Allah.

c. Malaikat Jatuh karena Ingin Sempurna Tanpa Allah

Yesaya 14:13-14

"Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku... aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, aku hendak menyamai Yang Mahatinggi. "

Kesombongan malaikat adalah keinginan untuk menjadi sempurna dengan kekuatan sendiri, tanpa bergantung pada Allah. Demikian juga kita: ketika kita berkata "aku harus bersih dulu sebelum datang kepada Tuhan," kita sedang berkata "aku bisa menyucikan diriku sendiri tanpa anugerah-Nya."

---

2. Tidak Ada Dosa yang Lebih Besar dari Kerahiman-Nya

a. Mazmur 103:11-12

"Tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita."

Kerahiman Allah tidak terbatas. Tidak ada dosa yang bisa melampaui kasih setia-Nya.

b. Mikha 7:18-19

"Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaklumkan pelanggaran dari sisa milik-Nya sendiri? ... Ia akan menyayangi kita kembali, menghapuskan kesalahan kita, dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. "

Dilempar ke laut: tidak muncul lagi, tidak diingat lagi. Tidak ada dosa yang terlalu berat untuk dilempar ke laut.

c. Roma 5:20-21

"Dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya sama seperti dosa berkuasa dalam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal."

Paulus tidak berkata "kasih karunia cukup untuk dosa." Ia berkata kasih karunia menjadi berlimpah-limpah —melebihi dosa. Tidak ada dosa yang lebih besar dari anugerah.

---

3. Tidak Ada Tagihan Hutang yang Lebih Besar dari Belas Kasih-Nya

a. Perumpamaan tentang Pengampunan Hutang (Matius 18:23-27)

"Hamba itu sujud menyembah... Maka tergeraklah hati tuannya itu oleh belas kasihan, lalu ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. "

Hutang hamba itu sangat besar (10.000 talenta, setara jutaan hari kerja). Tapi belas kasihan tuannya lebih besar dari hutang itu. Tidak ada tagihan yang tidak bisa dihapus oleh belas kasih Allah.

b. Yesaya 1:18

"Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN. Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."

Dosa yang paling merah pun bisa menjadi putih. Tidak ada warna dosa yang tidak bisa diputihkan oleh belas kasih-Nya.

c. Roma 8:1

"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."

Tagihan hutang dosa sudah dibayar lunas oleh Kristus. Tidak ada lagi hutang yang tertagih.

---

4. Tidak Ada Apa pun yang Lebih Besar dari Anugerah-Nya

a. 2 Korintus 12:9

"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."

Anugerah-Nya cukup. Tidak ada kelemahan yang tidak bisa ditutupi. Tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni. Tidak ada kegagalan yang tidak bisa dipulihkan.

b. Efesus 2:4-5

"Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus."

Allah kaya dengan rahmat. Bukan pelit, bukan terbatas. Ia memiliki sumber anugerah yang tidak pernah habis.

c. Yohanes 1:16

"Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia."

"Kepenuhan" (Yunani: pleroma) berarti segala yang ada pada Allah—tidak ada kekurangan. Kita menerima anugerah demi anugerah, bukan anugerah lalu berhenti.

---

5. Menjauh karena Masih Berdosa Adalah Penghinaan dan Penolakan Cinta-Nya

a. Ibrani 10:29

"Betapa lebih hebatnya hukuman... bagi mereka yang menginjak-injak Anak Allah dan menganggap najis darah perjanjian... dan menghina Roh Kudus yang memberi kasih karunia?"

Menjauh dari anugerah karena merasa "masih berdosa" adalah bentuk penghinaan. Kita berkata: "Darah Kristus tidak cukup untuk dosaku." Ini adalah dosa yang lebih besar dari dosa awal.

b. 1 Yohanes 4:10

"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian untuk dosa kita."

Jika kita menjauh karena dosa, kita sedang berkata: "Pengorbanan Anak-Nya tidak cukup." Kita menolak cinta yang sudah diberikan.

c. Roma 8:38-39

"Aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup... atau kuasa-kuasa, atau apa pun yang ada sekarang, atau yang akan datang... tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah. "

Hanya satu yang bisa memisahkan: kita sendiri yang memilih untuk pergi. Dan pergi karena merasa terlalu berdosa adalah alasan yang salah—karena kasih-Nya lebih besar dari dosa apa pun.

---

6. Tabel: Sikap Hati yang Benar vs Sikap Hati yang Salah

Sikap Hati yang Benar 
- Sikap Hati yang Salah (Kesombongan Rohani)

"Aku berdosa, aku butuh anugerah." 
- "Aku berdosa, aku harus bersih dulu sebelum datang."

"Tuhan, ampuni aku." 
- "Tuhan, aku tidak layak, aku akan perbaiki diriku dulu."

Percaya pada kerahiman Allah 
- Meragukan kerahiman Allah

Datang dengan hati yg hancur 
- Menunggu sampai sempurna

"Anugerah-Mu cukup." 
- "Anugerah-Mu tidak cukup untuk dosaku."

---

7. Aplikasi: Jangan Menjauh, Datanglah dengan Hati yang Hancur

a. Jangan Tunggu Sampai "Sembuh"

Mazmur 51:19

"Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."

Tuhan tidak menuntut kesempurnaan sebelum datang. Ia menuntut hati yang hancur. Datanglah dengan dosamu, bukan setelah dosamu selesai.

b. Jangan Ukur Besarnya Dosa, Tapi Besarnya Anugerah

Roma 5:20

"Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah."

Semakin besar dosamu, semakin besar anugerah yang siap menerimamu. Jangan takut pada besarnya dosa; takutlah pada kecilnya iman.

c. Jangan Menghina Darah Kristus dengan Merasa "Terlalu Berdosa"

1 Yohanes 1:7

"Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa. "

"Segala dosa" —bukan "sebagian dosa." Tidak ada dosa yang tidak dicakup. Kecuali dosa penolakan anugrah itu sendiri. 

d. Datanglah Sekarang

2 Korintus 6:2

"Sesungguhnya, sekarang adalah waktu perkenanan; sesungguhnya, sekarang adalah hari keselamatan."

Jangan tunda. Jangan berkata "nanti setelah aku lebih baik." Sekarang adalah waktunya.

---

8. Kesimpulan: Anugerah Lebih Besar dari Segalanya

Dosa 
- Kerahiman 
- Anugerah 
- Belas Kasih

Tidak ada yang lebih besar 
- Lebih besar dari dosa 
- Lebih besar dari dosa 
- Lebih besar dari dosa

Tidak bisa melampaui 
- Melampaui segala dosa 
- Melampaui segala dosa 
- Melampaui segala dosa

Membuat kita menjauh 
- Memanggil kita mendekat 
- Memampukan kita datang 
- Menyambut kita kembali

Maka, marilah kita:

· Jangan menuntut kesempurnaan dari diri sendiri. Itu adalah kesombongan rohani yang menolak anugerah.

· Jangan mengukur dosa seolah-olah dosamu lebih besar dari kerahiman-Nya.

· Jangan menunda karena merasa belum layak. Tidak ada yang layak. Tapi anugerah membuat kita layak.

· Datanglah dengan hati yang hancur. Di situlah Tuhan berkenan.

Mazmur 130:3-4

"Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat bertahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti."

Bukan karena kita tidak berdosa, tetapi karena ada pengampunan. Bukan karena kita layak, tetapi karena anugerah lebih besar. Jangan menjauh. Datanglah.

"Tuhan Yesus, aku sering menjauh karena merasa masih berdosa. Aku pikir aku harus bersih dulu sebelum datang kepada-Mu. Tapi itu adalah kesombongan. Aku tidak bisa membersihkan diriku sendiri. Aku datang sekarang, dengan dosaku, dengan ketidaklayakanku, dengan hati yang hancur. Aku percaya kerahiman-Mu lebih besar dari dosaku. Aku percaya belas kasih-Mu melebihi hutangku. Aku percaya anugerah-Mu cukup untukku. Jangan biarkan aku menjauh lagi. Tarik aku selalu kembali. Amin."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Bagian 1

Daftar Isi Artikel