Perjamuan Kudus - 1 (Ekaristi)

Perjamuan Kudus - 1
(Ekaristi) 

Perjamuan Kudus dan Hati yang Menerima Anugerah: Bukan Tentang Layak, Tapi Tentang Sikap Hati

Inilah koreksi penting atas pemahaman yang sering menyesatkan.  Banyak orang takut mengikuti Perjamuan Kudus karena merasa "berdosa" dan takut "bertambah dosa" atau "mendapat hukuman." 

Akibatnya, mereka menjauhi meja Tuhan—justru saat mereka paling membutuhkan anugerah. Pemahaman ini belum penuh. Paulus tidak berbicara tentang orang berdosa yang datang dengan rendah hati, tetapi tentang sikap hati yang tidak menghargai tubuh dan darah Kristus—yaitu menerima anugerah tetapi hidup seperti tidak menerima apa pun. 

Perumpamaan Yesus tentang pengampunan hutang (Matius 18), tentang anak sulung (Lukas 15), dan tentang penghakiman domba dan kambing (Matius 25) menunjukkan bahwa niat dan penerimaan awal penting, tetapi yang terpenting adalah apa yang terjadi sesudahnya. 

Mereka yang dihukum bukan karena berdosa, tetapi karena setelah menerima anugerah, mereka tetap menagih hutang, tetap iri dan cemburu, tetap mengabaikan yang membutuhkan. Mari kita bedah dengan Alkitab.

---

1. 1 Korintus 11:27-34: Bukan tentang Kesempurnaan, Tapi tentang Menghargai Tubuh Kristus

"Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan... Karena itu hendaklah seseorang menguji dirinya, dan dengan demikian ia makan roti dan minum dari cawan."

a. Apa Arti "Cara yang Tidak Layak"?

Bukan berarti "jika kamu berdosa, kamu tidak layak." Jika itu artinya, tidak ada seorang pun yang layak. Yang dimaksud Paulus adalah sikap hati yang tidak menghargai makna Perjamuan Kudus:

· Tidak membedakan tubuh Tuhan (ayat 29) —tidak menyadari bahwa Perjamuan Kudus adalah persekutuan dengan tubuh Kristus dan dengan sesama.
· Makan dan minum tanpa memperhatikan sesama —di Korintus, ada yang kaya makan banyak sementara yang miskin kelaparan (ayat 21-22).

b. "Menguji Diri" Bukan untuk Menjauh, Tapi untuk Mendekat

"Uji dirimu" bukan berarti "jika kamu berdosa, jangan ikut." Tapi: Sadarilah apa yang kamu lakukan. Hargailah tubuh dan darah Kristus. Jangan makan dengan hati yang tidak peduli pada sesama.

c. Hukuman Bukan karena Dosa, Tapi karena Menghina Anugerah

Paulus berkata bahwa ada yang menjadi lemah, sakit, bahkan mati karena makan dan minum tanpa menghargai (ayat 30). Ini bukan hukuman atas dosa biasa, tetapi atas penghinaan terhadap anugerah yang diterima.

---

2. Perumpamaan tentang Pengampunan Hutang (Matius 18:23-35): Yang Dihukum Setelah Menerima Anugerah

"Hamba itu sujud menyembah... Maka tergeraklah hati tuannya oleh belas kasihan, lalu ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang kepadanya... Ia menangkap dan mencekik dia... Tuannya itu memanggil dia dan berkata: 'Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani temanmu seperti aku telah mengasihani engkau? '"

a. Niat dan Penerimaan Awal: Baik

Hamba itu memohon ampun. Tuannya mengampuni. Ini adalah gambar pertobatan dan penerimaan anugerah. Tidak ada masalah di sini.

b. Yang Terpenting: Apa yang Terjadi Sesudahnya

Hamba itu menerima anugerah pengampunan hutang yang sangat besar. Tapi sesudah itu, ia masih menagih hutang dari temannya yang kecil. Ia tidak berubah. Ia tetap sama seperti sebelum menerima anugerah.

c. Hukuman: Bukan karena Hutang Awal, Tapi karena Penolakan Anugerah

Tuannya tidak menghukum karena hutang awal (sudah dihapus). Ia menghukum karena setelah menerima anugerah, hamba itu tidak mengampuni. Inilah yang Paulus maksud: menerima Perjamuan Kudus (pengampunan, anugerah) tetapi tetap menagih hutang kepada sesama.

---

3. Perumpamaan tentang Anak Sulung (Lukas 15:25-32): Yang Ditegur karena Iri dan Cemburu

"Anak sulung itu... menjadi marah dan tidak mau masuk... Katanya kepada bapanya: 'Aku telah bertahun-tahun melayani bapa... tetapi engkau belum pernah memberi aku seekor kambing... Tetapi baru saja anak bapa ini datang... engkau menyembelih anak lembu tambun untuk dia.' Jawab bapanya: 'Hai anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala milikku adalah milikmu. Tetapi kita patut bersukacita...'"

a. Anak Sulung: Selalu dalam Anugerah

Anak sulung tidak pernah pergi. Ia selalu bersama bapa. Ia adalah gambar orang yang sudah menerima anugerah sejak lama —mungkin sejak baptisan, sejak kecil.

b. Yang Ditegur: Bukan karena Dosa Besar, Tapi karena Iri dan Cemburu

Anak sulung tidak melakukan dosa besar seperti adiknya. Tapi ia iri hati dan cemburu terhadap anugerah yang diterima adiknya. Ia merasa "lebih layak" karena sudah setia. Ia tidak bersukacita ketika orang berdosa bertobat.

c. Teguran, Bukan Penghukuman

Bapa tidak menghukum anak sulung. Ia menegur dan mengingatkan bahwa anugerah selalu tersedia. Ini adalah peringatan bagi mereka yang sudah lama dalam anugerah tetapi hatinirasa iri dan tidak mau mengampuni.

---

4. Penghakiman Domba dan Kambing (Matius 25:31-46): Yang Ditolak karena Mengabaikan yang Membutuhkan

"Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku... Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, karena ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan."

a. Mereka yang Ditolak: Menerima Anugerah Tapi Mengabaikan

Perhatikan: Orang-orang yang ditolak ini memanggil Yesus "Tuhan." Mereka mungkin sudah dibaptis, sudah menerima anugerah. Tapi mereka mengabaikan yang lapar, haus, telanjang, sakit, dipenjara.

b. Bukan karena Dosa Besar, Tapi karena Kelalaian

Mereka tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzinah. Mereka hanya tidak memberi. Kelalaian ini—mengabaikan sesama yang membutuhkan—adalah dosa yang membuat mereka ditolak.

c. Mereka Terkejut

"Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar...?" Mereka tidak sadar bahwa mengabaikan sesama = mengabaikan Kristus. Ini adalah peringatan bahwa menerima anugerah tanpa menghasilkan buah kasih adalah sia-sia.

---

5. Tabel: Yang Dihukum, Ditegur, Ditolak dalam Perumpamaan Yesus

Perumpamaan 
- Tokoh Menerima Anugerah? 
- - Masalah 
- Akibat

Pengampunan hutang Hamba yang diampuni 
- Ya (hutang besar dihapus) 
- Menagih hutang kecil dari teman 
- Diserahkan ke algojo

Anak sulung 
- Anak sulung 
- Ya (selalu bersama bapa) 
- Iri, cemburu, tidak mau masuk 
- Ditegur, tapi tetap anak

Domba dan kambing 
- Kambing 
- Ya (memanggil Yesus "Tuhan") 
- Mengabaikan yang lapar, haus, telanjang 
- Ditolak, masuk neraka

---

6. Makna bagi Perjamuan Kudus

a. Perjamuan Kudus Adalah Anugerah yang Diterima

Setiap kali kita makan roti dan minum anggur, kita menerima pengampunan dan anugerah Tuhan. 

Kita seperti hamba yang hutangnya dihapus, seperti anak sulung yang selalu bersama bapa, seperti domba yang mengenal Tuhan.

b. Yang Diuji Bukan "Apakah Kamu Berdosa?" Tapi "Apa yang Kamu Lakukan Sesudahnya?"

Paulus berkata: "Ujilah dirimu." Ujiannya bukan "apakah kamu sempurna?" Tapi:

· Apakah kamu menghargai tubuh dan darah Kristus? (1 Korintus 11:29)

· Apakah kamu hidup dalam pengampunan, mengampuni sesama? (Matius 18)

· Apakah kamu bersukacita ketika orang berdosa bertobat? (Lukas 15)

· Apakah kamu memberi kepada yang lapar, haus, telanjang? (Matius 25)

c. Jangan Takut Datang, Tapi Datanglah dengan Hati yang Benar

Perjamuan Kudus bukan untuk orang yang sudah sempurna, tetapi untuk orang yang sadar bahwa mereka butuh anugerah. Datanglah dengan:

· Hati yang bertobat (mengakui dosa, memohon ampun)

· Hati yang mengampuni (melepaskan hutang sesama)

· Hati yang bersukacita (tidak iri pada anugerah yang diterima orang lain)

· Hati yang peduli (tidak mengabaikan yang membutuhkan)

---

7. Aplikasi: Sikap Hati yang Benar dalam Perjamuan Kudus

a. Jangan Takut karena Dosa

Tidak ada orang yang layak. Jika kita menunggu sampai sempurna, kita tidak akan pernah datang. Yesus justru mengundang: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat" (Matius 11:28).

b. Jangan Datang dengan Hati yang Tidak Mengampuni

Jika kita menahan pengampunan terhadap sesama, Perjamuan Kudus menjadi penghukuman bagi kita. Berdamailah lebih dulu dengan saudaramu (Matius 5:23-24).

c. Jangan Datang dengan Hati yang Iri

Jika kita merasa "lebih layak" dari orang lain yang juga menerima anugerah, kita seperti anak sulung. Bersukacitalah ketika orang berdosa bertobat.

d. Jangan Datang dengan Hati yang Acuh

Perjamuan Kudus adalah persekutuan dengan tubuh Kristus—yang berarti persekutuan dengan sesama. Jangan mengabaikan mereka yang lapar, haus, telanjang.

---

8. Kesimpulan: Perjamuan Kudus Adalah Anugerah yang Harus Direspons

Sikap Hati yang Salah 
- Sikap Hati yang Benar

Takut karena dosa, tidak mau datang 
- Sadar butuh anugerah, datang dengan rendah hati

Menahan pengampunan terhadap sesama 
- Mengampuni seperti diampuni

Iri dan cemburu pada anugerah orang lain 
- Bersukacita atas pertobatan orang berdosa

Acuh pada yang lapar, haus, telanjang 
- Peduli pada sesama yang membutuhkan

Maka, marilah kita:

· Jangan takut untuk datang ke Perjamuan Kudus karena merasa berdosa. Justru di sanalah tempatmu.

· Uji dirimu: Bukan apakah kamu sempurna, tetapi apakah hatimu benar—bertobat, mengampuni, bersukacita, peduli.

· Jadikan Perjamuan Kudus sebagai pembaharuan komitmen untuk hidup dalam anugerah yang telah diterima.

1 Korintus 11:28

"Karena itu hendaklah seseorang menguji dirinya, dan dengan demikian ia makan roti dan minum dari cawan."

Uji dirimu, bukan untuk menjauh, tetapi untuk mendekat dengan hati yang benar. Perjamuan Kudus adalah anugerah. Jangan sia-siakan.

"Tuhan Yesus, aku sering takut datang ke meja-Mu karena merasa tidak layak. Tapi aku sadar, tidak ada yang layak. Aku datang bukan karena aku baik, tetapi karena aku butuh anugerah-Mu. Aku mengampuni sesamaku seperti Engkau telah mengampuni aku. Aku bersukacita atas pertobatan orang lain. Aku peduli pada yang lapar, haus, telanjang. Biarlah Perjamuan Kudus ini menjadi pembaharuan komitmenku untuk hidup dalam anugerah-Mu. Amin."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Bagian 1

Daftar Isi Artikel