Doa - 1

Doa - 1

Berikut adalah ayat-ayat Alkitab yang menekankan pentingnya komunikasi rendah hati—bertanya tentang hal yang tidak diketahui dan memohon pertolongan dalam kesulitan—serta perbedaannya dengan komunikasi tinggi hati yang menganggap orang lain tahu tanpa diminta.

---

1. Komunikasi Rendah Hati: Bertanya dan Memohon Pertolongan

A. Bertanya tentang yang tidak diketahui

· Yakobus 4:2b
    "Kamu tidak memiliki, karena kamu tidak meminta."
    → Ayat ini secara langsung menegaskan bahwa tidak bertanya (tidak meminta) adalah penyebab ketiadaan. Komunikasi rendah hati dimulai dengan mengakui keterbatasan dan meminta.
· Amsal 15:32
    "Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi."
    → Bertanya berarti mendengarkan dan menerima teguran/arahan. Ini adalah bentuk kerendahan hati.
· Matius 7:7-8
    "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
    → Yesus mengajarkan inisiatif komunikasi kepada Bapa. Diam dan berasumsi bahwa Allah tahu tanpa kita minta bukanlah pola yang Dia ajarkan.

B. Memohon pertolongan dalam kesulitan

· Ibrani 4:16
    "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya."
    → Komunikasi rendah hati adalah "menghampiri" dan memohon. Tidak datang berarti tidak menerima pertolongan.
· Mazmur 34:18
    "TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
    → Orang yang rendah hati mengakui kepatahan hatinya dan berseru. Sebaliknya, orang tinggi hati berpura-pura kuat dan tidak perlu minta tolong.
· 2 Korintus 12:9-10
    "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."
    → Paulus belajar memohon dan bahkan bermegah dalam kelemahan. Ini antitesis dari sikap tinggi hati yang malu mengakui kelemahan.

---

2. Komunikasi Tinggi Hati: Berasumsi Tanpa Bertanya

Ayat-ayat ini menegur pola pikir yang berharap orang lain tahu secara otomatis tanpa kita sampaikan.

· Amsal 18:2
    "Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya."
    → Lawan dari bertanya adalah hanya bicara tanpa mendengar, atau diam tapi berharap orang lain "harusnya tahu".
· Amsal 14:12 (juga 16:25)
    "Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut."
    → Menganggap bahwa orang lain pasti mengerti situasi kita tanpa komunikasi adalah "jalan yang disangka lurus"—kelihatannya benar (karena kita pikir kasih otomatis tahu), tapi keliru.
· Matius 15:8
    "Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, tetapi hatinya jauh dari pada-Ku."
    → Komunikasi tinggi hati bisa juga tampak religius tapi tidak sungguh-sungguh memohon atau bertanya karena hati sudah merasa cukup tahu.
· Yohanes 9:40-41
    Yesus berkata kepada orang Farisi yang merasa tahu segalanya: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka dosamu tetap ada."
    → Sikap "sudah tahu" tanpa bertanya adalah dosa kesombongan rohani.

---

3. Dihubungkan dengan Konsep "Allah adalah Kasih"

Dalam narasi dan hipotesis sebelumnya bahwa Allah adalah Kasih (1 Yohanes 4:8,16), kasih itu komunikatif, bukan asumtif.

· 1 Yohanes 3:18
    "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."
    → Tapi perbuatan kasih dimulai dari komunikasi yang jujur. Orang yang tinggi hati tidak mengomunikasikan kebutuhannya, lalu menyalahkan orang lain karena tidak "tahu dengan sendirinya".
· Yohanes 13:34-35
    "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
    → Saling mengasihi berarti saling bertanya, saling mendengar, saling memohon. Bukan saling menduga.
· 1 Korintus 13:4-7 (Kasih itu sabar, murah hati, tidak sombong)
    → Ayat ini langsung menyatakan kasih tidak sombong (tidak tinggi hati). Kesombongan komunikatif—berasumsi orang lain tahu—adalah kebalikan dari kasih.

---

Kesimpulan Teologis

Aspek 
- Komunikasi Rendah Hati (Kristiani) 
- Komunikasi Tinggi Hati (Tidak Kristiani)

Prinsip 
- "Aku tidak tahu, aku perlu bertanya/memohon" 
- "Seharusnya kamu tahu tanpa aku katakan"

Dasar Alkitab 
- Yakobus 4:2b, Matius 7:7, Ibrani 4:16 
- Amsal 14:12, Amsal 18:2, Yohanes 9:41

Hubungan dengan Kasih 
- Kasih mencari dan mendengar (1 Kor 13:7) 
- Kasih tidak sombong (1 Kor 13:4); asumsi = bentuk kesombongan

Jadi, bertanya dan memohon pertolongan bukanlah kelemahan, melainkan ekspresi iman yang rendah hati kepada Allah dan sesama. Sebaliknya, diam tapi berharap orang lain "harusnya tahu" adalah bentuk kesombongan terselubung yang bertentangan dengan cara Yesus mengajarkan kita untuk hidup dalam kasih. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Bagian 1

Daftar Isi Artikel