Yesus - YAHWEH Shaloom

Pada Alkitab Perjanjian Baru, Shaloom menjadi "sebutan/nama" Allah.


1 Tesalonika 5:23 (TB)  Semoga - Allah "damai sejahtera" - menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.


 Hermeneutika dan Eksegese 1 Tesalonika 5:23  


 1. Pendekatan Hermeneutika


- Konteks Surat 1 Tesalonika:  

  Paulus menulis surat ini kepada jemaat Tesalonika yang mengalami penganiayaan (1 Tes 2:14-16) tetapi tetap bertekun dalam iman. Ucapan berkat ini (5:23) menjadi penutup yang menekankan penyertaan Allah yang memberikan kedamaian di tengah pergumulan.  


- Makna "Damai Sejahtera" (Shalom/Eirēnē):  

  Dalam Perjanjian Baru (PB), "damai sejahtera" (eirēnē) bukan sekadar ketiadaan konflik, tetapi mencakup:  

  - Rekonsiliasi dengan Allah (Rom 5:1)  

  - Keselamatan yang utuh (Ef 2:14-17)  

  - Kesejahteraan rohani dan jasmani (Yoh 14:27)  


  Istilah ini merupakan penggenapan konsep Shalom dalam Perjanjian Lama (PL), yang merujuk pada kesejahteraan yang diberikan Yahweh (Bil 6:24-26; Yes 9:6).  


- Allah sebagai Sumber Damai:  

  Dengan menyebut "Allah damai sejahtera", Paulus menegaskan bahwa:  

  - Allah adalah pemberian damai (Flp 4:9).  

  - Kekudusan dan pemeliharaan Allah bersumber dari karakter-Nya yang membawa keselamatan.  


 2. Pendekatan Eksegese  



- Struktur Teks:  

  > "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."  


  - Subjek: "Allah damai sejahtera" (ho Theos tēs eirēnēs)  

  - Tindakan Allah: "menguduskan" (hagiazō) dan "memelihara" (tēreō)  

  - Tujuan: Kekudusan dan kesempurnaan menyambut kedatangan Kristus.  


- Analisis Kata Kunci:  

  - "Menguduskan" (ἁγιάζω, hagiazō): Proses pengudusan oleh Allah, menjadikan umat-Nya kudus seperti Dia (1 Pet 1:15-16).  

  - "Roh, jiwa, dan tubuh" (πνεῦμα, ψυχή, σῶμα, pneuma, psychē, sōma):  

    - Trichotomi (tiga bagian manusia) ini menunjukkan keseluruhan hidup manusia, bukan hanya aspek spiritual.  

    - Paulus menekankan bahwa keselamatan mencakup seluruh keberadaan manusia.  

  - "Tak bercacat" (ἀμέμπτως, amemptōs): Kehidupan yang utuh dan berkenan di hadapan Allah (1 Tes 3:13).  


- Hubungan dengan PB:  

  - Yesus sebagai "Damai Sejahtera" (Ef 2:14): Dalam PB, Yesus adalah penggenapan Shalom Allah (Yes 9:6; Luk 2:14).  

  - Kedatangan Kristus sebagai Tujuan Akhir: Pemeliharaan Allah bertujuan mempersiapkan gereja menyambut Tuhan (1 Tes 4:13-18).  


 Kesimpulan  

1. "Allah damai sejahtera" dalam PB bukan sekadar gelar, tetapi penggenapan dari karakter Yahweh dalam PL yang memberikan Shalom.  

2. 1 Tesalonika 5:23 menekankan:  

   - Allah sebagai sumber pengudusan dan pemeliharaan.  

   - Keselamatan yang holistik (roh, jiwa, tubuh).  

   - Pengharapan eskatologis (kedatangan Kristus).  

3. Hermeneutikanya: Damai sejahtera dalam PB adalah anugerah Allah melalui Kristus, yang membawa rekonsiliasi, kekudusan, dan penyempurnaan hidup orang percaya.  


Dengan demikian, frasa "Allah damai sejahtera" dalam 1 Tesalonika 5:23 adalah pengakuan iman bahwa Allah yang sama dalam PL (Yahweh Shalom, Hak 6:24) kini bekerja melalui Yesus untuk menguduskan dan memelihara gereja-Nya.




Tuhan Memberkati

28 Juli 2025
Mantiri AAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Bagian 1

Daftar Isi Artikel