Trinitas itu Tauhid (esa) ?

Trinitas itu Tauhid ?


Pendahuluan

"Baik istilah 'Tauhid' (dalam Islam) maupun 'Trinitas' (dalam Kristen), beserta definisi teologisnya yang sistematis, tidak secara eksplisit termaktub dalam kitab suci masing-masing agama (Al-Qur'an dan Alkitab). Konsep-konsep ini lebih merupakan hasil penafsiran, kesimpulan teologis, dan elaborasi yang dikembangkan oleh para ulama, cendekiawan Muslim, serta para Bapa Gereja (Church Fathers) dalam tradisi Kristen. Meskipun dasar pemikirannya dapat ditelusuri dalam teks suci, formulasi doktrinalnya terbentuk melalui proses diskusi, debat, dan konsensus dalam komunitas keagamaan."  


---


A. Penjelasan Istilah :  


1. Kejelasan Istilah:  

   "Tauhid" (Islam): Konsep keesaan Allah memang menjadi inti ajaran Al-Qur'an (misalnya Surah Al-Ikhlas), tetapi istilah "Tauhid" sebagai disiplin ilmu teologi (Ilmu Kalam) adalah hasil perkembangan pemikiran ulama seperti Al-Asy'ari atau Ibnu Taymiyyah.  

   "Trinitas" (Kristen): Istilah ini tidak ada dalam Alkitab, tetapi teks seperti Matius 28:19 ("Baptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus") menjadi dasar doktrin yang kemudian dirumuskan dalam Konsili Nicea (325 M) oleh Bapa Gereja.  


2. Konteks Historis-Teologis:  

    Konsep ini "tidak eksplisit" (bukan berarti tidak ada dasarnya sama sekali), melainkan hasil penafsiran sistematis untuk menjawab tantangan zaman (misalnya: debat dengan paham politeisme atau bid'ah).  


3. Netral & Akurat:  

    Menghindari kesan bahwa doktrin ini "arbitrer" dengan menekankan bahwa keduanya berakar pada teks suci, tapi diformalkan melalui tradisi keilmuan.  


4. Tambahan Referensi:  

    Untuk Kristen: Konsili Nicea/Konstantinopel mengkodifikasi Trinitas.  

    Untuk Islam: Ilmu Kalam (Asy'ariyah, Maturidiyah) membahas Tauhid secara filosofis.  



B. Penjelasan Perbedaan dan Titik Temu :


1. Perbedaan Dasar

Islam: Menegaskan keesaan Allah (Tauhid) tanpa analogi, berdasarkan Al-Qur'an yang terjaga & bukti sejarah awal.

Kristen: Menggunakan analogi Trinitas untuk menjelaskan relasi ilahi, meski diakui sebagai misteri iman.


2. Titik Temu

Kedua agama sepakat:

Allah/Tuhan tak sepenuhnya terjelaskan oleh bahasa manusia.

Iman adalah pengalaman personal yang melampaui bukti material.


3. Kesadaran Bersama

Perdebatan analogi bersifat subjektif, karena kebenaran mutlak hanya milik Tuhan.

Hormati perbedaan, fokus pada nilai universal: cinta, keadilan, dan pencarian makna.


4. Islam dan Kristen sama-sama "memisahkan" makna istilah manusia saat menggambarkan Allah:

Islam: Memisahkan "kasih Allah" dari kasih manusia (tidak butuh objek).

Kristen: Memisahkan "esa" Allah dari esa manusia (bisa kompleks dalam Trinitas).


5. Kritik harus konsisten:

Jika Islam boleh menolak premis "kasih butuh objek", maka Kristen juga boleh menolak premis "esa harus tunggal mutlak".

Tidak adil menuntut pihak lain mematuhi definisi literal sementara sendiri menggunakan makna yang disesuaikan.


6. Perbedaan akhirnya terletak pada paradigma teologis:

Islam: Mempertahankan keesaan mutlak (tauhid) dengan menolak relasi internal Allah.

Kristen: Mempertahankan kasih relasional Allah dengan menerima keesaan yang kompleks (Trinitas).


→ Kesimpulan akhir: Kedua pihak punya logika internal yang valid, tergantung dari premis teologis yang dipegang.





Baca penjelasan lanjut tentang Trinitas pada Artikel berikut

Trinitas : Entitas atau Relasi


Klik atau Tap disini untuk baca Artikel Lainnya

Tuhan Memberkati


28 Juli 2025

Mantiri AAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Pendahuluan

Dosa Adam : Topeng2 Dosa - Bagian 1

Daftar Isi Artikel