Orang Berdosa yg Benar , Orang Benar yg Berdosa.
Orang Berdosa yg Benar , Orang Benar yg Berdosa.
Penjelasan Teologis :
Ungkapan paradoks ini mencerminkan konsep Luther "simul justus et peccator" (secara bersamaan orang benar dan pendosa). Ini menggambarkan status ganda orang Kristen:
1. Orang berdosa yang benar: Dianggap benar oleh pengorbanan Kristus meski masih memiliki natur berdosa
2. Orang benar yang berdosa: Ketegangan dimana orang yang ditebus pun masih bisa jatuh dalam dosa
Konteks:
Roma 7:18-19 menggambarkan pergumulan antara keinginan daging dan roh. Namun pernyataan pembuka memperingatkan:
- Mengutip secara duniawi (tanpa pertobatan) melupakan solusi di Roma 8 (kemenangan oleh Roh).
- Jika seseorang benar-benar merasa terjebak dalam ayat ini tanpa melihat Kristus, mungkin belum mengerti injil.
Paradoks Teologis:
- Kebenaran: Setiap orang percaya mengalami pergumulan ini (pengudusan adalah proses).
- Bahaya: Menggunakannya untuk membenarkan dosa ("Aku tak bisa berhenti!") bertentangan dengan Roma 8 (kemenangan oleh Roh).
- Luther mengajarkan "simul justus et peccator" (orang benar dan pendosa sekaligus), tetapi selalu menunjuk pada kebenaran Kristus yang dikaruniakan.
Komentar
Posting Komentar