Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Mendoakan Orang Mati

Hermeneutika dan Eksegese 2 Timotius 1:18 dalam Konteks Berdoa bagi Orang Mati    1. Pengertian Hermeneutika dan Eksegese   - Hermeneutika adalah ilmu atau metode menafsirkan teks, khususnya teks Kitab Suci, dengan mempertimbangkan konteks historis, sastra, budaya, dan teologis.   - Eksegese adalah penerapan praktis dari hermeneutika untuk menguraikan makna asli suatu teks berdasarkan analisis mendalam.    2. Konteks 2 Timotius 1:18   Ayat ini berbunyi:   > "Kiranya Tuhan memberikan belas kasihan-Nya kepada keluarga Onesiforus, karena ia sering memberi semangat kepadaku dan tidak malu akan rantai yang kukenal. Ketika ia ada di Roma, ia berusaha mencariku dan akhirnya menemukan aku. Kiranya Tuhan memberikan kepadanya untuk menerima belas kasihan-Nya pada hari Tuhan. Betapa banyak ia melayani aku di Efesus, engkau mengetahuinya lebih baik." (2 Tim. 1:16–18, ITB).   Pertanyaan utamanya: Apakah Onesiforus sud...

Orang Berdosa yg Benar , Orang Benar yg Berdosa.

  Orang Berdosa yg Benar , Orang Benar yg Berdosa. Penjelasan Teologis : Ungkapan paradoks ini mencerminkan konsep Luther "simul justus et peccator" (secara bersamaan orang benar dan pendosa). Ini menggambarkan status ganda orang Kristen: 1. Orang berdosa yang benar: Dianggap benar oleh pengorbanan Kristus meski masih memiliki natur berdosa 2. Orang benar yang berdosa: Ketegangan dimana orang yang ditebus pun masih bisa jatuh dalam dosa Konteks:  Roma 7:18-19 menggambarkan pergumulan antara keinginan daging dan roh. Namun pernyataan pembuka memperingatkan:      - Mengutip secara duniawi (tanpa pertobatan) melupakan solusi di Roma 8 (kemenangan oleh Roh).      - Jika seseorang benar-benar merasa terjebak dalam ayat ini tanpa melihat Kristus, mungkin belum mengerti injil.   Paradoks Teologis:      - Kebenaran: Setiap orang percaya mengalami pergumulan ini (pengudusan adalah proses).   ...

Yesus - YAHWEH Shaloom

Pada Alkitab Perjanjian Baru, Shaloom menjadi "sebutan/nama" Allah. 1 Tesalonika 5:23 (TB)  Semoga - Allah "damai sejahtera" - menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.  Hermeneutika dan Eksegese 1 Tesalonika 5:23    1. Pendekatan Hermeneutika - Konteks Surat 1 Tesalonika:     Paulus menulis surat ini kepada jemaat Tesalonika yang mengalami penganiayaan (1 Tes 2:14-16) tetapi tetap bertekun dalam iman. Ucapan berkat ini (5:23) menjadi penutup yang menekankan penyertaan Allah yang memberikan kedamaian di tengah pergumulan.   - Makna "Damai Sejahtera" (Shalom/Eirēnē):     Dalam Perjanjian Baru (PB), "damai sejahtera" (eirēnē) bukan sekadar ketiadaan konflik, tetapi mencakup:     - Rekonsiliasi dengan Allah (Rom 5:1)     - Keselamatan yang utuh (Ef 2:14-17)    ...

TRINITAS: ENTITAS ATAU RELASI ?

Pendahuluan Sebagai orang modern, “pemutusan hubungan” itu biasa, tapi dalam kekristenan itu dosa. Ingat, definisi dosa ialah terputusnya relasi manusia dengan Allah. Secara logika ini tidak masuk akal. Kita melakukan hal yang tidak baik pada orang lain dan alam, tapi apa hubungannya dengan relasi? Memangnya alam bisa ngomong dan ngobrol? Dan kenapa?  Berikut adalah kenapa Allah kita disebut Trinitas, dan hubungan penamaan ini dengan definisi penciptaan dan dosa. Tulisan di bagi dalam 4 bagian :  I. DASAR TEOLOGIS: TEKSTUAL, HERMENEUTIKA, DAN LOGIKA    II. TRINITAS SEBAGAI INTI RELASI DAN PENCIPTAAN    III. ALLAH YANG BERELASI VS. PENGALAMAN MANUSIA    IV. KESIMPULAN: SIMFONI KASIH TRINITARIAN     TRINITAS: Harmoni Antara Misteri, Teks, dan Logika   Allah itu multidimensi karena Dia Trinitas. Masalahnya, dalam dialog kita sering dipaksa menjelaskan realitas multidimensi ini hanya dengan satu analogi. Inilah ...